Playboy Insaf

Playboy Insaf
Seratus Tujuhpuluh Enam



Jam sembilan pagi Aril sudah sampai di Bandara Juanda. Bela sudah tak sabar menunggunya di depan pintu keluar. Begitu melihat wajah istrinya dari kejauhan Aril segera berlari dan langsung memeluk Bela dengan erat.


"I miss you sayang... " ucap Aril sambil berpelukan.


"Miss you too Mas.. Aku kangen bangeet" sambut Bela.


"Kamu sama siapa ke sini?" tanya Aril.


"Sama supir. Yuk, kita langsung ke Hotel. Kita diminta jadi bridesmaid pengantin. Jadi Mbak Yuli sudah menyiapkan pakaian dan penata rias untuk kita" jawab Bela.


"Apa aku tidak bisa menculik kamu dulu" tanya Aril.


"Ih Mas Aril mana bisa, kita sudah ditunggu oleh seluruh keluarga. Mereka semua sudah berkumpul di Hotel. Acara sudah dimulai. Kita sudah terlambat" jawab Bela.


"Ya sudah kalau begitu yuk kita pergi" sambut Aril mengalah.


Padahal pengen banget menculik istrinya dan membawanya kemana saja asal bedua. Untuk melepaskan kerinduan mereka karena sudah berpisah selama tiga minggu.


Aril menggenggam erat tangan Bela sampai mereka tiba di mobil. Aril terus menatap lembut wajah istrinya yang cantik itu.


"Kamu cantik sekali sayang" Aril mengecup lembut kening Bela.


Refleks Bela menyikut perut Aril.


"Mas malu ada Pak supir" tolak Bela.


"Pak supir juga pernah muda" jawab Aril.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di Hotel tempat pesta berlangsung. Mereka segera naik ke kamar hotel tempat mereka akan dirias.


Setelah selesai di rias seorang wanita datang membawa pakaian mereka.


"Lho inikan gaun untuk resepsi pernikahan kita Mas?" tanya Bela terkejut.


"Mungkin sepupu kamu gak punya modal yank buat beli gaun untuk kita" jawab Aril cuek.


"Enak aja" sahut Bela kesal.


Mereka mengikuti perintah dari MUA dan memakai gaun mereka.


"Sudah hampir jam sebelas. Acara akan dimulai. Ayo Mas, Mbak diminta turun ke bawah. Semua sudah menunggu" ucap penata rias.


Aril dan Bela turun ke aula Hotel ditemani penata rias yang dengan setia memegangi gaun Bela.


"Mas beneran gak apa - apa nih? Kok aku merasa jadi pengantinnya? Masak penampilan kita ngalahin pengantin aslinya sih?" tanya Bela tidak percaya diri.


"Sudah sayang dinikmati aja. Kita memang layak mendapatkan pujian. Aku tampan dan kamu sangat cantik" jawab Aril menenangkan Bela.


Pintu aula pun terbuka. Mereka disambut dengan suara tepukan dan iringan musik.


"Mari kita sambut pengantin kita hari ini" ucap seorang pembawa acara.


"A.. apa? Mas dengar tadi. Mereka bilang kita pengantin? Bukannya kita bridesmaidnya ya? Kemarin Ibu bilang begitu kok" bisik Bela yang berjalan bergandengan tangan dengan Aril


Bela dan Aril melihat semua sahabat mereka beserta orang tuanya sudah hadir di aula ini. Kedua orang tua Aril juga hadir, Bapak dan Ibu Akarsana.


Bela dan Aril melongo karena terkejut mendapatkan kejutan seindah ini dari keluarga dan para sahabatnya.


"Surprise..... " ucap Romi, Reni dan Riko.


"Ka.. kaliaaaan?" tanya Aril tak percaya.


"Kamu sudah berhasil mengerjain Bapak saat acara akad nikah kamu. Sekarang giliran Bapak yang kasih kejutan kepada kalian" ucap Pak Akarasana.


"Ja.. jadi pernikahannya Mbak Yuli?" tanya Bela.


"Mbak Yu kamu menikah minggu lalu. Kamu lupa ya waktu Aril melamar kamu kan Bapak tolak karena sepupu kamu menikah sebulan dari hari lamaran kalian. Makanya pernikahan kalian dipercepat satu minggu" jawab Bu Akarsana.


"Ya Tuhaaan... kita benar - benar dikerjain Mas" ucap Bela tak percaya.


"Sukses kan prank kami?" ucap Reni.


"Pantesan minggu lalu Mas Bimo dan Reni pergi keluar kota. Ternyata kalian pulang ke Surabaya ya?" tanya Bela.


