Playboy Insaf

Playboy Insaf
Jebakan



16.00 di Taman


Bimo sedang mengobrol dengan seorang Bocah berusia 8 tahun penjual minuman ringan,Bocah itu merengek supaya Bimo mau membeli dagangan nya dan mengobrol bersama Bocah itu. Sedangkan Romi dan Rafa sedang berdebat bersama 3 Orang Pemuda yang sedari tadi terus mengikuti mereka serta mengambil Foto Romi dan Rafa tanpa izin.


Tanpa Bimo dan Kedua Asisten nya sadari,ada beberapa Orang yang sudah bersiap akan menjebak Sindi yang sedang duduk sendirian. Sindi di hampiri oleh seorang Penjambret.


Grep...


Penjambret itu berhasil merampas tas yang Sindi simpan di sebelah nya kemudian Penjambret itu langsung kabur.


"Tolong,,tolong,,tolong,," teriak Sindi langsung di hampiri oleh 5 Orang.


"Ada apa Nona?," tanya salah satu dari mereka,


"Tas Saya di jambret Pak," jawab Sindi histeris,sambil menunjuk ke arah si Penjambret.


"Ayo Kita kejar Nona." ajak Kelima Orang itu.


Sindi beserta Kelima Orang yang menghampiri nya langsung mengejar si Penjambret yang berlari sudah lumayan jauh dari mereka.


"Bos,,,,"


Ucap Romi dan Rafa sambil menghampir Bos nya yang masih ngobrol bersama seorang Bocah.


"Ada apa?,"


Bimo bertanya sambil menaikan satu alis nya karena melihat Kedua Asisten nya ngos ngosan.


"Nona di jambret Bos! hah... hah... hah.." jawab Rafa,masih ngos ngosan,


"Bodoh! kenapa Kalian malah menghampiri ku?," jawab Bimo langsung berlari menyusul Sindi dan di ikuti Kedua Asisten nya.


*


*


*


Bimo sudah berada di dekat Sindi,Pemuda itu kaget karena dia melihat Sindi sedang bersama Anggle,raut wajah Sindi terlihat sangat Berterima Kasih kepada Anggle.


"Apa yang di rencana kan Wanita Ular itu?," gumam Bimo langsung menghampir Sindi dan Anggle dengan raut muka tidak ramah lingkungan.


"NONA..." teriak Bimo sudah di depan Sindi dan Anggle,Bimo memasang muka berpura pura ngos ngosan.


"Apa Nona baik baik saja?," tanya Bimo,


"Gak papa Bim,Nona Anggle menolong Saya," jawab Sindi sambil memberikan senyuman Terima Kasih kepada Anggle.


"Jangan sungkan sungkan Sindi,panggil saja saya Anggle," ucap Anggle sambil melirik tajam ke arah Bimo.


"Kenapa Anda mengetahui Nama Saya?," tanya Sindi sambil mengherenyit kan dahi.


"Tidak penting Sindi. Aku boleh meminta nomor Ponsel mu yang bisa di hubungi?," Anggle mengeluar kan Ponsel nya,


"Buat apa?," tanya Sindi semakin heran,


"Aku ingin berteman dengan mu?," jawaban Anggle membuat Sindi berfikir.


"Aku mohon jangan berikan nomor Ponsel mu." ucap Bimo dalam hati.


"Kenapa Nona ingin Berteman dengan Saya?," tanya Sindi,


"Karena Kamu Orang yang baik. Sindi percaya lah Aku tidak punya niat jahat sedikit pun" jawab Anggle dengan wajah meyakin kan. membuat Sindi mengiya kan permintaan nya


"Thanks iya Sin." ucap Anggle sambil pergi meninggal kan Sindi dan Bimo. Sindi hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman getir.


"Dasar bodoh," gumaman Bimo terdengar oleh Sindi. membuat Sindi langsung melirik tajam ke arah nya.


"Apa Kau bilang?," tanya Sindi sambil melotot kan Mata nya,


"Tidak apa apa Nona," jawab Bimo gugup. Sindi akan mengomeli Bimo,namun dia urung kan karena tiba tiba ada 3 Orang Wartawan menghampiri nya.


Jepret...jepret...jepret


Tiga Orang wartawan itu memfoto Sindi,dan bertanya kepada Sindi,membuat Gadis itu merasa tidak nyaman,dan memberi isyarat kepada Bimo agar Bimo mengusir Ketiga Wartawan itu.


"Nona apakah Anda yang di maksud Tuan Rendy?," Wartawan 1


"Maaf..." ucap Bimo sambil mendorong 3 Wartawan tersebut.


Sedang kan Sindi langsung berlari ke arah mobil nya,Gadis itu tidak menghirau kan nama nya berkali kali di panggil oleh Ketiga Wartawan yang sudah di aman kan oleh Kedua Asisten Bimo.


"Kalian urus Mereka Bertiga!" titah Bimo kepada dua Asisten nya dan langsung berlari menghampiri Sindi.


*


*


*


"Nona,Kita mau kemana?," tanya Bimo sudah mengemudi kan mobil nya.


Sindi menjawab dengan raut wajah cemas,membuat Bimo tidak merasa nyaman melihat pemandangan itu.


"Nona kenapa?,"


"Bim,Aku takut jadi bahan Gosip,'' jawab Sindi sambil melihat ke arah Bimo,seakan meminta bantuan.


"Nona jangan hawatir. Mereka Bertiga hanyalah WTS." jawab Bimo dengan tenang,


"WTS?," tanya Sindi sambil menaikan satu alis nya


"Wartawan Tanpa Surat Kabar." jelas Bimo.


"Gimana kalau Wartawan asli?," tanya Sindi sambil mengherenyit kan dahi nya.


"Saya jamin tidak akan ada Gosip tentang Nona," jawab Bimo.


"Awas kalau Kamu bohong!" ancaman Sindi hanya di jawab anggukan dan senyuman kecut oleh Bimo.


"Dasar Bodoh." gerutu Bimo dalam hati.


*


*


*


*


*


19.30 di Apartemen Rendy


Rendy sedang duduk di sofa ruang tengah,sambil menikmati secangkir cappucino hangat dan sebatang roko,Pemuda itu terlihat cemas.


"Apa benar semua ini hanya kecelakaan?," tanya Rendy kepada dua Asisten nya.


"Benar Bos,ini semua mutlak kecelakaan." jawab Rafa,


"Tidak ada sangkut paut nya dengan Anggle." imbuh Romi.


"Lalu bagai mana dengan Wartawan itu,?" tanya Rendy sambil menyesap roko nya.


"Mereka sudah Kami aman kan Bos," jawab Rafa,


"Mereka Bertiga tidak ada hubungan nya dengan Anggle Bos." imbuh Romi.


Mendengar penuturan Kedua Asisten nya,Rendy menggeleng kan kepala nya. Pemuda itu mempunyai firasat buruk.


"Kalian suruh Jack mengawasi Anggle,dan beberapa Orang berjaga di rumah Sindi." titah Rendy kepada dua Asisten nya.


"Baik Bos." jawab Kedua nya.


"Kalian boleh pergi." titah Rendy sambil bangun dari duduk nya.


"Maaf Bos,besok pagi Tuan Sepuh akan kembali ke kampung," Rafa memberi tahu.


"Ada lagi?," tanya Rendy,


"Tidak ada Bos." jawab Kedua Asisten nya.


"Kalian boleh pergi." titah Rendy sambil menuju kamar nya untuk mengambil jaket dan kunci mobil Sport nya. Sedang kan Kedua Asisten nya langsung pulang ke Apartemen.


"Ada apa ini?,kenapa Hati ku sangat tidak tenang?," gumam Rendy sembari mengemudi kan mobil.


"Ya Tuhan,,,jagalah Gadis Mungil ku,,,jika kau ingin menimpa kan musibah,,,maka timpakan lah kepada ku."


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG