Playboy Insaf

Playboy Insaf
Hadiah untuk Refan



Pukul 20.00 di Kediaman Prastya


"Refan,setelah selesai makan Kamu ke kamar Kakek !" titah Kakek di sela makan nya.


"Baik Kek," jawab Refan,


"Kakek ada hadiah Spesial untuk mu," Kakek memberi tahu,


"Baik Kek," jawab Refan,


-


-


-


Setelah selesai makan malam,Kakek Sugiono menuju ke kamar nya. Sebelum tidur,Beliau akan bersemedi terlebih dahulu selama dua jam.


"Malam Kek..." sapa Refan yang sudah berada di dalam kamar Kakek nya. Mendengar suara Refan,Kakek bangun dari persemedian nya.


"Kesini Kamu!" titah Kakek dengan wajah sangar.


Plak....


Satu tamparan keras mendarat di wajah tampan Refan.


"Jaga sikap mu jika ada Aku disini ! Aku tidak suka Anak Cucu ku melarang Aturan Agama!" Kakek Menasehati Refan dengan wajah sangat marah.


"Maaf Kek,Refan Khilaf," jawab Refan tertunduk,


"Pergi....."


Refan keluar kamar dari kamar Kakek nya dengan mengusap wajah nya yang terasa sangat panas.


"Kata Rendy,panas nya tiga hari tiga malam"


Raut wajah Refan terlihat menyesal. Pria itu berjalan menuju kamar nya,tanpa dia sadari ada tiga Pasang Mata yang melihat nya.


"Dad,kenapa Refan?," tanya Dona dengan wajah cemas,


"Biarkan saja,dia pasti membuat kesalahan." jawab Dimas dengan tenang


"Aku hawatir Dad,wajah nya sangat merah." ucap Dona sambil memeluk Suami nya,


"Sudah lah Mom,,,tidak usah di fikirkan! ayo Kita ke kamar." ajak Dimas sambil menggendong Istri nya ke kamar.


"Mungkin dia sering ena ena bersama Santi." Reza menggelengkan kepala,dan menuju kamar nya.


*


*


*


*


*


Di kantor Refan


"Hallo..." Refan mengangkat telvon,


"Kak Refan Siang ini sibuk engga?,"


"Engga... memang nya ada apa?," tanya Refan,


"Kita makan siang di Restoran biasa nya?,"


"Baik... nanti Kakak ke sana," jawab Refan


"Yaudah,Aku mau lanjutin dulu kuliah ya kak." ucap Santi lalu memutus kan panggilan nya.


*


"Kenapa Hati ku Berbunga Bunga?," Refan memegang dada nya yang sedang berdebar.


-


"Siang Kak Refan..."


Santi menyapa Refan,Mereka Berdua cipika cipiki,namun wajah Santi terlihat sedikit cemas,membuat Refan curiga.


"Kamu tidak apa apa?,"


Tanya Refan sambil membelai wajah Kekasaih nya,Santi menggeleng kan Kepala,Gadis itu tidak menjawab pertanyaan Refan,Santi malah memberikan selembar kertas hasil USG.


"Apa ini?," tanya Refan dengan wajah bingung melihat kertas yang diberikan Santi.


"Aku Hamil empat minggu Kak,Aku Hamil Anak mu," Santi menjawab dengan suara lirih.


"Gak lucu San! Kamu jangan bercanda!" jawab Refan dengan wajah panik.


"Serius Kak! Aku gak berani bohong soal ginian," ujar Santi.


Gadis itu malah menangis. Melihat Kekasih nya menangis,Refan segera Memeluk Santi dengan sangat lembut,serta membelai wajah Cantik Kekasih nya yang sedang menangis.


"Kenapa Kamu menangis hmp?," tanya Refan,


"Aku takut ka. Hiks.. Hiks.."


"Kenapa?,"


"Aku takut Kak Refan tidak mau Bertanggung Jawab!! hiks.. hiks... Aku takut Kak..."


Suara Santi semakin terdengar lirih,Gadis itu semakin memeluk tubuh Kekasih nya,seakan akan Refan tidak mau Bertanggung Jawab.


"Memang nya Kamu Berhubungan dengan siapa saja?,"


Pertanyaan Refan membuat Santi melepaskan pelukan nya. Santi mentap Refan dengan sorot mata yang sangat marah,bukan nya marah,Santi malah kembali menangis.


"Hiks..hiks..hiks.. Aku gk pernah berhubungan dengan siapa pun kecuali sama Kakak! Hiks..hiks..hiks.."


"Kalau begitu,kenapa Kamu harus takut?," tanya Refan sambil menghampiri Santi.


"Maksud Kakak?,


Santi melihat wajah Tampan Kekasih nya yang kini sudah kembali merengkuh nya dengan mesrah.


"Kakak percaya yang ada di dalam rahim Kamu adalah Buah Cinta Kiita." ujar Refan sambil membelai perut rata Kekasih nya.


Santi melihat Mata Refan,Gadis itu ingin memasti kan bahwa Refan benar benar berkata Jujur.


"Iya..." Jawab Refan lalu menciumi wajah Kekasih nya bertubi tubi.


"Terima Kasih Kak," ucap Santi sambil tersenyum melihat Refan,


"Berterima Kasih untuk apa?," tanya Refan denagan wajah heran.


"Terima Kasih Kakak mau Bertanggung Jawab. Hiks.. hiks.. hiks.."


"Justru Kakak yang harus Berterima Kasih,karena Kamu mau mengandung Anak Kakak. Kakak sangat mencintai mu" ujar Refan kembali menciumi wajah Kekasih nya.


"Kita harus memberi kabar bahagia ini kepada Keluarga kita," usul Refan,


"Aku takut...."


"Kamu tenang saja,Pertemuan Keluarga biar Kakak yang urus. Kamu cukup jaga kesehatan demi Bayi Kita."


Mendengar jawaban Refan,Santi hanya menganggukan kepala,lalu mereka melanjut kan acara makan siang yang baru saja tersedia di meja makan. Kali ini Refan terlihat jauh lebih Romantis.


*


*


*


*


*


20.00 di Kediaman Prastya


Keluarga Refan dan Santi sudah berkumpul,setelah Refan mendengar kabar Kehamilan Santi,Refan langsung mengundang Keluarga mereka untuk memberi tau Kabar Bahagia itu.


"Refan sangat Berterima Kasih karena Kalian sudah mau menghadiri undangan dadakan ini." Refan membuka obrolan dengan raut wajah tenang.


"Refan ingin berbagi kabar bahagia yang baru saja Refan dengar tadi Siang."


Refan melihat Santi yang berada di sebelah nya,dan menggenggam tangan Santi dengan lembut. Refan melihat Santi dan memberi Isyarat lewat tatapan Mata nya menyuruh Santi agar tetap tenang. Membuat Kedua Keluarga semakin penasaran dengan ucapan Refan selanjut nya,karena Refan menjeda ucapan nya cukup lama.


"Santi hamil empat minggu."


Perkataan Refan membuat semua Orang yang berada di meja Makan sangat terkejut. Bahkan Kakek Sugiono terlihat sangat marah.


Brak....


Kakek Sugiono menggebrak meja makan dengan sedikit mengguna kan Tenaga,sampai makanan yang berada di atas meja akan terjatuh jika tidak di tahan.


"Kamu jangan bercanda Refan?!" tanya Kakek Sugiono dengan raut wajah sangat marah.


"Refan tidak bercanda Kek,Refan punya bukti nya."


Refan menjawab sambil memberikan kertas hasil USG. Kakek Sugiono langsung bangun dari duduk nya dan menghampiri Refan serta mengambil dan membaca kertas hasil USG tersebut.


Plak....


Kakek Sugiono menampar wajah Refan dengan sangat keras,membuat semua Orang yang melihat nya bergidig ngeri.


"Kau sangat memalukan!!" aahh.. Dada ku sakit"


Kakek Sugiono tiba tiba memegang dada nya yang mendadak sakit. Melihat Kakek nya kesakitan,Reza dan Rendy langsung menghampiri Kakek nya.


"Lebih baik Kakek istirahat dulu," ujar Reza sudah berada di samping Kakek nya.


Kakek Sugiono hendak akan menampar Refan,tapi malah di halangi oleh Rendy,Pemuda itu sekuat tenaga menahan rasa takut yang ada di hati nya karena ingin melindungi Kakak nya. Rendy tahu tamparan Kakek sakit nya bukan main main.


"Kenapa Kamu malah membela Kakak mu yang tidak tahu malu ini?," tanya Kakek dengan wajah menahan kesal.


"Sebaik nya Kakek Istirahat," jawab Rendy.


"Saya harap Tuan Sugiono jangan berlebihan. Karena ini semua sudah terjadi." ujar Anton ikut menenangkan.


"Nak Refan memang salah,tapi Kita harus Memaaf kan nya,karena Nak Refan sudah mau Bertanggung Jawab." imbuh anton,


"Terima Kasih Anton,Mohon maaf atas Prilaku Putra ku." jawab Dimas dengan wajah lesu.


"Tidak apa apa Tuan Dimas,semua ini sudah terjadi." ujar Anton,Dimas hanya mengangguki nya.


Kedua keluarga sudah kembali tenang,dan memutuskan Pernikahan Refan dan Santi akan di gelar 2 minggu lagi. Sedang kan Kakek Sugiono memilih untuk pergi ke kamar nya,Beliau sangat tidak suka dengan kelakuan Refan yang sangat memalukan.


"Ternyata kak Refan yang di maksud Kakek." gumam Rendy.


"Sudah Aku duga,pasti Refan yang di maksud oleh Kakek" gumam Reza.


"Semoga mereka baik baik saja. Ya Tuhan.. Lindungi cucu ku beserta istri dan calon Anak Mereka" Kakek Sugiono mendoa kan Refan dan Santi di selah persemedian nya.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG