
Siang harinya Ela, Romi, Riko dan Dini janjian bertemu di Perusahaan Pak Reno yang saat ini sedang dipimpin Refan. Saat mereka tiba di ruang kerja Refan ternyata ada Bimo bersama Refan.
Mereka berenam membahas tentang meeting besok dengan seluruh pejabat Perusahaan. Besok secara resmi Ela dan Dini bekerja di Perusahaan Pak Reno. Ela akan menjabat sebagai Kepala Keuangan sedangkan Dini staff yang akan membantu Ela.
Mereka berdua sengaja diminta Refan untuk membantunya mengurus Perusahaan yang sedang diambang kebangkrutan.
Refan memberikan bahan rapat besok berupa laporan keuangan sejak Pak Reno menyerahkan Perusahaan dibawah kepemimpinan Rendy.
Ela dan Dini mempelajari laporan keuangan Perusahaan ini.
"Kalau saya teliti Mas sebenarnya tidak ada kerugian perusahaan. Perusahaan mulai mengalami kesulitan sejak Perusahaan ABC menarik investasinya dari Perusahaan ini. Dan memang sejak itu ada dana yang bocor bukan hanya ke Perusahaan itu tapi ada yang mencurigakan di sini" Ela menunjuk ke arah data yang mereka pegang.
"Besok bisa ditanyakan kepada Kabag Keuangan sebelumnya, kemana aliran dana itu perginya" sambut Refan.
"Baik Mas" balas Ela.
Pertemuan mereka akhirnya sampai sore itupun terhenti karena Refan mendapat panggilan telepon dari pihak kepolisian yang meminta Refan segera datang ke kantor polisi tempat pelaku di tangkap.
"Maaf Din, Ela kami harus segera pergi ke kantor polisi. Tolong malam ini kalian periksa lagi laporan keuangan ini. Besok kita bahas dalam rapat" Perintah Refan.
"Iya Mas, akan kami pelajari" sambut Ela.
Romi, Riko, Ela dan Dini berpamitan dengan Refan dan Dini.
"Sudah sore, kalian punya rencana mau kemana?" tanya Romi.
"Aku mau bawa Dini ke rumah orang tuaku" jawab Riko.
Dini terlihat tegang seketika.
"Oh kalau begitu kita pisah di sini saja ya. Aku dan Ela jalan ke arah berbeda" ujar Romi.
"Oke Rom, lanjut. Sampai ketemu lagi besok" balas Riko.
Riko dan Dini masuk ke dalam mobil Riko. Begitu juga dengan Romi dan Ela yang masuk ke dalam mobil Romi. Riko mulai menjalankan mobilnya menuju arah rumah orang tuanya.
"Mas kamu gak ada kasih aku waktu untuk bersiap - siapa bertemu dengan orang tua kamu" ujar Dini khawatir.
"Mau bertemu dengan orang tuaku kok pakai persiapan Din. Papa dan Mama hanyalah orang tua yang sangat wajar di datangi oleh anaknya dan juga calon menantunya. Tidak ada yang salah kan?" tanya Riko.
"Tapi Mas, ini kali pertama aku akan bertemu dengan kedua orang tua kamu. A.. aku.. sangat takut" aku Dini.
Riko tersenyum kepada Dini untuk memberikan semangat.
"Kamu tenang saja, Mamaku bukan seperti Mamanya Romi yang glamor. Mamaku wanita sederhana kok dan sangat lemah lembut. Kamu pasti senang bertemu dengan Mamaku" ujar Riko.
"Tapi Mas kita datang kesana dengan tangan kosong? Aku tidak mau dianggap tidak tau sopan santun dan tidak beradab" sambut Dini.
"Ya sudah kita beli kembang saja ya" ucap Riko.
"Lho kok kembang?" tanya Dini bingung.
"Mamaku suka kembang. Kita tinggal cari toko kembang di pinggir jalan" jawab Riko.
"Baiklah terserah kamu Mas yang penting kita bawa sesuatu yang membuat Mama kamu senang" balas Dini.
Riko tersenyum bahagia melihat calon istrinya mulai rileks. Tak lama kemudian Riko menepikan mobilnya di pinggir jalan tepat di depan toko kembang.
Dini dan Riko turun dan mereka memilih kembang yang sangat disukai Mama Riko.
"Mama kamu suka bunga apa Mas?" tanya Dini.
"Mama suka mawar berwarna pink" jawab Riko.
"Baiklah mmmm.. yang ini ya" Dini menunjuk ke arah bunga yang Riko sebut tadi.
"Oke" Jawab Riko segera.
Bunga di tata dengan cantik kemudian Riko membayar tagihannya. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah orang tua Riko.
"Assalamualaikum... " ucap Riko.
"Yuk Din masuk.. mungkin Papa dan Mamaku lagi di kamar bersiap - siap untuk shalat" ajak Riko.
Dini masuk mengikuti Riko dari belakang.
"Yuk kita langsung ke mushala, pasti Papa dan Mama aku ada di sana" ujar Riko.
"Iya Mas" kawan Dini.
Riko membawa Dini berjalan sampai ke mushala rumahnya. Benar tebakan Riko Papa Mamanya sedang bersiap - siap hendak shalat maghrib.
"Assalamu'alaikum Ma.. Pa.. " sapa Riko.
"Wa'alaikumsalam.. eh anak Mama pulang rupanya" sambut Mama Riko ramah.
Riko langsung memeluk Mamanya penuh kasih sayang. Lalu kemudian memeluk Papanya.
"Bawa tamu rupanya. Maaf ya Bapak sudah berwudhu. Nanti saja kita berkenalannya" ucap Papa Riko ramah.
Seketika hati Dini dingin melihat sambutan orang tua Riko.
"Iya Pak gak apa - apa" jawab Dini.
Dini meraih tangan Mama Riko kemudy menciumnya hormat. Mama Riko tersenyum penuh arti kearah Riko.
"Kami wudhu dulu ya Pa, biar bisa shalat jamaah bareng Papa Mama" ujar Riko sambil tersenyum membalas senyuman Mamanya.
"Ayo silahkan kalian wudhu" jawab Papa Riko.
Riko dan Dini kemudian berwudhu kemudian bergabung kembali dengan kedua orang tuanya. Mereka shalat berjamaah bersama.
Setelah selesai shalat Riko merasa sangat senang sekali akhirnya dia berada pada situasi ini, dimana dia akan mengenalkan pujaan hatinya kepada kedua orang tuanya.
Riko sangat yakin Papa dan Mamanya akan menyambut kehadiran Dini dengan hangat. Karena mereka sudah sejak lama mendesak Riko untuk menikah. Riko juga sebelumnya sudah cerita sedikit kepada kedua orang tuanya kalau dia sedang menjalani masa ta'aruf dengan seorang gadis tapi terhalanh restu orang tua pujaan hatinya.
Papa Riko sempat menawarkan kepada Riko untuk menemani Riko bertemu kedua orang tua gadis itu untuk meyakinkan orang tuanya kalau niat Riko tidak lah main - main.
Tapi Riko melarangnya. Riko mengatakan dia akan berjuang sendiri untuk mendapatkan restu calon mertuanya. Melihat kedatangan Riko dengan seorang wanita kedua orang tua Riko sangat yakin kalau wanita yang dia bawa adalah gadis yang dulu dia ceritakan pada mereka.
Melihat tampilan gadis itu mereka sangat bersyukur ternyata pilihan Riko tidak salah. Mereka sempat khawatir karena dulu pergaulan Riko yang sempat salah jalan. Dan mereka juga tau apa penyebab Riko jadi seperti itu. Semua karena Riko latah hati, mencintai wanita yang merupakan pacar dari sahabatnya.
Sejak saat itu Riko larut dalam dunia malam dan pergaulan bebas. Berulang kali kedua orang tuanya mengingatkan Riko untuk berubah tapi tak kunjung tiba.
Hari ini melihat Riko datang dengan wanita yang InsyaAllah sholehah membuat mereka sangat bahagia ternyata doa mereka selama ini terkabul sudah.
Setelah selesai shalat Dini melipat mukenanya. Sebelum keluar dari mushola rumah Riko Dini menjabat tangan dan mencium tangan Papa Riko dengan hormat.
"Siapa nama kamu?" tanya Papa Riko ramah.
"Dini Pak" jawab Dini sopan.
"Ayo kita duduk di ruang keluarga saja" ajak Papa Riko.
Sesampainya di ruang keluarga Dini meraih buket bunga yang tadi mereka beli di jalan.
"Maaf Bu kami tidak membawa apa - apa. Mas Riko bilang Ibu suka bunga mawar. Jadi saya hanya bawa ini" ucap Dini.
"Waaah cantik sekali bunganya. Sebenarnya kamu gak perlu repot - repot Din. Kamu datang ke sini saja bareng Riko Ibu sudah sangat senang sekali" jawab Mama Riko lembut.
.
.
BERSAMBUNG