
Romi duduk tepat di depan Ela duduk. Dia sedang asik menikmati hidangan makan siang di kantin. Ela sangat terkejut begitu menyadari kalau Romi sudah ada di hadapannya.
"Ba.. paaak... " ucap Ela terkejut.
Romi tersenyum manis di depan Ela. Sementara Ela panik dan melirik ke kiri dan ke kanan.
"A.. pa.. yang Bapak lakukan disini?" tanya Ela khawatir.
"Aku ingin minum kopi" jawab Romi.
"Ba.. baik. Akan segera aku pesan" sambut Ela.
Ela langsung berdiri dan memesan kopi kepada pihak kantin. Tak lama kemudian Ela kembali duduk di tempatnya semula. Ela hanya terdiam kamu tak tau harus berbuat apa.
"Lanjutkan makan" perintah Romi.
"Ta.. tapi.. aku sudah kenyang" jawab Ela.
"Sayang, mubazir kalau harus dibuang" sambut Romi.
Dengan terpaksa sekali akhirnya Ela kembali melanjutkan makannya dengan sangat tertekan. Sungguh hal ini tidak pernah dia harapkan sama sekali. Peluh pun mulai terlihat di wajah Ela.
"Sudah tenang saja, kamu gak perlu tegang seperti itu. Anggap saja aku memang ingin duduk santai di kantin bersama karyawanku" ucap Romi.
"I.. iya" sahut Ela.
Tak lama kopi pesanan Ela untuk Romi datang.
"Silahkan diminum Pak" ucap pegawai kantin.
"Terimakasih... " sambut Refan.
Romi mulai menikmati kopinya.
"Sruuupp... aaah.. manis sekali kopinya. Eh salah.. kamu manis sekali hari ini" goda Romi.
Sontak wajah Ela bersemu merah karena malu membuat Romi semakin gemas melihat wajah bidadari surganya seperti itu.
"Jangan lupa nanti sore aku jemput di halte terdekat dari kantor" pesan Romi.
"Ta.. tapi Pak saya agak telat pulangnya. Masih ada pekerjat yang belum selesai saya kerjakan" ujar Ela kaku.
"Ya sudah tak apa, aku tunggu. Kabari kalau kamu sudah selesai nanti" balas Romi.
"Ba.. baik" sambut Ela.
Bisik - bisik karyawan lain mulai terdengar. Mereka heran mengapa Bos pemilik Perusahaan ini minum kopi sendirian di kantin. Biasanya selalu ada sekretaris yang selalu ada bersamanya kemana saja dia pergi.
Tapi kali ini Romi pergi sendiri dan duduk bersama pegawai baru di perusahaan ini. Walau sikap mereka bisa dibilang tidak mesra tapi mereka merasa aneh dengan keadaan tersebut.
Bisa - bisanya CEO perusahaan ini memilih minum kopi di kantin. Padahal dia bisa langsung pesan kepada OB dan minum kopi dengan tenang di ruang kerjanya. Bukan malah ikut bergabung dengan para karyawan di kantin seperti ini.
Ela sangat tidak nyaman dengan keadaan ini dan Romi menyadarinya. Romi segera mempercepat minumnya. Kopinya kandas hanya dengan beberapa saat.
Sebentar dia sangat ingin berlama - lama disini bersama pujaan hatinya tapi Romi kasihan melihat Ela tak nyaman seperti ini. Bagaimanapun Ela tidak terbiasa dengan keadaan seperti ini.
Kalau Romi sendiri sebenarnya tidak peduli. Toh semua orang di kantin ini adalah karyawannya. Romi bisa saja mengancam mereka jika dia mendengar gosip tentang dirinya dan Ela setelah ini.
Tapi Romi tau Ela pasti tidak akan setuju jika dia berbuat seperti itu. Demi bidadari surganya Romi terpaksa harus menjaga sikapnya di depan semua karyawan di perusahaannya.
"Mas... " panggil Romi pada pelayan kantin.
"Ya Pak" sahut pria muda itu.
"Kirim tagihan seluruh karyawan yang makan siang saat ini ke sekretaris saya" perintah Romi.
"Ba.. baik Pak" jawab pria itu.
"Selamat makan siang Ela, santai saja kamu jangan tegang seperti itu. Aku naik dulu ke ruanganku" ucap Romi.
Romi langsung berdiri dan meninggalkan kantin. Ela juga ikut berdiri dan tunduk hormat kepada Romi agar semua karyawan yang ada di kantin tidaj curiga dengan sikap mereka berdua.
"Terimakasih Pak" jawab Ela.
