
Kembali jadwal jelajah di luar kamar. Riko dan Dini hari ini punya jadwal snorkeling.
Mereka dibawa oleh pihak resort ke tempat yang sangat indah pemandangan bawah lautnya. Dengan bantuan dan ditemani para petugas resort mereka melakukan snorkeling bersama.
Setelah puas menikmati keindahan laut mereka kembali naik dan menikmat ragam wisata seru di Pantai Ora. Mereka mengunjungi Tebing Hatupia yang sangat terkenal di Pantai Ora.
Kemudian mereka melakukan eksplor GOA Laut, bermain air di air Balanda lalu terakhir kembali berkeliling di sekitar Pulau - pulau kecil yang ada di dekat pulau tempat mereka menginap.
Setelah seharian puas menjelajahi alam menjelang senja mereka kembali ke resort dan beristirahat.
"Bagaimana perjalanan hari ini?" tanya Riko.
"Sangat memuaskan Mas" jawab Dini.
"Kamu senang?" tanya Riko saat mereka sudah bersantai setelah makan malam.
"Pasti donk Mas. Mas gak merasakan aura bahagiaku?" tanya Dini.
"Iya sayang, aura kamu sangat hangat sekali malam ini. Sayang jadwal berjelajah kamar besok. Aku harus puasa malam ini" jawab Riko pura - pura kecewa.
Mana mungkin Dini membiarkan suaminya itu kecewa. Apalagi apa yang mereka lakukan bisa saja membuahkan hasil satu bulan yang akan datang. Tentu Dini menyambutnya dengan suka cita.
"Kenapa harus puasa Mas? Aku milik kamu seutuhnya" bisik Dini menggoda.
Dengan segala fasilitas dan keindahan alam juga kenyamanan yang mereka rasakan saat ini tak mungkin Riko bisa mengabaikan godaan Dini.
Riko langsung menggendong Dini masuk ke kamar.
"Diluar semakin dingin sayang, aku tak ingin kamu masuk angin" ucap Riko.
Dini tersenyum manis, dia tau itu hanya modus suaminya saja untuk membawanya ke atas ranjang.
Penjelajahan kamar dipercepat, tak perlu menunggu esok hari. Malam ini semua bisa saja terjadi tergantung kesepakatan mereka bersama.
Sebenarnya mereka berdua tidak perduli dengan kesepakatan itu. Itu hanyalah semata - mata untuk seru - seruan mereka saja selama di sini.
Riko langsung memberikan belaian dan kehangatan pada Dini. Tentu saja Dini langsung nyaman dengan semua perlakuan Riko.
Tidak ada yang berbeda dengan malam - malam sebelumnya. Malam ini juga tak kalah panasnya. Walau udara di sini sangat dingin tapi itu tak membuat mereka jera untuk tidur hanya dengan selimut dan saling berpelukan.
Beberapa hari kemudian.
Pagi - pagi sekali Riko dan Dini sudah bersiap - siap untuk pulang. Kali ini mereka sengaja pergi pagi karena nanti mereka akan menikmati perjalanan menuju pulang.
Kemarin saat datang hari sudah malam, mereka tidak bisa menikmati keindahan daratan di pulau ini. Sekalian nanti Riko dan Dini berniat untuk singgah di tempat - tempat yang menjajakan oleh - oleh untuk mereka bawa ke Jakarta.
Di kota Ambon mereka puaskan berbelanja oleh - oleh. Berbagai buah tangan dari bahan makanan sampai benda - benda unik mereka beli untuk keluarga dan para sahabat.
Siang harinya mereka makan siang di Kota Ambon lalu kemudian langsung menuju Bandara dan pulang ke Jakarta.
Sesampainya di Jakarta Riko dan Dini langsung pulang menuju apartemen. Tapi karena hari sudah malam tentu saja mereka singgah ke restoran untuk mengisi perut.
"Untung besok masih hari minggu ya Mas.. Aku ingin seharian di apartemen. Rasanya badanku pegel semua" ungkap Dini.
"Aku memang sudah merencanakannya sayang. Aku tak mau kamu kelelahan, pulang dari jalan - jalan langsung kerja esok harinya" sambut Riko.
"Kita cari makan dulu ya baru pulang" ajak Riko.
"Iya Mas" jawab Dini.
Riko membawa istrinya singgah di sebuah Restoran besar dan mewah. Mereka masuk dan duduk di meja yang sudah disediakan pihak Restoran.
Restoran ini sering disinggahi Riko sehingga para pelauannya sudah mengenal Riko dengan sangat baik.
"Meja biasa kan Pak?" tanya seorang pelayan.
"Iya" jawab Riko.
Tak lama kemudian semua makanan sudah selesai dihidangkan dan mereka siap untuk menyantap semua makanan itu.
Tak memakan waktu yang lama karena Riko dan Dini juga sudah lapar hidangan habis di santap. Riko segera membayar tagihan baru mereka pulang.
Saat mereka sedang berjalan hendak ke luar restoran tiba - tiba ada seseorang yang menyapa Riko.
"Ko.. Riko" panggilnya.
Riko mencari asal suara. Riko terkejut ketika melihat siapa yang dia temui tapi dengan cepat Riko menyembunyikan rasa terkejutnya.
"Hana" balas Riko.
Dini melihat seorang wanita berdiri tak jauh dari mereka. Wanita itu sedang menggendong anak perempuan yang Dini tebak berumur satu tahun lebih.
"Senang bertemu kamu lagi Ko. Sudah lama sekali sejak terakhir kita bertemu" ucap wanita itu.
Wanita yang benama Hana mendekat kepada Riko dan Dini.
"Kenalkan ini istriku Dini" ucap Riko mengenalkan Dini.
Dini tersenyum lembut dan menyodorkan tangannya kearah Hana. Hana tampak terkejut mendengar perkataan Riko.
Sekilas wajahnya tampak sedih dan kecewa tapi Dini tidak mau berpikiran buruk atau pun berprasangka yang tidak - tidak.
Dia sudah tau siapa Riko dulu, bagaimana masa lalunya. Dini sudah bertekad untuk menghadapinya dengan bijak.
"Hana... " sambut Wanita itu.
Dini dan Hana saling berjabat tangan.
"A.. aku tidak menyangkan kamu sudah menikah. Aku pikir kamu masih... " ucap Hana.
"Aku baru menikah tiga bulan yang lalu" potong Riko.
"Aku sudah lama mencari - cari kamu Ko tapi aku tidak kunjung melihat dan bertemu kamu. Aku juga mencari - cari keberadaan teman - teman kamu, siapa tau dengan bertemu mereka aku bisa bertemu kamu juga" ujar Hana.
Riko mengerutkan dahinya, merasa sedikit resah. Untuk apa Hana mencari - carinya. Seingat Riko dia tidak pernah menjalin hubungan yang lama dengan wanita - wanitanya dulu.
Hanya beberapa wanita yang Riko pakai beberapa kali. Itupun masih bisa dihitung dengan jari dan tak pernah lewat dari angka lima. Memang seingat Riko Hana salah satu dari wanita - wanita itu.
Hana memang memiliki tubuh yang langsung dan sexy. Service Hana juga bagus sehingga Riko sempat memakainya beberapa kali.
"Untuk apa kamu mencariku? Kita tidak punya urusan apapun Hana. Dan saat ini aku sudah menikah jadi tolong kamu hormati istriku. Tidak pantas kita membahas masa lalu di sini" ucap Riko.
Seketika Dini menegang ketika mendengar perkataan Riko. Apalagi ada kata - kata masa lalu. Berarti wanita ini salah satu dari wanita - wanita masa lalu Riko.
Dini sebisa mungkin tegar, karena hal ini pasti cepat atau lambat akan terjadi padanya. Resiko menikah dengan seorang mantan playboy.
Yang penting Riko sudah menikah dengannya, itu artinya dialah pemenangnya. Dari semua wanita - wanita cantik di masa lalu Riko, Riko memilih Dini menjadi istrinya, pendamping hidupnya. Dini harus percaya diri dengan status nya sebagai wanita spesial dalam hidup Riko selain Mamanya.
Wanita yang benama Hana langsung meraih tangan Riko di depan mata Dini.
"Ko lihat anak ini, tidak kah kamu merasa wajah kalian mirip?" ucap wanita itu.
Jedddddaaaaaaar....
Bagaikan suara petir, kata - kata wanita itu langsung menusuk kebagian paling dalam di hati Dini. Dia langsung menatap gadis mungil dihadapannya.
"Apakah anak ini....?"
.
.
BERSAMBUNG