Playboy Insaf

Playboy Insaf
Seratus Satu



Pagi - pagi sekali seluruh keluarga sudah bangun dan bersiap untuk akad nikah Reni dan Bimo. Reni sudah di make up oleh MUA yang sudah disediakan pihak Hotel. Tentu saja dengan perintah Bimo sebelum mereka sampai di pulau ini.


Saat - saat penting dalam hidup Reni akhirnya tiba juga. Seluruh keluarga sudah berkumpul di ruangan khusus di Hotel ini yang telah di rancang Bimo dengan sangat sempurna.


Reni dibawa ke ruangan khusus dan ditemani oleh Ela, Bela, dan Dini. Dari tempat mereka berada Reni bisa mendengar suara microphone pembawa acara.


Acara telah dimulai dan Bimo sudah selesai mengucapkan Ijab Kabul bersama Refan sebagai wali nikah Reni, pengganti Papa Reni yang sudah meninggal dunia.


Setelah selesai ijab kabul Reni dibawa Ela dan Bela keluar dari ruangan khusus. Reni tampak berjalan dengan sangat pelan dan didampingi para sahabat setianya.


Bela, Ela dan Dini memakai pakaian yang sama, jilbab dan make up yang hampir sama. Mereka juga tak kalah cantik dari pengantin.


Para playboy insyaf tak berkedip memandang wajah pujaan hati mereka. Bukan hanya Bimo yang terpesona pada kecantikan istrinya. Riko, Romi dan Aril juga merasakan hal yang sama.


Tiga wanita cantik lainnya adalah calon bidadari surganya mereka. Dini tampilannya yang lebih pendiam, Ela lebih tomboy sedangkan Bela paling feminim.


Reni sudah berdiri di depan Bimo sedangkan Bela, Ela dan Dini mundur berdiri di belakang bergabung bersama Riko dan teman - temannya.


"Kamu cantik sekali" puji Riko ketika Dini berdiri tepat di sampingnya.


"Makasih Mas" jawab Dini malu - malu.


Reni dan Bimo sedang menerima ucapan selamat dari para keluarga dan sahabat setelah itu mereka melakukan foto bersama.


Moment ini tidak disia - siakan oleh para jomblo trio playboy insaf.


"Yuk kita foto bareng mereka" ajak Aril.


Semua bersusun di dekat pengantin kesempatan baru dan masing - masing mengambil kesempatan untuk berfoto.


Setelah berfoto dengan pengantin mereka mendekati target wanita mereka masing - masing.


"Din yok foto di nikahan orang dulu yok sebelum pesta di nikahan kita sendiri" goda Riko.


"Maaaas" balas Dini malu - malu.


"Ril tolong fotoin" pinta Riko.


"Oke Bro.. kalian merapat ya" perintah Aril.


Aril mengambil beberapa foto mesra Riko dan Dini.


"Gantian donk.. Bel yuk foto untuk kenang - kenangan" ajak Aril pada Bela.


Bela mendekat kepada Aril.


Jepreeet...


Mereka berdua tersenyum sumringah.


"El kita foto juga yuk tunjukin ke bapak dan Ibu kamu di kampung" ajak Romi.


Giliran Romi dan Ela yang berfoto.


Jepreeet...


Romi tersenyum dengan sumringah sedangkan Ela masih merasa sungkan berfoto bersama dengan Romi.


Tiba - tiba terdengar suara pembawa acara.


"Perhatian untuk semua hadirin pesta kita akan berakhir satu jam lagi. Setelah itu diharapkan seluruh keluarga berkumpul di loby hotel membawa semua barang bawaannya karena akan ada perjalanan rahasia yang sudah disediakan oleh mempelai pria untuk semua tamu undangan yang hadir di sini" ucap presenter pesta pernikahan Bimo dan Reni.


Sontak ruangan jadi riuh karena pengumuman kejutan yang diucapkan oleh pembawa acara. Sementara Bimo dan Reni sudah masuk ke kamar pengantin mereka.


"Lho pengantinnya sudah pergi ke kamar mereka" ucap Refan.


"Yuk Mas kita siap - siap nanti kita ketinggalan. Soalnya anggota keluarga kita banyak, aku tidak mau ada yang tertinggal" ajak Kinan.


"Baik sayang, ajak bibik bawa anak - anak kita ke kamar" sambut Refan.


Sementara di sisi yang lain


"Dasar si Bimbim isengnya dari dulu gak pernah berubah. Selalu saja suka - sukanya buat kejutan seperti ini" omel Jelita dekat suaminya.


"Kejutannya pasti seru nih yank. Bimo kan emang ahlinya kalau soal buat kejutan. Yuk kita siap - siap" ajak Tagor.


"Gila tajir bener kakak kamu Bel. Gak nyesal deh ikutan ke sini" ujar Rizal.


"Yoi bro. Aku kira mereka akan honeymoon berdua saja ternyata sekampung di ajak" sambut Gery.


"Untung udah ambil cuti seminggu" oceh Ela.


"Iya aku juga. Kalian sih enak, Bos kalian semua ada di sini. Bela, Ela, Rizal sedangkan Gery kan usaha keluarga. Lah aku ini gak ada apa - apanya di banding kalian" sambut Dini.


"Tenang Din, kalau kamu di pecat nanti pasti di kasih kerjaan sama Mas Riko" sambut Ela.


Kemarin waktu pindahan rumah Bela Rizal sempat mendengar nama Dini di sebut - sebut tapi dia tidak berani bertanya.


"Dini ini calonnya Mas Riko yang lagi OTW" jawab Gery.


"Kenapa lagi OTW?" tanya Rizal bingung..


"Karena masih belum kelar jalannya bro.. masih terhalang sama restu orang tua" jawab Gery lagi.


"Udah ah jangan cerita itu terus, aku kan jadi gak enak sama Mas Riko" potong Dini.


"Hei kalian buruan siap - siap. Kita mau acara selanjutnya" ucap Bela pada teman - temannya.


"Yuk Din kita balik ke kamar" ajak Ela.


Semua sudah kembali ke kamar mereka masing-masing dan bersiap untuk acara selanjutnya yang masih menjadi rahasia Bimo.


Setelah selesai menyusun semua barang - barang mereka. Seluruh keluarga dan sahabat sudah berkumpul di loby hotel dengan membawa koper mereka masing-masing. Reni turun dari kamarnya sambil bergandengan tangan mesra dengan Bimo.


Bimo terlihat sangat menjaga Reni yang saat ini sudah menjaga istrinya sedangkan Reni tampak malu - malu karena semua mata menatap mereka.


"Cie... yang udah bisa mesra - mesraan" goda Aril.


"Iri bilang Bos" balas Reni.


"Ya.. gitu deeeh" Aril menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Makanya garcep donk, jangan jalan di tempat doank" potong Refan.


"Iya nih Mbak lihat ada tiga gadis cantik di sini masak satu pun gak ada yang nyantol sama kalian" sambut Jelita.


"Ya ada sih Mbak tapi jalannya belum mulus, do'ain ya" ujar Riko.


"Waaah hebat kamu Kori.. lebih terbuka dari pada Rombeng dan Airin. Ingat umur kalian sudah gak muda lagi. Tuh Refan dan Kapur Bagus udah punya buntut masak kalian kalah" sambung Jelita.


"Santai Mbak Ta.. do'ain aja adek Mbak ini" sahut Romi.


Tak lama bus pariwisata sudah tiba untuk menjemput para rombongan.


"Nah busnya sudah datang, ayo semua siap - siap" ucap Bimo.


Satu persatu masuk ke dalam bus dan siap untuk perjalanan selanjutnya.


"Bim kita mau kemana sih?" tanya Pak Akarsana penasaran.


"Ada deh Pak, yang jelas kalian semua pasti senang" jawab Bimo santai.


"Dinikmati aja Pak" sambut Bela.


Bus mulai berjalan keliling kota Labuhan Bajo dan menuju ke pelabuhan.


"Waaah lauuut.. apakah kita akan ke pantai?" tanya Bela senang.


"Tadi siapa ya yang bilang nikmati aja? Sekarang malah teriak kesenangan kayak anak - anak" goda Aril.


"Mas Aril... " protes Bela.


"Cie... udah gak panggil Bapak lagi nih ye... " ledek Ela.


"Kan bukan di kantor El. Kamu juga gitu kan sama Mas Romi?" tanya Bela gantian.


"Iya sih.. " jawab Ela.


"Halaaaah nasib kalian sama aja saling ledek" ujar Gery.


Sementara Dini dan Riko duduk satu kursi tapi di halangi Yoga di tengah - tengah mereka. Riko terus menatap wajah lembut bidadari surganya.


"Kamu suka pantai?" tanya Riko.


"Suka Mas" jawab Dini sambil tersenyum lembut.


"Kalau sama Om Riko suka gak Tante?" tanya Yoga polos.


"Sayaaang kita kan emang gak boleh benci sama seseorang jadi gak ada alasan Tante untuk gak suka sama Om Riko" jawab Dini.


"Jawaban yang bijak ya" sindir Riko sambil tersenyum manis.


Dini membalas senyuman Riko dengan senyuman juga membuat Riko semakin gemas.


.


.


BERSAMBUNG