
Acara ceramah ustaz terkenal selesai jam sebelas malam. Tapi Aril dan Riko tidak bisa langsung pulang karena parkiran macet. Mereka menunggu parkiran sepi.
"Ko kita cari makan dulu yuk, aku laper banget" ajak Aril.
"Kamu aja yang makan, aku gak laper" jawab Riko setengah kesal.
"Yakin gak lapar? Kamu kan butuh kekuatan untuk menggempur Dini malam ini" goda Aril.
Iya juga ya.. Batin Riko.
"Ya sudah yuk kita cari makan" sambut Riko.
Aril dan Riko akhirnya bisa keluar dari area mesjid dan mereka mencari makanan di pinggir jalan.
"Kita makan masakan kaki lima ya" ajak Aril.
"Tumben kamu mau makan masakan kaki lima, biasanya gak level" ejek Riko.
"Gak tau nih, tiba - tiba aku pengen pecel lele pinggir jalan" jawab Aril.
Aril segera mencari makanan yang dia mau, setelah mereka menemukannya mobil langsung menepi.
Aril dan Riko memesan makanan yang mereka inginkan dan makan dengan lahapnya. Maklum waktu makan malam sebenarnya sudah lama berlalu membuat perut mereka kelaparan.
"Gara - gara kamu nih aku makan selarut ini. Rusak deh body ku" umpat Riko menyalahkan Aril.
"Alaaaah sekali - sekali juga Ko. Kamu gak akan gemuk hanya karena sekali saja makan selarut ini. Aku aja sejak menikah sering kelaparan malam - malam seperti ini biasa aja. Badanku gak gemuk juga" ujar Aril.
"Iya karena setelah makan kamu pasti langsung menyalurkannya kepada Bela kan? Kasihan dia korban tampungan kamu" ledek Riko.
"Hahaha tau aja, namanya kejar tayang bro mau cepat - cepat buat anak. Biar aku tetap menang dari kalian" balas Aril penuh kemenangan.
"Cih.. dasar mesu*" umpat Riko.
"Halaaaah aku yakin malam ini pikiran kamu pasti jauh lebih mesum dari aku. Pasti pikiran kamu gak jauh - jauh dari Dini" goda Aril.
"Kayak kamu nggak aja" sambut Riko.
"Oh aku sudah duluan tadi bro, sebelum kita pergi Bela udah kasih bekal duluan padaku. Makanya aku segar bugar waktu panggil kamu ke kamar tadi" ungkap Aril.
"Sompre* kamu ya. Kamu udah selesai enak - enakan eh malah gangguin aku. Aku tadi baru mau mulai mukaddimah malah kamu ganggu, hancur semua suasana romantis yang sudah aku bangun sebelumnya untuk Dini" protes Riko kesal.
"Hahaha... panik amat lo" balas Aril senang.
Dia merasa sangat menang malam ini sudah berhasil membuat Riko panas dingin seperti ini. Pasti Riko udah gak sabar pengen pulang dan menyerang Dini.
Tapi Aril sangat yakin pasti Dini sudah tidur duluan. Mengingat pesta meriah tadi seharian Dini pasti kecapekan. Dan Aril tau Riko tidak akan setega itu menyerang istrinya yang sudah nyenyak tidur.
Nikmatilah mal pertama kamu dengan hanya menatap bidadari kamu Ko. Umpat Aril dalam hati.
Akhirnya mereka selesai makan. Aril segera membayar semua makanan mereka sebagai permintaan maafnya karena sudah mengganggu malam pertama Riko.
"Aku aja yang teraktir kamu. Walau hari ini harusnya kamu yang bayar karena merayakan malam pertama kamu dengan Dini tapi tak apalah demi teman biar aku yang membayarnya" ucap Aril bangga.
"Justru memang itu sudah menjadi kewajiban kamu karena kamu sudah mengganggu acara malam pertamaku" umpat Riko.
Aril dan Riko kembali menuju mobil mereka dan mulai jalan kembali menuju hotel. Tiba - tiba di tengah jalan Aril melihat ada penjual durian di pinggir jalan.
"Mmm.. wangi banget, singgah sebentar ya bro makan durian untuk menghangatkan tubuh" ujar Aril.
"Ih kamu banyak banget keinginannya" sambut Riko kesal.
Tapi karena Riko juga suka durian, dia akhirnya ikut turun juga. Aril memilih beberapa buah durian dan mulai menikmatinya bersama Riko.
"Sepertinya pulang nanti aku harus menyalurkan kembali apa yang aku makan ini kepada Bela. Mana tahan bro panasnya durian ini" ujar Aril tanpa malu.
"Dasaar" umpat Riko.
"Jadi malam ini ceritanya kamu belah durian sebenarnya ya.. sebelum belah duren yang lain" goda Aril.
"Serah kamu deh Ril. Cepetan aku mau pulang" balas Riko.
"Hahaha... ada yang sudah gak tahan" ledek Aril.
Riko mempercepat makannya dan kemudian mencuci tangannya. Kali ini dia yang membayar semuanya.
"Yuk pulang" ajak Riko.
Mobil kembali melaju menuju Hotel dan mereka segera berjalan menuju lantai paling atas letak kamar mereka berada.
"Oke bro aku balik ke kamar ya.. Selamat malam, selamat menikmati malam pertama Riko. Jangan lupa baca doa" bisik Aril.
Aril langsung pergi meninggalkan Riko sendiri di depan pintu kamarnya.
"Sial.. dasar anak itu" umpat Riko.
Riko mencoba meraba kantong celananya.
"Astaga.. aku lupa bawa kunci kamar. Mana aku juga gak bawa ponsel. Dini udah tidur belum ya, kalau aku pencet bel pasti dia terbangun, kasihan dia sudah tidur. Eh tapi kan bagus aku jadi tidak perlu repot membangunkannya lagi. Seperti kata Aril tadi, aku harus menyalurkan semua yang aku makan tadi kepada Dini" gumam Riko senang.
Riko segera menekan bel kamarnya.
Ting.. Tong...
Sekali tekan pintu belum terbuka. Riko mencobanya sekali lagi.
Ting.. Tong...
Belum juga ada reaksi. Riko mulai panik dan khawatir.
Duh bisa terancam tidur diluar nih kalau Dini gak dengar suara bel. Ucap Riko dalam hati.
Pintu kamar Aril terbuka kembali.
"Belum dibuka juga bro.. mau aku kasih selimut buat tidur kamu malam ini diluar" ejek Aril.
"Sompre* lo" umpat Riko kesal.
"Hahahaha... " Aril tertawa menang dan kembali menutup pintu kamarnya.
Dasar Aril kurang aja* kalau gak ingat dia sahabat aku udah aku gebukin tuh anak. Umpat Riko emosi.
Riko menarik nafas panjang dan menenangkan dirinya. Dia kembali menekan bel, kali ini sedikit lebih lama agar Dini bisa mendengarnya.
Tak lama kemudian pintu terbuka dan Riko bisa melihat wajah ngantuk Dini. Riko melihat ke arah tubuh Dini. Dini memakai baju piyama. Seketika Riko kecewa.
Padahal aku berharap dia memakai lingerie yang seksi dan tembus pandang. Batin Riko.
"Lama banget Mas?" tanya Dini sambil mengucek matanya.
"Aril ajak aku shalat ke Mesjid yang jauh dari sini. Rupanya ada ceramah ustad XXX. Mesjidnya rame banget kami gak bisa keluar, akhirnya ya kami ikutan dengar ceramah sampai selesai. Trus kami makan malam setelah keluar mesjid" jawab Riko.
"Ini sudah aku siapkan pakaian kamu Mas" ucap Dini sambil menyerahkan baju piyama milik Riko yang senada dengan pakaiannya.
Riko bersorak dalam hati.
Cieee.. kami pakai baju tidur couple.. duuuh so sweet nya. Batin Riko.
"Sebentar ya Mas bersih - bersih dulu" ucap Riko.
Riko segera kekamar mandi untuk bersih - bersih dan mengganti pakaiannya dengan piyama yang Dini kasih tadi.
Tak lama kemudian Riko segera keluar dari kamar mandi dengan semangat dia melihat Dini sedang bersiap - siap hendak tidur.
"Yank kamu mau tidur lagi?" tanya Riko.
"Iya Mas, kenapa? Mas belum ngantuk? udah malam" Dini balik bertanya.
"Gimana aku bisa ngantuk yank, aku kan kangen kamu dari tadi diganggu Aril terus. Padahal aku udah dari tadi pengen pulang" jawab Riko jujur.
Blush... pipi Dini kini kembali merona. Riko semakin gemas dan tak sabar untuk memulai petualangannya malam ini.
Riko mendekatkan wajahnya mendekati Dini. Dini kembali memejamkan matanya, saat Riko hendak menciumnya tiba - tiba.
"Ueeeeek.... Mas Riko makan durian ya.... " teriak Dini. Dia segera berlari ke kamar mandi.
.
.
BERSAMBUNG