Playboy Insaf

Playboy Insaf
Limapuluh Lima



Esok harinya Bimo, Bela dan Ela berangkat pagi - pagi sekali. Awalnya Reni juga akan ikut mereka karena kemarin Reni pulang bareng Bimo. Mobilnya tinggal di kantor sehingga Bimo janji untuk mengantarnya ke kantor.


Tapi karena Refan dan Reni satu kantor akhirnya Reni pergi bareng Refan. Bimo hanya tinggal mengantar Bela dan Ela ke kantornya.


Setelah sarapan mereka berangkat karena takut telat terkena macet. Mereka sudah masuk ke dalam mobil yang dikemudikan.


"Ingat El sampai di sana kamu harus bertemu siapa?" tanya Bela.


"Aku harus bertemu Pak Agus bagian HRD" jawab Ela.


"Kamu ingat juga El nama sahabatnya Refan namanya Romi Hidayat" sambung Refan.


"Iya Mas, akan aku ingat" ujar Ela.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan Perusahaan Romi. Bimo menghentikan mobilnya tepat di depan loby kantor. Ela kemudian turun.


"Makasih ya Mas, Bela" ucap Ela.


"Sama - sama El. Good luck ya hari pertama kerjanya" balas Bimo.


"Selamat berjuang Ela... semangat... semoga sukses" ucap Bela memberi semangat.


Mobil berlalu dari hadapan Ela. Ela berdiri menatap perusahaan tempat dia akan bekerja.


Waaah perusahaannya besar juga. Aku tidak menyangka aku akan bekerja di tempat seperti ini. Batin Ela.


Ela melangkahkan kakinya berjalan menuju loby utama.


"Bismillah... " ucap Ela.


"Mau cari siapa Mbak?" tanya satpam.


"Saya mau bertemu Pak Agus di bagian HRD" jawab Ela.


"Oh baiklah, tunggu sebentar" balas satpam.


Ela menunggu ketika Pak Satpam sedang menelepon seseorang. Tak lama kemudian pria itu menutup teleponnya.


"Silahkan Mbak, langsung naik ke lantai sepuluh. Nanti sampai di sana tanya saja ruangannya Pak Agus dimana?" ujar Pria itu.


"Baik, terimakasih ya Pak" jawab Ela.


Ela segera berjalan menuju lift. Disana terlihat ada beberapa karyawan yang juga sedang antrian untuk naik. Ela ikut berdiri di belakang mereka.


Tak lama kemudian pintu lift terbuka dan Ela masuk dan menekan tombol angka sepuluh.


Setelah sampai di lantai sepuluh Ela langsung bertanya kepada wanita yang mejanya terletak tak jauh dari pintu lift.


"Pagi Mbak, saya mau bertemu dengan Pak Agus bagian HRD" ujar Ela.


"Maaf dengan Mbak siapa ya?" tanya wanita itu.


"Ela Mbak.. Cishela" jawab Ela.


"Tunggu sebentar ya" ujar wanita itu.


Wanita itu berdiri dan berjalan masuk ke dalam ruangan yang ada di belakang mejanya. Tak lama kemudian wanita itu keluar.


"Silahkan masuk Mbak, Pak Agus sudah menunggu di dalam" perintah wanita itu.


"Baik Mbak, terimakasih" sambut Ela.


Ela masuk ke dalam ruangan yang tadi dimasukin oleh wanita itu.


Tok.. tok..


"Masuk" perintah dari dalam.


Ela membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam ruangan.


"Selamat pagi Pak, perkenalkan nama saya Cishela Budianto, saya di perintahkan Bapak Romi Hidayat untuk datang menemui Bapak di sini" ucap Ela sambil menyerahkan amplop coklat yang berisi surat lamaran dan biodatanya.


"Silahkan duduk" sambut Pak Agus.


Pak Agus membuka amplop tersebut dan membaca semua biodata Ela.


"Baru tamat kuliah ya. Nilai - nilai kamu bagus. Kamu juga alumni universitas terkenal di Surabaya. Sudah lama mengenal Pak Romi?" tanya Pak Agus.


"Baiklah kalau begitu. Karena kamu belum punya pengalaman kerja sebelumnya kamu akan diberikan masa percobaan selama satu bulan. Di Perusahaan ini hanya ada lowongan kerja di bagian keuangan, ketepatan jurusan kamu juga sesuai dengan pekerjaan tersebut. Selama satu bulan ini kami akan menilai hasil pekerjaan kamu. Kalau memang kerja kamu bagus kamu akan segera diangkat menjadi karyawan " jelas Pak Agus.


Ela langsung berdiri dan menunduk hormat.


"Terimakasih Pak, saya akan bekerja dengan sungguh - sungguh dan akan memberikan yang terbaik" ungkap Ela.


"Lakukan jangan hanya kata - kata saja. Selama ini Pak Aril tidak pernah merekomendasikan seseorang karyawan untuk bekerja di sini. Termasuk juga kamu, beliau hanya menyuruh saya menerima dan memeriksa biodata kamu. Dan karena saya lihat nilai - nilai kamu bagus tidak ada salahnya saya mencoba memberikan kesempatan untuk kamu bekerja di Perusahaan ini. Jadi tidak ada hak istimewa untuk kamu di sini ya" tegas Pak Agus.


"Siap Pak, saya mengerti. Saya akan bekerja dengan sekuat tenaga saya" jawab Ela penuh pengharapan.


Pak Agus tersenyum melihat sikap Ela. Apa yang Pak Agus katakan adalah hal yang terjadi sebenarnya. Romi memang tidak menyuruhnya untuk menerima Ela langsung, Romi hanya menyuruhnya untuk menerima kedatangan seorang gadis yang ingin melamar pekerjaan di Perusahaan ini dan melihat biodata Ela.


Karena memang Ela anak yang pintar dan nilainya sangat bagus, Pak Agus ingin memberikan kesempatan kepada gadis ini untuk bekerja di perusahaan ini.


Pak Agus juga sangat yakin Ela tidak mempunyai hubungan apapun dengan Romi karena gadis yang ada di hadapannya bukanlah gadis tipenya Romi.


Walau cantik tapi gadis ini terlihat tomboy dan memakai jilbab. Sedangkan kriteria gadis - gadisnya Romi semuanya gadis - gadis yang cantik dan sexy.


Pak Agus juga menilai kalau Ela adalah gadis yang baik, pintar dan sopan sehingga hati Pak Agus tergerak untuk memberikan Ela kesempatan bekerja di perusahaan ini.


"Jadi Ela selamat bergabung di perusahaan ini. Kamu akan diantar oleh sekretaris saya ke bagian keuangan di lantai delapan. Nanti di sana kamu akan bertemu dengan Ibu Monic, beliau akan membimbing dan memberikan kamu tugas - tugas setiap harinya" perintah Pak Agus.


"Baik Pak, sekali lagi terimakasih banyak Bapak sudah memberikan kesempatan kepada saya. Saya berjanji tidak akan mengecewakan Bapak" Ela mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Pak Agus.


Pak Agus menerima uluran tangan Ela dengan senyuman ramahnya.


"Selamat bekerja" ujar Pak Agus.


"Baik Pak" Balas Ela.


Tak lama kemudian masuk wanita yang sebelumnya Ela temui di depan.


"Mery tolong antarkan Ela ini ke ruangan Bu Monic" perintah Pak Agus.


"Baik Pak" jawab wanita yang bernama Mery.


Mery menatap ke arah Ela.


"Ayo Mbak saya antar ke lantai bawah" ajak Mery kepada Ela.


"Iya Mbak" jawab Ela.


Ela berjalan mengikuti Mery ke lantai delapan melewati lift.


"Karyawan baru ya di bagian keuangan?" tanya Mery.


"Iya Mbak" jawab Ela tersenyum ramah.


"Perkenalkan saya Mery sekretaris Manajer HRD.


"Saya Ela" jawab Ela. Mereka saling berjabat tangan.


Mery mengantarkan Ela sampai ke lantai delapan dan bertemu dengan Bu Monic Manajer Keuangan.


Ketika mereka hendak masuk ke ruangan Manajer Keuangan tiba - tiba Mery menahan tubuh Ela.


"Tunggu El, kita belakangan saja. Sepertinya CEO sedang sidak ke bagian keuangan" ucap Mery..


"CEO? Apakah Pak Romi yang kamu maksud?" tanya Ela bingung.


"Iya" jawab Mery.


"Mana dia? Yang mana orangnya?" tanya Ela penasaran ingin melihat wajah CEOnya yang hanya dia kenal namanya saja.


"Tuh barusan saja masuk ke ruangan Manajer Keuangan bersama asistennya" Ucap Mery sambil melirik ke arah dua pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan yang ada di hadapan mereka.


Ela sempat melihat kedua pria tersebut tapi salah satu pria yang dia lihat tadi sepertinya wajahnya tidak asing. Tapi Ela lupa dimana dia pernah melihatnya.


Siapa pria itu? tanya Ela dalam hati.


.


.


BERSAMBUNG