
Seminggu kemudian tibalah acara rutin mereka. Pengajian para geng playboy insaf. Kali ini diadakan di kantornya Romi.
Semua para sahabat sudah sampai di kantor Romi. Tinggal Aril yang datang belakangan.
"Sehat kamu Ril?" tanya Bima.
"Woaaa sehat donk, Aril geto loh" jawab Aril penuh percaya diri.
"Halaaaah gaya banget lo. Sama gurita aja KO" potong Romi.
"Iya sampai pingsan dengan wajah bengkak - bengkak dan merah. Persis seperti orang yang baru kena gebukin" ledek Riko.
"Dari mana kalian tau?" tanya Aril curiga.
Aril segera melirik ke arah Romi.
"Waktu kamu pingsan di rumah sakit aku memberi kabar mereka semua" jawab Romi.
"Yeee sembarangan kamu menyebarkan aib sahabat sendiri" protes Aril.
"Gitu tuh kalau pikirannya negatif melulu. Aku itu kabari mereka karena khawatir dengan keadaan kamu dan meminta doa dari mereka semua untuk kesembuhan kamu" jawab Romi.
Seketika mata Aril. berkaca - kaca karena terharu dengan ucapan Romi.
"Benarkah Rom? Sesayang itu kamu padaku" ujar Aril hampir menangis dan menggenggam mesra tangan Romi.
"Ih kok aku merinding ya lihat wajah Aril begini. Amit - amit deh Ril, udah buruan sembuh ah Ril ngidamnya. Geli aku" protes Romi sambil melepaskan tangan Aril yang baru saja menggenggam tangannya dengan mesra.
"Hahaha... itu yang aku rasakan hampir satu bulan" potong Riko.
"Ampun banget deh, lihat kelakukan adik ipar kamu Bim. Mudah - mudahan ponakan kamu gak serusak dia" ujar Romi.
Bimo hanya tersenyum melihat tingkah Aril yang hampir menangis.
"Kok aku merasa dia di bully ya.. wajahnya sedih banget" ujar Refan.
"Semua yang kalian lakukan padaku itu jaaaahaaaat" ujar Aril.
"Buahahahaha..... ya Allah Ariiil.... geli banget lihat wajah kamu sekarang. Ada gak yang sempat tadi fotoin wajah Aril" tawa Bagus pecah.
Begitu juga dengan pada sahabat Aril yang lain. Aril jadi malu dan segera berusaha bertingkah senormal mungkin.
Untung Galuh datang sebagai penyelamat Aril. Galuh datang bersama ustadz yang akan mengisi pengajian rutin mereka hari ini.
Karena Ustadz sudah datang mereka serempak diam dan mulai mengikuti pengajian bersama. Alhamdulillah perlahan - lahan hidup mereka sudah semakin baik, semakin soleh dan semakin solid.
Sekarang persahabatan mereka tidak hanya berlima Riko, Romi, Aril, Refan dan Bagus tapi tambah dua lagi Bimo dan Galuh. Hanya saja Galuh memang yang paling jarang bertemu.
Satu jam kemudian pengajian selesai, Galuh sudah pulang bersama Ustadz. Kini hanya tinggal mereka berenam lagi.
"Hebat kamu Ril berhasil mengagalkan malam pertama Romi" puji Bagas.
"Kamu kan sudah aku ingatkan Rom, jangan sampai nasib malam pertama kamu sama dengan aku" sahut Riko.
"Kalau kalian di posisiku apa kalian tega membiarkan Bela sendirian mengurus Aril yang sudah tidak sadarkan diri? Bela yang sedang hamil anak kembar harus pontang panting menyelamatkan suami yang tidak tau diri ini" sambut Romi.
"Enak aja aku gak tau diri. Justru karena aku tau diri istriku lagi hamil makanya aku bawa jalan - jalan biar dia happy, istri dan anakku sehat semuanya" jawab Aril tak mau kalah.
"Aku sangat khawatir pada saat itu" potong Bimo.
"Terimakasih kakak ipar sudah mengkhawatirkanku" sambut Aril.
"Aku bukan khawatir sama kamu, tapi khawatir sama Bela yang lagi hamil harus ngurusin suami banyak tingkah seperti kamu" balas Bimo.
"Mampu* lo" umpat Riko senang.
"Hahahaha... " tawa Refan dan Bagus pecah.
