Playboy Insaf

Playboy Insaf
Teman Lama Sindi



Deg...


Sindi kaget,karena melihat Bimo sudah berada di depan rumah nya,Sindi melihat Bimo tersenyum kepada nya. Entah mengapa melihat senyuman Bimo membuat hati nya berdebar.


"Kenapa nih hati gw?," Sindi berjalan menuju mobil sambil memegangi dada nya yang berdebar.


"Pagi Nona..." Bimo menyapa majikan nya,sambil membuka kan pintu.


"Hey Gadis Mungil,kenapa Kau memegang dada mu seperti itu?," Bimo tidak faham.


"Apa kabar Nona?," Bimo memulai perbincangan di dalam mobil.


"Baik. Kamu sendiri gimana?," jawab Sindi sedikit terlihat tenang,


"Seperti yang Nona lihat,Saya baik baik saja." jawab Bimo sambil memberikan senyuman,


"Kata nya Kamu cuti dua Hari?," tanya Sindi penasaran,


"Saya kira akan dua Hari Nona,tapi syukurlah Saya bisa menyelesai kan nya satu hari saja," Bimo menjelas kan.


"Jadi Saya bisa kembali Menjaga Nona." Imbuh Bimo,membuat Sindi tersipu.


"Ck,,gak usah gombal." ucap Sindi dengan muka pura pura marah.


"Akting mu sangat buruk Gadis Mungil." dalam hati Bimo


"Saya tidak berani menggombali Nona." perkataan Bimo hanya di jawab decihan oleh sindi.


"Kemarin Nona melihat berita tentang Tuan Rendy?," Bimo kembali bertanya,


"Iya....." jawab Sindi tidak tertarik.


"Saya heran kenapa Tuan Rendy bisa berubah seperti itu." Bimo melihat Ekspresi Sindi mulai ceria,


"Gunung Es sudah cair Bim,,,hahahaha" jawab Sindi sambil mengingat acara Konfersi Fans Rendy tadi malam.


"Berani nya kau Gadis Mungil." Bimo menahan kesal,karena di juluki Gunung Es


"Menurut Nona,siapa Gadis yang di incar Tuan Rendy?," Bimo melihat Ekspresi Sindi kembali acuh.


"Mana Aku tahu. Kamu tanyain saja sama Rendy !" jawab Sindi.


"Kenapa dia tidak kepo?,"


"Bagai mana jika Gadis Incaran Tuan Rendy adalah Nona?," pertanyaan Bimo membuat Sindi melihat nya dengan tatapan tidak suka.


"Aku harap Gadis Incaran Rendy bukan Aku!" jawab Sindi dengan wajah malas.


"Bagai mana kalau Gadis itu ternyata Nona?," Pertanyaan bimo malah membuat Sindi semakin marah kepada nya.


"Bimo... Kamu jangan ngaco !" Sindi dengan wajah marah nya.


"Hehe,,Maaf Nona Saya hanya menebak." Bimo cengengesan,


"Tebakan mu salah total!" jawaban Sindi sangat menusuk Hati Bimo.


"Kenapa wajah mu semarah itu?,"


"Apa Nona tidak bahagia kalau Tuan Rendy menyukai Anda?,hehe maaf," Bimo bertanya dengan wajah hawatir


"Sama Sekali Tidak!" jawab Sindi tegas,membuat Bimo kehabisan kata kata.


"Kenapa dia sangat membenci ku?," Bimo memilih tidak membahas lagi soal Rendy.


*


*


*


*


*


10.30 di Kampus


Bimo ketiduran di dalam mobil. Dia terbangun karena Romi tiba tiba menelpon nya. Sebelum mengangkat telpon,Bimo melihat situasi terlebih dahulu,setelah aman,baru lah dia mengangkat telpon dari Romi.


"Ada apa?," Bimo masih terlihat ngantuk.


"Bos,Nona mengobrol dengan seorang Pemuda." suara Romi terdengar rusuh


"APA?," rasa kantuk Bimo langsung hilang.


"Kanapa Kamu tidak menghalangi nya?," pertanyaan Bimo tidak di jawab,di sebrang sana Romi hanya menggelengkan kepala


"Dasar Wong Edan.." Romi nerutuki kebodohan Bos nya.


"Dimana mereka sekarang?," tanya Bimo dengan wajah bantal nya.


"Di Kafe tempat Bos bersantai." jawab Romi,Bimo langsung memutus kan sambungan. Pemuda itu segera menghampiri Kafe dengan wajah tidak ramah lingkungan.


