Playboy Insaf

Playboy Insaf
Duaratus Sembilan



"Apakah benar yang kamu katakan Bel?" tanya Riko tak percaya dengan apa yang Bela ceritakan tentang ngidamnya Aril.


"Bukan hanya Bela dan Romi aja yang pusing. Kami semua habis digilirin" sambung Refan.


"Digilirin gimana?" tanya Riko bingung.


Flashback On


Setelah keluar dari kantor Romi, Aril melanjutkan perjalanannya menuju kantor Refan.


Dia masih belum puas karena belum bisa berbicara dengan Riko. Aril benar - benar bingung apa yang sedang terjadi dengan dirinya saat ini.


Antara otak dan perasaannya tidak bisa diajak kerjasama. Dia benar - benar sangat merindukan Riko.


"Ko maafkan aku karena sudah membuat malam pertama kamu gagal. Angkat donk Ko teleponku, aku ingin minta maaf" ujarnya sambil memegang teleponnya.


Tapi sayang telepon Riko memang tidak bisa di hubungi. Akhirnya mobil Aril sampai di kantor Refan dan dia segera naik ke lantai paling atas tempat ruangan CEO berada.


"What's up bro? Pagi banget kamu ke kantor ku. Apa gerangan yang ingin kau bicarakan?" sambut Refan dengan hangat.


Aril langsung duduk di sofa Refan tanpa dipersilahkan duduk terlebih dahulu. Dengan wajah yang sangat sendu Aril mulai menangis.


"Romi Fan" ucap Aril sambil mulai merengek.


Sontak Refan langsung terkejut melihat sikap Aril yang tak biasa itu.


"Romi kenapa Ril?" tanya Refan terkejut.


"Dia jahat banget padaku. Udah bela - belain datang ke kantornya pagi - pagi untuk minta bantuan tapi dia tidak mau menolongku" ungkap Aril.


"Ya Allah Ril bantuan apa yang kamu inginkan sampai kamu sesedih itu? Aku kira ada sesuatu yang terjadi dengan Romi" tanya Refan sedikit lega.


"Aku kesulitan bicara dengan Riko sejak dia pergi umroh. Ponselnya mati dan aku tidak bisa menghubunginya. Tolong donk Fan hubungi Riko untukku" pinta Aril sambil memelas.


"Emang apa yang ingin kamu bicarakan dengan dia sampai kamu sesedih itu?" tanya Refan penasaran.


"Aku kangen Riko Faaan... " Tangis Aril pecah.


Mata Refan sesaat berhenti berkedip. Dia tak percaya dengan apa yang dia lihat. Aril bisa menangis secengeng ini di hadapannya karena merindukan Riko.


Waah gak beres nih anak. Batin Refan


Refan segera keluar dari meja kerjanya dan berjalan menghampiri Aril yang sedang duduk sambil menangis di sofa.


Refan menyentuh kepala Aril.


"Tidak demam. Kamu sehat kan Ril?" tanya Refan bingung.


"Tidak.. aku sakit Faaan" jawab Aril masih menangis.


"Kamu sakit apa? Kok bisa jadi seaneh ini?" tanya Refan semakin bingung dan tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Aku sakit malarindu.. Rindu dengan Riko. Aku tuh bersalah banget padanya. Dia pasti marah banget padaku karena sudah mengganggu malam pertamanya" ungkap Aril.


"Waah parah nih anak.. Tega bener kamu gangguin malam pertama mereka. Mungkin ini kali ya yang dinamakan kualat" umpat Refan.


"Aku tau aku salah Fan makanya aku mau minta tolong sama Riko. Dia mungkin udah blokir nomorku karena aku tidak pernah bisa menghubunginya lagi. Tolong Fan kamu yang coba hubungi dia" pinta Aril memelas.


"Tapi gak gitu juga kali Ril gaya kamu.. nangis - nangis seperti kekasih di tinggal kawin. Geli aku lihat kamu" ejek Refan.


"Faaan.. serah kamu deh mau bilang apa yang penting tolongin aku" Aril kembali menangis.


Karena kasihan melihat Aril Refan akhirnya mencoba menghubungi Riko. Tapi telepon Riko memang tidak aktif.


"Hiks.. hiks.. hiks.. Riko... aku kangen kamu" tangis Aril kembali pecah.


Refan melongo melihat tingkah Aril seperti Salman yang lagi tantrum.. eh Bukan, Salman sih anak baik budi dan dewasa. Refan ingat Jeta kalau lagi tantrum persis seperti Aril.


Tanpa sadar Refan jadi tersenyum melihat tingkah absurd Aril.


"Kamu kenapa ketawa Fan, tega banget sama teman. Lihat aku sengsara seperti ini kamu malah tertawa" Aril semakin menangis.


Refan meraih ponselnya dan mengambil foto Aril menangis. Dia kemudian mengirim pesan ke group persahabatan mereka.


Refan


Lihat ni si Aril lagi tantrum di kantorku.


Itu isi pesan Refan dibawah potret Aril yang lagi nangis.


Romi


Hahaha ternyata setelah dari kantorku dia pergi ke kantor kamu Fan 🤣🤣


Bimo


Ada apa dengan Aril? 😧


Bagus


Omegod Aril berubah jadi Airin? 😲


Bimo


Apa dia bertengkar dengan Bela? Baru dua bulan menikah sudah separah itu? Bela kok gak ada cerita padaku ya?


Refan


Dia kangen Riko katanya..


Ko kamu dimana? Nih kekasih gelapmu kehilangan 🤣🤣


Romi


Dia lagi ngidam


Bimo


Ngidam gimana maksud kamu Rom?


Romi


Tanya aja adik kamu


"Nyusul aja ke sana kalau emang kamu kangen banget" sambut Refan.


"Kalau Bela tidak lagi hamil udah aku susulin Fan Riko ke mekah" jawab Aril.


"Oh ini maksud Romi kamu lagi ngidam? Rupanya Bela sudah hamil toh" ucap Refan.


Refan mengerti apa yang dialami Aril karena dulu waktu Kinan hamil si Kembar dia juga mengalami hal yang sama. Bedanya Refan gak selesai Aril, Refan hanya merasa mual dan muntah.


Refan kembali meraih ponselnya.


Refan


Aril lagi ngidam, ternyata Bela lagi hamil. Bahaya gak ya kalau biarin Aril seperti ini. Kata orang kan kalau ngidam harus dituruti biar anaknya nanti gak ileran. Mungkin anak Aril ngefans banget sama Riko sampai Aril tantrum seperti ini.


Bimo


Bela sudah hamil?


Romi


Iya Bim, Bela lagi morning sickness, si Aril yang ngidam


Bagus


@Refan itu hanya tahyul aja bro. Gak ada seperti itu secara ilmu agama dan ilmu kedokteran


Refan


Iya sih tapi aku kasihan banget lihat Aril seperti ini, secara aku juga pernah ngerasain gimana rasanya ngidam.


Romi


Udah biarin aja dia, hitung - hitung nebus dosa karena udah gagalin malam pertamanya Riko.


Bagus


Apa? Malam pertama Riko gagal karena Aril? 😱


Waaaa parah nih anak 🤬


Romi


Teman kamu yang satu ini kelewat isengnya


Bimo


Bener ternyata Bela lagi hamil. Aku baru saja hubungi Bela. Aril emang beneran lagi ngidam. Jadi gimana nih?


Romi


Biarin aja paling cuma dua minggu dia seperti ini. Tapi yaaah siap - siapa aja kita bakalan di gilirin. Hari ini aku dan Refan, besok siapa tau kalian Gus, Bim 🤭


Bagus


Aku lari 🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️


Bimo


Mau lari tapi dia ngidam karena ponakan aku 🤦‍♂️


Romi


🤣🤣🤣🤣


Bagus


Ponakan kamu sepertinya sama isengnya seperti Bapaknya 🤣🤣


Refan


Nikmati aja Bim, langka lho punya adik ipar seperti ini 😝


Bimo


Oalaaaah 😰😰


Refan


🤣🤣🤣


Bagus


🤣🤣🤣


Romi


🤣🤣🤣


"Percuma minta tolong sama kamu, aku malah diketawain. Nyesal aku datang ke sini" umpat Aril setelah bisa menenangkan diri.


Aril segera bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan kantor Refan.


Refan


Guys.. dia ngambek.. sekarang udah pergi dari kantorku


Romi


Siap - siap siapa selanjutnya.


Bagus


Lariiiiiii 🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️


Flashback Off


.


.


BERSAMBUNG