
"Beres juga nih film sialan." wajah Rendy terlihat kesal
"Baru kali ini gw memerankan tokoh menjadi Pemuda culun,jelek,dan selalu dibully." imbuh nya.
Sedangkan Romi dan Rafa hanya membisu,mereka merasa berdosa melihat Rendy tersiksa selama tiga bulan dengan peran nya. Semua itu karena ide gila dari Refan dan Reza yang di bantu oleh kedua asisten Rendy.
Flashback On
Setelah mendapatkan tanda tangan Rendy,romi dan rafa menuju restoran mewah di pusat kota untuk menemui kedua kakak rendy
''Heh idiot,gimana tugas kalian ?." tanya Refan pada kedua asisten Rendy
"Beres tuan." Rafa menjawab.
"Aman terkendali." Romi menimpali sambil menyerahkan kontrak kerja sama yang sudah di tanda tangani Rendy.
Hahahahahaha...
Kedua kakak Rendy tertawa bahagia,karna rencana mereka berhasil.
"Hahahaha Tuan Bungsu yang angkuh akan segera berubah." Reza
"Hahahaha kita lihat saja bagaimana wajah angkuh nya berubah jadi culun dan di bully." Refan
"Huh?, apa mereka bilang?, angkuh?, hei psikopat gila,apa kalian pikir kalian rendah hati?, jika buka karna ancaman gila kalian mana sudi kami melakukan nya." batin Rafa & Romi
Refan dan Reza mereka berdua terlihat sangat Bahagia ketika rencana mereka berhasil. Membuat peran yang sangat Rendy benci,yaitu lelaki culun,jelek,dan slalu dibully.
Refan sangat kesal,karena Rendy selalu membuntuti dan mencari cari kesalahan Santi. Tanpa menanyakan alasan nya mengapa Refan sangat mencintai Santi dan mempertahan kan gadis itu.
Karna itu lah Refan mendapat ide gila ini,dia mendiskusikan ide gila nya bersama Reza yang langsung menyetujui ide gila nya.
"heh idiot,bagai mana bisa kalian mengelabui Adiku yang angkuh itu?." tanya Refan.
"Dasar psikopat gila,bukan kah dengan berisikan kontrak yang tidak jelas dan sulit di mengerti,kalian hanya memperjelas bayaran 5x lipat dari bayaran Bos Rendy pada umum nya." gumam Romi & Rafa.
Romi dan Rafa tetap menceritakan semua nya dengan tenang. Meskipun hati mereka kesal.
"Haha aku lupa." Refan masih terlihat bahagia.
"Kalian jangan bocorkan rahasia ini !, jika masih mau hidup senang!." ancam Reza kepada dua Asisten Rendy.
"Baik Tuan." jawab mereka berdua.
"Ini tips buat kalian,sisa nya nyusul." Reza yang sudah puas tertawa memberikan 2 amplop yang berisi Uang. Setelah kedua Kakak Rendy pergi,Romi dan Rafa saling pandang dan menatap 2amplop menggiurkan tersebut.
"Gimana nih?," Rafa tak enak hati.
"Gw juga bingung,Gw gk kebayang giamana frustasi nya Bos jika harus memeran kan karakter yang slalu dia tolak." Romi dengan wajah lesu.
Mereka berdua tidak tega menambah masalah bagi Rendy. Cukup lama mereka berdua berfikir sambil tak hentinya melihat dua amplop yang sangat menggiurkan.
"Jangan nolak rejeki!, apalagi nyiksa diri 7 hari." Rafa berkata lesu setelah mengambil amplop.
"Ayo kita buka puasa," ajak Romi ikut mengambil amplop. Mereka berdua menuju tempat biasa nya,untuk bersenang senang.
Reza Prastya dan Refan Prastya
Flashback of
"Mudah mudahan ini semua cuma 1x." Rendy.
"Maafkan kebodohan kam Bos " Romi.
"Iya Bos,maafkan kita." Rafa.
"Tidak apa apa,lagian sudah beres." Rendy dengan wajah lesu.
"Terimakasih bos,bagai mana kalo kita rayakan kebebasan ini bos?," Romi terlihat semangat.
"Saran yang bagus!, gimana kalo kita seperti biasa nya Bos?," Rafa tak kalah semangat.
"Dasar idiot,urusan ginian paling pinter dan sewot ." Rendy menggeleng gelengkan kepala.
"Ayo...." ajak Rendy yang langsung di ikuti kedua asisten nya. Mereka bertiga menggunakan mobil sport milik Rendy menuju club malam terbaik di kota itu.
Club Malam happy happy
"Kalian masuk duluan." titah Rendy kepada 2 Asisten nya.
Romi dan Rafa sudah masuk terlebih dahulu dan memesan ruangan VVIP beserta 4 orang wanita.
Sedangkan Rendy masih di luar,karna dia harus menerima vidio call dari kedua Kakak kembar nya menelpon hanya untuk membully Rendy karna sanggup menyelesaikan peran terberat nya.
"Dasar psikopat gila!." teriak Rendy sambil memutus kan panggilan.
Rendy akan masuk ke dalam club,tapi dia urung kan karena Rendy melihat seorang gadis berlarian dengan raut wajah ketakutan. Rendy menghampiri gadis tersebut.
"Hai nona ada apa?," tanya Rendy.
"Tolong saya tuan!." ucap gadis itu sambil gemetaran dan menangis.
"Bicara lah yang jelas Nona," Rendy terbawa panik.
"Tuan,Saya di jebak!, Saya akan di perkosa!." ucap gadis itu sambil menunjuk ke arah 2 Preman dan 1 Pemuda yang terlihat sedang mengejar nya.
"SINDIIII,,KEMARI KAU KITA BELUM SELESAI" teriak si Pemuda sambil di ikuti 2 Preman.
"Ternyata Sindi nama nya."
Rendy memperhati kan gadis itu bergantian dengan ketiga Orang yang sedang menghampiri nya. Rendy terlihat tenang melihat melihat 3 Orang itu. Rendy malah bersidekap dada sampai ketiga Manusia itu datang. Alangkah terkejut nya mereka bertiga saat melihat Rendy yang bersidekap karna melindungi gadis incaran mereka.
"Sindi adalah kekasih ku" Rendy berkata tenang kepada dani yang tak lain adalah Sekertaris di salah satu Perusahaan Ayah nya.
Mendengar jawaban Rendy,betapa terkejut nya Dani beserta kedua Anak buah nya. Begitu pun dengan Sindi,gadis itu tak kalah kaget. Namun dia hanya tertunduk takut dan bersembunyi di belakang punggung Rendy.
"Sindi,katakan yang sesunguh nya,bahwa kau hanya mencintai ku!, dan menjadikan nya sebagai mainan!." Rendy melihat Dani dengan tatapan tidak suka.
Tanpa banyak fikir,Sindi langsung mengata kan apa yang perkataan yang Rendy suruh. Sindi mengata kan nya sambil menghadap ke arah Rendy,dengan wajah dan tatapan yang masih menunduk karna malu jika harus menatap wajah Rendy. Setelah mengucapkan kata kata cinta,Sindi langsung memeluk Rendy. Gadis itu belum sadar siapa Rendy.
"Masa bodo dengan harga diri ! yang penting gw aman" dalam hati Sindi.
"Hei,,,berani nya kau gadis mungil,tidak ada yang berani memeluk ku!, dan kau... dengan tinggi mu yang hanya sampai di ketiak ku,berani nya kau memeluk ku tanpa izin" protes hati Rendy,tapi Pemuda itu malah menikmati nya.
"Maafkan Saya Tuan,Saya sungguh tidak tau!." Dani menunduk ketakutan.
"Jika kau berani mendekati nya sedikit saja,akan ku pastikan kau jatuh miskin sampai Mati!, Ingat itu!." Rendy mengancam dengan wajah sangar.
"Baik Tuan,,Saya akan mengingat semua nya. Sekali lagi saya mohon maaf sebesar besar nya." Dani memasang wajah penuh penyesalan.
"Pergi..." titah Rendy,Pemuda itu malah semakin erat memeluk Sindi.
"Terima kasih Tuan sudah berbaik hati." Dani langsung berlari ketakutan di ikuti kedua Anak buah nya.
"Keenapa Aku merasa nyaman memeluk Gadis Mungil ini?," dalam hati Rendy.
Sindi melihat suasana sudah aman,gadis itu melepaskan pelukan nya sekaligus membuyarkan lamunan rendy
"Ma-ma-maaf Tuan." Sindi masih tertunduk dan belum sadar siapa yang baru saja menolong nya.
"Kau kesini dengan siapa?," tanya Rendy dengan wajah santai.
"Bersama Dani." jawab Sindi sopan dan masih tertunduk.
"Apa kau kemari membawa kendaraan?," Rendy.
"Tidak Tuan." Sindi menggeleng kan kepala nya.
"Baiklah kalau begitu Kau Aku antar pulang!, dan jangan menolak ku!, karna Aku tidak suka penolakan" Rendy berjalan menuju mobil sport nya sambil menarik tangan sindi.
"Pemuda aneh," hati Sindi.
Sindi hanya pasrah dan mengikuti Rendy sampai di depan mobil,gadis itu terkejut melihat mobil sport milik Rendy.
"Dia orang kaya,mobil nya juga keluaran terbaru," Sindi berkata dalam hati.
"Hei...cepat masuk!." teriak Rendy dari dalam mobil.
"Baik Tuan." Sindi segera masuk kedalam mobil.
"Dimana rumah mu?," tanya Rendi dengan wajah melihat kedepan.
"Di Jalan, ********** Tuan." jawab Sindi gugup.
Mendengar jawaban Sindi,Rendy langsung tancap gas,di dalam mobil mereka hanya diam. Sindi dengan rasa malu nya hanya tertunduk di sepanjang perjalanan. Gadis itu masih tidak berani melihat wajah pemuda yang sudah menolong nya. Sedangkan Rendy,pemuda itu dengan gengsi nya. Kenapa tadi dia sangat menikmati pelukan Sindi ? gadis bertubuh mungil yang sama sekali bukan tipe ideal nya. Mereka berdua sudah sampai di depan rumah sindi,ketika sindi sudah keluar dari mobil dan akan menutup pintu,Rendy bertanya.
"Kau tidak mengenali siapa Aku?," tanya Rendy dengan bangga. Sindi yg di beri pertaanyaan seperti itu langsung menatap Rendy dan mulai mengenali nya.
Sindi begitu terkejut saat mengetahui pria yang saat ini ada di hadapan nya,yang sudah menolomg nya,sekaligus mengaku kekasih nya. Sindi melongo melihat wajah Rendy yang kini sedang tersenyum kepada nya.
"Ka-ka-kau.....?," ucap sindi terbata bata.
"RENDY PRASTYA" Rendy menjawab dengan bangga.
Mendengar jawaban Rendy,membuat Sindi langsung menutup pintu mobil dengan keras dan berlari ke rumah nya tanpa berterima kasih terlebih dahulu.
"Gadis aneh." gumam Rendy dengan wajah kesal.
Rendy fikir,dia akan di peluk dan di hujani ciuman,tapi fikiran nya salah total. Rendy kembali menyalakan mobil nya dan pulang dengan hati uring uringan. Sedangkan Sindi,gadis itu terlihat sangat bahagia dan mengatur nafas nya. Kini dia sudah berada di depan pintu rumah.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG