
"Maaa tau gak dimana beli mangga muda?" tanya Ela siang harinya.
"Untuk siapa? Kamu mau makan mangga muda?" tanya Mama Romi terkejut.
"Bukan untukku tapi Mas Romi. Katanya lidahnya pahit pengen makan yang asem - asem" jawab Ela.
"Romi kyak orang ngidam aja" ujar Mama Romi.
Ela terdiam mendengar perkataan mertuanya.
"Eh jangan - jangaaaaaan" ucap Mama Romi. Mama Romi menatap Ela penuh harap.
"Ada apa Ma?" tanya Ela bingung.
"Kamu gak hamil?" tanya Mama Romi.
Ela menggelengkan kepalanya.
"Kapan kamu terkahir datang bulan?" tanya Mama Romi.
"Mmm.. sekitar tiga minggu yang lalu Ma.. Seminggu setelah kami pulang honeymoon" jawab Ela.
"Berarti belum jadwal kamu datang bulan donk" ujar Mama Romi kecewa.
Ela hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Tapi gak apa - apa deh, baru juga sebulan kalian menikah. Ya sudah sana gih ke kemar beri mama cucu yang banyak. Biar mangga mudanya nanti Mama suruh bibik yang cari" perintah Mama Romi.
Ela jadi serba salah mendengar perintah mertuanya. Akhirnya dia berjalan ke kamarnya.
"Dapat yank?" tanya Romi gak sabar.
"Kata Mama nanti biar bibik yang cari" jawab Ela.
"Aku pengen sekarang yank, udah ngiler nih bayangin mangga muda" pinta Romi dengan wajah memaksa.
"Jadi gimana donk?" tanya Ela.
"Eh di rumah Refan ada pohon mangga kan?" tanya Romi.
Ela menganggukkan kepalanya.
"Kita ke rumah Refan aja yuk, kita cari sendiri aja" ajak Romi.
"Ya sudah kalau Mas maunya begitu" jawab Ela.
Romi dan Ela bersiap untuk pergi ke rumah Refan dan Kinan.
"Lho kalian mau kemana?" tanya Mama Romi penasaran.
"Mau ke rumah Mbak Kinan Ma" jawab Ela.
"Ngapain? Bukannya Romi sedang sakit?" tanya Mama Romi.
"Mas Romi pengen banget mangga mudanya Ma. Udah gak sabar, jadi pengen cari sendiri. Di rumah Mbak Kinan ada pohon mangga siapa tau lagi berbuah" ungkap Ela.
"Kelakuan kamu ya Rom.. bener - bener kayak orang ngidam" oceh Mama Romi.
Romi terdiam mendengar ocehan Mamanya sambil berjalan keluar rumah dan masuk ke dalam mobilnya.
"Apa benar ya kelakuanku seperti orang ngidam?" tanya Romi.
Ela mengangkat kedua bahunya memberi isyarat kalau dia tidak tau.
"Gak tau Mas, aku kan belum pernah hamil" jawab Ela.
"Yank kamu udah telat belum?" tanya Romi semakin penasaran.
"Belum, minggu depan jadwal aku datang bulan" jawab Ela.
"Jadi aku gak ngidam kan?" tanya Romi bingung.
"Ya gak tau Mas, aku kan belum pernah hamil, belum pernah ngerasain ngidam. Lagian kenapa kamu juga yang ngidam?" tanya Ela heran.
"Ya bisa saja yank, buktinya Refan, Bimo, Aril mereka semua ngidam. Dan tingkahnya aneh dan berbeda - beda" ujar Romi.
"Jadi gimana nih? Mau ke rumah Mbak Kinan gak?" tanya Ela lagi.
"Jadi dunk" jawab Romi cepat.
"Ya sudah buruan berangkat jangan ngobrol terus" balas Ela.
"Oke.. oke.. " sambut Romi.
Romi mulai melajukan mobilnya dan berjalan menunju rumah Kinan. Sesampainya di sana ternyata rumah Refan dan Kinan sedang ramai.
Bimo dan Reni baru saja datang ke rumah Refan. Karena waktu lahiran sudah semakin dekat, Reni dan Bimo memutuskan untuk tinggal sementara di rumah Refan. Karena Bimo khawatir kalau dia pergi kerja hanya tinggal Bela di rumah.
Kalau tiba waktunya lahiran tidak ada yang akan membantu Reni. Makanya mulai hari ini Reni dan Bimo secara resmi tinggal sementara di rumah Refan dan Kinan.
"Lho Rom kamu gak kerja?" tanya Bimo.
"Nggak.. aku lagi sakit" jawab Romi.
"Lagi sakit kok keluyuran Mas.. harusnya kamu di rumah saja istirahat" sambut Reni.
"Trus.. ngapain kamu ke sini?" tanya Refan curiga.
"Anu tunggu sebentar ya" jawab Romi.
Romi langsung berjalan ke teras belakang dan berjalan ke taman belakang rumah Refan. Di dekat kolam renang ada pohon mangga yang alhamdulillah sedang berbuah lebat.
"Mau ngapain kamu di rumahku?" tanya Refan.
"Mau ngambil mangga kamu" jawab Romi.
"Masih mentah, belum mateng" ujar Refan.
"Justru yang seperti ini yang aku mau. Minta ya Fan" balas Romi.
Romi mendekati pohon mangga dan meraih beberapa buah mangga muda lalu memetiknya.
"Aneh kamu Rom udah seperti orang ngidam" ujar Refan.
"Kamu orang kedua yang bilang begitu Fan, sayangnya apa yang kamu katakan gak benar. Ela belum waktunya datang bulan" jawab Romi.
"Tapi kelakukan kamu ini aneh banget. Kamu beneran udah sembuh?" tanya Refan masih penasaran.
"Lidahku masih pahit makanya enak banget kalau makan mangga muda" jawab Romi.
Romi membawa beberapa buah mangga ke dapur rumah Refan dan mencucinya, setelah itu dia meraih pisau dan piring dan membawa semuanya ke depan dimana teman - temannya berkumpul.
Bimo, Reni, Kinan, Refan dan Ela menyaksikan semua apa yang Romi lakukan. Mulai dari mengupas mangga sampai mangga - mangga itu satu persatu selesai dimakan Romi.
"Ya Allah Mas Romi gigiku ngilu" ujar Reni.
"Enak lho Ren kamu gak mau?" tanya Romi.
"Nggak.. aseeeem" tolak Reni.
"Kamu yakin El gak hamil?" tanya Kinan penasaran.
"Nggak Mbak" jawab Ela sambil menggelengkan kepalanya.
"Kapan kamu datang bulan terakhir?" tanya Kinan.
"Seminggu setelah pulang honeymoon" jawab Ela.
"Iya ya belum telat memang. Tapi kok kelakuan Mas Romi aneh, persis seperti orang yang ngidam" ujar Kinan.
"Sebelumnya Mas Romi emang suka makan mangga muda?" tanya Kinan.
Ela menaikkan kedua bahunya yang artinya dia tidak tau.
"Gak tau Mbak, aku belum pernah kok melihat Mas Romi seperti ini" jawab Ela.
"Romi mah sukanya daun muda yank bukan mangga muda. Makanya dia cari istri semua Ela" potong Refan.
"Enak Rom?" tanya Bimo heran.
"Emmm.. enyak.. mau? Nih... " Romi mengerahkan sepotong mangga yang sudah dia potong.
"Nggak.. nggak... aku gak doyan Rom. Ngilu gigiku rasanya emmmmmm" tolak Bimo secepatnya.
Setelah habis semua akhirnya Romi lega.
"Alhamdulillah .. enak banget mangga kalian Nan. Nanti kalau aku pengen lagi aku minta lagi ya" pinta Romi.
"Eh tidak bisa... bisa gagal panen mangga kami ini. Belum mateng udah kamu sikat duluan. Kami gak kebagian donk" protes Refan.
"Ih pelit banget" ujar Romi.
"Habis kamu rakus sih, mangga masih muda gini udah di embat" komentar Refan.
Bimo dan yang lainnya tertawa melihat tingkah aneh Romi. Tiba - tiba Romi berdiri dan berlari mencari kamar mandi si rumah Refan.
Romi segera berlari menuju dapur sehingga membuat yang lain keheranan.
"Ueeeek.. ueeek... " Romi memuntahkan semua isi perutnya.
Ela langsung menyusul Romi sampai kamar mandi melihat kondisi suaminya.
"Fix hamil ini, aku yakin banget Mbak" ujar Reni.
"Maksud kamu Romi hamil yank?" tanya Bimo bingung.
"Ya nggak Mas.. Mana mungkin Mas Romi yang hamil, Mas Romi kan laki - laki. Ye Ela donk yang hamil" jawab Ela.
"Tapi tadi Ela bilang kan dia belum telat" sahut Refan.
"Seperti mereka harus ke dokter Mas. Bisa jadi Ela sudah hamil tapi mereka belum tau" sambung Kinan.
.
.
BERSAMBUNG