"Sorry Sis.. kejutan untuk hari indah kamu. Senyum donk, seminggu ini manyun terus karena ditinggal suami" jawab Bimo.


"Terimakasih ya Mas atas kejutannya. Aku sangat suka" balas Bela.


Aril melirik ke arah Reni yang mulai terlihat gemuk dibagian perutnya.


"Nanti ya Setan Kecil. Aku akan mengucapkan terimakasih khusus untuk kamu. Aku punya oleh - oleh khusus untukmu dari Singapore" ujar Aril.


"Ayo Ril segera naik ke kelamina* eh ke pelaminan" perintah Romi.


Bela dan Aril naik ke atas pentas dan duduk diatas singgasana Raja dan Ratu sehari untuk mereka hari ini.


Aril dan Bela tak berhenti tersenyum dan masih tak percaya dengan apa yang mereka alami saat ini. Mata Bela berkaca - kaca merasa terharu dengan kejutan keluarga dan para sahabatnya.


"Mas aku masih tidak percaya" ucap Bela.


"Orang baik akan mendapatkan kebaikan. Percayalah.. kita kan sudah berbaik hati mewujudkan impian Bapak dan Ibu kemarin waktu kita menikah dan inilah balasan untuk kita" sambut Aril.


Para tamu undangan sudah ramai berdatangan. Aril dikenalkan dengan keluarga besar Akarsana. Mereka menyambut Aril dengan sukacita.


"Tampan banget suami kamu Bel" ucap para sepupu Bela.


Bela hanya tersenyum malu mendengar pujian keluarganya.


"Mereka tidak tau sayang, ketampanan wajahku ini sudah aku bawa ke dunia ini sejak aku lahir" bisik Aril.


Bela mencubit lengan Aril dengan gemas.


"Aaaw... sakit yank" jerit Aril tertahan.


"Aaah seandainya malam ini kita bisa menjalani malam pengantin kita pasti jadi lebih sempurna yank. Sayang banget kamu lagi datang bulan" bisik Aril.


Bela hanya bisa tersenyum kecut mendengar ucapan suaminya.


Dasar playboy tulen.. otaknya langsung ngeres, ujung - ujungnya pasti berakhir di tempat tidur. Lihat saja pembalasanku Mas karena kamu sudah membuat aku kangen kamu selama tiga minggu. Batin Bela.


Pesta berlangsung sangat meriah. Seluruh keluarga tampak sangat bahagia, begitu juga dengan pasangan pengantin hari ini.


Dengan kocaknya Aril berjoget diatas pentas ketika para sepupu Bela menariknya untuk menari.


Sontak seluruh tamu undangan dan keluarga tertawa melihat tingkah kocak Aril. Bela hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya dengan tingkah suaminya.


Kalau melihat Aril seperti itu, pasti tidak akan ada yang percaya kalau Aril itu adalah seorang CEO sebuah Perusahaan ternama.


Aril benar - benar menikmati acara hari ini. Keletihan dan lelahnya terbalas sudah semuanya hari ini. Rasa rindu dengan istrinya terbayar sudah dan kejutan spesial hari ini membuatnya terus tersenyum bahagia.


Acara berlangsung sampai sore hari. Jam empat sore acara sudah selesai. seluruh tamu undangan dan keluarga besar sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Hanya tinggal keluarga inti bersama para sahabat dan keluarga mereka yang menginap di Hotel ini.


Aril dan Bela pamit kembali ke kamar mereka tadi yang sudah disulap menjadi kamar pengantin. Lagi - lagi mereka sangat terkejut mendapati ini semua.


"Mas aku mandi duluan ya" ucap Bela.


"Iya yank, aku mau istirahat sebentar di balkon" jawab Aril.


Aril membuka jas dan dasinya. Kemudian menghisap sebatang rokok. Karena seharian ini dia tidak punya kesempatan untuk itu. Ponsel Aril bergetar tanda pesan masuk. Aril melihat banyak pesan group masuk.


"Udah rame aja mereka" gumam Aril.


Aril membaca satu persatu pesan para sahabatnya.


Bimo


Selamat berbahagia adik ipar 😄


Refan


Good Job bro 👌


Riko


Semoga sukses membobol pertahanan lawan. 💪


Bagus


Aku mah doa saja, semoga segera dapat momongan 😇


Romi


Selamat berjuang brother... semoga sukses malam pertamanya 😜


"Shiiit.... bagaimana mereka bisa tahu kalau aku belum belah duren sama Bela? Duh.. kalau mereka tau malam ini juga masih gagal pasti aku akan di bully"


.


.


BERSAMBUNG