
"M.. Mas Edoooo" ucap Ela.
"Sudah kuduga itu pasti kamu El, saat Romi menyebut nama kamu, aku merasa itu pasti kamu" sambut Edo.
"Kalian saling kenal?" tanya Pak Akarsana.
"Mas Edo dulu senior aku dikampus Pak" jawab Ela.
Romi memperhatikan tatapan Edo kepada Ela. Entah mengapa hatinya berkata ada sesuatu diantara mereka. Tatapan Edo seperti mengisyaratkan kerinduan. Sedangkan Ela merasa serba salah dengan pertemuan ini.
Edo menyodorkan tangannya kepada Ela.
"Lama tak bertemu El, ternyata kamu sebentar lagi akan menikah dengan Romi" ucap Edo.
"Iya Mas. Mas juga ternyata sudah menikah dengan Klara, bahkan kalian sudah mempunyai anak" sambut Ela.
"Ayo mari duduk Nak Edo. Kita bicarakan tentang permasalahan yang ada" ajak Pak Akarsana.
Mereka akhirnya kembali duduk di sofa setelah kedatangan Edo.
"Tolong ceritakan bagaimana kejadian kalian kemarin" pinta Romi kepada Edo.
"Beberapa hari ini aku dan Klara merasa sedang diawasi. Sehingga kami memang sudah mempersiapkan semuanya. Belajar dari pengalaman, kami tidak ingin kembali dipisahkan oleh orang tua Klara. Saat mereka mulai berani ingin menculik Klara dan anak kami, kami langsung lari. Tapi sayang mereka berhasil membawa Klara dan anak kami " ungkap Edo sedih.
"Aku turut sedih dengan apa yang kalian alami. Tapi apa maksud perkataan Klara lewat telepon kemarin? Mengapa dia mengatakan kalau dalang semua gosip yang beredar tentang kami adalah Papanya?" tanya Romi penasaran.
"Klara mengatakan kalau sebelumnya Papanya ingin menjodohkan dia dengan kamu. Tapi Klara menolaknya, karena kami sudah menikah" jawab Edo.
Romi sangat terkejut mendengar jawaban Edo. Pantas saja Pak Rahardian beberapa kali membawa Klara saat mereka ada pertemuan. Dan baru Edo sadari kalau memang Pak Rahardian sangat berusaha mendekatkan dirinya dengan Klara. Selama ini Romi tidak pernah mencurigai tingkah laku Pak Rahardian.
"Apa Klara mengetahui rencana Papanya? Maksudku apa Klara ada bercerita kepada kamu?" selidik Edo.
"Saat Klara mengetahui pertama kali berita tentang kaliam di situs bisnis dia sudah tau kalau dalangnya adalah Papanya. Hanya saja dia kira Papanya hanya ingin menyerang kamu dan Klara yakin kamu pasti bisa menyelesaikannya. Tapi begitu orang suruhan Papanya Klara datang. Aku menyuruh Klara memberi tahu kamu kebenarannya. Apa lagi saat seperti ini, aku harap kita bisa bekerjasama. Aku tidak ingin lagi kehilangan istri dan anakku" ungkap Edo.
"Pasti aku pasti mau bekerja sama dengan kamu. Karena berita ini sungguh sangat merugikan kami. Kamu kan tau kalau pernikahan kami sebentar lagi akan berlangsung. Aku tidak mau semuanya gagal karena berita hoax ini" sambut Romi.
"Apa Nak Edo punya bukti, bahwa Nak Edo dan Klara memang sudah sah menikah? Ya mungkin surat nikah?" tanya Pak Akarsana.
"Punya Pak saya punya. Klara sudah menduga hal ini pasti terjadi. Sehingga dia menyuruh saya untuk memegang surat nikah kami masing-masing. Jadi kalau terjadi hal yang sama, dia tertangkap oleh suruhan Papanya lagi saya masih punya bukti surat pernikay kami dan juga foto - foto pernikahan kami masih ada saya simpan, bahkan bisa dilihat di akun sosial media saya" ungkap Edo.
"Bagus, kita punya dua bukti Rom" sambut Pak Akarsana.
"Iya Pak, Do apakah surat nikah kamu sekarang ada sama kamu?" tanya Romi penuh harap.
"Ada, aku bawa di tas yang ada di kamar" jawab Edo.
"Aku mau Rom, bagaimana pun caranya aku ingin bertemu dan berkumpul dengan istri dan anakku" jawab Edo.
"Sebaiknya kalian bergerak cepat. Bapak takut mertua kamu sudah membaca semua ini dan mengurus surat perceraian kalian. Sepertinya dia berniat ingin memisahkan kalian agar istri kamu bisa dia nikahkan dengan Romi dengan cara jebakan" pesan Pak Akarsana.
"Iya Pak, saya sudah siap" balas Edo.
"Kalau begitu kita langsung balik ke Jakarta, disana sudah menunggu dua pengacara saya yang akan mengurus semuanya. Pengacara saya juga sudah siap untuk melaporkan berita hoax ini ke pihak berwajib" ujar Romi.
"Semoga mertua kamu segera sadar bahwa perbuatannya sangat salah. Memang setiap orang tua pasti ingin melihat anaknya bahagia tapi kebahagiaan bukan melulu berasal dari harta melainkan cinta kasih yang tulus. Harusnya dia menyelidiki siapa kamu Do. Dan kalau memang kamu anak yang baik selayaknya dia sebagai orang tua mendukung kamu atau bisa juga membimbing kamu agar bisa bertanggung jawab pada putrinya. Toh semua kan untuk kebahagiaan putrinya juga" pesan Pak Akarsan.
"Aamiin... semoga apa yang Bapak katakan terkabul. Saya memang benar - benar tulus mencintai istri saya Pak. Pertama kali saya bertemu dengannya saya tidak tau kalau ternyata dia adalah anak orang kaya. Saya hanya melihat kalau Klara wanita yang baik dan sopan. Karena kebaikannya lah saya jatuh cinta. Hingga akhirnya kami memutuskan menikah walau tanpa restu orang tuanya" ungkap Edo.
"Bapak berdoa semoga kamu dan istri kamu berkumpul kembali menjalin keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah" doa Pak Akarsana.
"Aamiin.. " sambut yang lainnya.
"Kalian juga Rom, El.. yang kuat ya.. ini adalah cobaan sebelum menikah. Mungkin setelah kalian menikah nanti kalian akan menjalani masalah yang lebih berat lagi. Kalian harus saling percaya, saling menguatkan dan yang terpenting saling menyayangi" pesan Pak Akarsana.
"Iya Pak" jawab Romi dan Ela.
"Kalau begitu kami segera pamit Pak. Ayo Do kamu bawa semua barang - barang kamu. Kita langsung berangkat ke Jakarta" ajak Romi.
"Baik Rom, tunggu sebentar aku ambil barang - barangku dulu" sambut Edo.
Edo berjalan kembali ke kamarnya semula dan mengmbil tas dan barang - barang lainnya. Setelah itu dia kembali ke rumah Pak Akarsana.
Romi, Ela, Edo dan Pak Budi berpamitan pada Bapak dan Ibu Akarsana setelah itu mereka langsung berangkat kembali ke rumah Pak Budi untuk berpamitan dengan Ibunya Ela dan juga untuk mengambil barang - barang Ela dan Romi.
Setelah semua selesai Pak Budi mengantarkan Edo, Romi dan Ela ke Bandara. Mereka langsung berangkat menuju Jakarta.
Sesampainya di Jakarta Romi langsung membawa Edo ke Kantor Pengacaranya untuk membuat laporan. Edo menyerahkan semua barang bukti yang menyatakan kalau dia adalah suami sah Klara.
Surat nikah dan foto - foto pernikahan mereka sudah dipegang oleh Pengacara. Untuk sementara Edo akan tinggal di apartemen Romi.
Sedangkan Ela sudah kembali di rumah Bimo dan Reni. Seharian ini sangat melelahkan. Tapi ini adalah salah satu usaha mereka menuju pernikahan. Mereka harus bisa melewati semua cobaan ini. Seperti pesan Pak Akarsana tadi, mereka harus saling menguatkan, saling percaya dan yang terpenting saling mencintai.
.
.
BERSAMBUNG