"Siapa pria brengsek itu?,berani nya dia mendekati Gadis Mungil ku!"


"Hallo Bos..." jawab Romi


"Cari tahu siapa Lelaki brengsek itu," Bimo langsung memutus kan sambungan.


"Hei brengsek,kau cari masalah!"


Bimo berjalan mengahampiri Mereka Berdua,dan berdiri tidak jauh di belakang Sindi. Bimo melihat Pemuda yang sedang berda di hadapan Sindi dengan sorot Mata penuh kebencian. Sampai membuat Pemuda itu menoleh kepada Bimo.


"Sin,siapa dia?," tanya Pemuda bernama Aldi dengan isyarat Mata. Sindi melihat kebelakang,Gadis itu melihat Bimo sudah tersenyum ramah kepada nya.


"Aldi,kenalin ini Bimo,Supir sekaligus BodyGuard Aku."


Sindi memperkenal kan Bimo kepada Aldi,Bimo langsung mengulurkan tangan nya kepada Aldi untuk berkenalan. Setelah uluran tangan nya mendapat balasan dari Aldi,Bimo langsung meremas tangan Aldi. Membuat Aldi sedikit meringis.


"Perkenal kan,Saya Bimo. BodyGuard Nona Sindi.." Bimo melihat Aldi dengan sorot mata membunuh.


"Saya Aldi,,Teman lama Sindi." jawab Aldi sambil meringis dan terlihat ketakutan. Setelah berkenalan,Bimo langsung mengajak Sindi pergi dari tempat itu dengan alasan di buat buat.


"Nona,barusan Tuan menelpon Saya,agar Nona ke Restoran menghampiri Tuan." Bimo berbohong,


"Benarkah?," tanya Sindi tak percaya.


"Kenapa Ayah tidak menelpon ku langsung?," imbuh nya.


"Karena Nona sedang di dalam Kelas,jadi Tuan menelpon Saya." Bimo kembali berbohong,membuat sindi curiga dan mengherenyitkan dahi.


"Kenapa Ayah tidak menghubungi ku?, ck,,bodo amat ah ngapain ambil pusing?," Fikir sindi


"Ooo... Yaudah ayo kalo gitu." Sindi bangun dari duduk nya.


"Al,Gw duluan ya..." Sindi meninggal kan aldi sambil melambai kan tangan nya.


"Ok Hati - Hati..." jawab Aldi dengan senyum tampan nya.


"Seperti nya Aku harus sedikit Bermain pintar. BodyGuard Sindi terlihat sangat menakut kan," Aldi sudah merencana kan kejahatan untuk Sindi.


"Paman,Saya mohon bantuan. karena Saya membawa Sindi menjauhi seorang Pemuda yang tidak baik." Bimo mengirim pesan kepada Alfi dan langsung di baca oleh Alfi.


-


-


-


"Nona,kalau boleh tahu siapa Pemuda itu?," tanya Bimo,


"Dia itu Teman aku waktu di SMA." jawaban Sindi hanya di angguki oleh Bimo.


"Saya harap,Nona tidak terlalu dekat dengan nya." Bimo memperingati.


"Males Gw liat muka Elo yang so so an menceramahi Gw."


Sindi samgat kesal. Gadis itu hanya mengiya kan nasehat Bimo,sebenar nya Sindi ingin sekali memarahi Bimo,karena Pemuda itu kembali ikut campur urusan Pribadi nya.


"Sabar... Elo udah janji gak marah marah lagi sama dia. Ingat,dia sering nyelamatin Elo." Sindi menenang kan diri nya sendiri.


"Hey Gadis Mungil,selamanya Kau hanya Milik ku. Tidak akan ku biarkan siapa pun menyentuh Milik ku!"


Mereka Berdua melanjut kan perjalanan sampai ke restoran Alfi dengan hening. Karena Kedua nya sama sama menahan kesal di dalam Hati masing masing. Sesampai nya di Ruangan Alfi,Sindi menunjukan raut muka cemberut nya,sehingga membuat Ayah nya curiga.


"Kenapa hmp?," Alfi menghampiri putri nya.


"Tau tuh si Bimo..." Sindi memanyun kan bibir nya.


Mendengar jawaban putri nya,Alfi hanya menggeleng kan kepala nya. Alfi mengalih kan perbincangan dengan putri nya,perbincangan yang di buat buat. Tanpa Alfi sadari,Sindi curiga kepada nya.


"kesan nya,Ayah seperti membela Bimo." gerutu Hati Sindi di selah perbincangan nya dengan sang Ayah yang menurut Sindi tidak penting.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG