Playboy Insaf

Playboy Insaf
Duaratus Tigapuluh Tiga



Siang harinya sesuai janji Ela pada Bapaknya tadi dia akan menghubungi Ibunya. Teleponnya kali ini membawa dua misi.


Pertama dia akan menyampaikan kabar gembira kalau dia sudah hamil yang kedua kabar bahwa Papa dan Mama mertuanya akan mengajak Bapak dan ibunya pergi umroh dua minggu lagi.


Bapak dan Ibunya pasti sangat senang mendapat dua kabar gembira ini. Ela sudah bisa membayangkan wajah bahagia Bapak dan Ibunya.


"Assalamu'alaikum Bu" sapa Ela memulai pembicaraan.


"Wa'alaikumsalam salam sayang. Gimana kabar kamu? Kata Bapak kamu hamil ya? Ibu sangat senang sekali mendengarnya tadi pagi. Saat mendengar kabar itu Ibu langsung mau telepon kamu tapi kata Bapak kamu yang akan menghubungi Ibu untuk menyampaikan berita ini?" tanya Bu Budi.


"Iya Bu, alhamdulillah aku hamil. Tadi pagi habis subuh aku sudah tes pakai alat tes kehamilan dan hasilnya positif aku hamil. Nanti malam aku dan Mas Romi akan ke dokter untuk memeriksakan kandunganku" jawab Ela.


"Alhamdulillah Ibu senang sekali mendengarnya" sambut Bu Budi.


"Ibu sekarang dimana ini?" tanya Ela.


"Lagi di toko temani Bapak kamu berjualan" jawab Bu Budi.


"Toko lagi ramai pembeli?" tanya Ela.


"Sedang sepi, siang begini toko sepi nanti kalau sudah sore baru ramai kembali. Orang - orang pada beli keperluan rumah pulang dari sawah" jawab Bu Budi.


"Kalau begitu coba teleponnya Ibu tekan tombol speaker biar Bapak bisa dengar apa yang akan Ela katakan sebentar lagi. Ela bawa dua kabar gembira ini" pinta Ela.


"Sebentar Nduk.. " potong Ibu.


"Pak gimana tekan tombol speaker?" tanya Bu Budi kepada suaminya.


Ela yang mendengarnya dari seberang langsung tersenyum membayangkan wajah bingungnya Ibunya.


"Ini Bu, tekan tombol ini" jawab Pak Budi.


"Halo Pak, kalian bisa dengar suaraku dengan jelas?" tanya Ela.


"Bisa Nduk" jawab Pak Budi dan istrinya berbarengan.


"Kabar gembira yang pertama kan sudah kalian dengar. Saat ini aku sedang hamil. Nah sekarang aku mau kasih kabar gembira yang kedua sama Bapak dan Ibu" ujar Ela.


"Kabar gembira apa lagi Nduk. Kamu jangan buat Bapak dan Ibu penasaran ah" sambut Bu Budi tak sabar.


"Hahaha... " Ela tertawa membayangkan wajah penasaran Bapak dan ibunya.


"Bapak dan Ibu siap - siap ya" ucap Ela.


"Siap - siap apa? Kamu hamil anak kembar juga seperti Bela?" tanya Bu Budi ingin tau.


"Bukan.. kalau itu aku belum tau, nanti malam baru periksa ke dokter. Kabar gembira nya bukan itu" jawab Ela.


"Jadi apa donk? kamu jangan buat Bapak dan Ibu penasaran El?" tanya Bu Budi sudah tak sabar.


"Hahaha.. Ibu dan Bapak bersiap - siap untuk berangkat ke Jakarta minggu depan. Dua minggu lagi, Papa dan Mama akan ajak Bapak dan Ibu umroh. Mas Romi sudah daftarin nama kalian berempat untuk berangkat umroh bareng" ungkap Ela


"Ha... yang benar Nak?" tanya Pak Budi tak percaya.


"Iya benar Pak" jawab Ela meyakinkan.


"Terus tokonya siapa yang jaga Pak?" tanya Bu Budi.


"Eh bu.. bukan karena itu Nduk.. Astaghfirullah Ibu kok malah mikir dunia" ucap Bu Budi beristighfar.


"Iya Bu, InsyaAllah nanti ada rezekinya itu. Kita dapat undangan datang ke rumah Allah. InsyaAllah nanti akan Allah beri rezeki lagi buat kita biar kita bisa berangkat haji" sambut Pak Budi.


"Iya Pak, Ibu mau Pak. Ibu mau" jawab Bu Budi dengan mata berkaca - kaca.


"Alhamdulillah nanti Bapak dan Ibu bawa surat - surat penting ya, KTP, Kartu Keluarga dan surat nikah. Siapa tau di butuhkan untuk umrohnya. Kalau baju seadanya saja nanti bisa kita cari di sini" ucap Ela.


"Iya Nak terimakasih. Alhamdulillah ya Allah" sambut Bu Budi bahagia.


"Mana suami kamu Nduk? Bapak mau ucapkan terimakasih" tanya Pak Budi.


"Ada Pak tunggu sebentar ya" jawab Ela.


Ela menatap suaminya yang duduk disampingnya di atas tempat tidur di kamar mereka. Romi membalas tatapan Ela.


"Bapak mau bicara sama kamu Mas" ucap Ela sambil menyerahkan ponselnya kepada Romi.


Romi meraih ponsel yang diberikan Ela.


"Assalamu'alaikum Pak" sapa Romi ramah.


"Wa'alaikumsalam Nak Romi. Terimakasih ya Nak Romi sudah berbaik hati umrohin Bapak dan Ibu. Semoga rezekinya Nak Romi mengalir terus dan barokah" sahut Pak Budi.


"Aamiin.. Bapak dan Ibu juga sudah menjadi orang tuaku sekarang. Jadi sudah selayaknya aku berlaku adil pada semua orang tuaku. Sekalian syukuran atas kehamilan Ela aku daftarkan Bapak dan Ibu umroh bersama Papa dan Mama. Mereka juga sangat senang sekali bisa pergi umroh bareng Bapak dan Ibu" ucap Romi.


"Iya, Bapak dan Ibu juga sangat senang sekali Nak Romi. Sudah lama kami pengen ke tanah Suci baru kali ini terkabul. Rasanya seperti mimpi, Bapak masih tidak percaya semua ini nyata" ungkap Pak Budi jujur.


Romi tersenyum bahagia, dia bisa membayangkan bagaimana wajah bahagianya kedua mertuanya.


"Alhamdulillah kalau Bapak dan Ibu senang. Yang penting sekarang Bapak dan Ibu jaga kesehatan ya agar bisa berangkat sesuai jadwal. Semoga semua lancar dan tidak ada kendala. Minggu depan Bapak dan Ibu berangkat ke Jakarta. Seminggu di sini untuk mempersiapkan semuanya baru seminggu kemudian berangkat umroh selama dua minggu" ucap Romi.


"Iya InsyaAllah kami akan jaga kesehatan dan minggu depan kami akan berangkat ke Jakarta. Sekali lagi terimakasih Nak Romi. Sampaikan salam kami kepada orang tua kamu" jawab Pak Budi.


"Iya Pak akan aku sampaikan salam Bapak dan Ibu kepada Mama dan Papa. Udah dulu ya Pak, sampai ketemu minggu depan" ujar Romi.


"Iya Nak Romi. Assalamu'alaikum" tutup Pak Budi.


"Wa'alaikumsalam" jawab Romi.


Romi menyerahkan kembali ponsel Ela. Ela tak henti tersenyum menatap Romi. Dia sangat bahagia hari ini karena mendapatkan dua kebahagiaan. Pertama dia akan segera menjadi seorang ibu. Kedua dia bisa mewujudkan impian Bapak dan Ibunya untuk pergi ke Mekah, walau melalui perantara suaminya tapi dia sangat bahagia.


Ela segera memeluk Romi dengan erat. Membuat seketika tubuh Romi menegang karena sentuhan Ela.


"Sa.. yaaank... " ucap Romi terbata - bata. Lidahnya kelu dan Romi dengan sangat berat menelan salivanya.


"Terimakasih ya Mas.. hari ini aku sangat bahagia sekali. Mas sudah mewujudkan impian Bapak dan Ibuku. Mereka pasti sangat bahagia sekali mendapat kabar gembira ini" ungkap Ela dengan mata berkaca - kaca.


Gleeeg.. mati aku yank.. kamu sudah membangunkan imron ku. Batin Romi.


.


.


BERSAMBUNG