Playboy Insaf

Playboy Insaf
Permulaan (Jangkrik bos)



Dua hari Romi dan Rafa di rawat di rumah sakit. Pagi ini kedua nya sudah berada di rumah Keluarga Prastya. Mereka sedang menunggu Rendy dan Kakek Sugiono sarapan.


"Kalian sudah menyiapkan semua nya?," tanya Kakek kepada Kedua Asisten Rendy.


"Sudah Tuan,Kita tinggal melancarkan rencana Tuan," Jawab kedua nya kompak.


Kakek Sugiono memasang wajah sangar,dan kini Kakek menghampiri kedua Asiten Rendy yang sedang ketakutan.


"Jaga sikap Kalian berdua! kepada ku dan Ketiga Cucu ku jika kalian ingin aman!" ancam Kakek tepat di telinga Romi dan Rafa.


"Baik Tuan...." Jawab Kedua nya.


*


*


*


*


*


Malam ini Rendy akan melancarkan rencana Kakek nya untuk menjebak Sindi sekaligus menjadi pahlawan kesiangan.


"Mudah mudahan Bos tidak babak belur," ucap Romi dengan wajah hawatir,


"Dan tidak masuk Rumah Sakit" Rafa menimpali,namun wajah nya sedikit tenang.


"Ini adalah tindakan menyusahkan diri Sendiri," Romi dengan gaya nya seperti Poli Tikus,


"Di mana mana Orang itu pengen selamat. Nah ini malah pengen babak belur," Rafa terlihat kesal.


"Eh kuya,,,kenapa wajah Elo jadi asem gitu?," tanya Romi dengan wajah heran,


"Gw gak habis Fikir,seorang Artis nomer 1 harus bertindak sekonyol ini demi seorang Gadis yang aneh," Rafa malah curhat,


"Eh jaga tuh mulut Elo kalo gak mau ngejoprak kaya 3 Hari yang lalu," Romi memperingati dan Rafa langsung menutup mulut nya.


-


-


-


Tibalah adegan dimana Sindi di culik oleh Taksi Online pesanan nya,gadis itu dibawa ketempat yang sudah di rencana kan. Disebuah gang sempit,Sindi di kepung 4 Orang Pria berwajah sangar,Sindi berteriak histeris,dan ketika salah satu preman akan menyentuh nya,datang lah Rendy dengan topeng Palsu nya. Wajah nya benar benar bukan Rendy,topeng yang Rendy gunakan benar benar asli dan tidak membuat siapa pun curiga jika itu adalah Rendy Prastya.


"Hei kalian para sampah,lepaskan Gadis itu jika kalian ingin selamat," ancam Rendy.


"Hei kau pahlawan kesiangan berani nya Kau?, Kau tak tau siapa kami?," tanya salah satu dari mereka. Rendy tak menjawab pertanyaan preman itu,dia malah menyuruh maju ke empat preman itu dengan tangan nya. (ilustrasi nya kaya Bruce Lee nantang berantem)


Terjadilah perkelahian editan yang dimana sudah jelas bahwa Rendy lah yang menjadi pemenang nya secara heroik. Ke empat preman itu kabur,menyisakan Rendy dan Sindi yang berada di gang sempit itu.


Bugh....


Sindi langsung memeluk Rendy karena merasa ketakutan "Terima Kasih Tuan hiks...hiks...hiks..." ucap Sindi gemetaran.


"Hei Gadis Mungil,maafkan Aku yang telah menjebakmu. dan ah.... pelukan mu sungguh membuatku tenang," Rendy tersenyum bahagia sekaligus iba melihat gadis yang dia Cintai sedang ketakutan.


"Se-se-setaaannnn......." teriak dua Orang yang tak lain adalah Romi dan Rafa.


Romi dan Rafa sedang menunggu Rendy di dalam mobil,mereka berdua keluar dari mobil Rendy karena mereka melihat Setan. Mereka berdua berlari ketakutan sampai tak sadar pelarian mereka malah menghampiri Bos nya yang sedang asik berduaan.


"Kenapa kalian?,"


Rendy sudah sangat geram,tangan nya mengepal,karena kedua Asisten nya mengganggu kemesraan dirinya bersama Sindi.


"Bos..." jawab Rafa keceplosan,langsung di sikut oleh Romi,


"A-a-anu.... jangkrik Bos..." imbuh Rafa melirik ke arah Romi dengan wajah panik.


"Iya... jangkrik. Kami takut sama jangkrik"


Romi menimpali ucapan Rafa dan membawa Rafa menjauh dari Bos nya yang sedang asik bersama Sindi.


"Kenapa dua Mahluk aneh itu bisa ada disini?," Sindi terlihat curiga


"Tuan mengenali mereka?," Sindi bertnya kepada Rendy dengan wajah penasaran,


"Tidak Nona. Saya tidak mengenali dua Orang aneh itu." jawab Rendy tenang.


"Oohh...." Sindi membulat kan Bibir nya,


"Kenapa Nona bisa berada disini?,Apa nona tidak tau tempat ini sangat berbahaya?," Rendy memang ahli dalam berakting


Sindi melihat Rendy dan mulai menceritakan semua nya sambil memeluk Rendy dan berlinang air mata,Gadis itu terlihat masih sangat ketakutan.


"Sial,,,,kenapa baru juga di peluk junior ku sudah bangun?," Rendy merasa tak nyaman dan langsung melepaskan pelukan Sindi.


"Kalau begitu,boleh kah Saya mengantar Nona pulang?," tanya Rendy yang di jawab anggukan oleh Sindi.


Mereka berdua pulang dengan mobil jadul yang dibaru saja di beli Rendy untuk penyamaran nya. Di dalam mobil mereka tak berbicara,karena Rendy yang terlalu bahagia dan takut keceplosan,sedangkan sindi yang malu dan masih merasa takut. Kini mereka sudah sampai di depan Rumah Sindi,setelah berterima kasih,Sindi masuk ke dalam rumah dengan masih sesegukan.


"Yaa haha huuww..." Rendy berteriak di dalam mobil karena saking bahagia.


"Tuan,apa kau baik baik saja?," tanya seorang ronda.


"Saya baik baik saja," jawab Rendy sambil nyengir Kuda.


"Dasar Wong Eddan..." gerutu Tiga Orang ronda langsung meninggalkan Rendy.


-


-


-


"Aku sangat bahagia malam ini,hei Gadis Mungil,Kau sudah dua kali memeluk ku. dan Aku sangat bahagia," wajah Rendy masih berbinar binar.


"Maafkan Aku Gadis Mungil,cara ku mendekatimu sedikit aneh,tapi Aku tidak punya cara lain agar bisa mendekati mu yang menolak aku yang sebenar nya," kini wajah pemuda itu terlihat lesu.


-


-


-


"Ibu....." Sindi berhamburan memeluk ibu nya sambil menangis,


"Ada apa Nak kamu menangis seperti ini?," tanya Alfi yang sedari tadi sudah panik karna Putri nya baru pulang pukul 22.30


"Hiks....hiks....hiks...." Sindi masih menangis


"Tenang Nak,tenang..." Alfi mengelus kepala Putri nya.


"Kamu kenapa Sayang?," tanya Dewi yang melihat Putri nya sudah tenang.


Sindi mulai mencerita kan kejadian yang tadi dia alami sambil sesegukan Gadis itu kembali memeluk Ibu nya sambil menangis. Dewi tebawa emosi melihat Putri tercinta nya menangis,Wanita Paruh baya itu tidak bisa berkata apa apa keculai mengelus elus kepala Putri tunggal nya. Sedangkan Alfi terlihat berfikir,Pria paruh baya itu tidak habis fikir,kenapa ada pengemudi Taksi Online yang tega sampai mau melecehkan Penumpang nya?.


"Nak,apa kamu masih menyimpan bukti pemesaman nya?," tanya Alfi,


"Ini yah..." Sindi menyerahkan ponsel nya,


"Baiklah.... Besok Ayah akan menjebloskan Orang ini kepenjara," ucap Alfi menahan kesal.


"Mulai besok,Kamu harus hati hati. dan lebih baik bawa mobil sendiri." Dewi menasehati Putri nya.


"Iya Bu...." keadaan Sindi sudah kembali membaik,


"Kamu sudah makan Nak?," tanya Dewi,


"Sudah Bu," jawab Sindi mulai tersenyum.


"Kalau begitu,Kamu istirahat sayang biar besok gak kesiangan," titah Dewi sambil membelai wajah Cantik Putri nya,


"Bu,Aku mau tidur sama Ibu,Aku takut Buu...." rengekan Sindi di angguki oleh Kedua Orang tua nya.


"Ayo Kita tidur," ajak Dewi.


-


-


-


-


-


Kini Mereka Bertiga tidur satu ranjang,Dewi tidur sambil memeluk Putri nya,sedangkan Alfi masih sibuk dengan lamunan nya.


"Siapa yang berani mengusik Keluarga ku?, Aku akan mencari Kalian dan memberi Kalian Pelajaran!"


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG