
Riko dan Dini sampai di Hotel sore hari. Mereka dibawa berjalan keliling Kota Mekah dengan mengendarai mobil yang disediakan dari pihak Hotel.
"Kamu capek sayang? Kita sudah terbang selama sembilan jam?" tanya Riko.
"Tidak Mas, aku malah sangat senang dan bersemangat" jawab Dini.
Riko tersenyum manis melihat istrinya memang terlihat sangat bersemangat dan antusias sekali.
"Kita mulai ibadah umrohnya besok ya, malam ini kita istirahat saja di Hotel dan ibadah yang lainnya" ujar Riko sambil tersenyum.
Seketika wajah Dini merona karena malu.
"Istriku cantik sekali" bisik Riko.
"Kenapa Mas bicaranya berbisik - bisik?" tanya Dini.
"Aku takut mereka mendengar kalau kamu cantik" jawab Riko sambil terus tersenyum.
"Emangnya mereka mengerti kalau Mas bilang seperti itu?" tanya Dini penasaran.
"Who knows honey" jawab Riko.
Kini mereka tiba di Hotel tempat mereka menginap.
"Selamat datang Pak Riko beserta istri anda yang sangat cantik" sambut pihak hotel menggunakan bahasa Inggris campur bahasa Indonesia.
Dini langsung terkejut mendengar sambutan pihak hotel seperti itu.
Riko tersenyum membalas sambutan mereka.
"Dimana kamar kami?" tanya Riko.
"Silahkan Pak" jawab pihak Hotel.
Mereka diantarkan menuju ke kamar mereka. Di dalam lift Dini berbisik kepada Riko.
"Bagaimana bisa mereka menyebutkan kata cantik dengan jelas Mas?" tanya Dini terpana.
"Mereka sering menerima tamu dari Indonesia sayang.. Kamu tau setiap tahunnya sangat banyak orang Indonesia yang berkunjung ke sini" jawab Riko.
Yaaah Dini langsung mengerti penjelasan Riko.
Mereka dibawa ke kamar yang sangat mewah di hotel ini. Untuk sesaat Dini tidak bisa berkata - kata melihat fasilitas yang ada di dalam kamar mereka.
Riko langsung mendekati Dini dan menggenggam tangan istrinya mesra.
"Saat ini aku sangat yakin tidak akan ada lagi yang mengganggu honeymoon kita sayang. Bersiaplah karena aku akan segera menyerangmu" goda Riko dengan nakal.
Dini langsung menundukkan wajahnya karena malu.
"Sekarang kamu mandi dan bersiap - siap. Kita akan makan malam di bawah setelah itu kita shalat maghrib lanjut isya di Masjidil Haram" ujar Riko.
"Benarkah Mas?" tanya Dini tak percaya.
"Benar sayaaaang... cepetan mandinya ya biar kita gak buru - buru nanti makannya" perintah Riko.
"Baik Mas" jawab Dini.
Dini segera membuka kopernya dan menyiapkan pakaian dia dan Riko. Lalu Dini berjalan menuju kamar mandi. Riko memperhatikan semua gerak - gerik istrinya tersebut. Dia merasa sangat senang bisa melihat rona bahagia di wajah Dini.
Sesuai perintah Riko, Dini menyelesaikan mandinya dengan cepat, setelah itu dilanjutkan oleh Riko. Setelah keduanya selesai mereka turun bersama - sama untuk makan malam.
Setelah selesai makan mereka langsung berjalan menuju Masjidil Haram yang letaknya berada di depan Hotel mereka menginap.
"Ya Allah aku masih tidak percaya sudah berada di sini Mas" ucap Dini dengan mata berkaca - kaca.
"Kalau kamu masih belum yakin, cubit aja pipiku. Aku pasti akan mendesah" bisik Riko.
"Mas Rikoooo... " balas Dini malu.
Allah telah memberikan banyak kebahagiaan baginya. Kemarin dia sudah menikah dengan pria tampan yang sekarang sudah menjadi suaminya.
Sambil menunggu tiba shalat isya Dini menyempatkan membaca Al-Quran. Hatinya sangat haru bisa berada di sini dan melihat Ka'bah dengan jelas sekali. Tak kuasa Dini menahan air mata yang menetes di pipinya.
Setelah selesai shalat Isya Dini dan Riko sempat berjalan - jalan sebentar disekitar Masjidil Haram. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
"Mas apa yang sudah aku lakukan dulu sehingga kini aku mendapatkan kebahagiaan berlipat ganda?" tanya Dini kepada suaminya.
"Kamu sudah tumbuh menjadi wanita sholehah yang bisa menjaga diri kamu, nama baik keluarga dan patuh terhadap aturan agama juga orang tua kamu sayang. Kamu jangan berkata seperti itu. Aku selalu malu mengingat masa laluku yang penuh dosa dikasih kesempatan oleh Allah untuk menikmati semua keindahan ini bersama kamu. Istri solehah ku" jawab Riko.
"Makasih Mas, aku tidak tau harus berkata apa - apa lagi. Kamu benar - benar membuat aku sangat bahagia hari ini" ucap Dini.
"Bukan hanya hari ini sayang tapi selamanya aku akan berusaha membuat kamu bahagia. Harusnya aku yang mengucapkan ribuan terimakasih karena kamu mau menerima aku yang hina ini menjadi suami kamu" balas Riko.
"Maaas jangan bicara tentang masa lalu lagi ah. Sekarang kita sudah menikah, mari kita bicara tentang masa depan kita" sambut Dini.
"Baik, kalau begitu mari kita susun rencana masa depan kita. Mumpung kita sudah di sini mari kita minta kepada Allah anak - anak yang soleh dan solehah. Tidak ada yang mustahil kalau Allah sudah berkehendak" ujar Riko.
"Aaamiin" sambut Dini.
"Setelah kita menyusun masa depan lalu berdoa.. mari kita sambut masa depan itu sayang. Kita pulang yuk.. katanya mau minta anak - anak soleh dan solehah... harus usaha donk" goda Riko.
"Kamu Maaas ada aja ya caranya buat aku malu" jawab Dini.
"Hahahaha... " tawa Riko pecah.
Mereka kembali berjalan menuju hotel. Sebelum naik Riko memesan susu hangat, coklat, buah dan roti untuk diantar ke kamar mereka.
"Kamu masih lapar Mas?" tanya Dini heran melihat banyaknya pesanan Riko.
"Kita butuh tenaga yang kuat untuk mencetak anak - anak soleh dan solehah sayaaang" jawab Riko sambil mengedipkan sebelah matanya.
Otomatis hal ini membuat wajah Dini semakin merah merona. Mereka berjalan menuju lift dan naik ke lantai atas dimana kamar mereka ada.
Sesampainya di kamar keduanya bergantian membersihkan diri. Saat Dini masih di kamar mandi semua pesanan makanan Riko tadi sampai. Dan Riko meletakkannya di meja dekat tempat tidur mereka.
Tak lama kemudian Dini sudah keluar dengan menggunakan lingerie yang masih tertutup jubah berwarna hitam.
"A.. aku tidak tau mengapa baju ini ada di dalam koperku" ungkap Dini malu.
"Itu pasti perbuatan Kakak kamu Anita sayang" jawab Riko.
"Kamu tunggu sebentar aku bersih - bersih dulu ya.. " ujar Riko sambil berjalan dengan cepat ke kamar mandi.
Dini melihat makanan yang Riko pesan sudah ada diatas meja. Dia heran mengapa hanya ada satu gelas saja susunya.
Tak lama kemudian Riko ke luar dari kamar mandi dan menghampiri Dini yang masih duduk di pinggiran tempat tidur.
Riko segera duduk disamping Dini dan meraih susu.
"Aku ingin mengikuti sunah Rosul sayang sebelum kita beribadah" ucap Riko.
Riko meneguk Susu dan menyisakannya setengah untuk Dini. Kemudian Dini menyambut gelas yang berisi Susu itu dan meminumnya hingga habis. Setelah itu meletakkan kembali gelas ke atas meja.
Riko mendekatkan wajahnya kearah Dini. Dini tak sanggup menatap wajah Riko saat ini, dia hanya bisa pasrah dengan apa yang akan Riko lakukan padanya malam ini sambil menutup rapat kedua matanya.
Dengan penuh kelembutan Riko mengecup bibir Dini yang manis. Masih tersisa manisnya susu dari bibir mereka. Lalu Riko melanjutkannya ke leher, turun dan turun lebih kebawah.
Malam ini mereka melakukan ibadah yang indah di tempat yang sangat indah, tempat yang sudah menjadi impian Dini sejak lama.
Allah meridhoi setiap ibadah yang mereka lakukan malam ini.
.
.
BERSAMBUNG