Playboy Insaf

Playboy Insaf
Sindi Dewi Lestari



Gadis berusia 22 tahun cantik manis nan periang tapi sangat tertutup untuk urusan perasaan. Tidak ada yang tau kebiasaan Sindi yang suka menulis. Gadis itu akan menuliskan harapan nya dan kejadian apa saja yang menimpanya. Baik itu kejadian yang membuat nya bahagia ataupun yang membuat nya bersedih. Sindi juga akan menuliskan kejadian yang di alami kedua orang tua nya. Bahkan orang lain pun akan dia tuliskan jika menarik perhatian nya,akan dia masukan ke dalam buku pribadi nya.


Sindi adalah putri tunggal Alfi Ramadhan pemilik salah satu Restoran mewah di pusat kota,dan istri nya Dewi Lestari pemilik butik ternama,yang tempat nya di sebelah Restoran milik Alfi. Langanan mereka,adalah orang orang terpandang. Termasuk keluarga Prastya adalah salah satu langganan mereka.


Dari kecil,Sindi selalu menolak di manja secara harta. Gadis itu hanya meminta ibu dan ayah nya agar selalu hidup Rukun,dan damai. Karna bagi sindi,kerukunan keluarga adalah nomor satu.


Hidup di dalam lingkungan keluarga yang harmonis,membuat nya menjadi gadis baik hati dan mudah tersenyum. Sindi tidak pernah lupa berbagi,dia juga sangat pandai menghemat uang. meskipun bisa saja dia berboros borosan,tapi dia enggan melakukan nya,karna Sindi selalu mengingat pepatah ibu nya.


"Nak,mencari Uang itu sulit untuk sebagian Orang. Meskipun Kita termasuk yang di mudah kan,Kita harus mengguna kan Harta kita agar bermanfaat untuk Orang lain. Jangan mengikuti hawa Nafsu!." itulah Pepatah Ibu yang slalu Sindi ingat.


Dalam segi mencari sorang pendamping,Sindi termasuk wanita yang pemilih. Gadis itu memimpikan seorang Pria tampan dan dewasa,setia,serta bertanggung jawab. Baik kepada dirinya,terutama kepada kedua orang tua nya.


Sindi tidak terlalu mementingkan harta,karna baginya harta tidak menjamin semua kebahagiaan. Asalkan pria itu tampan,setia,dan bertanggung jawab,kebahagiaan akan di raih bersama. Meskipun hati kecil nya menginginkan paket lengkap yang gadis lain nya idamkan,yaitu tamapan,mapan,bertanggung jawab,dan sayang keluarga.


Dibalik semua prilaku baik nya,ternyata Sindi adalah seorang gadis yang jahil dan tak segan menunjukan kebencian nya kepada siapa saja yang mengusik ketenangan nya


Paygirl tingkat Dewa juga menjadi salah satu kejelekan nya. Karna Sindi tak main main jika memiliki pasangan,gadis itu akan menggaet paling sedikit 5 bahkan sampai 10 pria sekaligus untuk menjadi kekasih nya.


Meskipun memiliki banyak kekasih,Sindi masih bisa menjaga kesucian nya dengan sangat baik,dia belum pernah melakukan hal hal yang di larang agama.


Cara berpacaran nya pun,suka suka dia. Yang artinya jika sindi ingin chetingan dengan si A maka dia akan chetingan dengan si A sampai Sindi benar benar tau siapa si A. Tak peduli jika si B,C,D,E akan mengamuk kepada nya karna chet nya tidak di balas.


Meskipun memiliki banyak kekasih,sekalipun Sindi tidak pernah berkencan,bahkan telvonan juga 2 bulan sekali. Itupun jika sindi sedikit merindukan pria yang dia ajak telvonan.


Karna sudah empat tahun berpacaran dengan gaya seperti ini,membuat nya bosan. Perlahan gadis itu mengurangi jumlah pacar nya bahkan betah berlama lama menjadi jomlo.


"Aku sudah lelah seperti ini,semua ini tidak ada guna nya. Ya Tuhan,semoga Engkau menganugrahkan Aku seorang Pasangan Hidup yang di dambakan semua Wanita." Itulah salah satu keinginan Sindi yang dia tulis di buku pribadi nya.


