
08.30 di Restoran Alfi
Sesudah mengantar kan Sindi ke kampus,Bimo meminta izin kepada Sindi karena ada urusan penting. Sindi memberi kan izin kepada Bimo. Setelah mendapat kan izin,Bimo menuju ke Restoran Alfi. Setiba nya di ruangan Alfi,kebetulan Dewi sedang berada di sana.
"Pagi Tuan,nyonya," Rendy menyalami Alfi dan Dewi.
"Jangan sungkan sungkan Nak Rendy" ujar Alfi tidak enak hati,
"Nak Rendy bandel." Dewi menimpali dengan muka cemberut.
"Hehehe.. Maaf paman,Tante Saya lupa," jawab Rendy sambil nyengir kuda.
"Ada apa sepagi ini Nak Rendy menghampiri kami?," tanya Alfi penasaran.
"Ada masalah sama Sindi?," timpal Dewi.
"Tidak Tante,Saya kesini hanya ingin meminta izin." perkataan Rendy membuat kedua orang tua Sindi mengherenyitkan dahi.
"Saya ada kepentingan mendadak Tante,mungkin hanya dua Hari." Imbuh nya.
"Oh.. Tante kira ada apa," jawab Dewi dengan hati lega.
"Tante tidak usah hawatir,Saya sudah menyuruh dua BodyGuard Saya untuk mengganti kan posisi Saya." ujar Rendy.
"Nak Rendy tidak usah berlebihan,padahal hanya dua Hari," jawab Alfi,
"Tidak Paman. Saya sangat hawatir kepada Sindi," Rendy memberi kan alasan. Mendengar jawaban Rendy,Alfi dan Dewi saling pandang dan tersenyum sambil mengangkat bahu.
"Kalau itu keingan Nak Rendy,Kami hanya bisa pasrah." jawab Alfi,Rendy tidak sempat menjawab,karena Sindi menelpon nya.
"Sebentar Paman." Rendy meninggal kan Alfi dan Dewi.
-
-
-
"Bim...."
"Iya Nona..." jawab Bimo
"30 menit lagi Aku pulang,"
"Baik Nona,Saya akan segera kesana."
Mendengar jawaban Bimo,Sindi langsung mematikan telpon. Bimo hanya mengangkat bahu tanda tidak mengerti.
-
-
-
"Ada apa Nak Rendy?," Dewi tiba tiba datang,
"30menit lagi Sindi pulang tante," jawab Rendy,
"Oohh..." Dewi membulat kan bibir nya.
"Kalau begitu,Saya pamit dulu Tante." Rendy menyalami Dewi dan Alfi.
"Hati - Hati Nak Rendy." Nasihat Alfi di jawab anggukan oleh Rendy,Pemuda itu segera keluar dari Restoran Alfi setelah memakai topeng nya.
-
-
-
"Aku rasa Nak Rendy benar benar Mencintai Sindi," ujar Dewi sambil tersenyum. Alfi menghampiri Istri nya dan memegang pundak nya.
"Feeling seorang Ayah tidak akan salah Sayang," Alfi memeluk Dewi di bagian perut,Dewi berbalik menghadap Alfi sambil melingkar kan tangan nya di leher Suami nya.
"Aku sangat bahagia Mas,karena Putri Kita akan mendapat kan seorang Lelaki Impian nya." ujar Sewi sambil tersenyum Bahagia.
"Kita Doa kan saja semoga Mereka Berdua mendapat kan yang terbaik." jawab Alfi
"Aammiinn..." jawab Dewi semakin bahagia.
Melihat istri nya bertingkah menggemas kan,Alfi tergoda dan langsung menyerang istri nya.
"Sshh...Emph... Mas ini di tempat kerja" suara dewi terdengar berat
"Ruangan Pribadi ku kedap suara Sayang." Alfi terus menyerang Istri nya. Mendengar jawaban Alfi,dewi hanya pasrah,dan mereka berdua melanjut kan aksi nya.
*
*
*
*
*
"Kita mau kemana Nona?," tanya Bimo sambil mengendarai mobil.
"Kita ke Butik Ibu," jawab Sindi.
"Nyonya sedang berada di Restoran bersama Tuan." jawaban Bimo membuat Sindi mengherenyit kan dahi.
"Kok Kamu tahu?,"
"Tadi Nyonya memberi tahu Saya." jawab Bimo terlihat tenang
"Kalau begitu Kita ke Restoran Ayah." titah Sindi tak ambil pusing.
"Untung saja jiwa kepo nya tidak muncul."
*
*
*
"Tumben Nona sepagi ini sudah pulang?,"
"Tugas Aku udah beres," jawab Sindi,
"Oohh.. Nona kapan Wisuda?,"
"Mungkin dua atau tiga Bulanan lagi," mendengar jawaban Sindi,Bimo menyeringai bahagia.
"Aku akan segera menikahi mu." Batin bimo
"Saya tidak apa apa Nona. Saya mendoa kan supaya Nona menjadi Lulusan Terbaik." jawab Bimo sedikit gelagapan.
"Aneh banget sih ni Orang." gerutu Sindi.
"Apa rencana Nona selanjut nya?," Bimo mengalih kan pembahasan.
"Aku sih pengen nya lanjutin S2," jawab Sindi sambil menerawang,
"Bagai mana kalau ada yang melamar Nona?," pertanyaan Bimo membuat Sindi melotot kepada nya.
"Sembarangan... Aku belum siap Menikah." jawab Sindi sewot
"Aku akan Menikahi mu Gadis Mungil."
"Hehe.. Maaf Nona,Saya hanya menebak." Bimo cengengesan.
Mereka sudah sampai di restoran Ayah nya,Sindi memasuki Restoran ayah nya dengan perasaan kesal karena perkataan Bimo.
Ceklek...
Sindi membuka pintu Ruangan Ayah nya yang tidak di kunci. Alangkah kaget nya Sindi melihat keadaan Ibu nya berantakan.
"Ibu... kenapa kok berantakan banget sih?," Sindi memperhatikan dari atas sampai bawah.
"Tidak apa apa Sayang,barusan Ibu Ketiduran." jawab Alfi mencoba tenang.
"I-i-iya Sayang,barusan Ibu tidur nyenyak sekali." timpal Dewi cengengesan,Sindi juga memperhatikan Ayah nya,
"Ayah kenapa?," Sindi melihat kameja Ayah nya kusut.
"A-a-ayah juga ketiduran sayang" jawab Alfi sambil merapih kan Kameja nya.
"Dasar bodoh. Ternyata Kau sangat polos." Bimo memperhatikan Sindi dari jauh,Pemuda itu tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.
"Tugas kamu udah selesai?," tanya Alfi yang sudah terlihat Rapih.
"Iya..."
Sindi menunjukan wajah kesal nya di depan kedua Orang Tua nya,sehingga membuat Kedua Orang Tua nya tersenyum dan saling pandang.
"Kenapa Anak Ibu kok cemberut?, siapa yang jahatin Anak kesayangan Ibu?," tanya Dewi sambil berekspresi lebay.
"Ibu lebay..." jawab Sindi semakin cemberut
"Kamu kenapa Sayang?," tanya Alfi sambil membelai rambut Putri nya,
"Tau tuh gara gara si Bimo..." jawab Sindi sambil memanyun kan Bibir nya.
"Emang kenapa sama Bimo?, apa di jahat sama Kamu?," tanya Dewi.
"Iya dia jahat..." jawaban Sindi membuat kedua orang tua nya mengherenyit kan dahi,
"Memang nya bimo kenapa?," tanya Alfi penasaran,
"Bimo mendoa kan Aku cepat Nikah setelah selesai Wisuda." jawab Sindi cemberut,membuat Ibu nya langsung mencubit pipi nya.
"Iihh... Ibu sakit tau," rengek Sindi semakin cemberut.
"Habis nya Kamu sangat menggemas kan Sayang." Dewi masih mencubit pipi Putri nya.
"Memang nya kenapa kalau kamu Menikah sesudah Wisuda hmp?," tanya Alfi,
"Iihh... Ayah ko ikutan si Bimo sih?," tanya Sindi sambil bersidekap.
"Bukan begitu Sayang,Ayah hanya ingin mendengar Alasan mu." Alfi menjelaskan.
"Poko nya Sindi belum siap Nikah!" tegas Sindi.
"Terserah Kamu,Kami hanya mendoa kan yang Terbaik buat Kamu" ucapan Alfi langsung membuat Putri nya tersenyum dan memeluk nya.
"Terima Kasih Ayah..." ucap Sindi,wajah nya terlihat sangat ceria.
"Hari ini,Kamu mau Jalan - Jalan?," pertanyaan Dewi di jawab gelengan oleh Sindi.
"Kalau begitu,Kamu pulang nya bareng Kita aja?," tanya Alfi.
"Tadi Bimo kesini,dia minta izin dua hari sama Ayah..." imbuh Alfi.
Deg....
Mendengar perkataan Ayah nya,Hati sindi seakan tidak terima. Namun gadis itu masih terlihat tenang.
"Kalau Kamu tidak keberatan,Bimo suruh pulang saja,biar urusan nya cepat selesai." ujar Alfi. Sindi menarik napas dalam,dan mengeluarkan nya perlahan.
"Iya..." Mendengar jawaban Sindi,Alfi langsung memanggil bimo.
"Ada apa Tuan?," tanya Bimo.
"Kamu boleh pulang Bim," Mendengar perkataan Alfi,Bimo masih terdiam seakan meminta penjelasan.
"Sindi pulang sama Kita,jadi Kamu boleh pulang,supaya urusan Kamu cepat selesai." imbuh alfi yang langsung di angguki oleh bimo.
"Kalau begitu,Saya permisi Tuan..." Bimo undur diri.
*
*
*
"Kenapa Hati ku malah melarang nya?," Sindi memperhati kan Bimo yang sudah jauh melajukan mobil nya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG