
Pukul 20.00
"&%%$@&@" perkataan yang keluar dari mulut Romi dan Rafa yang sedang mabuk. Mereka berjalan sempoyongan keluar dari mobil karena akan membeli sebungkus roko dan beberapa cemilan.
"Lihat itu gadis mantep amat yah," Romi menunjuk seorang gadis yang sedang menunggu Taksi Online di pinggir jalan. Gadis itu memakai pakaian lengan sebahu sedikit longgar serta Celana Jins nya yang terlihat ketat.
"Gimana kalo Kita gotong?," usul Rafa,
"Ayoo..."
Ajak Romi,Mereka Berdua menghampiri Gadis Cantik dan berkulit putih mulus itu sambil berjalan Sempoyongan.
"Hai Nona..." sapa Rafa sambil tak henti memandangi dada Gadis itu yang terlihat sangat menggoda untuk nya,
"Mau apa kalian?," tanya Gadis itu dengan wajah panik,
"Ayo Kita bersenang senang dengan teman ku Nona," ajak Rafa sambil menunjuk ke arah Romi yang sedang menahan tubuh nya agar tidak terjatuh.
"Tolongg... Tolong... Tolong..." Gadis itu berteriak histeris,
Rafa panik mendengar teriakan Gadis itu. Rafa hendak menggendong tubuh Gadis itu,namun tangan nya di tahan oleh Romi.
"Kenapa?,"
Tanya Rafa dengan Mata teler nya,Romi tidak menjawab pertanyaan Rafa,dia malah mengangkat wajah Rafa untuk melihat wajah Gadis tersebut. Sehingga membuat Rafa sangat kaget,karena Gadis yang akan dia gotong adalah Sindi.
"Ma-ma-maaf Nona,Kami sungguh tidak tahu,"
Romi dan Rafa langsung berlari ketakutan dengan wajah panik,mereka berdua segera masuk ke dalam mobil dengan keadaan ngos ngosan.
"Hah..Hah..Hah.. Kenapa Kau tidak memberi tahu kalau Gadis itu Nona Sindi?," tanya Rafa sambil ngos ngosan,
"Aku tahu kalau dia Nona Sindi saat dia berteriak," jawab Romi,
"Sialan...." Rafa terlihat prustasi,
"Aku harap,Bos tidak mengetahui tentang kejadian malam ini," Romi menenang kan,
Mereka berdua pergi meninggal kan tempat itu sambil menjalan kan mobil nya dengan sembrono.Tanpa Mereka Berdua sadari ada dua Pasang Mata yang mengintai mereka.
-
-
-
Rendy malam itu sedang Bermain Game Online,Permainan nya harus terhenti karna jeck orang yang dia suruh untuk mengawasi Sindi menelponya.
"Ada apa?," tanya Rendy,
"Bos kedua Asisten kepercayaan Bos mengganggu Nona Sindi," jawab Jeck memberi tahu dari sebrang,
"APA?,LANCANG SEKALI DUA IDIOT ITU !!" teriak Rendy,
"Apa yang Mereka lakukan?,apakah Sindi baik baik saja?," Rendy terlihat hawatir,
"Nona baik baik saja Bos,Mereka Berdua sadar karena melihat wajah Nona yang sedang berteriak," jawab Jeck,
"Syukur lah kalau begitu,awasi terus Sindi sampai dia pulang dengan selamat," titah Rendy sambil memati kan telpon dari Jack.
"Berani nya dua idiot itu mengganggu Gadis Mungil ku dengan keadaan mabuk !" wajah tamapan Rendy sudah merah menahan kesal,
"Aku akan memberi pelajaran untuk Kalian malam ini juga."
Rendy sudah sangat marah. Pemuda itu kini sudah menggunakan jaket nya dan akan menghampiri kedua Asisten nya malam ini juga. Namun baru saja empat langkah,Rendy menerima panggilan masuk dari Kantor Polisi.
"Apa ini dengan Tuan Rendy Prastya?," tanya Polisi dari sebrang,
"Iya benar,ini dengan Saya sendiri,memang nya ada apa pak?," tanya Rendy,
"Kami sedang menahan dua orang yang sedang mabuk,Mereka Berdua melanggar lalu lintas dan hampir menyebabkan kecelakaan," Polisi memberi tahu,
"Apa hubungan nya dengan Saya pak?," tanya Rendy tak mengerti,
"Mereka Berdua Bernama Romi dan Rafa. Mereka mengaku sebagai Asisten rahasia keluarga Prastya," Polisi memberi tahu
"Apa?," tanua Rendy seakan tak percaya,
"Apakah benar yang mereka katakan Tuan?," tanya Polisi,
"Iya benar,Mereka Berdua Asisten Saya,tunggu sebentar lagi Saya akan kesana" jawab Rendy langsung memati kan sambungan.
"DASAR IDIOT."
Rendy sangat geram,karna kedua Asisten nya membuat dua masalah sekigus malam ini. Rendy sudah berada di dalam mobil sport nya,dia akan ke Kantor Polisi untuk menjamin sekaligus memberi pelajaran kepada dua Asisten nya.
*
*
*
Dikantor Polisi
"Terima Kasih,Saya jamin kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi."
Rendy mengatakan perkataan itu entah sudah berapa kali,karna dia sudah sering menjamin kesalahan kedua Asisten nya yang Ceroboh.
"Jangan sampai ada yang tahu,kalau Kedua Idiot itu adalah Asisten Rahasia Keluarga Saya," titah Rendy,
"Baik Tuan,Kami akan merahasiakan nya." jawab Polisi,
"Terima Kasih."
Rendy berjabat tangan dengan polisi,lalu menghampiri kedua Asisten nya yang masih terlihat setengah mabuk.
Bugh...Bugh...Bugh...
Rendy memukuli Kedua Asisten nya dengan bengis,karena Mereka Berdua sudah berani mengganggu Gadis Munggil nya. Sedang kan Polisi yang melihat tindakan Rendy hanya memggeleng kan kepala melihat kejadian sadis di depan Mata.
"kenapa si bos memungkul nya sekenceng ini?,biasa nya tidak sebengis ini" Gumam Romi dan Rafa dalam Hati,
"Ma-ma-maaf Bos," ucap Romi dan Rafa,
"Kesalahan apa saja yang kalian lakukan malam ini?," tanya Rendy setengah berteriak,
"Kami melanggar Lalu Lintas Bos," jawab Romi,
"Kami hampir Menyebab kan kecelakaan," imbuh Rafa,
"BUKAN ITU!" teriak Rendy semakin geram,
Romi dan Rafa saling pandang,mereka sungguh terlihat seperti orang bodoh.
Bugh....Bugh....Bugh...
"JAWAB!" bentak Rendy setelah kembali membogem kedua Asisten nya,
"Apa bos tau kalau tadi Kita mengganggu Nona Sindi?,"
"Maaf Bos,ini semua saran dari Romi," jawab Rafa,
"Maaf Bos,Saya tidak macam macam kepada Nona Sindi," Romi membela diri,
"Jika Romi tidak memberi saran,Saya tidak akan melakukan nya Bos," Rafa tidak mau kalah,
"Heh kuya,,,jelas jelas Elo yang salah,kenapa jadi bawa bawa Gw?," ucap Romi sambil mendorong tubuh Rafa,
"Emang semua ini salah Elo dari awal," Rafa membalas mendorong,
Mereka Berdua hampir saja berkelahi karena saling menyalahkan satu sama lain dan tingkah Mereka Berdua membuat Rendy semakin kesal
Bugh...Bugh...Bugh...
Rendy kembali menghantam kedua Asisten nya,samapai Kedua Asisten nya sudah terkapar tak berdaya di bawah lantai.
"Dimana kalian menyimpan barang ku?," Rendy menanyakan Topeng dan Rekaman nya.
"%$&@#%&@%$@" Romi dan Rafa sudah tidak bisa berkata apa apa,
"JAWAB," teriak Rendy,
"Maaf Tuan,Saya rasa Mereka harus di rawat ke Rumah Sakit karena keadaan wajah mereka sangat mengenas kan," saran Polisi.
Rendy melihat wajah kedua Asisten nya yang sudah sangat babak belur. Pemuda itu menjadi Iba kepada kedua nya,dan menyesal karena terlalu berlebihan.
"Tolong bawa Mereka ke Rumah Sakit,dan berikan perwatan Terbaik. Setelah Mereka sadar,tanyakan dimana Tugas yang sudah Saya berikan lalu hubungi Saya" titah Rendy panjang lebar.
"Baik Tuan...."
"Saya pamit undur diri," Rendy pergi meninggal kan Kantor Polisi.
"Silahkan Tuan,"
Rendy langsung pulang ke Apartemen nya setelah memberi pelajaran kepada dua Asisten nya yang kini sudah babak belur dan tidak berdaya.
"Kasihan sekali mereka,"
Rendy mengingat wajah babak belur kedua Asisten nya dengan perasaan Bersalah,Pemuda itu tidak seharus nya menghajar kedua Asisten nya sampai terkapar.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG