
Setelah pulang kuliah,Sindi mengajak Bimo untuk jalan jalan,karna ketiga teman nya di kampus sudah di berhentikan oleh Rendy untuk mengganggu Sindi.
"Bim kesana yuk..." Sindi menunjuk ke arah tempat duduk yang kosong,
"kesempatan pedekate nih."
"Baik Nona," Bimo menghampiri Sindi,
"Apa nona menginginkan sesuatu?," tanya Bimo,Sindi mulai berfikir.
"Gimana kalo beli jus jeruk dan kripik kentang?, biar betah nongkrong nya." Sindi terlihat bersemangat,
"Baik Nona,tunggulah Saya akan membeli kan untuk Nona" Bimo meninggalkan Sindi.
"Mudah mudahan Bimo beneran orang baik." Sindi masih merasa tak nyaman dengan tatapan mesum Bimo.
"Aku akan mencoba bercerita dengan nya,barangkali dia orang yang asik" imbuh nya
"Nona,ini pesanan anda sudah Saya belikan." Bimo datang denga 1 kantong kresek berisi satu jus jeruk dan satu kripik kentang.
"Buat Kamu mana Bim?," tanya sindi setelah melihat bawaan Bimo.
"Saya masih kenyang Nona," Bimo menolak dengan halus.
"Enga boleh!, Kamu harus beli!." paksa Sindi,
"Tapi Saya masih kenyang Nona." Bimo sedikit jengkel.
"Poko nya harus beli!." Skakmat Sindi.
"Baik Nona,kalau begitu Saya permisi," Bimo pergi dengan wajah jengkel nya.
"Aneh sekali kau Gadis Mungil." Bimo menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"hahahaha muka nya konyol sekali," Sindi menertawakan Bimo.
"Mulai hari ini,gw bakal sering jailin si Bimo hihihi..." imbuh nya sambil cekikikan.
Bimo kemabali dengan bawaa nya,jus alpukat dan kripik singkong nya.
"Nah gitu dong,kan enak kalo ngobrol sama sama pegang cemilan"
"dasar gadis aneh..." Bimo
"Terima Kasih Nona..." Bimo masih terlihat kesal
-
-
-
-
-
"Bim apa kamu punya pacar?," pertanyaan sindi membuat bimo menelan saliva nya kuat.
"Apa dia mulai tertarik sama gw?," Bimo Percaya diri.
"Bim..." Sindi menyenggol Bimo,karna Bimo tidak menjawab pertanyaan nya.
"A-a-a- anu Nona,Saya tidak pernah pacaran," Bimo menjawab dengan gelagapan.
"Aneh banget sih ni orang," Sindi menggelengkan kepala nya.
"Memang nya kenapa?," Sindi memasang wajah kepo,
"Karena Saya tidak tertarik Nona." Bimo mulai sedikit tenang
"ooohhhh...." Sindi membulatkan bibir nya,
"Ya Tuhan.... Gadis ini sangat menggemaskan" Bimo melirik sekilas kepada Sindi,lalu kembali memanglingkan wajah nya.
"Kalau boleh Saya tau,kenapa Nona mempunyai banyak Kekasih?,hehe maaf Nona" Bimo berhati hati
"Aku cuma iseng aja,barangkali beruntung" Sindi melihat ke depan,
"Kaya ikutan lotre gitu.. hehe.." Bimo cengengesan,
"Hahahaha ya engga gitu juga kali" Sindi terhibur.
"Aku mohon jangan sering tersenyum seperti itu gadis mungil,kasihani lah hati ku ini yang tersiksa melihat senyuman indah mu"
"Kalau boleh tau,sampai kapan Nona akan berhenti memiliki banyak Kekasih ? maaf" pertanyaan Bimo membuat Sindi sedikit berfikir.
"Sampai Aku menemukan tipe idaman ku." jawab Sindi masih melihat kedepan,
"Kalau boleh tau,seperti apa pria idaman Nona ?"
"Kamu mau daftar?, hahahaha Aku ingetin Bim,Kamu Aku tolak sebelum Pendaftaran!." Sindi memberikan tatapan tidak suka,membuat Bimo menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Maaf nona,jika pertanyaan Saya terlalu lancang," Bimo menundukan kepala,
"hahahahaha..." Sindi kembali tertawa,
"lucu banget muka nya pas lagi panik" batin Sindi.
"kau sungguh sangat menyebalkan gadis mungil" Bimo merutuki
"Tipe pria idaman ku yang ke satu ganteng" Sindi mempraktekan gerakan menghitung
"Yang kedua bertanggung jawab....
"Yang ketiga menyayangi Aku dan kedua Orang tua ku...
"Yang ke empat tajir..." Sindi panjang lebar,
"nyesel gw nyamar gak milih topeng ganteng"
"Eh bim kamu kenapa?," Sindi mengagetkan lamunan Bimo
"Tidak apa apa Nona,Saya hanya kagum dengan tipe Nona" Bimo mencoba tenang.
"Oh..." Sindi membulatkan bibir nya,
"Gw kira Kamu mau daftar," imbuh nya sambil memasang wajah cemberut.
"Apa dia serius mengatakan itu?,ah sial... kenapa dia sangat menggemaskan"
"Mana berani saya mendekati Nona," Bimo pura pura tidak tegoda.
"Serius?," pertanyaan Sindi membuat Bimo tersenyum getir,dan melihat nya sekilas,lalu kembali tertunduk.
"Kalo mau daftar juga gak papa kok Bim,"
Perkataan Sindi membuat Bimo menoleh kepada nya dengan tatapan berbunga bunga,Sindi membalas tatapan Bimo dengan senyum jahil nya.
"Se-se-serius Nona?," pertanyaan Bimo di jawab anggukan oleh Sindi. Membuat Bimo tersenyum.
"Tapi Kamu adalah peserta pertama yang Aku tolak mentah mentah" imbuh Sindi yang langsung membuat bimo kembali lesu.
"Hahahahahaha...." Sindi kembali tertawa melihat wajah konyol Bimo,
"Ternyata kau juga sangat humoris" Bimo menggeleng kan kepala nya.
"Kalo Kamu Bim?," Sindi melihat Bimo,
"Maksud Nona?," Bimo tak faham,
"Tipe wanita Kamu kaya apa?," Sindi sedikit kesal,
"ooohh...." Bimo membulatkan bibir nya,
"Muka kamu gak cocok berekspresi seperti itu,kesan nya seperti orang hutan" Sindi bergidig melihat wajah bimo.
"Tip.......
Bimo tidak sempat menyelesaikan perkataan nya,karena mendengar ada suara keributan Orang sedang berkelahi. Tepat nya di dekat mobil Sindi ada enam Orang yang sedang berkelahi.
"Bim tuh kenapa orang pada berantem?," Sindi terlihat kepo,
"Tidak tau Nona..." Bimo ikut memperhatikan ke enam Orang yang sedang berkelahi.
"Ayo bim kita lihat kesana," Sindi meninggalkan Bimo,
"Mereka berdua selalu mengganggu ku" Bimo memijat kening nya setelah mengetahui yang sedang berkelahi adalah kedua Asisten nya.
"Ada apa ini pak?," tanya Sindi kepada penjaga taman,
"Tidak tau Nona,mereka tiba tiba sudah saling baku hantam" jawab Penjaga taman.
Sindi mendekati keenam orang yang kini sudah di amankan Satpol PP
"Mereka lagi..." mood Sindi langsung hancur melihat Romi dan Rafa.
"Kenapa Mereka berdua sangat senang membuat onar?," Sindi langsung pergi menuju mobil nya dengan wajah cemberut.
"Ada apa Nona?,"
"Gak penting!." Sindi sambil masuk kedalam mobil. Bimo menggelengkan kepala melihat kelakuan Sindi.
"Mood nya jadi hancur melihat kedua Asisten ku" batin Bimo sambil memasuki mobil.
"Sekarang kita mau kemana nona?,"
"kita pulang saja Bim" Sindi masih dengan wajah cemberut nya.
"Baik Nona,"
"Sudah dua hari ini aku selalu melihat mereka,mereka sungguh menyebalkan!." Sindi bergerutu dalam hati.
"Baguslah kalau dia ingin pulang. Aku bisa langsung mengurus kedua idiot itu"
Mereka berdua sudah berada di depan Rumah Alfi. Sindi dengan wajah kesal nya masuk ke dalam rumah. Sedangkan Bimo alias Rendy dengan rasa penasaran nya pergi ke kantor polisi.
"Kenapa mereka berkelahi?,apa ada yang mau mencelakai ku?,"
Rendy sudah melepas topeng nya,Pemuda itu akan menuju ke kantor polisi bersama Jack dan dua Preman lain nya.
"Siapa saja yang berani mengusik kebahagiaan ku,aku akan menghancurkan mereka semua"
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG