Playboy Insaf

Playboy Insaf
Aku Tolak Mentah Mentah



21.00 di Apartemen Rendy


Rendy sedang duduk santai di balkon Apartemen,di temani cappucion hangat,dan sebatang roko. Pemuda itu terlihat sedang mengingat kejadian tadi sore.


"Ternyata ini alasan Kakek menyuruh ku untuk menyamar." Rendy tersenyum tipis lalu menghisap roko.


"Meskipun PlayGirl,ternyata Gadis Mungil itu pintar memilih Pasangan Pendamping." Rendy kembali mengingat kejadian tadi sore.


Flashback On


Sindi enggan kemana mana setelah menyelesai kan Tugas Kuliah nya,Gadis itu hanya mengobrol sebentar bersama ketiga Teman nya,lalu memilih pulang ke rumah. Bimo menjadi penasaran,biasa nya setelah menyelesai kan Tugas Kuliah,Sindi akan ngobrol dan melakukan kegiatan lain nya sampai malam bersama ketiga Teman nya,atau ke tempat Kerja Orang Tua nya,Terkadang Sindi pergi ke Taman.


"Padahal ini masih pukul 12.00 Nona." tanya Bimo,


"Aku sedang malas kemana mana." jawab Sindi dengan muka malas.


"Kita langsung pulang Nona?," pertanyaan Bimo hanya di jawab anggukan oleh Sindi.


"Kalo sedang datang Bulan,bawaan nya pasti males kemana mana.. Huh pengen nya di kamar mulu."


Sindi mengingat kebiasaan nya ketika datang Bulan,Gadis itu betah diam di kamar. Kegiatan nya hanya sesekali memainkan Ponsel,menulis beberapa Kejadian unik dan bermalas malasan di atas kasur.


"Nona,Saya boleh bertanya?," suara Bimo membuyarkan lamunan Sindi,


"Apa?," jawab Sindi dengan wajah malas.


"Hei Gadis Mungil,kenapa kau?," Bimo bertanya dalam hati.


"Apakah Nona mengidola kan seseorang?," tanya Bimo,


"Iya....."


"Kalau boleh tau,siapa Orang beruntung itu?," wajah Bimo terlihat lebay.


"Biasa aja kali," jawab Sindi dengan wajah cemberut.


"Heheh maaf Nona," Bimo nyengir Kuda.


"Aku sangat mengidola kan Artis Nomor 1 di Negri ini." jawab Sindi,wajah nya sedikit berbinar binar.


"Apakah Tuan Rendy Prastya yang Nona maksud?,"


"iya...."


"Mengapa Nona mengidola kan nya?," pertanyaan Bimo membuat Sindi berfikir.


"Dia itu Keren,Ganteng,dan Gemesin.."


Sindi menjawab dengan Mata berbinar binar. Mendengar jawaban dan Ekaspresi Sindi,Bimo menganggukan Kepala nya dengan Bangga.


"Apa lagi yang Nona Idola kan dari Tuan Rendy?,"


"Ganteng,Akting nya Keren,Gemesin dan..."


Sindi menjeda jawaban nya,dia berfikir sejenak,dengan Ekspresi tangan sedang menghitung.


"Udah cuma itu aja. Sisa nya Aku sangat tidak menyukai nya." imbuh nya.


"Hey Gadis Mungil,apa yang kau tidak suka dari Lelaki sempurna seperti ku?,"


"Memang nya apa yang membuat Nona tidak menyukai Tuan Rendy?," tanya Bimo dengan raut wajah mencoba tenang.


"Buwanyaakk banget."


Jawab Sindi dengan mata terpejam,Ekspresi wajah nya seakan akan Rendy adalah Artis yang paling jahat.


"Memang nya apa saja Nona?,"


Mendengar pertanyaan Bimo,Sindi kembali berfikir,tangan nya sudah berancang ancang untuk menghitung kejelekan Rendy. Melihat Ekspresi Sindi,Bimo semakin kesal,Pemuda itu hanya menganggukan kepala sambil menyembunyi kan rasa kesal nya. Bimo masih antusias mendengar kan curhatan Sindi,meskipun sambil menahan kesal.


"Pertama,,,Rendy itu playboy brengsek cap Buaya Darat."


"Bisa bisa nya dia seenak dengkul mempermalu kan Kekasih nya di depan kamera." Imbuh nya dengan muka kesal.