Aril hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kali ini aku tidak merencanakannya. Aku tidak pernah makan gurita selama ini jadi saat aku melihat menu makanan sate gurita aku ingin sekali makan itu. Aku kira karena gurita sebangsa dan setanah air dengan cumi - cumi pasti tidak akan masalah kalau aku makan. Ternyata setelah aku memakannya seluruh tubuhku panas dan gatal. Kemudian leherku seperti tercekik dan aku sesak nafas. Baru kemudian aku pingsan tak sadarkan diri" ungkap Aril.
"Tapi aku salut sama kamu Ril, walau kali ini tidak disengaja tapi kamu berhasil membuat malam pertama Romi gagal. Hebat kamu bisa membuat teman senasib seperjuangan, sebangsa dan setanah air dunia playboy, semua bisa merasakan apesnya malam pertama kalian" ledek Bagus.
"Ambil hikmahnya aja Rom jangan kesal. Mungkin kamu memang harus ditakdirkan gagal malam pertama untuk menebus kesalahan - kesalahan kalian dulu. Setidaknya menebus dosa kamu hanya singkat tidak seperti Aril yang lama sampai satu bulan" potong Refan.
"Hahahaha.... " Bimo, Refan dan Bagus tertawa.
"Bimo yang udah dua kali nikah aja bisa berhasil" ujar Aril.
"Eits... aku kan bukan mantan playboy dan ingat malam pertamaku juga hampir gagal karena kamu memprovokasi Jeta untuk mengganggu malam pertamaku" sahut Bimo.
"Dasar biang kerok" potong Riko kesal.
"Hahahaha... " akhirnya mereka semua tertawa.
Tak terasa maghrib sudah berlalu. Mereka bersiap - siapa untuk pulang ke rumah masing - masing.
Sebulan kemudian.
Aril dan Bela sedang memeriksakan kendungan Bela yang sudah berusia tiga bulan. Mereka sedang berkunjung ke dokter kandungan.
"Bagaimana keadaan anak - anak kami dok?" tanya Aril ingin tau.
"Alhamdulillah keduanya sehat Pak dan sangat aktif. Ini pasti karena Mamanya juga sangat sehat dan selalu menjaga kehamilannya dengan baik" puji Dokter kandungan.
"Alhamdulillah" jawab Aril dan Bela berbarengan.
"Kapan kami bisa mengetahui jenis kelamin anak - anak kami dok?" tanya Bela.
"InsyaAllah bulan depan sudah bisa Bu itu juga kalau posisi anak - anak memungkinkan untuk kita bisa melihatnya. Terkadang ada anak yang pemalu dan manutupinya sehingga sulit untuk melihat jenis kelaminnya" jawab Dokter.
Aril mengangguk puas mendengar jawaban Dokter.
"Saya yakin anak - anak saya tidak begitu Dok. Mereka pasti anak - anak pemberani" sambut Aril.
"Hahaha iya ya Pak, seperti Papanya" sahut Dokter.
Aril tersenyum bangga sedangkan Bela tersenyum karena lucu melihat sikap suaminya yang mempunyai rasa percaya diri berlebihan.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan Dokter memberikan resep obat juga vitamin untuk Bela.
"Ini resep obatnya ya Bu, jangan lupa di minum secara teratur. Minum susu, buah dan makan makanan yang sehat dan bergizi" pesan Dokter.
"Baik Dokter, terimakasih" sahut Bela.
"Kalau begitu kami pamit pulang dulu Dok, selamat malam" ucap Aril.
Aril dan Bela keluar dari ruangan prakter dokter kandungan. Setelah mereka berada di luar mereka berdua sangat terkejut melihat pasangan suami istri yang sedang duduk menunggu antrian untuk pemeriksaan di dokter kandungan.
"Mas Riko, Dini. Kalian ngapain di sini? Apakah ada kabar gembira?" tanya Bela yang berjalan menghampiri Dini.
"Dini hamil Ko?" tanya Aril turut bahagia
Riko dan Dini saling pandang.
.
.
BERSAMBUNG
Hai readers... sudah lama banget ya aku tidak menyapa kalian. Apa kabarnya para readers semua? Semoga kalian semua beserta keluarga sehat semua ya..
Maaf minggu kemarin aku lama banget tidak update karena ada sebuah kesibukan. Aku harap kalian masih setia menunggu kelanjutan novel aku yang ini.
Terimakasih sudah setia membaca novel ku ya.. jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like, komentar, vote, kembang atau hadiah yang lainnya ya.. agar aku lebih semangat dalam berkarya.
Love u all...