
10.00 di Restoran Alfi
Alfi sedang bersama Riko Orang kepercayaan yang Alfi suruh untuk mencari informasi tentang kasus 8 hari yang lalu menimpa Putri tunggal nya.
"Bagai mana Rik?," tanya Alfi kepada Riko,
"Kejadian yang menimpa Nona Sindi memang mutlak kecelakaan Tuan," jawab Riko,
"Jadi menurut mu tidak ada sangkut paut nya dengan siapa pun?," tanya Alfi dengan wajah heran,
"Benar Tuan," jawab Riko,
"Aneh Sekali..." gumam Alfi dengan wajah bingung,
"Kasus yang di alami Nona Sindi memang terlihat seperti ada orang yang merencana kan semua nya Tuan. Kami benar benar sudah melacak semua nya dengan Detail. dan kami tidak menemukan apa yang Tuan maksud." ujar Riko panjang lebar dan Alfi masih saja berfikir.
"Bagai mana jika Tuan menyewa seorang Supir sekaligus BodyGuard untuk melindungi Nona Sindi?," Riko memberi usul. Alfi masih berfikir.
"Menurut penyelidikan Kami,Kasus yang di alami Nona Sindi juga sering di alami oleh Gadis lain nya Tuan," ucapan Riko membuat Alfi menoleh kepada nya,
"Benarkah?," tanya Alfi dengan wajah cemas,
"Benar Tuan,,,Nona Sindi masih beruntung karena ada yang menolong nya. Gadis lain ada yang di perkosa,dan di bunuh setelah nya," ucapan Riko membuat Alfi semaki cemas. Karena Riko memberi kan tiga Surat Kabar Palsu tentang seorang Gadis yang diperkosa dan di bunuh secara tidak Manusiawi.
"Baiklah kalau begitu,cari kan Supir sekaligus BodyGuard Terbaik yang bisa melindungi Putriku."
Alfi menjawab tanpa banyak berfikir,Pria paruh baya itu takut akan terjadi hal yang lebih buruk kepada Putri tunggal nya. karena Sindi sudah 5 kali selalu mengalami nya. Sindi sudah 3 hari 3 malam berdiam diri di rumah karena masih trauma untuk keluar rumah.
"Baiklah Tuan,apakah Anda ingin menacari sendiri atau Saya cari kan?," tanya Riko,
"Kau saja Rik,Aku percayakan semua nya kepada mu. Kalau bisa mulai besok harus sudah ada,karena besok Putri ku mulai kembali beraktifitas," jawab Alfi masih terlihat cemas,
"Baik Tuan,Saya pastikan besok Nona Sindi sudah mendapat kan Supir sekaligus BodyGuard terbaik," jawab Riko meyakin kan. Alfi hanya mengangukan kepala tanda setuju.
"Kalau begitu,Saya pamit undur diri Tuan" imbuh Riko,
"Silahkan," jawab Alfi.
"Maaf kan Saya Tuan,ini semua demi kebaikan Nona Sindi,karena Nona Sindi sedang jadi incaran Artis nomor 1 di Negri ini."
*
*
*
*
*
*
*
*
07.00 di Kediaman Alfi
Kini Riko sudah bersama Bimo,yang tak lain adalah Rendy yang sedang menyamar dengan topeng palsu nya. Wajah Bimo benar benar tidak ada yang mengetahui kalau itu adalah Rendy. (Penyamaran yang sangat sempurna)
"Ini Tuan," Riko menunjuk Bimo,
"Bimo adalah Supir sekaligus BodyGurd Terbaik," Riko memperkenalkan,
"Tuan,perkenalkan Saya Bimo," Bimo kembali memperkenalkan diri,
"Ok Bim,,,mulai mulai Hari ini Kamu menjaga dan mengantar Putri ku,,,kemanapun dia pergi Jangan biarkan dia terluka sedikit pun," titah Alfi dengan wajah serius.
"Baik Tuan,Saya akan melakukan yang Terbaik." jawab Bimo sambil membungkuk kan badan. Alfi melihat ke arah Sindi yang sudah siap dengan setelan ngampus.
"Sindi,,,mulai sekarang Kamu akan di temani oleh Bimo kemana pun Kamu pergi. Mulai keluar rumah sampai kembali," Alfi memberi tahu.
"Baik Ayah," jawab Sindi,
"Kalau begitu Kami duluan," Alfi dan Dewi berangkat bersama ke tempat kerja masing masing dan meninggalkan Putri nya bersama Bimo dan Riko,
"Dia bukan nya Orang yang kapan hari menolong ku?,tapi kapan ya?,ah masa bodo Aku lupa. dan.... lihat itu,tatapan Mata nya sangat Mesum." gerutu Sindi sambil melihat Bimo dengan tatapan tidak ramah lingkungan.
