Playboy Insaf

Playboy Insaf
Menyetujui



Pukul 06.30 di meja makan,Kakek sudah berkumpul dengan Dona dan Dimas beserta Ketiga Cucu nya. Mereka sarapan pagi dengan tenang.


"Kek...." sapa Rendy,Kake hanya menaikan satu alis nya tanda beryanya "Apa kau setuju?," meskipun Kakek sudah tau jawaban nya.


"Aku setuju Kek," imbuh nya dengan berat hati,


"Benarkah?,"


Jawab Kakek masih tidak percaya. Mendengar pertanyaan Kakek,Rendy terdiam sejenak,pemuda itu kembali memikirkan Nasib nya kedepan.


"Aku setuju! Aku sudah siap menanggung segala akibat nya jika memang inilah jalan satu satu nya," ucap Rendy dengan wajah sangat serius.


"Baiklah kalau begitu,bersiaplah untuk mencari Ahli membuat muka dan suara palsu. Supaya penyamaran mu tidak diketahui siapa pun," ucal Kake panjang lebar.


"Dia di suruh menyamar?,hahahaha" Reza menertawai Adik nya dalam Hati.


"Hahaha Aku ingin melihat Aksi heroik nya," Refan ikut menertawa kan Adik nya.


"Jangan menghina Adik kalian seperti itu!" Kake manatap tajam kepada dua Cucu kembar nya. Membuat kedua nya bergidig ngeri.


Sedang kan Dona,Wanita Paruh Baya itu menghampiri Putra bungsu nya, "Kau pasti bisa mendapatkan Cinta Gadis itu Nak,Berjuanglah untuk nya," Dona menyemangati Rendy.


"Anggap saja semua ini adalah pembalasan untuk prilaku mu selama ini," Dimas memberi Nasehat.


"Terima Kasih Mom,Dad,memang ini adalah balasan yang setimpal untukku." Rendy memasang wajah dramatis nya,


"Nanti juga kau akan tahu alasan nya dari Gadis itu sendiri,kenapa kau harus menyamar," jawab Kakek.


"Terima Kasih Kek atas saran dan Ilmu Bela Diri dari Kakek,"


Rendy bangun dari duduk nya menuju ke kamar nya untuk mengambil ponsel nya,karena akan menghubungi kedua asisten nya untuk menjalankan rencana dari kake.


"Hallo boss..." jawab Romi dari sebrang,


"Kalian berdua cepat lah kemari,ada tugas untuk kalian berdua." titah Rendy langsung mematikan ponsel nya.


-


-


-


"Ada apa?," tanya Rafa,


"Bos nyuruh ke rumah Tuan Besar," jawab Romi,


"Ada apa?," tanya Rafa dengan wajah bodoh nya,


"Iya Tugas lah ****!" jawab Romi sambil meninggal kan Rafa.


"Padahal ini masih pagi," Rafa mengikuti Romi setelah mandi dan mengganti pakaian nya.


-


-


-


Rendy masih merenung di kamar nya,pemuda itu seakan tidak siap dengan Nasib yang akan ia hadapi kedepan nya.


"Jika memang harus seperti ini karma untuk ku,maka Aku mohon timpa kan lah semuanya kepada ku. Agar kelak Aku bisa hidup tenang Bersama Gadis Mungil itu" batin Rendy.


"Hei... kenapa wajah mu seperti kurang fitamin?," ledek Reza,


Reza dan Refan duduk di sofa sedangkan Rendy masih terlihat lesu duduk di atas kasur.


"Kau akan menyamar sebagai apa?,Spiderman?," tanya Reza sambil menahan tawa,


"Atau mungkin Kau belajar menjadi hulk bersama Kakek?," Refan menimpali,


hahahahahahaha


Reza dan Refan bersamaan menertawa kan Adiknya. Sedangkan Rendy masih terdiam dengan lamunan nya. Membuat kedua Kakak nya menjadi prihatin dan menghampiri Adik kesayangan Mereka Berdua.


"Maaf kami hanya bercanda," ucap Reza sambil menepuk punggung Adik nya.


"................" Rendy tidak menjawab,


"Tidak semua perjuangan Cinta berjalan mulus dari awal," Refan menasehati,


"Kau tahu?, bagai mana perjuangan ku mendapatkan Sinta?, Aku harus berjuang selama 3 bulan hanya untuk menyembuhkan luka yang Kau berikan untuk nya," imbuh Refan panjang lebar. Membuat Rendy menoleh kepada nya,


"Apakah Sinta sampai segitu nya?," Ahir nya Rendy membuka suara,


"Iya...." Refan mejeda jawaban nya,


"Bukan hanya Sinta,tapi semua Wanita yang kau permalukan." imbuh Refan,


"Kau masih beruntung bisa mendapat kan Gadis itu,maka Berjuang lah untuk nya," Reza memberi semangat.


"Terima kasih." Jawab Rendy dengan wajah yang terlihat lebih semangat,


Rendy menghampiri Kedua Kakak nya memeluk Mereka Berdya. Kini Ketiga Kakak Beradik itu berpelukan. Tanpa mereka sadari ada 2 Pasang Mata yang menonton Adegan Mereka Bertiga.


"Apa selera mereka berubah?," tanya Rafa kepada Romi


"Mereka sangat Romantis," jawab Romi sambil menganggukan kepala.


"Sebaiknya Kita hentikan,sebelum mereka melakukan hal yang lebih gila." Rafa menghampiri Ketiga Kakak Beradik itu,


"Akhemmmm....."


Rafa berdehem keras,membuat Ketiga Kakak Beradik itu melepaskan pelukan nya masing masing.


"Apa Kau tau Sopan Santun kepada Majikan mu?," tanya Refan sambil melemparkan bantal kepada Rafa,


"Apa maksud mu?," tanya Reza yang mengerti maksud ucapan Rafa,


"Maaf Tuan," Rafa berkata sambil gemetaran.


Reza dan Refan melihat Rafa yang gemetaran malah ingin menjahili nya. Refan menghampiri Rafa dan dan membelai wajah nya layak nya wanita,sedangkan Reza melihat nya dengan tatapan menggoda.


"Aku rasa,mereka benar benar sudah berubah selera," ucap Romi dalam Hati,


"Ya tuhan,,,tolonglah Hamba..." Rafa semakin bergetar dan tak henti henti nya berdoa.


Bugh.....


Reza mendang bagian Alat Vital Rafa,sehingga membuat nya terjungkal ke lantai sambil berguling ke kanan ke kiri menahan sakit di bagian Alat Vital nya.


"Aargghh.... Tuan ampuni Saya," Rafa memohon sambil guling guling dan tangan nya memegangi Alat Vital nya,


"Jaga bicara dan prilaku mu jika tak ingin hal buruk lain nya menimpa mu." Refan memperingati Rafa yang sedang berguling di bawah lantai. Reza dan Refan menghampiri Romi yang sudah bercucuran keringat.


"Kau ingin sepertinya?," tanya Reza kepada Romi,


"Ti-ti-tidak Tuan,Saya tidak berani membuat masalah," ucap Romi gemetara,


"Bagus...." Reza menepuk bahu Romi.


Reza dan Refan pergi meninggalkan kamar Rendy. Sedangkan Rendy hanya menggeleng kan kepala melihat kejadian barusan.


"Syukurlah untung saja Aku tidak sebodoh Rafa."


Setelah Rafa bangun dan sudah tidak merasa kesakitan,kedua Asisten Rendy sudah siap menerima tugas baru dari Bos mereka.


"Jaga ucapan Kalian di depan Keluarga ku! terutama Kakek dan Kedua Kakak ku!" Rendy memperingati kedua nya dengan tatapan serius.


"Baik Bos," jawab kedua Asisten nya.


Rendy mengambil satu kertas yang berisi rencana Kakek nya dan menyerah kan kepada dua Asisten nya,dan di terima oleh Romi.


"Carilah Dokter Ahli membuat wajah dan suara palsu agar membuat wajah seperti ini dan suara seperti ini" titah Rendy sambil menyerahkan satu foto dan satu rekaman suara.


"Baik Bos," jawab kedua Asisten nya.


"Untuk rencana Kakek yang ini," Rendy menyerahkan kertas kepada Romi "Kalian pastikan jangan sampai Sindi terluka seujung rambut pun!" titah Rendy dengan suara mengancam.


Kedua Asisten Rendy saling pandang dan menelan saliva nya kuat,setelah membaca kertas yang berisi ; Menyewa beberapa preman untuk mengganggu Sindi dan disaat Sindi akan teraniaya datanglah Rendy dengan topeng palsu nya untuk menyelamatkan Sindi. Disamping itu,mereka harus melakukan nya sampai Ayah Sindi menyewa seorang BodyGuard yang tak lain adalah Rendy yang akan mereka promosikan sebagai BodyGuard Terbaik.


"Apa kalian mengerti?," tanya Rendy,


"Kami usahakan yang Terbaik Bos," jawab kedua Asisten nya.


"Bagus. Jika Sindi terluka,akan aku pastiakan 1 Tahun kalian tidak bisa bersenang senang." ancaman Rendy membuat kedua Asisten nya saling pandang dan menelan saliva nya dengan kuat.


"Baik Bos," jawab kedua Asisten nya.


"Kalian boleh Pergi," titah Rendy kepada dua Asisten nya.


-


-


-


"Gimana nih?," tanya Romi dengan wajah lesu,


"Aku bingung dengan rencana konyol Tuan Sepuh," wajah Rafa terlihat pruatasi,


"Aku bisa jamin untuk keselamatan Nona Sindi,tapi bagai mana dengan Bos?," tanya Romi,


"Aku hawatir wajah nya akan babak belur karena menjadi Pahlawan Kesiangan," jawab Rafa,


"Pusing Kepala ku," keluh Romi,


"Bagai mana jika malam ini Kita senang senang terlebih dahulu?," Rafa memberi saran,


"Bagai mana dengan ini?," tanya Romi menunjukan Foto dan rekaman,


"Kau ini sungguh bodoh,Kita akan memberes kan ini dulu," jawab Rafa sambil menoyor kepala Romi. membuat Rekan nya itu menyeringai mesum.


"Ide Bagus,ayo Kita selesaikan Ide konyol ini mumpung masih pagi," ajak Romi dengan antusias.


Mereka Berdua melaksanakan Tugas konyol Bos nya terlebih dahulu,dan malam hari Mereka akan bersenang senang terlebih dahulu sebelum Esok Hari menjalankan Ide yang lebih konyol dari Bos Mereka yang memang sudah konyol.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG