Playboy Insaf

Playboy Insaf
Bertanya kepada Kake



Sudah 2 hari Kake berada di kediaman Keluarga Dona,sedangkan Jaka langsung pulang hari itu juga,karna merasa khawatir dengan Keluarga nya di kampung.


Baik di kampung,apalagi di kediaman Dona,Kake Sugiono selalu di jadikan Raja. Makan Olah Raga Semedi dan membaca Koran adalah kebiasaan nya sehari hari.


Meskipun Kake Sugiono hanya diam di rumah,bukan berarti Beliau tidak tau aktifitas apa saja yang di lakukan Keluarga Dona. Kake Sugiono tau semua Aktifitas mereka tanpa menggunakan Orang suruhan. Beliau tau semua nya dengan mata Batin nya.


-


-


-


Pukul 12.30 Kake bersemedi untuk memperkuat ilmu batin nya,sekaligus melihat Aktifitas Keluarga Dona.


"Artis nomer 1 tapi sangat bodoh !"


Kake geram dengan kelakuan Rendy yang masih saja membuntuti Sindi,kemudian Kake bangkit dari persemedian nya menuju Ruang Kerja Dimas.


"Panggil kedua Asisten Rendy sekarang juga!"


Titah Kake kepada Dimas yang langsung menelpon Romi dan Rafa yang masih sibuk dengan tugas mereka. 30 menit kemudian Romi da Rafa datang menemui Dimas di ruang kerja nya.


"Ada yang bisa Kami bantu Tuan?," tanya Romi dan Rafa,


"Kalian ke Kamar Tuan Sepuh,karna beliau memanggil Kalian" titah Dimas kepada kedua nya.


"Baik Tuan," jawab kedua nya lalu pergi dari Ruangan Dimas.


-


-


-


"Ada apa ini?," tanya Rafa penasaran,


"Entahlah,Aku heran karna ini yang pertama kali Tuan Sepuh memanggil kita." jawan Romi dengan wajah lesu,


"Aku harap Kita tidak pernah merasakan tamparan yang Bos Rendy rasakan!" Rafa bergidig ngeri


"Mana mungkin Tuan Sepuh tidak tau dengan aktifitas yang menyangkut Bos?," Romi semakin lesu, "Apapun yang terjadi Kita tetap harus patuh!" imbuh nya.


"Nasib - Nasib" Rafa menggeleng kan kepala.


Tanpa mereka sadari,Kake Sugiono sedang mengintai mereka dalam Persemedian nya. " Dasar bodoh! " gumam Kake Sugiono sambil menggeleng kan Kepala nya.


Tok...tok...tok...


Romi dan Rafa mengetuk pintu Kamar kake, " " Masuk... " titah Kake dari dalam.


"Ada yang bisa kami bantu Tuan?," tanya kedua Asisten Rendy,


"Hentikan rencana bodoh Bos Kalian untuk membuntuti seorang gadis tanpa menghasilkan apa apa!" titah Kake Sugiono sambil menatap tajam Romi dan Rafa.


Romi dan Rafa tidak menjawab perintah Kake,mereka berdua terlihat gemetaran karna takut kepada Kake dan Rendy. Melihat keduanya diam dan gemetaran,Kake kembali berkata.


"Aku tidak suka di bantah! Jika Kalian berani membantah,Aku pasti kan wajah Kalian akan kepanasan selama 3 hari 3 malam" ancam Kake Sugiono


"Ba-ba-baik Tuanh baik. Kami akan melaksanakan perintah Tuan dengan baik!" jawab Romi dan Rafa panik.


"Bagus! Suruh Rendy menemuiku malam ini" Titah Kake sambil menulis cek.


"Baik Tuan," jawab kedua nya.


"Ini kalian ambil,lumayan untuk beli roko" Kake memberikan cek senilai 2jt.


Romi dan Rafa saling pandang,mereka Kaget karena Kake malah memberi mereka cek yang bisa mereka pakai bersenang senang.


"Cepat ambil atau wajah Kalian kepanasan!" acam Kake,


"Ba-ba-baik tuan. Terima kasih atas kebaikan Tuan'' Rafa mengambil Cek.


"Kalian boleh keluar."


Romi dan Rafa keluar dari kamar Kake Sugiono,dan kedua nya masih di pantau oleh Kake Sugiono,karena Kake begitu kasihan kepada nasib Mereka berdua.


"Semoga cucuku Rendy masih berbaik hati mempekerja kan mereka. Meskipun bodoh,tapi mereka sangat taat dan sedikitpun tidak punya niat untuk berhianat. kasihan jika mereka di pecat mereka tidak punya harta dan keluarga yang bisa mereka andal kan"


gumam Kake saat mengetahui asal usul Romi dan Rafa yang sangat menyedihkan.


Flashback On


Romi dan Rafa adalah sepupu. Mereka yatim piatu sejak kelas 1 smk. Orang tua mereka meninggal 9 tahun yang lalu,karena pembunuhan yang di laku kan segerombolan perampok.


Mereka menjadi sebatang kara,dan tidak ada satu orang pun yang peduli kepada kedua nya. Rendy yang tak tega melihat teman 1 kelas nya menderita,langsung menolong kedua nya saat itu juga,saat di sekolah dia mengajak Romi dan Rafa untuk menjadi Asisten pribadi nya. Sampai di kemudian hari,Romi dan Rafa berhasil menangkap sekaligus membunuh segerombolan perampok yang membunuh keluarga mereka.


Flashback Of


Setelah menyelesai kan pekerjaan,Reza dan Refan pergi ke Apartemen Rendy. Mereka berdua penasaran ingin menanyakan suatu perkara kepada Adik nya.


"Mau apa Kalian kemari?," ketus Rendy ketika melihat kedua Kakak nya baru saja datang.


"Apakah kau tidak tau sopan santun kepada tamu?," jawab Refan sinis,sedang kan Reza tidak menjawab,dia langsung duduk di sofa ruang tengah.


"Hehehe maaf, silahkan duduk,jika Kalian menginginkan sesuatu,Aku akan pesankan via online. karna stok di rumah ku habis," ucap Rendy panjang lebar.


Rendy melirik Reza,tanda bertanya mau apa?,


"Aku sama dengan Refan," jawab Reza,Rendy langsung memesan kan pesanan kedua Kakak nya.


"Sudah Aku pesankan,20 menit lagi akan tiba" jawab Rendy lalu ikut duduk bersama kedua kakak nya


(Yang tau kode Apartemen Rendy hanya kedua orang tua nya dan kakak kembar nya serta kedua Asisten Rendy)


Mereka bertiga ngobrol dengan santai dan menanyakan kesibukan masing masing,sampai Romi dan Rafa datang menghampiri mereka sambil membawa banyak cemilan.


"Kenapa Kalian yang membawa cemilan itu?," tanya Rendy.


"Di luar Kami bertemu Ojol yang mengantar pesanan Bos,dan Kami membawa pesanan Bos kemari" jawab Romi. Refan langsung mengambil dan membagikan cemilan yang di bawa Romi.


"Kalian berdua duduk,karna kami masih ada urusan" titah Refan kepada Romi dan Rafa.


Mereka berlima nyemil bersama,sambil di iringi candaan masing masing mereka terlihat sangat menikmati kebersamaan,sampai cemilan mereka habis,Refan mengalih kan obrolan.


"Apa yang Kau inginkan dari rencana bodoh mu itu?," tanya Refan.


"Kau fikir dengan rencana bodoh mu itu akan membuat gadis itu menyukai mu?," tanya Reza sambil mengherenyit kan dahi. Rendy faham maksud dari pertanyaan kedua Kakak nya.


"Aku bingung harus berbuat apa?,karna gadis itu sangat aneh,dia fans berat ku,tapi dia tidak ingin menjadi Kekasih ku. Aku tidak suka dengan penolakan!" jawab Rendy panjang lebar.


"Kenapa Kau bisa menyukai gadis itu?," tanya Reza,


"Bukan kah wanita seperti gadis itu bukan tipe ideal mu?, bahkan dia sangat mungil dengan tinggi badan nya yang Aku perkirakan hanya sampai di ketiak mu!" Refan berkata sinis.


Mendengar perkataan kedua kakak nya,Rendy langsung menjelaskan semua nya. Dari awal pertemuan hingga pemuda itu hampir setiap malam mimpi basah bersama Sindi.


"Setiap Aku bermimpi basah dengan nya,maka bertambah pula rasa ketertarikan ku kepada nya" imbuh Rendy dengan wajah lesu


"Bagai mana jika kau bertanya kepada Kake?, Beliau pasti tau arti mimpi mu itu" Reza memberi saran.


"Supaya Kau tidak melanjutkan rencana bodoh mu itu!" Refan menimpali.


"Iya Bos,,,benar yang di katakan Tuan Reza dan Tuan Refan," kedua Asisten Rendy menimpali dengan antusias. Rendy teridiam dan mencerna perkataan mereka berempat.


"Baiklah,besok Aku akan menemui Kakek." Rendy menganggukan kepala.


"Bagus," Reza menepuk bahu Rendy.


"Kalau begitu kami pulang dulu" pamit Reza dan Refan. Mereka berdua bangun dari duduk nya,namun kedua nya di tahan oleh Rafa.


"Tunggu Tuan Kami masih ada perlu!" Rafa mencegah langkah Reza dan Refan.


"Ada apa?," tanya Reza,


"Tuan Sepuh menitip perintah untuk Bos Rendy" jawaban Romi membuat Reza dan Refan menggeleng kan kepala.


"Langsung saja kau katakan kepada Bos mu itu." titah Reza,


"Dasar bodoh,apa hubungan nya dengan Kami ?" Refan berkata kesal


"Maaf Tuan," ucap kedua nya.


Sedangkan Rendy hanya menggeleng kan kepala melihat kebodohan dua Asisten nya.


"Kake menyuruh apa?," tanya Rendy saat kedua Kakak nya sudah pergi.


"Tuan Sepuh memerintah kan Bos untuk menemui Beliau malam ini." Romi memberi tahu,


"Beliau juga meminta agar Bos menghentikan rencana bodoh ini." Rafa keceplosan,


"Apa kau bilang?," Rendy melempar plastik kosong,tapi tidak mengenai sasaran.


"Ma-ma-maaf tuan," Rafa mengatup kan tangan,


"Kalian boleh pergi." titah Rendy,


"Baik Tuan,Selamat malam." pamit Kedua Asisten nya lalu pergi untuk bersenang senang.


"Malam ini ? hehe kake sangat peduli kepada ku."


Pemuda itu langsung memakai jaket mahal nya dan menggunakan mobil sport menuju kediaman orang tua nya.


"Seperti nya kita berjodo Sindi. Karna kake ku sangat peduli kepada ku"


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG