Playboy Insaf

Playboy Insaf
Mental Tahu



Pukul 21.45 di Kediaman Prastya


"Mulai besok,Kau akan tahu sifat asli Gadis Mungil mu," Kakek tiba tiba berada di kamar Rendy,


Sedangkan Rendy,Pemuda itu terlihat lesu karna selama 15 hari bersama Sindi dia selalu mendapatkan tatapan tidak suka dan kata kata yang sangat menyakiti nya.


"Benarkah?,"


Tanya Rendy memperlihat kan waja lesu nya,membuat Kakek menghampiri nya.


Pletak....


Kakek menjitak kening Rendy,


"Kau sangat payah! baru juga 15 Hari Kau sudah mengeluh?, dasar mental tahu," ucap Kakek langsung meninggalkan Cucu nya yang masih melamun.


"Apakah benar yang di katakan kakek?," Rendy tidak yakin dengan ucapan Kakek nya,Pemuda itu kembali mengingat kebersamaan nya bersama Sindi selama 15 hari kebelakang.


Flashnack On


Setiap hari Rendy dan Kakek Sugiono selalu membuat drama untuk Sindi,dari mulai menyelamatkan Sindi dari preman suruhan,menangkap copet suruhan,hingga berkelahi dengan Mahasiswa suruhan.


Drama yang di buat Rendy dan kake Sugiono berjalan dengan baik,tidak ada satu Orang pun yang curiga dengan drama yang mereka buat,bahkan Aldo pun tidak tau. Aldo memilih menjauhi Sindi karena Bimo selalu melihat nya dengan tatapan Membunuh.


Banyak mahasiswi yang menggosipkan Sindi dengan kata kata yang tidak baik. tapi Sindi lebih memlih tidak menanggapi semua itu,bagi Sindi yang penting dirinya Selamat,dan tidak ada yang berani mengganggu nya. Sindi benar benar merasa Aman bersama Bimo.


Tapi sayang nya sikap Sindi kepada Bimo selalu buruk,gadis itu sering berkata kasar dan melihat Bimo dengan tatapan tidak suka,karena Bimo yang selalu melihat Sindi dengan tatapan Mesum.


Bimo menyadari kesalahan nya,mau bagaimana lagi?, Rasa Cinta nya yang semakin hari semakin bertambah harus dia tahan,masih syukur Bimo bisa menahan diri dan hanya mengekspresikan semua nya dengan tatapan Mesum.


Flashback Of


"Ini sangat menyakitkan. Aku sangat mencintaimu Sindi. hanya Kau satu satu nya yang aku inginkan,"


"Baiklah Gadis Mungil,jika itu mau mu maka akan Aku kabulkan. Kita lihat sampai mana Aku akan bertahan menghadapi sikap mu,"


Tekad Rendy untuk mengabulkan keinginan Gadis Mungil nya dan kembali mengingat semua kata kata dan prilaku Sindi kepada nya.


"Aku tidak suka berbicara dengan mu ! Kau hanyalah Supir ! jadi berbicara lah seperlu nya," Bimo dimarahi hanya karna mengajak ngobrol.


"Kau hanyalah seorang Supir,tidak usah mengatur Ku," Sindi memarahi Bimo karna pemuda itu melarang Sindi agar berhenti menjadi playgirl.


"Hei jaga tatapan Mata mu ! Kau tidak pantas menatap ku dengan tatapan seperti itu ! karna derajat mu hanyalah seorang Supir" Bimo di bentak hanya karna menatap kagum Sindi yang terlihat cantik meskipun sedang makan


"Kau tidak usah mengikuti Ku sedekat ini. Aku sangat malu jika teman teman Ku mengetahui Aku berdekatan dengan mu," Sindi kembali memarahi Bimo yang tak sengaja terlalu dekat mengikuti nya di kampus maupun saat Sindi jalan jalan.


Masih banyak lagi kata kata pedas yang di berikan Sindi kepada Bimo. Belum lagi di tambah prilaku Sindi yang seenak dengkul menyuruh Bimo tanpa perasaan. Dari mulai disuruh membeli pembalut di saat keadaan Maal sedang ramai,di suruh membersihkan sepatu di depan Sari,menghina di depan teman teman nya di kampus,masih banyak lagi.


Tak terasa air mata Rendy menetes begitu saja,Pemuda itu benar benar sakit hati


"Apakah Mantan ku merasa kan Perasaan yang sama dengan ku?," Rendy mengingat dosa dosa nya dulu yang selalu mempermalukan mantan kekasih nya di depan media gosip.


"Maafkan Aku wahai para Mantan,Aku menyesal ! Aku takkan mempermalukan Kalian jika sakit nya seperti ini," gumam nya dengan suara lirih


"Kamu kenapa sayang?," Dona dan Dimas tiba tiba masuk karena di suruh Kakek menenangkan Rendy.


"Terahir Daddy melihat mu menangis adalah 20 Tahun yang lalu," Dimas ikut duduk,kini mereka berdua duduk dengan Putra bungsu nya Rendy berada ditengah.


"Sabar Nak,Mommy yakin Kamu pasti bisa," Dona membelai wajah putra nya dengan penuh kasih sayang.


"Aku tak menyangka bahwa Putra bungsu ku memiliki mental tahu dalam urusan Cinta," ledek Dimas membuat Dona menatap tajam ke arah nya.


"Tidak semua Perjalan Cinta berjalan dari awal,ada yang butuh perjuangan," Dimas menjeda ucapan nya.


"Masih banyak Kisah Cinta yang lebih menyedihkan dari mu," ucap Dimas sambil menepuk punggung Putra nya dan bangkit dari duduk nya.


"Daddy harap,Kamu benar benar mencintai Gadis itu,dan berhentilah menjadi PlayBoy jika Kamu tidak ingin Karma yang lebih buruk menimpa Kisah Cinta mu." Dimas berkata serius,lalu meninggalkan putra bungsu nya yang terlihat sedang berfikir.


"Nah gitu dong,Anak mommy terlihat Ganteng jika sedang berfikir," pujian Dona membuat Rendy tersenyum.


"Yaudah kalo gitu Kamu keluar dulu gih,itu kedua Asisten mu sudah menunggu dari tadi," Dona memberi tahu.


"Ada apa mereka kemari?," tanya Rendy,


"Mommy tidak tahu Nak,Mereka kemari membawa beberapa Berkas," jawab Dona,


"Ayo...." Dona berjalan keluar meninggalkan Rendy.


"Ada apa Mereka kemari?," gumam Rendy sambil menuju Ruang Tamu.


Hrok...hiyuw....hrok...hiyuw..


Dengkuran Romi dan Rafa yang ketiduran di ruang tengah karena sudah satu jam lebih menunggu bos nya yang sedang galau.


Byurr....


Rendy menyiram kedua asisten nya,hingga membuat kedua nya batuk. Karena air yang Rendy siram masuk kedalam hidung mereka.


"Uhuk...uhuk...uhuk... Bos..." Sapa kedua Asisten nya,


"Ada apa kalian kemari?,"


"Ada tiga Stasiun televisi yang mengajukan Kontrak," Romi menyerahlan beberapa berkas.


"Astaga Aku lupa memberi tahu Mereka."


"Tolak semua Kontrak yang masuk selama 3 Bulan kedepan. Jika ada Media yang menanyakan ku,bilang kepada Mereka bahwa Aku sedang liburan kesuatu Tempat." titah Rendy.


"Baik Bos," jawab kedua Asisten nya.


"Kalian boleh pergi,"


"Baik Bos Selamat malam," pamit kedua Asisten nya.


"Dasar Wong Edan,,,main nyiram seenak dengkul" protes Rafa


"Seperti nya besok Aku akan terkena flu." Ha...bruist... Romi bersin


*


*


*


*


*


*


Di rumah Alfi


"Kenapa rasa nya semakin hari Aku semakin nyaman bersama Bimo?," Sindi mengingat begitu sabar nya Bimo menghadapi sikap nya.


"Aaa... Tidak tidak tidak !! Dia bukan Level ku !! bukan juga selara ku !!" Sindi mengingat status kedua nya.


"Kenapa hati ku malah tak terima setiap Aku memarahi nya ?" Sindi mengingat cacian yang dia berikan untuk Bimo


"Mata mesum nya membuat Aku tak nyaman" Sindi kembali mengingat tatapan Mata Bimo.


Gadis itu terlihat bimbang,ingin baik tapi dia takut dengan tatapan Mesum Bimo dan sangat gengsi dengan status kedua nya. Ingin memaki dan mempermalukan nya,tapi hati nya malah menolak.


"Argh... pusing Kepala ku memikir kan nya" Gadis itu memilih untuk tidur sambil memeluk guling.


BERSAMBUNG