Playboy Insaf

Playboy Insaf
Undangan



19.00 di Apartemen Rendy


Rendy sedang duduk di sofa ruang tengah,di temani secangkir Cappucino hangat dan sebatang roko di tangan nya. wajah Rendy terlihat sangat kacau karena mengingat kejadian tadi sore. Sindi menerima Undangan Pesta Ulang Tahun yang ke 24 dari Anggle.


"Kenapa dia sangat bodoh?," gumam Rendy sambil mengacak ngacak rambut nya. Tiba tiba Kedua Asisten nya datang.


"Apa yang kalian dapat?," tanya Rendy kepada dua Asisten nya,


"Bos,,Kami mendapat kan berita mengejut kan!" ujar Rafa dengan wajah serius,


"Apa?," tanya Rendy,


"Kami rasa,ini semua ada hubungan nya dengan Aldi." jawab Romi,


"Kami mendapat kan Informasi dari Club yang biasa Kita kunjungi," imbuh Rafa,


"CEPAT KATAKAN!! JANGAN BERTELE TELE!!" teriak Rendy kepada Kedua Asisten nya,


"Sembilan Hari yang lalu,Anggle bertemu dengan Aldi di Club itu Bos." jawab Romi


"Mereka Berdua sering tidur bersama," Imbuh Rafa,


"JADI APA HUBUNGAN NYA DENGAN ALDI?," teriakan Rendy semakin keras,


"Kami rasa Aldi dan Anggle bekerja sama." jawab Romi,


"Iya Bos," timpal Rafa,


"Mana Bukti nya?," tanya Rendy


"Aldi juga hadir dalam pesta itu Bos," jawab Romi,


"Iya Bos," timpal Rafa. Rendy langsung mencerna jawaban dari Kedua Asisten nya.


"Mulai besok pagi Kalian buntuti Aldi!" titah Rendy,


"Baik Bos," jawab Kedua Asisten nya,


"Kalian boleh pergi," titah Rendy,


"Baik Bos,Selamat Malam." pamit Kedua Asisten nya.


"Jika terjadi sesuatu kepada Gadis Mungil ku,Aku akan menghancur kan Kalian Berdua"


*


*


*


*


*


20.30 di kamar Sindi


Malam ini Sari menginap di rumah Sindi,karna Sindi ingin curhat kepada Sari mengenai permasalahan konyol yang mengganjal di fikiran nya.


"Apa yang mau Kamu cerita kan?," tanya Sari,


"Aku Berteman dengan Anggle," jawab Sindi,


"Masa sih?," tanya Sari sambil mengherenyit kan dahi,


Sindi mencerita kan kejadian saat Anggle menolong Sindi dari penjambret,sampai Anggle ingin Berteman dengan Sindi.


"Besok Aku menghadiri acara Ulang Tahun Anggle," imbuh Sindi,


"Benarkah?," Sari bertanya dengan raut wajah tidak percaya,


"iya..." jawab Sindi,


"Kenapa Kamu malah menerima Undangan nya?," tanya Sari sambil mengherenyit kan dahi,


"Karna Anggle mengundang ku." jawab Sindi dengan wajah polos,membuat Sari menggeleng kan kepala nya,


"Kamu tidak takut kalau Anggle mempunyai niat jahat kepada mu?," tanya Sari,


"Anggle tidak mempunyai niat jahat kepada ku." jawab Sindi sambil menggeleng kan Kepala.


"Kamu harus Waspada! Anggle itu Wanita tidak baik! Dia sering menyebar kan berita hoax." Perkataan Sari membuat Sindi mengherenyit kan dahi.


"Berita tentang apa?," tanya Sindi,


"Tentang My Rendy." jawab Sari sambil nyengir,


"Apa hubungan nya dengan ku?," tanya Sindi dengan wajah heran,


"Intinya Kamu harus tetap Waspada Sindi." Nasihat Sari hanya di jawab decihan oleh Sindi.


"Aku juga heran kepada dua Orang ini," ucap Sindi sambil menyerah kan Foto Romi dan Rafa.


"Aku sering bertemu Mereka Berdua." Sindi memberi tahu,


"Terus kenapa?," tanya Sari,


Sindi mencerita kan rentetan kejadian saat bertemu dengan Romi dan Rafa,dari mulai pertemuan pertama Sindi hampir di leceh kan Romi dan Rafa,sampai Sindi selalu di hampiri Mereka Berdua ketika sedang ngobrol bersama Anggle.


"Memang nya Mereka Berdua merugi kan mu?," Pertanyaan Sari di jawab gelengan kepala oleh Sindi.


"Lalu mengapa Kamu takut kepada Mereka Berdua?," tanya sari,


"Mood Aku hancur jika melihat muka Mereka Berdua." jawaban Sindi membuat Sari menggeleng kan kepala nya.


"Kalau tidak merugi kan mu,kenapa Kamu harus takut?," tanya Sari,


"Ih Sari,,,Aku udah kasih jawaban!" jawab Sindi sambil mencemberut kan bibir.


"Seharus nya Anggle yang Kamu takuti,bukan dua Orang yang tidak penting itu!" ujar Sari memberi saran.


"Kita ngobrol masalah lain saja?," Sindi mengalih kan perbincangan.


"Kau sungguh bodoh." Sari merutuki Sindi dalam hati.


Mereka Berdua kembali melanjut kan Perbincangan yang sama sekali tidak berguna,sampai kedua nya ambruk dan tertidur karena mengantuk.


*


*


*


*


*


22.30 di Club malam Happy happy


Aldi dan Anggle sedang berada di salah satu ruangan VVIP,raut wajah Mereka Berdua terlihat sangat bahagia karena sedikit lagi rencana mereka akan berhasil.


"Apa Gadis tengil itu masuk ke dalam jebakan mu?," tanya Aldi,


"Kau menyebut nya tengil?,sedang kan Kau malah ingin mencicipi nya." sindir Anggle,


"Hahahahaha... Entah lah,Aku juga bingung," jawab Aldi sambil menyesap roko nya,


"Bagai mana,Kau berhasil menjebak Gadis tengil itu?," imbuh Aldi,


"Iya.... ltu bukan urusan berat." jawab Anggle dengan sombong,


"Apakah Artis bodoh beserta Kedua Asisten nya yang Idiot itu curiga?," tanya Aldi


"Tidak!" jawab Anggle,


"Aku sudah tau," balas Aldi dengan wajah polos,


"Lalu mengapa Kau bertanya?," Pertanyaan Anggle membuat Aldi menatap tajam ke arah nya,


"Aku hanya mengetes mu,karna dari awal kau tidak setuju dengan rencana ku ini." Sindir Aldi dengan senyuman sinis nya.


"Iya iya,,,Kau memang hebat," Anggle memuji Aldi,sambil melihat Aldi dengan tatapan menggoda,


"Kau menggoda ku?," tanya Aldi,


"Menurut mu?," tantang Anggle,


"Baiklah jika itu mau mu," Aldi langsung menyerang Anggle. Mereka berdua melaku kan nya dengan sangat liar,Sebelum esok Hari melancar kan rencana kepada Rendy dan Sindi.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG