
Setelah selesai ber snorkeling rombongan Aril dan Romi kembali baik diatas kapal dan menikmati hari yang sudah menjelang senja sambil santai di kapal. Perlahan - lahan kapal merapat kembali di Pelt Tomini dan mereka kembali ke hotel dan istirahat di kamar.
"Oke Guys selamat malam kedua ya" sapa Aril.
"Awas jangan buat ulah lagi ya. Jangan ganggu malam panjang kami" balas Romi.
"Gak mau makan malam bareng bro?" tanya Aril.
"Nggak, kami makan malam di kamar saja. Awas jangan sampai kamu makan sate gurita lagi" jawab Romi mengingatkan.
"Uh so sweet banget kamu, begitu perhatiannya padaku" sahut Aril.
"Ih jijay lihat gaya lo. Yuk yank kita langsung ke kamar" ajak Romi.
Romi menarik tangan Ela dan mengajaknya pergi meninggalkan Bela dan Aril.
"Bel aku duluan ya" ucap Ela sambil berlalu.
"Oke El" sambut Bela.
Begitu Ela dan Romi berlalu dari hadapan Aril dan Bela. Bela langsung mencubit pinggang suaminya karena kesal.
"Aaaw.. aaaw... sakit yank" teriak Aril terkejut.
"Mas kamu kenapa sih suka ngeselin? Suka banget isengin Mas Romi dan Ela. Bisa gak akur gitu?" tanya Bela.
"Akur kok yank, aku tadi kan punya niat yang baik pengen ajakin mereka makan malam bareng. Si Romi nya aja tuh suudzon banget padaku. Takut banget sih aku gangguin malam kedua dia" jawab Aril tanpa rasa bersalah.
"Tapi kamu suka cari gara - gara biar perang terus sama Mas Romi. Aku jadi kesal lihat kamu" ujar Bela kesal sambil berlalu dari hadapan Aril.
"Ya.. yank.. yank.. tunggu aku. Jangan di tinggal donk suaminya. Kemarin siapa yang nangis bombay karena takut jadi janda" Aril segera mengejar dan menyusul Bela.
"Aku takut jadi janda karena memikirkan anak - anak kamu yang ada di dalam perutku Mas" sahut Bela.
"Benar cuma karena itu, bukan karena takut gak dapat perhatian dari aku lagi. Trus gak kangen aku goda lagi" goda Aril sambil memeluk tubuh istrinya begitu mereka sampai di kamar.
"Udah ah aku mau mandi, sebentar lagi adzan maghrib. Kita kan mau shalat Mas" ujar Bela.
"Asshiaaap sayaaaang" sambut Aril jenaka.
Bela langsung menyiapkan pakaian dia dan suaminya kemudian mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Yank mandi bareng yuk" ajak Aril dengan senyuman menggoda.
"Gak mau, yank ada nanti shalatnya jadi kebablasan karena tingkah kamu" elak Bela.
Bela langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya. Aril tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Tau aja niat aku dalam hati. Apa dia punya indra ke enam ya bisa baca isi hatiku. Batin Aril.
Setelah Bela selesai mandi gantian Aril yang mandi. Kemudian keduanya shalat maghrib berjamaah baru setelah itu mereka keluar kamar dan berjalan menuju Restoran hotel sambil menikmati suasana malam hari di tengah lautan.
Sementara Romi sedang sibuk menghubungi pihak restoran hotel dan hendak memesan menu makan malam mereka.
"Mas gak bosan makan malam di kamar terus? Keluar yuk makan malam di restoran sambil menikmati pulau cinta ini di malam hari" ajak Ela.
"Kamu serius pengen makan di luar?" tanya Romi.
Ela menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Ya kita beda meja aja sama mereka kalau Mas malas bertemu Mas Romi" sahut Ela.
"Ya sudah kalau begitu. Yuk kit makan di restoran" ajak Romi.
Ela langsung mengganti bajunya dan memakai jilbab lalu mereka pergi keluar dari kamar berjalan menuju Restoran. Dari kejauhan Romi melihat Aril dengan mesranya duduk bersama istrinya sambil menikmati suasana malam hari di pinggir laut.
"Yank kita duduk di sana aja ya" ujar Romi menunjuk ke arah meja yang berlawanan dengan meja Aril dan Bela.
Ela mengerti situasi saat ini. Dan dia juga mau makan malam dengan tenang tanpa mendengar pertikaian Aril dengan suaminya. Ela ikut apa yang Romi pinta.
Mereka duduk didepan meja yang menatap sisi lain restoran ini. Sungguh indahnya pemandangan malam di hotel ini. Lampu - lampu penerang jalan menuju kamar - kamar hotel yang berada di tengah lautan menambah indahnya suasana malam ini.
Cuaca malam ini juga sangat bersahabat. Walau mereka berada di tengah lautan tapi mereka tidak kedinginan.
Romi dan Ela memesan menu makan malam mereka. Sambil menunggu mereka duduk saling rangkul menikmati keindahan malam ini.
"Nah gitu donk keluar kamar dan nikmati makan malam romantis bersama istri kamu di luar. Jangan cuma dikamar terus sambil dekapan. Bosan tauuuk" sapa seseorang yang tak lain adalah Aril.
Ya Tuhaaaan... Mengapa harus berurusan dengan dia lagi sih malam ini. Gak tenang kali ya hidupnya kalau gak gangguin orang terus. Batin Romi kesal.
"Ril mending kamu balik ke meja kamu deh. Kasihan Bela menunggu sendiri tuh. Wanita hamil jangan lama - lama diluar Ril bisa masuk angin dia dan anak - anak kamu" sahut Romi berusaha sabar walau dalam hati sudah kesal banget.
"Aku baru dari kamar mandi bro, baru sebentar kok. Kamu tenang saja aku bisa menghangatkan istriku setelah ini. Jadi dijamin Bela tidak akan kedinginan malam ini" ucap Aril penuh percaya diri.
Aril segera berlalu dari meja Romi. Romi kini bisa bernafas lega, si biang kerok akhirnya pergi. Berat ternyata jadi orang sabar, pantas saja si sabar ingin ganti nama. Batin Romi.
Tak lama makanan Romi dan Ela tiba mereka mulai menikmati makanan dengan menu makanan laut. Tentu saja Romi tidak memesan sate gurita. Melihat Aril kemarin Romi jadi trauma dan takut memesan menu makanan itu.
Saat mereka sedang asik menikmati hidangan makan malam tiba - tiba pasutri yang sudah selesai makan menghampiri mereka.
"Makan seafood nya yang banyak bro biar kamu semakin tangguh malam ini. Anak - anakku juga butuh teman main nanti. Kami pamit duluan ya aku harus segera mentransfer makanan yang aku makan tadi malam biar gak jadi kolesterol di tubuhku" ujar Aril.
"Dasar otak mesum" umpat Romi.
"Hahaha... otak kita sama mesumnya. Kamu juga pasti sudah gak sabar kan pengen masuk ke kamar" sambut Aril.
"Kamu balik kamar aja gih Ril. Aku tidak mau kehadiran kamu merusak moodku dan membuat hidangan ini rusak cita rasanya gara - gara kamu" usir Romi.
"Waah kita diusir yank" sahut Aril.
"Udah ah Mas jangan ganggu mereka. Kita balik kamar aja ya" ajak Bela.
"Dah Romi.... selamat jadi kepiting ya malam ini" goda Aril.
Romi tidak menghiraukan ucapan Aril. Dia lebih memilih makan kepiting saus padang yang sangat lezat malam ini.
Setelah selesai makan malam baru mereka kembali ke kamar mereka dan melanjutkan malam panjang kedua bersama istri tercintanya.
Indahnya malam ini. Batin Romi sambil menikmati keindahan istrinya malam ini di kamar mereka berdua. Suasana jadi semakin hangat.
.
.
BERSAMBUNG