Setalah Romi keluar dari kantin suasana kantin semakin riuh.
"Waah Ela mimpi apa kamu makan siang hari ini ditemani si Bos?" tanya seseorang kepada Ela.
"Asik.. El bilang sama di Bos, sering - sering traktir kita seperti ini" sambut yang lain.
Ela hanya bisa tersenyum kaku dan menundukkan wajahnya. Setelah itu Ela segera meninggalkan kantin kemudian berjalan menuju mushola untuk shalat dzuhur.
Baru setelah itu Ela bisa bernafas lega dan mencoba menenangkan detak jantungnya.
Ya Allah Mas teganya kamu membuat aku seperti ini. Bisa mati muda aku karena serangan jantung seperti ini. Ucap Ela dalam hati.
Sore harinya Ela menyiapkan semua pekerjaannya hingga sore hari. Setelah semua selesai Ela segera mematikan layar komputernya dan bersiap - siap hendak pulang.
Tiba-tiba ponselnya bergetar tanda pesan masuk.
Romi
Astaghfirullah... aku lupa kalau aku punya janji pulang bareng sama Mas Romi. Dia kok bisa tau ya kalau aku sudah mau pulang. Tanya Ela dalam hati.
Ela melirik ke kiri dan ke kanan, mencari tau apakah Romi sedang memantaunya dari jauh. Romi yang melihat gerak - gerik Ela dari CCTV jadi tertawa. Karena merasa lucu melihat tingkah aneh Ela seperti itu.
"Hahaha... kamu lucu sekali Cishela dan aku suka" gumam Romi pelan.
Ponsel Romi bergetar tanda pesan masuk. Tentu saja pesan itu dari Ela
Bidadari Surga
Sudah Mas, aku tunggu di halte ya
Tok.. tok..
Suara pintu diketuk dari luar. Romi segera menutup dan mematikan layar monitor komputernya.
"Masuk" sambut Romi.
Tak lama kemudian Silva muncul dari balik pintu.
"Bapak sudah mau pulang?" tanya Silva karena melihat Romi sedang bersiap hendak pulang.
"Seperti yang kamu lihat" jawab Romi.
"Saya hanya mau ingatkan kalau besok pagi kita ada meeting di Perusahaan BSD Pak" lapor Silva.
"Baik, sampai jumpa besok Silva" jawab Romi.
Romi segera meraih tas kerjanya, kunci mobil dan ponselnya kemudian berjalan meninggalkan Silva di ruang kerjanya.
"Aku pulang dulu" ucap Romi ketika melewati Silva.
"Baik Pak" sabut Silva hormat.
Silva sangat kesal karena Romi bersikap cuek padanya. Dari informasi karyawan di kantin. Silva sangat kesal sekali karena tadi siang Romi duduk di satu meja yang sama dengan Ela karyawan baru Departemen Keuangan.
"Enak sekali gadis desa itu. Jangan dia bangga diri dulu. Dia pikir dia bisa merebut perhatian Pak Romi dengan mudahnya. Pak Romi akan menjadi milikku" ucap Silva penuh percaya diri.
Di dalam lift Romi kembali mengirim pesan kepada Ela.
Romi
Aku sudah keluar dari ruanganku dan sedang turun ke lobi kantor. Kamu sudah dimana?
Bidadari Surga
Aku sudah keluar dari kantor Mas. Aku tunggu di halte ya.
Romi
Hati - hati, awas kalau kamu pulang lebih dulu dengan pria lain. Hari ini juga aku akan memecat kamu.
Bidadari Surga
Sepertinya itu saran yang baik, aku akan mempertimbangkannya.
Romi
Kamu sudah tidak takut kehilangan pekerjaan ya..
Bidadari Surga
Aku sudah menemukan pria yang bisa menjamin hidupku seumur hidup
Romi
Hahaha... awas kamu. Setelah kita bertemu aku akan benar - benar memecat kamu😡
Bidadari Surga
Dan aku akan benar - benar pulang dengan pria lain 😜
Romi
😍😍😍
Romi tersenyum manis sambil berjalan dan menyimpan ponselnya disaku celananya. Begitu sampai di loby lantai dasar dia segera masuk ke dalam mobilnya dan keluar dari area kantor.
Dengan kecepatan sedang Romi melajukan mobilnya menuju halte yang terdekat dengan kantornya. Ela segera masuk ke dalam mobil Romi.
Hari sudah sore dan mereka pulang sudah lewat waktu jam kerja selesai sehingga di halte sudah sepi. Ela tidak takut lagi kalau - kalau ada orang lain yang melihat mereka pulang bersama.
.
.
BERSAMBUNG