"Kedua,,,Rendy itu so Ganteng. Kesel banget Aku lihat muka nya yang so Ganteng" wajah Sindi semakin kesal. Melihat ekspresi Sindi,Bimo hanya tersenyum kecut.


"Tuan Rendy memang Tampan Nona." perkataan Bimo membuat wajah sindi semakin kesal.


"Semua Orang juga tau kalo dia itu Ganteng dan Keren."


Sindi membenar kan perkataan Bimo. Membuat Bimo menganggukan kepala nya dengan bangga.


Ujar Sindi panjang lebar dan penuh penekanan. membuat Bimo bergidig ngeri melihat Ekspresi wajah Gadis Mungil nya. kemudian Sindi melanjut kan curhatan nya.


"Rendy juga kaya Gunung Es! Sombong nya minta ampun,pas lagi kerubunin Fans dan Awak Media,rasa nya Aku ingin menabur kan bubuk Cabai ke wajah nya!"


Imbuh Sindi mengeluar kan semua uneg uneg nya. tanpa Sindi sadari,Bimo bergidig ngeri dan menelan saliva nya kuat melihat Ekspresi nya yang sangat menakut kan.


"Bukan kah Prilaku seperti itu menunjukan bahwa Tuan Rendy adalah Orang yang sangat berwibawa?," Bimo membela Rendy,Pemuda itu mencoba tenang.


"Setidak nya dia masih mau memberi senyuman. Syukur syukur mau berjabat Tangan dan memberi kan tanda Tangan nya yang tidak penting itu!" Sindi menjawab dengan raut wajah tidak ramah lingkungan.


"Berani nya Kau...."


Bimo mencoba tenang,Pemuda itu mengatur nafas nya agar rasa kesal nya tidak semakin bertambah. Kemudian dia kembali bertanya.


"Apakah Nona pernah bertemu Tuan Rendy?"


"Engga pernah!"


Sindi menjawab dengan wajah malas,membuat Bimo kembali menahan kesal di Hati nya.


"Hei Gadis Mungil,Aku sudah dua kali menolong mu. Dasar Pikun!"


"Benarkah?," Bimo menaikan satu alis nya.


"IYA BIMO!! sudah jangan bahas masalah itu! Aku tidak tertarik!" jawab Sindi dengan wajah kesal.


"Jika Tuan Rendy menyukai Nona,apa kah Nona akan menerima nya?," pertanyaan Bimo membuat Sindi semakin kesal dan melirik tajam kepada nya.


"AKU TOLAK MENTAH MENTAH!" jawab Sindi sambil berteriak. membuat Bimo menelan saliva nya kuat.


"Nona tidak memberi kan kesempatan?,"


"TIDAK SAMA SEKALI!" jawab Sindi tegas sambil bersidekap dan memejam kan Mata nya.


"Bagai mana kalau Tuan Rendy benar benar mencintai Anda?," pertanyaan Bimo semakin membuat kesabaran Sindi habis.


"AKU TIDAK MENYUKAI TUAN RENDY!!"


Sindi menjawab dengan teriakan lebih kencang. Bukan nya kapok,Bimo malah kembali menggoda Sindi,dan membuat Gadis itu semakin kesal.


"Padahal Tuan Rendy kaya raya dan sangat Terkenal."


Pletak...


Sindi melemparkan botol minuman kosong kepada bimo membuat Pemuda itu mengaduh.


"Memang nya Aku Wanita Murahan?,Aku sama sekali tidak tertarik dengan apa yang dia miliki!" ucap Sindi dengan tatapan sinis dan penuh kebencian.


"Maaf Nona Saya tidak bermaksud seperti itu." ujar Bimo dengan wajah penuh penyesalan.


Sindi menjawab ucapan Bimo dengan decihan. Mobil sudah sampai di depan rumah nya,Sindi langsung keluar dari mobil sambil membanting pintu mobil dengan keras. Sindi berjalan menuju pintu rumah nya dengan perasaan sangat kesal. Melihat Sindi sangat kesal,Bimo tersenyum getir. Pemuda itu kembali melajukan mobil nya menuju ke Apartemen dengan perasaan campur aduk.


Flashbac Of


Rendy sedang berada di kamar nya,Pemuda itu sedang tiduran di atas kasur empuk nya,sambil tersenyum melihat Foto Sindi


"Terima Kasih sudah mengingat kan kesalahan ku. Kau semakin membuat ku tergila gila kepada mu Gadis Mungil." Rendy tertidur dengan nyenyak sambil memeluk foto sindi.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG