
Semalam Dona dan Dimas mendapat kabar mengejut kan dari Kampung halaman Dona. Sepasang Pasutri itu akan memberi tahu kepada ketiga Putra Mereka pagi ini.
"Ada kabar dari Kampung." Dimas membuka obrolan di sela sarapan nya.
"Minggu depan Kakek ke sini," timpal Dona.
Mendengar kan Pernyataan Ibu nya,Reza dan Refan saling pandang,Reza hanya berekspresi mengangkat bahu,sedang kan Refan menelan saliva nya kuat.
"Beliau ingin kemari menjenguk Kita,karena menurut nya di antara Kalian bertiga akan ada yang segera memiliki Anak," ujar Dimas memperjelas.
"Bagai mana aku memiliki Anak,sedang kan Aku tidak pernah menyentuh Wanita ku." Reza
"Aku memang sering melaku kan nya dengan Santi. Tapi selama ini Aku selalu main aman." Refan
"Mommy harap kalian tidak pernah menghamili Wanita di luar Nikah," ucap Dona sambil melotot ke arah Refan.
"Apa lagi sampai di ketahui media,itu sangat mencemar kan Nama Keluarga," timpal Dimas sambil melihat Refan dengan tatapan penuh ancaman.
"Selama ini,Reza tidak pernah sekali pun melaku kan nya," Perkataan Reza semakin membuat Refan terpojok.
"Barangkali yang di maksud Kakek adalah kau," Refan menunjuk Reza, "atau si ******** tengik," jawab Refan tidak terima. Perkataan Refan membuat Dona geram mendengar nya.
"Jaga bicara mu Refan! Jangan pernah Kamu memanggil Adik mu ********,karna dia tidak pernah melaku kan nya" balas Dona dengan raut wajah geram.
"Tidak akan ada asap jika tidak ada api,di antara Kalian Bertiga,hanya Kau yang pernah melalukan nya," Dimas menimpali,
"Tapi ucapan Kakek masih belum jelas," ucap Reza membela kembaran nya.
"Benar,,Kake hanya bilang akan ada yang mempunyai Anak di antara Kita," Refan menimpali.
"Kami hanya memberi tahu," Dimas memperjelas maksud,
"Jaga Prilaku Kalian seminggu ini! Kalian tahu siapa Kakke Kalian?," Dona memperingati.
"Baik Mom." jawab Reza dan Refan.
"Kalian jaga sikap kepada Rendy,bagai mana pun dia tetap Adik Kalian!" Dimas menutup obrolan.
Setelah selesai sarapan,dan mengetahui kabar dari kampung,Reza dan Refan pergi ke Kantor masing masing,kini menyisa kan Dona dan Dimas di meja makan.
"Daddy Aku sangat merindu kan Putra bungsu Kita,bagai mana kalau Kita mengunjungi ny?," ucap Dona sambil memasang wajah memelas,
"Baiklah,kita akan kesana setelah Daddy mengecek pekerjaan Reza dan Refan," jawab Dimas sambil bangun dari duduk nya dan menuju Ruang kerja nya.
"Rendy,,,kenapa kamu memilih pisah rumah setelah mendapat kesuksesan nak?,mommy sangat menyayangi mu" batin Dona.
12.45 di Apartemen Rendy
Rendy masih tertidur nyenyak,kemarin dia pulang larut malam karena menjadi Bintang iklan 3 produk sekaligus,sampai dia tidak ingat bahwa pagi ini akan ada Perbincangan penting di rumah Orang tua nya.
Byur....
Dona menyiram satu ember air kepada Rendy,
"HEI,SIAPA YANG BERANI MENYIRAM KU ?" teriak Rendy,
"Bagus,,jam segini masih tidur?," kata Dona sambil bersidekap,
"Mommy,Daddy,kenapa kalian di situ ?,dan kenapa Mommy menyiram ku?," tanya Rendy sambil mengucek kedua mata nya,
"Sekarang udah jam berapa?," tanya Dimas
Rendy melihat jam di pinggir kasur nya, "jam 12.50" jawab Rendy tanpa dosa. Membuat Dona geram dan menjewer telinga nya,
"A-a-aduh Mom,sakit Mom,Daddy tolong Aku," Rendy melihat Daddy nya hanya mengangkat bahu.
"Cepat Mandi," Dona melepaskan jeweran nya,
"Iya Mom," Rendy berlari ke kamar mandi sambil memegangi telinga nya.
"Entah sampai kapan dia akan seperti itu," ucap Dona,wajah terlihat hawatir,
"Kita doa kan saja supaya dia segera bertaubat,dan tidak mendapat Karma" jawab Dimas sambil memegang pundak Istri nya,Dona berbalik menghadap suami nya,
"Rendy sangat mirip dengan mu," kata Dona sambil mencubit dada Suami nya,
"Buah jatuh tidak jauh dari pohon nya sayang," jawab Dimas lalu mencium leher Istri nya,
"ehmp...sshhh..." Dona mendesah karena serangan Suami nya semakin panas,
Rendy baru saja keluar dari kamar mandi terkejut melihat adegan panas Kedua Orang Tua nya,Pemuda itu langsung berdehem keras.
"Akhem....."
Rendy berdehem sambil menuju Ruang tengah,sedang kan Kedua Orang Tua nya kalang kabut karena gagal melanjut kan adegan yang lebih panas.
"Kalau mau main,liat dulu situasi," protes Rendy kepada Orang tua nya.
"DIAM!" teriakan Dona membuat Rendy takut.
"kok jadi gw sih yang takut,jelas jelas Mereka yang bikin salah," gumam Rendy,
"Apa kamu tahu kabar hari ini?," tanya Dimas sambil duduk di sofa di ikuti oleh Dona.
"Tau lah...." Rendy memasang wajah so tau,
"Apa?," tanya Dona penuh penekanan,
"em... itu.... aa..." Rendy menggaruk kepala yang tidak gatal karena dia lupa amanat Rafa tadi malam.
"em... itu,,pagi ini acara sarapan bersama,heheh... iya kan Dad?," Rendy melihat Daddy nya dengan tatapan memohon bantuan.
"Apa kau lupa ?,setiap hari Kami selalu sarapan bersama,"
Jawaban Dimas membuat Rendy semakin panik,apa lagi Dona sudah mengambil kayu kecil yang dia buat khusus untuk menghukum ketiga Putra nya.
"Ampum Mom... Ampun... Kemarin Rendy 3x jadi Bintang iklan Mom,,Ampuni Rendy Mom Rendy lupa," ucap Rendy sambil bersimpuh di Kakik Ibu nya,
"Bangun,dan duduk disini," Dona menyuruh Rendy duduk di tengah tengah anatara Dona dan Dimas.
"Minggu depan Kake ke sini," Dona memberi tahu Rendy.
"Apa?," jawab Rendy kaget,
"Menurut Beliau,di antara Kamu dan Kakak mu akan ada yang segera memiliki Anak" ujar Dimas memperjelas. mendengar Pernyataan Ayah nya,Rendy menelan saliva nya kuat.
"Apa mungkin Kak Refan menghamili Sinta?,atau Kak Reza yamg mulai tergoda?, atau Aku?, hahaha mana mungkin." gumam Rendy sambil menggeleng kan kepala nya.
"Apa kau pelaku nya?," tuduh Dimas,
"Enak saja,mana mungkin Aku melakukan itu," Rendy memasang wajah tidak terima,
"Mommy percaya Kamu Pemuda yang baik." ucap Dona sambil memeluk Rendy dengan penuh kasih sayang. Wanita paruh baya itu sangat merindu kan Putra bungsu nya.
"Terima Kasih Mom," jawab Rendy sambil melepas kan pelukan Ibu nya,
"Mommy sangat merindu kan mu sayang," Dona membelai wajah tampan Rendy.
"Rendy juga Mom,maaf sudah lama tidak berkunjung," ucap Rendy dengan wajah menyesal,
"Kami tau kesibukan mu Nak,tapi setidak nya seminggu 2x kau bisa mengunjungi Kami." jawab Dimas.
"Akan aku usaha kan Dad," balas Rendy sambil tersenyum,
"Kalau begitu,Kami pulang dulu," pamit Dimas,bangun dari duduk nya di ikuti oleh Dona.
"Ayo Mom," ajak Dimas kepada Dona yang masih membelai wajah Rendy.
"Kami pulang dulu ya Nak," ucap Dona melepas kan belaian nya lalu menyusul Suami nya.
-
-
-
"Kake minggu depan ke sini?,dan alasan nya?, tidak masuk Akal.! tapi kapan ucapan Kakek salah?," gumam Rendy sambil menggaruk kepala yang pusing.
"Mudah - mudahan yang di maksud Kake bukan Gw," imbuh nya sambil tersenyum,Rendy mengingat Sindi si Gadis Mungil yang hampir setiap malam datang ke dalam mimpi nya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG