
Akhirnya tiba juga saatnya laporan akhir tahun di perusahaan Romi. Semua Departemen mengirimkan dua orang wakil mereka dari tiap Departemen selain Kepala Departemen.
Sesuai perintah Romi di saat pertemuan pertama merek di kantor sebagai CEO dan sebagai karyawan baru di Departemen Keuangan.
Romi menugaskan Ela untuk mewakili Departemennya untuk memberikan laporan keuangan perusahaan selama satu tahun terakhir.
Ela bersama Mery menemani Kepala Departemen mereka yaitu Bu Monic mewakili Departemen Keuangan. Ela nanti akan melakukan laporan Keuangan Perusahaan di depan CEO dan seluruh perwakilan dari tiap Departemen.
Hal ini sudah lama di tunggu - tunggu oleh Romi. Dia ingin sekali melihat sepintar apa prestasi Ela dan kerja keras Ela selama satu bulan ini.
Ela sudah tegang sejak kedatangannya ke kantor pagi hari. Ini kali pertama baginya menghadiri rapat besar apalagi dia harus melakukan persentase di depan CEO dan seluruh perwakilan Departemen di Perusahaan tempat di bekerja.
"Duh Mer aku tegang sekali" ucap Ela dengan wajah yang tampak memucat.
"El sepertinya kamu harus menambah warna pemerah bibir kamu. Kamu terlihat pucat" sambut Mery.
"Benarkah? Mungkin karena aku tegang sekali" jawab Ela.
"Tarik nafas dan benafaslah dengan biasa. Ingat semua pasti akan berlalu. Yang penting kamu sudah bekerja keras dan berusaha, tinggal berdoa dan lakukan tugas kamu. Serahkan semua pada Allah. Percayalah perjuangan tidak akan mengkhianati hasil" pesan Mery memberikan semangat kepada Ela.
Ela mengikuti pesan yang dikatakan Mery. Tak lama kemudian Bu Monic datang menghampiri mereka.
"Kalian sudah siap?" tanya Bu Monic.
Wajah Bu Monic juga tampak sangat serius membuat Ela semakin bertambah tegang.
"Su.. sudah Bu" Jawab Ela ragu.
"Ingat Ela kamu jangan melakukan kesalahan. Semua laporan kamu sudah saya periksa, semua sudah benar. Tinggal bagaimana kamu menjelaskan kepada semua peserta meeting agar mereka bisa mengerti dengan apa yang kamu jelaskan nanti di depan pada anggota rapat" pesan Bu Monic.
"Baik Bu, saya akan melakukan yang terbaik" jawab Ela.
"Bagus, kalau begitu ayo kita naik ke ruangan meeting, sebentar lagi acara akan dimulai" ajak Bu Monic.
Ela menarik nafas panjang dan mulai berjalan mengikuti Bu Monic dan Mery rekan kerjanya.
Merek naik ke lantai nomor dua paling atas yaitu lantai yang tepat berasa dibawah lantai dimana ruangan CEO berada.
Tampak di lantai tersebut sudah ramai di hadiri oleh para perwakilan dari semua Departemen. Bu Monic dan dua anak buahnya langsunt masuk ke ruangan meeting.
Letak tempat duduk mereka tepat di hadapan CEO duduk nantinya. Ela semakin tegang ketika membaca papan nama CEO yang ada di seberang tempat duduknya.
Di dalam hati Ela tak henti - hentinya membaca doa, segala doa sudah dia ucapkan bahkan tadi pagi sebelum berangkat kerja Ela sempatkan untuk menelepon kedua orang tuanya dan meminta mereka untuk ikut serta mendoakan dia hari ini.
Lima menit kemudian semua peserta meeting sudah masuk dan duduk di kursi mereka masing - masing. Tinggal menunggu kedatangan CEO beserta sekretaris dan asisten pribadinya.
Tak lama kemudian Romi bersama sekretaris dan asisten pribadinya masuk ke dalam ruangan rapat. Sontak ruangan menjadi hening tanpa suara dan menambah aura mencekam dan sangat menakutkan bagi Ela.
"Baiklah rapat tahunan kita mulai. Ayo segera di mulai laporan dari tiap Departemen. Silahkan perwakilannya untuk maju ke depan" perintah RRomi
Departemen pertama maju adalah Departemen IT. Mereka melaporkan semua yang berhubungan dengan IT yang dipasang di Perusahaan ini. Segala kekurangan dan kelebihan juga kerusakan yang terjadi satu tahun terakhir.
Setelah itu Departemen Pemasaran. Perwakilan dari Departemen tersebut menjelaskan target pemasaran yang telah mereka capai selama satu tahun terakhir. Juga rencana pemasaran yang akan mereka jalankan untuk tahun depan.
Berikutnya adalah Departemen Umum. Perwakilannya menjelaskan tentang prestasi yang telah berhasil mereka lakukan untuk kemajuan Perusahaan mereka tercinta.
Baru setelah itu giliran Departemen Keuangan. Monic memandang Ela dan memberikan kode agar Ela segara berdiri dan melakukan tugasnya dengan baik dan benar.
"Bismillah.." ucap Ela sambil berdiri dan berjalan ke depan meninggalkan tempat duduk dia semula.
Romi menatap Ela tanpa berkedip. Ada sesuatu yang berbeda di wajah Ela tapi apa ya..? Romi memutar otaknya dan memperhatikan wajah Ela.
Ahaaa... dia memakai warna lipstik yang lebih terang. Cantik dan terkesan lebih percaya diri dan berani. Aku suka.. bagaimana kamu melaksanakan tugas kamu dengan baik? Batin Romi.
Ela memulai laporannya dengan tegas dan lancar. Ela menjelaskan semua laporan keuangan, pendapatan dan pengeluaran yang di capai perusahaan satu tahun terakhir dengan sangat jelas dan berdasarkan fakta - fakta yang telah dia siapkan.
Sampailah pada laporan akhir Ela.
"Berdasarkan laporan keuangan satu tahun terakhir, terjadi peningkatan keuntungan perusahaan satu tahun terakhir sebanyak dua puluh lima persen. Keuntungan ini lebih tinggi lima persen dari keuntungan satu tahun yang lalu" Ucap Ela diakhir persentasenya.
Seluruh anggota rapat bertepuk tangan atas prestasi perusahaan yang sudah dicapai mereka bersama satu tahun terakhir.
Terakhir tiba saatnya laporan dari Departemen HRD. Perwakilan Departemen menjelaskan tentang keluhan dan permasalahan yang dialami oleh para karyawan. Bicara tentang peningkatan kesejahteraan karyawan di perusahaan.
Hingga akhirnya Departemen HRD mengumumkan prestasi para kayawan.
"Karyawan terbaik tahun ini jatuh kepada saudara AA dari Departemen Pemasaran. Karyawan terfavorit jatuh kepada AB di departemen IT. Karyawan terdisiplin jatuh kepada AC dari Departemen Hukum. Dan terakhir karyawan pendatang baru yang berprestasi jatuh kepada saudari Cishela Budianto dari Departemen Keuangan " ucap perwakilan dari Departemen HRD.
Sontak para peserta meeting bertepuk tangan menyambut para karyawan yang berprestasi di perusahaan mereka. Romi menjabat tangan semua karyawan yang tadi disebutkan.
Saat giliran Ela Romi tampak menggenggam erat tangan Ela dan berkata.
"Laporan kamu tadi bagus, saya sangat puas atas kerja keras kamu dan saya akan segera memenuhi janji saya" ucap Romi memuji Ela.
Dengan senyum lega El membalas ucapan Romi.
"Terimakasih banyak Lakt, saya sangat merasa terhormat atas hadiah yang Bapak berikan kepada saya" sambut Ela sambil tersenyum lembut.
Diakhir acara Romi menutupnya dengan pidato dari CEO yaitu dirinya sendiri.
"Terimakasih untuk kalian semua, seluruh karyawan di Perusahaan ini yang telah bekerja keras bersama - sama berjuang untuk kemajuan perusahaan kita tercinta. Saya merasa sangat tersanjung atas prestasi yang telah kita capai bersama. Apalagi saat mendengar laporan dari Departemen Keuangan yang mengatakan kalau perusahaan mengalami keuntungan sebesar dua puluh lima persen. Oleh sebab itu saya sudah berdiskusi dengan bagian Keuangan dan HRD, dan hasilnya saya umumkan bahwa seluruh karyawan akan mendapatkan bonus sebanyak dua kali lipat dari gaji kalian masing - masing" ucap Romi mengakhiri kata sambutannya.
Sontak kata - kata terakhir Romi membuat ruangan tersebut seketika menjadi riuh setelah mendengar pengumuman dari pemilik perusahaan.
Ela tak henti - hentinya mengucapkan syukur kepada Allah di dalam hatinya. Wajah kedua orang tuanya langsung terbayang di dalam benaknya. Bulan ini dia akan mengirimkan uang yang banyak untuk kedua orang tuanya.
Bulan depan juga gajinya akan naik sesuai dengan janji Bos di kantornya. Sepertinya impian Ela untuk kedua orang tuanya akan cepat tercapai.
.
.
BERSAMBUNG