"Silahkan Nona," Bimo sudah membuka pintu untuk Sindi sampai Sindi masuk ke dalam mobil nya,dan kini tinggal Riko dan Bimo yang masih di luar.
"Semoga Tuan berhasil."
Riko menyemangati Bimo alias Rendy. Bimo hanya menjawab dengan menepuk punggung Riko,dan masuk ke dalam mobil.
"Aku tidak menyangka Kisah Cinta Artis nomor satu akan sekonyol ini." Gumam Riko.
Setelah memastikan mobil yang di tumpangi Sindi dan Bimo sudah menjauh,Riko ikut pergi meninggal kan kediaman Alfi.
-
-
-
Di dalam mobil Sindi dan Bimo
"Nona,apa Kau masih mengenali ku?," Bimo membuka obrolan,
"Tidak," jawab Sindi acuh,
"Dia tidak mengingat ku?,"
"Beberapa hari yang lalu Kita pernah bertemu Nona." Bimo kembali mengingat kan.
"Kapan?,Aku tidak pernah bertemu dengan mu sebelum nya," Sindi menunjukan tatapan tidak suka.
"Tatapan Mata nya sangat mesum." Sindi tidak nyaman melihat Mata Bimo,
"Malam itu Saya menolong Nona dari empat preman," Bimo tak menyerah.
"Jadi kau mau pamer hah?, atau Kau mau minta imbalan?,Katakan,berapa Imbalan yang Kau Ingin kan?," tanya Sindi panjang lebar,sambil menunjukan wajah sangar nya.
"Dia sangat angkuh." protes Bimo,
"Maaf Nona,Saya tidak bermaksud seperti itu," ujar Bimo sambil tertunduk,dan hanya di jawab decihan oleh Sindi
"Aku harus sedikit waspada kepada nya,tatapan Mata nya sangat mesum," Sindi memperhatikan Bimo dengan tatapan tidak suka.
"Hei Gadis Mungil.... kenapa kau melihat ku seperti itu?,"
Bimo merasa tidak nyaman dengan tatapan Sindi,Pemuda itu lebih memilih diam dan tidak mengajak ngobrol Gadis di belakang nya.
"Nasib - Nasib..."
-
-
-
-
-
-
-
Di kampus
Sindi sedang berkumpul bersama tiga teman nya,Dea,Anggi dan Lala mereka berempat bercerita dan bercanda sambil di temani cemilan masing masing.
"Bukan kah dia memiliki banyak Kekasih ?" Bimo sedari tadi memperhatikan Sindi hanya sibuk dengan teman nya.
"Kenapa dia tidak seperti wanita yang memiliki Kekasih pada umum nya?,dia hanya sibuk dengan Teman teman nya,bahkan melirik Ponsel juga hanya sesekali"
"Aku harap laporan yang waktu itu di berikan kedua Asistenku adalah salah," Bimo menyeringai bahagia,pemuda itu berharap Gadis mungilnya bukan lah PlayGirl.
-
-
-
"Gw pulang duluan ya guys," pamit Sindi,
"Elo mah gak asik," komentar Dea,
"Bentar lagi napa baru juga jam 19.00." timpal Anggi,
"Tapi jalanan ke rumah Gw rawan banget. Sory ya." jawab Sindi tertunduk lesu.
Lala menyikut Dea dan Anggi,Lala menyeruh Mereka Berdua melihat ke arah Bimo yang sudah kesal sembari menunjuk jam tangan nya. Membuat kedua nya ketakutan.
"Eh yaudah gapapa kalo gitu," ucap Dea,
"Iya Sin,Kita masih bisa lanjutin besok," timpal Anggi,
"Ayo Kita pulang," ajak Lala,
Mereka bertiga pulang dengan wajah panik,dan membuat Sindi merasa heran.
"Kenapa sih mereka?,biasa nya juga suka maksa sampai jam 20.30," Sindi mengangkat bahu nya.
"Bodo amat ah." Imbuh nya. Gadis itu langsung menuju ke dalam mobil nya. Di dalam mobil,Bimo sudah sangat kesal menunggu Gadis Mungil nya ngobrol dari sore sampai Malam.
"Sabar..Sabar..Sabar..." batin Bimo,karena Sindi masih saja memasang wajah tidak ramah lingkungan.
-
-
-
Dea,Anggi,dan Lala adalah orang suruhan Rendy yang bertugas untuk mendekati Sindi,agar mereka selalu membuat Sindi sibuk dan pulang malam. Supaya malam Hari nya Rendy bisa menjalankan rencana selanjut nya untul menakut nakuti Sindi.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG