Playboy Insaf

Playboy Insaf
Kakek Pulang Kampung



07.00 di Kediaman Prastya


Dimas Dona beserta ketiga Putra nya sedang berjajar di ruang tengah,Mereka Belima sudah menyalami Kakek Sugiono,karena pagi ini Kakek akan kembali ke Kampung,Kebun Kakek di serang oleh saingan nya dengan cara mengguna kan guna guna. Sebelum pergi,Kakek Menasehati Ketiga Cucu nya,yang pertama Kakek menghampiri Refan,


"Jaga calon Cicit ku baik baik!" Amanat Kekek kepada Refan.


"Baik Kek," jawab Refan sambil menundukan Kepala. lalu Kakek menghampiri Reza.


"Semoga Kamu segera menemukan Wanita yang tepat," ucap Kakek kepada Reza sambil menepuk pundak nya.


"Terima Kasih Kek." jawab Reza sambil tersenyum. lalu Kakek menghampiri Rendy.


"Jaga Gadis Mungil mu baik baik!" ucap Kakek. Rendy tidak menjawab ucapan Kakek nya,Pemuda itu malah melamun memikir kan Sindi.


"Kakek hanya bisa membantu mu dengan Doa." imbuh Kakek. lalu berjalan ke luar rumah di ikuti Dimas Dona beserta Ketiga Cucu nya.


"Assalamualaikum..." salam Kakek dari dalam mobil.


"Waalaikumsalam..." jawab Dimas Dona beserta Ketiga Putra nya.


Setelah Kakek nya pergi,Reza dan Refan berangkat ke kantor Mereka masing masing. Sedang kan Rendy,dia menghampiri Daddy nya untuk meminjam mobil. Rendy lupa kalau dia kesini tidak membawa mobil nya yang biasa dia pakai untuk mengantar Sindi.


"Dad,Aku boleh pinjam mobil Daddy?," tanya Rendy


"Memang nya kenapa dengan mobil mu?," tanya Dimas,


"Mobil Rendy tidak apa apa,Rendy mau menjemput Sindi," Rendy memberi tahu.


"Hati - hati." jawab Dimas sambil menyerah kan kunci mobil milik nya.


"Terima Kasih Dad." Rendy menerima kunci mobil,lalu pergi dari rumah Kedua Orang Tua nya setelah memberi salam kepada Dimas dan Dona.


*


*


*


*


*


Bimo alias Rendy sudah berada di depan rumah Sindi,Pemuda itu melihat Gadis Mungil nya sudah menunggu di depan gerbang rumah dengan wajah di tekuk.


"Pagi Nona," sapa Bimo sambil membuka kan pintu mobil untuk Sindi.


"Bim kamu beli mobil baru?," tanya Sindi dengan wajah penasaran.


"Tidak Nona,ini mobil Teman Saya,semalam Saya menginap di rumah Teman dan lupa membawa mobil." jawaban Bimo hanya di angguki oleh Sindi.


"Kaya nya Gw pernah lihat ini mobil,tapi di mana ya?,,,ah bodo amat Gw lupa." gumam Sindi sambil masuk ke dalam mobil.


Di sepanjang perjalanan menju Kampus,Mereka Berdua tidak berbicara. Bimo sibuk dengan fikiran nya,sedang kan Sindi sibuk dengan Ponsel nya,Gadis itu sedang chetingan bersama Anggle,dan Aldi.


*


*


*


*


*


*


12.30 di Restoran Alfi


Sindi sedang makan siang di salah satu meja favorit nya,sambil makan Sindi masih sibuk dengan Ponsel nya,karena siang ini Anggle akan menghampiri nya.


"Hai..." sapa Anggle kepada Sindi.


"Gw boleh duduk?," tanya Anggle,


"Silah kan." jawab Sindi sambil tersenyum.


Anggle duduk di depan Sindi,kemudian Mereka Berdua ngobrol dengan menanya kan kabar serta kegiatan masing masing. Sindi hanya menjawab Pertanyaan Anggle seperlu nya,karna dia takut jika Anggle memiliki niat jahat kepada nya.


"Sore ini Kamu sibuk?," tanya Anggle.


"Aku...."


"Hai Nona..." sapa Rafa lalu ikut duduk di sebelah kanan Anggle.


"Apa kabar Nona?," tanya Romi ikut duduk di sebelah kiri Anggle.


"Nona Anggle mengenali Mereka Berdua?," tanya Sindi sambil mengherenyit kan dahi.


"aku..." belum sempat Anggle menjawab sudah di potong oleh Rafa.


"Anggle adalah Teman baik Kami." potong Rafa sambil nyengir Kuda.


"Benarkah?," tanya Sindi kepada Anggle,


"i-i-iya... Mereka Teman baik ku," jawab Anggle sambil memaksa kan senyuman.


"Aneh banget sih Mereka." gumam Sindi dalam hati.


"Jauhi Nona Sindi sekarang juga!" bisik Romi di telinga Anggle.


"Nona Sindi,,,Kami ada perlu dengan Anggle." ucap Rafa sambil menendang kaki Anggle.


"I-i-iya..." jawab Anggel sambil pura pura tersenyum. kemudian Romi dan Rafa bangun dari duduk nya,


"Kalau begitu,,,Kami undur diri" ucap Romi sambil menarik paksa tangan Anggle.


"Mari Nona..."


Pamit Rafa lalu pergi menyusul Romi yang sedang menarik Anggle keluar Restoran. Sindi menggeleng kan kepala nya melihat tingkah aneh Romi dan Rafa,tak lama kemudian Bimo datang menghampiri nya.


"Ada apa Nona?," tanya Bimo sambil mengikuti pandangan Sindi yang masih melihat Romi dan Rafa menarik Anggle.


"Tidak penting." jawab Sindi lalu meneruskan makan siang nya sampai habis. Sedang kan di luar Restoran,Romi dan Rafa akan mengintrogasi Anggle.


*


*


*


"Apa Kau belum puas dengan Permainan Kami?," Rafa bertanya kepada Anggle dengan sorot mata menghina.


"Apa maksud mu?," tanya Anggle pura pura tidak mengerti.


"Jangan berpura pura bodoh." jawab Romi.


"Aku tidak punya niat jahat kepada Sindi." balas Anggle dengan memasang wajah meyakin kan.


"Hahahahahaha..." Romi dan Rafa menertawa kan Anggle.


"Kau adalah Wanita Ular." ucapan Rafa penuh penekanan.


"Jika Kami melihat mu mencelakai Nona Sindi,Kami tidak akan segan untuk mempermalu kan mu. Ingat itu!" ancam Romi.


"Ayo..." Rafa mengajak Romi untuk meninggal kan Anggle.


"Setelah Aku menjadi Istri Rendy,Kalian akan aku siksa." batin Anggle.


Mulai saat itu Anggle lebih waspada mendekati Sindi. Anggle terus mendekati Sindi kemanana pun Sindi pergi Anggle pasti menghampiri nya. Sampai delapan Hari kemudian,Anggle melancar kan Aksi nya,dan Sindi masuk kedalam jebakan nya.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG