
Dua minggu kemudian semua sedang berkumpul di rumah orang tua Aril dalam rangka acara akikah bayi kembarnya Aril dan Bela.
Baby A dan Baby B sedang tidur dengan nyenyak nya dalam ayunan mereka yang sudah dihias dengan cantik.
"Papa dedekny bobok" ucap Rihana yang baru datang ke rumah Aril.
"Hey Linana jangan ribut, nanti anak - anak Om bangun" ucap Aril.
"Linana dak yibut lho Om" protes Rihana.
"Riiil please deh ah kamu suka banget berantem sama anakku" ujar Riko.
"Habis anak kamu gemesin. Lihat pipi gembul yang merah itu buat aku ingin ngusilin dia terus" ungkap Aril.
"Rihana nanti kalau punya adek pengennya laki - laki atau perempuan?" tanya Bela.
"Laki - laki" jawab Rihana.
"Kenapa pengen nya laki - laki?" tanya Bela lagi.
"Biay ada yang jaga Mama" jawab Rihana.
"Lho kan ada Papa?" tanya Bela gemas.
"Papa jagain aku Ante. Nanti di ganggu oom genit. weeeek" Rihana mengeluarkan lidahnya ke arah Aril.
"Hahahaha pinter kamu. Jangan mau sama om - om genit ya" potong Ela.
"Nih Ante kado buat adek kembay nya" ucap Linana sambil menyerahkan bingkisan untuk Baby A dan B.
"Makasih Rihana" ucap Bela.
Tak lama Salman datang bersama Naila. Sedangkan Baby twins K masih dalam stroller.
"Hai Rihana" sapa Salman.
"Hai Kak Sayman, Naiya" sambut Rihana.
Salman dan Naila menyapa Baby A dan B.
"Hai adik Ara dan Beril.. Kalian imut sekali" sapa Salman.
"Adek Alanya cantik ya Kak" ucap Naila.
"Iya, mereka sama seperti twins K" sambut Salman.
"Mama... Kakak Yoga ana?" tanya Rihana.
"Sepertinya mereka gak bisa datang sayang. Karena Om Galuh dinas keluar kota" jawab Dini.
"Yaaaah dak jumpa deh" ujar Rihana sedih.
"Kecewa nih ye.. gak bisa ketemu wowoknya" goda Aril.
"Om jeyek" ejek Rihana.
"Biarin dari pada kamu masih kecil udah genit" balas Aril.
"Maaaas senang banget godain Rihana. Nanti dia benci lho sama Mas" ucap Bela.
"Ini anak siapa Din? Kok panggil Mama Papa sama kamu dan Riko?" tanya Bu Akarsana.
"Rihana anak adopsi Mas Riko dan Dini Ma.. Dia anak piatu dan Papanya juga gak tau dimana. Setelah Mamanya meninggal Mas Riko dan Dini mengadopsinya" jawab Bela menjelaskan.
"Kasihan ya tapi pas deh kalau kalian adopsi. Anaknya cantik dan pintar, gemes lihatnya" ucap Bu Akarsana.
Dini tersenyum menanggapi perkataan Ibunya Bela. Tak lama Bagus dan Ayu datang bersama anaknya Bayu.
"Hai ceweeeeek.. udah lama datang?" sapa Bayu.
"Buseeet.. anak kamu gaya banget udah pinter godain cewek" ucap Aril pada Bagus.
"Aku juga shock tadi waktu dengar kata - katanya" jawab Bagus.
"Ini nih bakal jadi titisan playboy" ujar Refan.
"Astaghfirullah jangan deh. Cukup punya teman playboy. Anak jangan ah, pasti berat jagain nya" jawab Bagus cepat.
"Halaaaah kamu kan gak ikutan kami karena cepat aja ketemu Ayu. Coba kalau belum ketemu Ayu aku jamin pasti playboy juga" samber Romi.
"Untung masih kadal udah jumpa pawang bro. Belum sampai tahap buaya" ungkap Bagus.
"Eh Fan, jadikan anak kita sekolah di tempat yang sama? Katanya Galuh juga sudah setuju?" tanya Bagus.
"Jadi donk, sekolahnya bagus. Aku udah lihat brosurnya. Kata Mbak Jelita kalau mereka jadi balik ke Indot mungkin Jeta juga akan sekolah yang sama" jawab Refan.
"Kenapa bro? Masih trauma karena durian?" goda Aril.
"Aku bukan trauma. Aku takut aja ilmu Jeta makin dalam karena berguru sama kamu" balas Bimo.
"Kalau Jeta ketemu sama Linana aku yakin pasti mereka akan solid. Aku rela deh jadi guru mereka hahaha" tawa Aril bangga.
"Sepertinya aku harus telepon Jelita dan Tagor, suruh mereka batalin niat untuk balik ke Indonesia" potong Bimo.
"Betul itu, bisa bahaya dunia persilatan" sambut Refan.
Bagus menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya si biang kerok.
"Bukannya taubat malah berpikir ingin mencari penerusnya dan menurunkan semua ilmu - ilmunya. Aku yakin kamu nanti pasti kena karma sendiri" gumam Bagus.
******
Tiga bulan berikutnya Romi dan Ela sedang berjuang di ruang bersalin.
"Ya Allah Maaaas sakit sekali" ucap Ela sambil menarik lengan Romi.
"Sayaaaang sakiit, tangan kamu kencang banget genggam tanganku" ucap Romi sambil menarik nafas karena menahan sakit.
Sudah lima jam Ela mengalami kontraksi. Dan pembukaan demi pembukaan begitu sangat lambat terasa. Romi terlihat lebih tersiksa dibanding Ela.
Mungkin karena Ela mantan altet beladiri, genggaman tanggannya sudah membuat remuk tubuh Romi. Tapi demi menyambut kelahiran anak mereka Romi rela.
Bagaimanapun pasti Ela merasa lebih sakit dibanding dia. Sudah lima jam Ela berjuang menahan rasa sakit. Romi tak tega melihat wajah istrinya seperti itu.
Romi membelai lembut kepala Ela.
"Kamu yang kuat ya sayang... setelah ini semua akan terbayar dengan kehadiran putra kita" ucap Romi memberi semangat.
Empat bulan kehamilan Ela dokter sudah memprediksi kalau anak mereka yang lahir adalah laki - laki. Tentu saja itu berita sangat membahagiakan untuk mereka juga keluarga besar Romi dan Ela di Surabaya.
"Maaaad aku mau pup rasanya" ucap Ela.
"Dokter tolong periksa, istri saya katanya mau pup" pinta Romi kepada dokter dan perawat yang ada di ruangan itu.
"Iya Pak kami sudah periksa, bukaan sudah sempurna silahkan tarik nafas ya bu setelah itu ngeden" perintah Dokter.
Ela segera menarik nafas panjang dan mulai mengeden. Tangannya menggenggam kuat lengan Romi dan menariknya hingga lengan baju Romi robek.
Tariklah yaaaank aku rela bajuku robek yang penting itu bisa membantu mengurangi rasa sakit kamu. Batin Romi yang tak tega melihat wajah kesakitan istrinya.
"Eeeeeeeekkh..... " ucap Ela.
Tak lama kemudian.
Oeeeek... oeeeeek...
Dokter segera membersihkan tubuh bayi yang baru lahir itu.
"Alhamdulillah bayi Bapak dan Ibu sehat, bayinya laki - laki ya Pak Bu" ucap Dokter.
Romi langsung mengecup lembut kening Ela.
"Alhamdulillah sayang.. kamu hebat, kamu berhasil. Putra kita sudah lahir" ucap Romi.
Dokter memberikan bayi mereka ke dalam pelukan Ela. Ela memeluk bayinya dengan penuh bahagia sembari dokter membersihkan bagian bawah Ela.
"Putra kita sangat tampan sayang dan kuat seperti kamu" ucap Romi.
"Wajahnya mirip kamu Mas" jawab Ela.
"Kami bersihkan dulu dedek bayinya ya Pak, setelah itu Bapak bisa adzankan di ruang bayi ya" pinta Perawat.
"Iya Dok" jawab Romi.
"Aku tinggal kamu dulu ya sayang, aku mau adzankan putra kita" ucap Romi.
"Iya Mas" jawab Ela pasrah.
Romi melangkah menuju ruangan bayi kemudian langsung menuju box bayi mereka yang baru saja dibersihkan. Romi menarik nafas panjang dan mulai melantunkan suara adzan ke telinga putrnya.
Dengarlah nak suara adzan ini... ingatlah bahwa apa yang ada dalam dunia ini semua adalah milik Allah. Kita hanya sementara di dunia ini, karena setelah ini akan ada kehidupan berikutnya di akhirat. Selamat datang di dunia yang hanya sesaat ini. Manfaatkan waktu kamu sebaik mungkin di dunia ini. Jadilah seperti apa yang kamu inginkan, jadi diri sendiri. Papa akan dukung kamu. Janji Romi dalam hati.
.
.
BERSAMBUNG