-


-


-


-


-


Tok...tok...tok...


sindi mengetuk pintu rumah nya,dan lima menit kemudian keluar ibu nya.


"Lho.. Kamu kok pulang?,Bukan nya nginep di rumah Sari?," tanya Dewi dengan mata yang sangat mengantuk.


"Engga jadi Bu,Aku gak bisa tidur disana." jawab Sindi berbohong,gadis itu memasuki rumah setelah mencium tangan Ibu nya.


"Ayah udah tidur ya bu?," tanya Sindi


"Ya sudah dong Nak,kamu gak tau ini jam berapa?," tanya Dewi.


"Hehe,,,maaf Bu. Aku kira masih jam 10 malam," Sindi sambil cengengesan.


"Kamu sudah makan?,"


"Sudah Bu,tadi di rumah Sari." Sindi berbohong.


"Yaudah,kamu masuk kamar sana," titah Dewi sambil berjalan menuju kamar nya untuk melanjut kan tidur.


"Iya Bu,,," Sindi bergegas menuju kamar nya.


-


-


-


Di dalam kamar,Sindi mengunci pintu,dia langsung jingkrak jingkrak ke atas kebawah goyang pinggul ke kanan ke kiri sambil bibir mungil nya tak berhenti tersenyum mengingat kejadian yang tadi dia alami bersama Rendy


"Aakkhh.. Aku sungguh bahagia malam ini... Rendy aku bahagia!...." Hati Sindi berbunga bunga.


"Apalagi tadi aku sempat memeluk mu... aakkhh.... Rendy bahagia banget aku bisa kasih pelukan pertama aku buat kamu..." hati nya kembali bersorak.


"Meskipun harga diriku jatuh," kini gadis itu tertunduk lesu.


"huh,Aku barusan bilang apa?,Aku mengharapkan Rendy jadi suami Aku?," Sindi mulai kaget dengan lamunan nya barusan.


"aakkhh... No.. No.. No.. Tidak sindi,kamu cukup ngefans sama Rendy. Jangan berharap lebih." Nasihat nya untuk diri sendiri.


Wajah nya kini berubah kesal,meningat kejadian sebelum bertemu Rendy. Namun dengan cepat dia mengalih kan lamunan nya.


"Lupakan saja si brengsek Dani,yang penting Aku aman dan selamat dari lelaki bedebah itu!, dan yang paling penting,Aku bisa meluk Rendy....." muka Sindi kembali terlihat ceria.


"Aku mau tulis kapan ya pengalaman ini?,ya Tuhan... Sungguh indah." gumam nya sambil memejamkan mata.


"Lebih baik besok saja aku menulis." Sindi membaringkan tubuh mungil nya.


"Sekarang aku mau tidur nyenyak, Hoam..." Sindi menguap "Rendy... semoga kamu selalu memimpikan ku." tak lama kemudian Sindi tertidur sangat nyenyak,dengan senyum manis di bibir mungil nya.


Sindi Dewi Lestari



-


-


-


Pukul 09.00 di Apartemen Randy


Romi dan Rafa datang ke Apartemen Rendy dengan keadaan setengah mabuk,karna hari ini Rendy akan memberi tugas untu kedua nya. Rendy menggelengkan kepala melihat kedua Asisten nya datang kepada nya sambil sempoyongan.


"Pergi..." Rendy mengusir mereka berdua.


Suara Rendy yang pelan tidak terdengar oleh kedua asisten nya. Mereka masih berdiri sambil menahan badan masing masing agar tidak terjatuh.Melihat itu Rendy menghampiri keduanya


"AKU BILANG PERGI!." teriak Rendy.


Romi dan Rafa langsung terjungkal. Mereka berdua segera bangun dan lari ketakutan melihat bos nya yang sedang mengamuk.


"Dasar Idiot," gumam Rendy.


"Bagaimana aku menyuruh mereka,sedangkan mereka masih mabuk," Rendy terlihat bingung,karena masih pagi dia sudah memikirkan seorang gadis.


"kenapa aku malah kepikran gadis mungil itu?, " Rendy menggelengkan kepala nya,hati nya berdegup kencang mengingat mimpi tadi malam.


"baiklah Sindi,Aku akan cari tau siapa dirimu gadis mungil."


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG...