
07.00 di Apartemen Rendy
Pagi ini Rendy sudah siap akan menuju ke Rumah Sakit untuk menengok Gadis Mungil nya. Namun saat dia melewati ruang tengah,Rendy melihat Kedua Asisten nya sudah menunggu nya sambil memasang wajah ketakutan.
"Selamat Pagi Bos." Romi dan Rafa menyapa Bos nya,Rendy hanya menjawab dengan menaikan satu alis nya tanda bertanya,"mau apa Kalian?,"
"Boss,,,Kami mohon maaf atas kejadian kemarin malam." ucap Romi sambil menunduk,
"Kami benar benar merasa sangat bersalah Bos,,maaf kan Kami." imbuh Rafa.
"Aku maaf kan Kalian untuk masalah yang satu ini," Rendy menjeda perkataan nya lalu menghampiri Kedua Asisten nya.
"Karena Mereka Bermain pintar." imbuh nya sambil melirik sekilas ke arah Kedua Asisten nya,lalu berjalan ke arah pintu keluar. Sebelum keluar,Rendy kembali berbalik kepada dua Asisten nya dan berkata,
"Hari ini,Kalian beres kan Anggle dan si Penjahat Kelamin itu! Hancur kan Mereka Berdua!" titah Rendy kemudian pergi meninggal kan Kedua Asisten nya dengan wajah menahan emosi.
"Romi dan Rafa tidak sepenuh nya salah."
Rendy baru saja mengemudi kan mobil yang biasa ia guna kan untuk mengantar jemput Sindi keluar dari gerbang Apartemen nya,tiba tiba segerombol Wartawan mencegat nya dengan memberi kan banyak pertanyaan. Rendy menjawab pertanyaan Mereka dengan hanya melambai kan tangan dan memberi kan senyuman yang di paksa kan. Kemudian Rendy mengambil ponsel nya dan menelpon Kedua Asisten nya.
"Hallo Bos?," Romi yang menjawab,
"Kalian beres kan semua Berita tadi malam! Aku tidak mau kalau Sindi sampai melihat Berita itu!" titah Rendy kemudian memati kan sambungan nya.
Bugh...
Rendy memukul stir mobil nya lumayan keras,raut wajah Pemuda itu tetlihat sangat emosi di sertai sedikit rasa sedih.
Rumah Sakit
Rendy sudah tiba di Rumah Sakit tempat Sindi di rawat. Rendy memarkir kan mobil nya setelah melihat keadaan aman dari para WTS pengganggu. Rendy masuk ke dalam Rumah Sakit dengan mengguna kan masker dan topi,supaya tidak ada yang mengetahui identitas nya. Sesampai nya di ruangan tempat Sindi di rawat,Rendy melihat Dewi sedang membelai wajah Cantik Sindi yang masih Koma.
Tok...tok...tok...
Dewi melihat ke arah pintu,setelah mengetahui si pengetuk adalah Rendy,Dewi langsung mempersilah kan Rendy untuk masuk kedalam.
"Tante,,Paman kemana?," tanya Rendy setelah masuk ke dalam,kemudian duduk di sofa yang sudah di sediakan.
"Paman sedang ke Resto sekalian ambil salin untuk Sindi," jawab Dewi sambil melihat ke arah Rendy,
"Tante,,bagai mana keadaan Sindi?," pertanyaan Rendy membuat Dewi kembali melihat Putri tunggal nya,
"Seperti yang Nak Rendy lihat." suara Dewi terdengar berat,
"Maaf kan Rendy Tante." ucap Rendy sambil tertunduk. Dewi kembali melihat Rendy,lalu bangkit dari duduk nya dan menghampiri Rendy,
"Tidak apa apa Nak. Ini bukan salah Nak Rendy,justru Tante sangat Berterima Kasih kepada Nak Rendy." jawab Dewi panjang lebar sambil melihat Rendy dengan tatapan terharu,
"Nak Rendy sudah sarapan?,"
"Belum Tante." jawab Rendy sambil menggeleng kan Kepala nya,
"Kalau begitu Tante beli kan." Dewi berjalan ke arah pintu,
"Tidak usah Tante!"
"Sudah tidak apa apa. Tante juga belum sarapan. Tante titip Sindi sebentar ya." ucap Dewi lalu keluar menuju Kantin.
-
-
-
Setelah Dewi pergi,Rendy menghampiri Sindi. Pemuda itu berdiri di atas Sindi yang sedang Koma di atas brankar. Rendy mengelus elus wajah Sindi penuh Kasih Sayang. Hati nya sangat hancur melihat melihat Gadis Mungil yang sangat dia Cintai harus Koma dengan keadaan wajah babak belur.
"Aku sudah mengutus Kedua Asisten ku untuk menghancur kan Mereka Berdua."
Rendy mengelus elus semua bagian wajah Sindi,lalu mencium semua bagian wajah Sindi yang babak belur. Rendy menciumi nya sangat lembut dan penuh Kasih Sayang.
Tak terasa butiran bening menetes di wajah Tampan Rendy. Hati nya benar benar tak sanggup melihat keadaan Gadis Mungil nya. Kemudian Rendy mencium kening Sindi lumayan lama.
"Aku sangat Mencintai mu Sindi."
Tok..tok...tok
Dewi sudah kembali dari Kantin,kini Wanita Paruh Baya itu datang bersama Alfi. Sepasang Pasutri itu melihat Rendy sangat bersedih melihat keadaan Sindi. Alfi dan Dewi ikut menitikan air Mata melihat Rendy begitu Mencintai Putri tunggal Mereka. Dewi dan Alfi sangat berayukur,karena Tuhan mengabul kan Doa Sindi. Setelah menyeka air Mata,Dewi dan Alfi masuk ke dalam.
"Nak Rendy ayo Kita sarapan bersama." ajak Dewi sambil menata makanan yang baru saja dia beli,
"Baik Tante Terima Kasih." jawab Rendy setelah menyeka air Mata nya,lalu menghampir Alfi dan Dewi yang sedang menata makanan di meja.
Mereka Bertiga makan dengan hening,tidak ada obrolan di antara Mereka Bertiga. Yang ada hanya Rasa Sedih di Hati Rendy,dan Rasa Haru di Hati Alfi dan Dewi. Setelah selesai sarapan pagi,10 menit kemudian Dimas dan Dona datang menjenguk Sindi,karena baru menerima kabar dari Romi dan Rafa tadi pagi.
"Assalamualaikum..."
"Waalailumsalam..."
Setelah berpelukan dengan Dewi dan bersalaman denga Alfi,kemudian Dona menghampiri Sindi dengan raut wajah yang sangat hawatir.
"Jeng Dewi,ada apa dengan Nak Sindi?," tanya Dona sambil melihat ke arah Sindi,
"Sindi di jebak dan hampir saja di perkosa." jawab Alfi dengan suara berat,mendengar jawaban Alfi,Dona menutup mulut nya,sedang kan Dimas menggeleng kan Kepala,Dimas dan Dona benar benar kaget.
"Ya ampun... Siapa Orang yang berani melaku kan itu?," tanya Dona,
"Kami belum tahu jelas siapa saja dalang di balik semua rencana ini. Tapi pelaku utama nya sudah di aman kan Polisi." jawab Alfi,
"Siapa Orang itu?," tanya Dimas dengan wajah menahan kesal,
"Putra Tuan Hendra." mendengar kan jawaban Alfi,Dimas memejam kan mata nya,Pria Paruh Baya itu tidak habis fikir. Tiba tiba Ponsel Rendy berdering,karena Romi menelpon nya. Rendy permisi keluar untuk mengangkat telpon dari Romi.
"Ada apa?,"
"Bos,,Kami sudah menculik Anggle." Romi memberi tahu,
"Kenapa?,"
"Bos hukuman apa yang pantas untuk Wanita ular itu?," mendengar Pertanyaan Romi,,Rendy menyeringai menakut kan,
"Bagai mana dengan Keluarga si Penjahat Kelamin?,"
"Kami pasti kan Hari ini Mereka jatuh miskin Bos." di sebrang sana,Romi menjawab dengan penuh semangat.
"Bagus,,,sekarang Kalian Berdua temui Aku di Apartemen." titah Rendy,lalu memutus kan sambungan,dan kembali masuk ke dalam ruangan Sindi. Rendy pamit kepada Kedua Orang Tua nya dan Orang Tua Sindi karena alasan ada kepentingan mendadak.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG