
Sementara di rumah orang tua Dini.
"Lho Pa.. Ma.. kenapa kok pulang basah - basahan begini?" sambut Anita dengan nada terkejut dan khawatir.
Begitu juga suami Anita juga ikut berdiri menyambut kedatangan mertuanya.
"Tadi ban mobil kempes" jawab Papa Dini.
"Jadi Papa dan Mama hujan - hujanan mengganti ban mobil?" tanya Anita.
"Kenapa gak telepon aku Pa, Ma biar aku susul dan bantuin gantiin bannya" sambung Suami Anita.
"Tadi di jalan bertemu Riko. Dia yang akhirnya bantuin kami gantiin ban mobil" jawab Mama Anita dan Dini.
"Mas Riko?" tanya Anita.
"Riko" ucap suami Anita terkejut.
"Trus Mas Riko nya gimana keadaannya? Pasti basah kuyup juga kan? Kasihan banget dia" tanya Anita.
"Lebih basah dari kami pastinya" jawab Mama Dini.
Papa Dini langsung meninggalkan istrinya dan anak - anaknya. Dia segera berjalan menuju kamarnya.
"Papa kenapa Ma?" tanya Anita.
"Papa masih berat menerima bantuan dari Riko. Kata Papa dia punya hutang pada Riko dan suatu saat dia pasti akan membayarnya" jawab Mama Dini.
"Ya Allah Papa segitunya membenci Mas Riko. Pasti Mas Riko sakit banget mendengar perkataan Papa tadi" sambut Anita.
"Riko langsung menolak, katanya tidak ada hutang, dia ikhlas membantu. Sudah ya Mama mau ke kamar menyusul Papa kamu. Nanti dia marah lagi, sepertinya dia masih kesal karena tadi bertemu Riko di jalan" ucap Mama Dini.
Kini hanya tinggal Anita dan suaminya di ruang keluarga rumah orang tuanya. Mereka tadi siang bertemu dengan Riko saat di rumah Bimo.
Tapi Anita dan suaminya tidak bisa berlama - lama di sana. Karena hari ini adalah akhir pekan seperti biasa Anita dan keluarga kecilnya menginap di rumah orang tua Anita sejak Dini tinggal di Bandung. Alasan mereka agar Papa dan Mamanya tidak kesepian karena di tinggal Dini.
"Papa kamu sudah kelewatan yank. Riko pasti sakit banget diperlakukan seperti itu" ucap suami Anita.
Anita menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Mas kayak gak tau aja gimana sifat Papa. Papa itu susah sekali merubah keyakinannya. Kalau dia sudah membenci Mas Riko sangat sulit membuatnya jadi suka" jawab Anita.
"Tapi kan kita hanya manusia biasa yank, Allah saja bisa menerima maaf dan menghapus semua dosa - dosa Riko di masa lalu. Masak kita tidak. Itu artinya kita sombong donk, merasa lebih hebat dari Allah" sambut Suami Anita.
"Astaghfirullah... gimana ya cara merubah cara pandang Papa kepada Mas Riko. Aku juga bingung Mas" ujar Anita.
"Doakan terus Papa, semoga Allah melembutkan hati Papa dan bisa melihat ketulusan Riko. Sejauh ini Riko benar - benar sudah berubah menuju kebaikan. Mudah - mudahan apa yang Riko lakukan hari ini bisa merubah penilaian Papa kepada Riko" ungkap Suami Anita.
****
Keesokan harinya di rumah Papanya Dini.
"Pa maaf kalau aku sedikit ikut campur mengenai Riko" ucap Suami Anita memberanikan diri untuk berbicara tentang Riko dan Dini.
Papa Anita melirik sesaat kepada menantunya itu kemudian kembali sibuk memberi makan ikan di kolam.
"Aku salah satu yang ikut mengenalkan dan membantu proses ta'aruf Riko dengan Dini. Jadi aku merasa punya tanggung jawab juga atas hubungan mereka. Dini sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. Tentunya aku tidak akan sembarangan mengenalkan dia dengan seorang pria. Sebelum mengenalkan Riko dengan Dini aku sudah mengenalnya lebih dulu. Dia bersama enam orang teman - temannya termasuk suami Kinan mempunyai keinginan untuk memperbaiki hidup mereka dengan memperdalam ilmu agama. Mereka membuat pengajian rutin seminggu sekali secara bergantian di kantor mereka dengan memanggil seorang Ustadz. Aku berusaha membantu mereka dengan menjadi perantara untuk mencari Ustadz yang akan mengisi ceramah. Dari situ aku mengenal sosok Riko. Dia pengusaha muda yang sukses dan bertanggung jawab. Hanya satu kesalahannya dia pernah hidup bebas saat dia remaja hingga sekitar setahun yang lalu. Tapi aku sangat salut dengan mereka Pa. Allah sangat sayang kepada mereka sehingga memberikan hidayah sebegitunya kepada mereka. Mereka masih muda Pa dengan kesuksesan di dalam genggaman tangan mereka. Tapi mereka masih ingat beribadah dan memperdalam ilmu agama mereka. Saat Anita dan Kinan berniat untuk mengenalkan Dini dengan Riko terlebih dahulu aku mengorek informasi tentang Riko kepada Refan suami Anita. Riko bersih, masih berstatus single dan sehat. Benar memang dulu dia pernah hidup bebas tapi dia tetap menjaga keamanan" ungkap Suami Anita.
Papa Dini hanya diam dan tidak protes sedikitpun. Itu artinya dia tidak melarang Suami Anita untuk melanjutkan ceritanya.
"Tolong Pa, Papa pertimbangkan lagi tentang hubungan mereka. Aku bukan ingin menggurui Pa. Aku tau ilmu agama dan pengalamanku masih sejengkal dibandingkan Papa. Tapi Ustadz sering berkata. Allah saja yang Sang Maha Penguasa masih mau memberikan maafnya kepada umatnya yang telah berbuat salah. Masak kita yang hanya manusia biasa tidak bisa? Tolong Pa, kasih kesempatan kepada Riko untuk mengenal keluarga kita. Papa kasih dia kesempatan kemudian Papa nilai dan kenali lagi dia lebih dalam. Kalau memang Papa tetap tidak setuju dan merasa dia memang tidak cocok dengan Dini. Aku tidak akan ikut campur lagi. Tapi tolong kasih dulu dia Pa kesempatan untuk menunjukkan jati dirinya" pinta Suami Anita.
Papa Dini menghentikan kegiatannya dan menarik nafas dalam.
"Papa hanya menghargai kamu sebagai menantu tertua Papa selebihnya jangan paksa Papa lagi untuk menerima pria itu" ucap Papa Dini dingin.
Suami Anita tersenyum tipis. Merasa Papa Dini sudah memberikan sedikit celah untuk Riko masuk ke dalam keluarga ini.
"Terimakasih Pa, akan aku jaga perasaan Papa ini. InsyaAllah aku tidak akan membuat Papa kecewa" jawab Suami Anita.
Siang harinya Suami Anita mengirim pesan kepada Riko.
Galuh
Assalamu'alaikum Riko. Tadi pagi aku sempat berbicara sedikit dengan Bapak. Bapak memberi peluang kepada kamu untuk menunjukkan keseriusan niat kamu kepada Dini. Aku tak ingin memberikan harapan besar kepada kamu. Tapi mungkin hanya inilah yang bisa aku bantu. Selamat berjuang untuk meraih masa depan kamu mendapatkan restu dari Bapak.
Riko yang saat itu sedang santai di apartemennya sambil belajar mengaji melalui televisi segera meraih ponselnya yang bergetar tanda pesan masuk.
Riko membuka pesan itu dan membacanya. Sontak Riko langsung bersujud syukur.
Terimakasih ya Allah setidaknya KAU sudah memberikan sedikit kemurah hati kepada Papa Dini agar mau menerima kehadiranku. Tolong lembutkan hatinya dan berikan aku kekuatan dan lancarkanlah semua usahaku ini untuk menyempurnakan separuh agamaku. Doa Riko dalam hati.
Riko segera membalas pesan suami Anita.
Riko
Terimakasih banyak Mas Galuh. Aku tak tau harus berkata apa lagi, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan Mas Galuh.
Galuh
Aamiin... selamat berjuang bro..
Dini... sabarlah wahai bidadari surgaku. Aku akan mengantonh restu orang tuamu untuk mempersuntingmu. Dengan izin Allah kita akan mengarungi hidup rumah tangga kita dimasa depan. Batin Riko bahagia.
Tak henti - hentinya Riko mengucapkan syukur kepada Allah yang telah memberikan dia kesempatan untuk meraih masa depannya yang bahagia.
.
.
BERSAMBUNG