Playboy Insaf

Playboy Insaf
Duaratus Duapuluh Satu



Tok.. Tok.. Tok...


Pintu kamar Romi dan Ela di ketuk. Romi dan Ela yang masih tidur - tiduran usai shalat subuh terkejut mendengar pintu mereka di ketuk dari luar.


"Mas ada yang datang" ujar Ela.


"Udah biarin saja, ngapain coba ketuk pintu kita pagi - pagi begini. Pasti orang yang gak ada kerjanya" jawab Romi.


Tok.. Tok.. Tok...


"Mas lihat aja dulu" ujar Ela.


Dengan kesal Romi membuka pintu kamarnya. Dan dia semakin kesal ketika melihat siapa yang ada di depannya.


"Ngapain lagi kamu? Mau gangguin aku lagi?" tanya Romi kesal.


Aril tersenyum tulus kepada Romi. Dia tidak punya niat buruk pada sahabatnya itu.


"Aku hanya mau ajak kamu dan Ela mengelilingi pulau ini dengan kapal pesiar. Atau kita bisa jalan ke pulau - pulau yang tak jauh dari pulau ini" ajak Aril.


"Aku gak mau, aku ke sini hanya untuk honeymoon" tolak Romi.


"Ayolah Rom.. honeymoon kan bisa dilakukan malam hari. Dari pagi sampai sore kita masih bisa jalan - jalan" bujuk Aril.


"Tidak mau, aku hanya mau kelonan sama istriku sepanjang hari selama kami di sini" jawab Romi.


"Kalau kamu melakukan itu kepada Ela selama seminggu ini dijamin Ela akan berakhir di Rumah Sakit Romi... Kamu gak kasihan apa istri kamu di porsir terus untuk melayani kamu. Honeymoon itu bukan hanya untuk begituan saja Romiiii... tapi quality time menikmati hari bersama istri tersayang.


Menikmati yang aku maksud di sini bukan hanya diatas tempat tidur, Ela bisa trauma sama kamu kalau kamu kurung dia seperti tawanan dan hanya melayani keingin kamu yang sudah lama berpuasa. Gak gitu juga makna buka puasa bagi kita sang mantan Casanova" nasehat Aril.


Romi terdiam dan tersadar mendengar nasehat Aril.


"Tumben otak kamu sehat" sambut Romi.


"Segila - gilanya aku, aku masih sehat Rom memperlakukan istriku. Buktinya aku sanggup puasa sebulan setelah kami menikah. Kemudian hanya berbuka selama sebulan dan harus puasa lagi sebulan penuh. Aku bisa menahannya demi wanita yang paling aku sayangi. Istri itu wanita yang harus kita lindungi, sayangi dan bahagiakan. Bukan sebaliknya dia yang harus melakukan itu semua untuk kita. Menikah itu tarik ulur, terkadang kita yang mengalah terkadang kita berhak menuntut " ungkap Aril.


Romi menelan salivanya. Gara - gara sudah puasa setahun lebih dia jadi lupa diri untuk berpuasa. Seketika Romi merasa malu kepada Aril.


Romi terdiam sesaat dan mencoba mencerna semua pesan - pesan dan semua perkataan Aril.


"Gimana Bro?" tanya Aril.


"Gimana apanya?" Romi balik bertanya. Tiba - tiba pikirannya kosong.


"Mau gak aku ajak keliling pulau ini pakai kapal pesiar. Kita bisa diving, snorkeling bersama, menikmati indahnya pulau cinta ini" bujuk Aril.


"Tapi kami belum sarapan" elak Romi.


"Kami juga Rooom. Ih kamu ya jadi oon karena mabuk ranjang" ledek Aril.


Romi hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal. Jujur setelah kegagalan malam pertamanya Romi memang tidak ingin honeymoon dia dan Ela diganggu Aril.


Oleh sebab itu Romi tidak memikirkan hal - hal seperti yang Aril katakan tadi. Dia memang ingin menghabiskan hari - hari di pulau ini hanya dikamar saja kelonan dengan istrinya. Anget - angetan dan mesra - mesraan.


Saat Aril membujuknya tadi Romi jadi merasa bersalah kepada Ela. Ela pasti punya rencana dan impian datang ke pulau ini. Bukankah datang ke tempat ini adalah keinginannya sejak dulu.


Apalagi Ela tipe wanita tomboy pasti dia punya hobby yang sedikit memakai adrenalin. Pasti Ela punya niat untuk berenang, berlayar, jalan - jalan dan menikmati semua keindahan pulau ini. Baik yang diatas laut ataupun dibawah laut.


"Baiklah aku akan tanyakan ide kamu ini kepada Ela. Kalau dia mau kami akan ikut tapi kalau dia menolak, mohon maaf bro kalian saja yang pergi" ucap Romi akhirnya.


"Dia pasti mau bro" sambut Aril gembira.


"Kok kamu yang tau isi hati istriku. Ela itu istriku aku lebih tau isi hatinya. Dia pasti lebih memilih berada dalam pelukanku sepanjang hari" ujar Romi percaya diri.


Aril membalasnya dengan senyuman.


"Jangan terlalu yakin bro.. sebaiknya kamu tanyakan segera pada Ela" balas Aril.


"Baiklah, kamu tunggu saja di kamar kamu. Nanti aku kabari lewat telepon" jawab Romi.


Aril berjalan menuju kamarnya sedangkan Romi berbalik badan dan kembali bergabung bersama istrinya di bawah selimu kamar mereka.


"Siapa tadi Mas?" tanya Ela penasaran.


"Aril" jawab Romi singkat.


Romi mempererat pelukannya pada Ela


"Ngapain Mas Aril datang pagi - pagi begini?" tanya Ela semakin penasaran.


"Biasalah ingin mengganggu kita" jawab Romi cuek.


"Dia tidak sakit kan? Atau Bela mungkin Mas?" tanya Ela khawatir.


"Mereka baik - baik saja sayang. Tidak ada yang sakit. Aril tadi mau ajak kita keliling pulau ini pakai kapal pesiar" jawab Romi akhirnya.


"Benarkah?" tanya Ela antusian.


Wajahnya seketika bersinar dan bersemangat.


"Kamu mau yank?" tanya Romi tak tega.


Sebenarnya tadi dia masih ingin menggagalkan ide Aril ini. Tapi setelah melihat wajah bahagia Ela, Romi jadi tidak tega membatalkannya.


"Mau donk Mas. Dulu impianku datang ke pulau ini karena katanya pemandangan di pulau ini sangat bagus. Banyak yang bisa dilakukan di sini. Kita bisa berenang, divisi, snorkeling dan juga jalan - jalan dengan kapal pesiar mengelilingi pulau ini. Pasti semuanya indah Mas, cantik banget pastinya. Aku sudah gak sabar" ungkap Ela dengan penuh antusias.


Romi tersenyum kecut. Aril benar, dia lebih tau isi hati istrinya dari pada dia sendiri. Romi jadi malu pada dirinya sendiri.


"Mas... Mas.. Maaaas... " panggil Ela.


Romi tersentak karena barusan dia sempat melamun.


"Eh iya yank" sahut Romi.


"Beneran nih kita mau pergi? Aku udah gak sabar" tanya Ela.


"Tapi apa kamu gak capek? Tadi malam kan kita udah capek olahraga yank?" tanya Romi.


"Aku gak capek Mas. Justru aku jadi kembali semangat. Karena ini kali pertama aku ke pulau ini. Rugi donk kalau hanya di kamar saja" ucap Ela.


Gleg... Romi menelan salivanya. Lagi - lagi pikirannya salah. Dia kira Ela akan lebih memilih berada dalam pelukannya sepanjang hari dari pada harus jalan - jalan. Ternyata Ela merasa rugi kalau mereka berada di kamar terus.


"Jadi kamu rugi kalau kita berada di kamar terus?" tanya Romi akhirnya.


Ela terdiam karena dia tersadar kalau suaminya ini seperti kecewa.


"Bu.. bukan begitu maksud ku Mas. Tapi saat honeymoon kan masih banyak yang bisa kita lakukan selain di dalam kamar. Saat hari terang kita honeymoon diluar, saat malam hari baru di kamar" ungkap Ela dengan wajah mulai merona karena malu.


Romi jadi gemas denga perubahan wajah Ela. Dan dia tergoda dengan kata - kata Ela barusan.


"Baiklah yank kita akan pergi berlayar siang ini. Tunggu sebentar aku akan kabari Aril ya" ujar Romi.


Romi segera mengirim pesan nya kepada Aril.


Romi


Ril, aku dan Ela setuju ikut kalian berlayar dengan kapal pesiar hari ini.


"Yesss.... " pekik Ela kesenangan.


.


.


BERSAMBUNG