Playboy Insaf

Playboy Insaf
Limapuluh Tiga



Siang harinya di perusahaan Refan. Riko dan Romi sedang melangkah menuju ruangan kerja Refan.


Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Reni adiknya Refan.


"Hei setan kecil" panggil Romi.


"Iss... Mas Romi sama aja seperti Mas Aril. Aku sudah besar lho masak dipanggil setan kecil terus" protes Reni.


"Hahaha.. sampai kapanpun kamu tetap menjadi setan kecil kami" balas Romi.


"Mau ketemu Mas Refan Mas?" tanya Reni pada mereka.


"Menurut kamu, ngapain kami ke sini selain menemui Refan? Gak mungkin kan kami mencari setan kecil?" Romi balik bertanya.


"Ya sudah sana gih, Mas Refan ada di ruangannya" sambut Reni.


Saat Romi dan Riko hendak pergi tiba - tiba mereka kembali di tegur Reni.


"Mas.. Mas.. Mas.. aku boleh minta tolong gak sama kalian?" tanya Reni.


Riko dan Romi berhenti dan kembali melirik Reni. Reni adalah adik dari sahabat mereka. Sejak dulu mereka sudah menganggap Reni sebagai adik mereka sendiri jadi Reni memang sudah terbiasa bermanja kepada mereka.


"Kamu mau minta tolong apa Ren?" tanya Riko.


"Mm.. anu Mas, kemarin aku kan baru pulang dari Surabaya. Ada temanku yang ikut dari sana ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Di sini sedang tidak ada lowongan, di Perusahaan Mas Aril juga sudah cukup karena adiknya Mas Bimo udah melamar duluan. Jadi aku minta tolong sama kalian siapa tau kalian bisa membantunya" pinta Reni.


"Aku sudah penuh barusan aku sudah menerima sepupuku yang baru tamat kuliah. Kalau Perushaan kamu gimana Rom?" lempar Riko kepada Romi.


"Mmm.. nanti aku tanya bagian HRD dulu ya Ren" ucap Romi.


Reni tersenyum kesenangan.


"Beneran ya Mas, nanti aku ingatin Mas lagi ya. Jangan marah kalau aku kirim pesan" ujar Reni semangat.


"Iya, ingatin aja Mas lagi biar gak lupa" balas Romi.


"Oke Mas, makasih banyak ya. Semoga kalian berdua banyak rezeki dan cepat dapat jodoh" doa Reni.


"Aamiin... " jawab Romi dan Riko berbarengan.


"Ya sudah sana gih ke ruangan Mas Refan" perintah Reni.


"Oke Rin, sampai ketemu lagi... " Sambut Riko.


Riko dan Romi berlalu meninggalkan Reni dan berjalan ke ruangan Refan


Tok.. tok..


"Masuk" ucap Refan dari dalam ruangan.


Romi dan Riko masuk ke dalam ruangan Refan dan langsung duduk di sofa.


"Ngapain kamu memanggil kami ke sini?" tanya Riko.


"Oh itu aku mau minta tolong sesuatu pada kalian" jawab Refan.


"Tentang lowongan kerja?" tanya Romi.


"Lho kalian kok udah tau?" Refan terkejut dan balik bertanya.


"Tadi sebelum sampai ke sini kami bertemu dengan Reni. Dia yang cerita, ada temannya yang mau cari kerja" jawab Riko.


"Rupanya Reni sudah cerita duluan. Iya ada teman adiknya Bimo datang dari Surabaya ikut ke sini mau cari kerja katanya. Di kantorku sudah full, kantor Aril juga. Siapa tau bisa di titip di perusahaan kalian" pinta Refan.


"Aku juga udah full. Barusan sepupuku datang dari Surabaya juga baru selesai wisuda minta tolong masuk ke perusahaan. Jadi gak mungkin aku tolak" sambut Riko.


"Kamu Rom?" tanya Refan.


"Aku tanya HRD dulu ya, siapa tau ada yang kosong" Romi segera menghubungi bagian HRD di Perusahaannya.


"Halo Pak Agus, ada kursi yang kosong di perusahaan kita? Ada yang ingin melamar kerja? Oh begitu baik nanti aku suruh dia kirim lamaran ya" ujar Romi.


Romi segera menutup teleponnya.


"Gimana Rom?" tanya Refan.


"Ada lowongan kerja di bagian keuangan. Temannya adik si Bimo jurusan apa?" tanya Romi.


"Ekonomi. Mereka Sarjana Ekonomi" jawab Refan.


"Oke Rom, terimakasih ya. Aku akan suruh Ela kirim lamaran ke Perusahaan kamu. Tapi pesanku kamu jangan godain dia ya soalnya tuh anak cantik, gak enak sama Bimo. Ela itu sahabat adiknya Bimo" pesan Refan.


"Kamu tenang aja Fan, aku tidak akan godain gadis itu karena aku mencari gadis lain" tolak Romi.


"Udah punya target kamu?" tanya Refan.


"Sudah lama tapi dia dikibulin cewek, dikasih alamat palsu sampai Romi hampir mati penasaran" jawab Riko.


"Jangan sampai Rom. Kalau kamu mati penasaran arwah kamu gentayangan" ujar Refan.


"Kalian pikir aku kuntilanak" protes Romi.


"Hahaha.. bukan kami yang bilang" ledek Riko.


"Gimana perkembangan kasus rival kamu?" tanya Romi.


"Siapa rival aku? Bimo?" tanya Refan.


"Bukan tapi almarhum Bima" jawab Romi.


"Dia sudah meninggal dan tidak akan pernah menjadi rival aku" balas Refan.


"Tapi kan Kinan mencintainya" ujar Romi.


Refan tersenyum menatap kedua sahabatnya.


"Kalian tidak tau saja kalau aku ini adalah cinta pertamanya Kinan. Saat dulu di perjodohan pertama kami dia sudah jatuh cinta kepadaku. Hanya saja saat itu kami belum berjodoh" ungkap Refan.


"Dan kamu membatalkan perjodohan kalian demi menikahi Renita" potong Riko.


"Yah seperti itulah kenyataannya" sambung Refan.


"Kamu beruntung Fan, mungkin karena kamu baik dan setia. Sama seperti Bagus, rumah tangganya juga baik - baik saja dan mulus. Tidak seperti kisah cinta kami bertiga. Aku terhalang restu orang tua. Romi kena prank sebelum berkenalan sedangkan Aril juga masih pendekatan. Aku dengar adiknya Bimo belum ada tanggapan sama sekali malah cuek" ungkap Riko sedih.


"Hahaha anggap saja itu balasan untuk kesalahan kalian dulu dan berdoalah agar Allah hanya menguji kalian bukan menghukum. Saat kalian bisa melalui semua cobaan itu semoga akan indah pada akhirnya" ujar Refan memberi semangat.


"Makan siang yuk, aku laper nih" ajak Romi.


"Yuklah.. " sambut Riko.


"Bentar aku tanya istriku dulu ya... kita makan siang bareng dia aja. Kasihan dia sudah hamil besar, semakin sulit bergerak" ujar Refan.


Setelah menghubungi istrinya Refan kembali mengajak dua sahabatnya itu.


"Yuk guys... kita berangkat ke Restoran. Istriku udah laper banget. Aku gak mau dia dan anak - anakku sampai kelaparan" ajak Refan.


"Okelah Fan" sambut Riko dan Romi.


Mereka berjalan keluar dari ruangan Refan menuju parkiran mobil. Setelah itu mobil langsung meluncur ke Restoran yang sudah di pesan Refan sebelumnya.


Rombongan Refan yang sampai lebih dahulu. Mereka segera memesan makanan untuk makan siang. Refan sudah memesan makanan untuk Kinan dan Anita juga setelah bertanya melalui telepon makanan apa yang mereka inginkan.


"Bagaimana masalah kamu dengan Dini Ko? Apa kamu tidak mau memulai cara mendekatinya dengan cara yang berbeda?" tanya Refan.


"Aku belum menemukan jalan yang lain Fan. Aku masih jalan di tempat" jawab Riko.


"Ayolah Ko, perjuangkan agar kamu lega. Seperti aku, aku sampai mencari wanita itu sampai ke Surabaya selama seminggu. Walau hasilnya nihil tapi aku tidak menyesalinya. Setidaknya aku sudah berusaha, kata seorang pria yang aku temui di Surabaya aku hanya tinggal berdoa dan pasrah. Kalau memang wanita itu jodohku kelak aku akan bertemu lagi dengannya. Kalau tidak ya setidaknya aku meminta kepada Allah agar aku bisa melupakannya" ungkap Romi.


Riko terdiam mendengar omongan Romi. Tak lama kemudian Kinan datang bersama Anita. Riko sangat terkejut melihat kehadiran Anita yang tak lain adalah Kakaknya Dini.


"Sudah lama Mas sampainya?" tanya Kinan.


"Belum yank" Jawab Refan.


Refan langsung menyambut Kinan dan membimbingnya duduk. Anita juga menyusul disampingnya.


"Eh ada Anita rupanya" sapa Riko.


"Mas Riko" sambut Anita.


Sontak Refan jadi salah tingkah karena bertemu dengan Anita kakaknya Dini, gadis impiannya. Sungguh dia tidak punya persiapan sebelumnya.


.


.


BERSAMBUNG