Playboy Insaf

Playboy Insaf
Seratus Delapanpuluh Lima



"Rom kamu lihat berita pagi ini" perintah Aril saat dia menelepon Romi pagi - pagi begitu Aril tiba di kantornya.


"Berita apa?" tanya Romi.


"Cepetan kamu buka di situs Bisnis" jawab Aril.


"Oke Ril aku buka" ujar Romi.


Telepon terputus Romi langsung membuka situs bisnis sesuai dengan perintah sahabatnya.


Berita terpanas pagi ini.


Pengusaha muda berinisal R diduga ingin menyembunyikan istri dan anaknya di rumah kontrakan yang sangat sederhana karena ingin menyembunyikan kebenaran hidupnya dan tidak mau pernikahannya yang akan berlangsung dua bulan lagi gagal.


Diduga istrinya ini adalah anak dari pengusaha senior yang berinisial R yang juga rekan bisnisnya. Pengusaha senior R tidak terima anaknya diperlakukan seperti ini.


Pengusaha senior R mendesak agar Pengusaha muda R mengklarifikasi dan mengumumkan kepada masyarakatnya banyak bahwa Pengusaha muda R sudah menikah dengan istrinya sekitar satu tahun yang lalu. Dan Pengusaha senior tersebut meminta pertanggung jawaban Pengusaha R atas hidup anak dan cucunya.


Dibawah berita itu terlihat foto Romi dan Klara sedang berada di sebuah kontrakan yang sangat sederhana. Itu adalah rumah kontrakan teman dari suaminya Klara saat mereka hendak mencari dan menanyakan dimana keberadaan suaminya Klara.


"Brengse*..... benar kata Cishela, ini jebakan dari Pak Rahardian agar aku mau menikah dengan putrinya. Gila ya pria tua itu" umpat Romi geram.


Tak lama kemudian ponsel Romi berdering. Romi melihat nama Papanya yang muncul di layar ponselnya.


"Assalamu'alaikum Pa" sapa Romi.


"Wa'alikumsalam.. Rom apa yang terjadi saat ini? Apa kamu bisa jelaskan semuanya pada Papa. Papa tidak suka membaca berita pagi ini. Papa sangat malu kepada orang tua Cishela kalau begini?" tanya Papa Romi.


"Aku di tuduh tanpa alasan Pa. Sepertinya mereka sengaja ingin menjebakku" jawab Romi membela diri.


"Papa percaya pada kamu, walau kamu nakal tapi Papa tidak pernah mengajarkan kamu untuk tidak bertanggungjawab pada perbuatan kamu. Papa yakin anak itu bukan lah anak kamu, ditambah lagi kamu sudah mencari Cishela lebih dua tahun dan mencintainya sejak pandangan pertama Papa yakin kamu tidak akan bertindak bodoh untuk membatalkan pernikahan kamu"' ujar Papa Romi.


"Iya Pa" balas Romi.


"Sudah kamu cari siapa dalang dari semua permasalahan ini?" Pak Hidayat.


"Semalam aku baru lapor ke pengacara Pa, tapi pagi ini aku akan meminta pihak terkait menyelidiki siapa penyebar berita palsu ini" jawab Romi.


"Segera bereskan semua ini Romi. Pernikahan kamu tidak sampai dua bulan lagi. Kamu mau pernikahan itu batal?" bentak Pak Hidayat.


"Tidak Pa, aku tidak mau pernikahanku dengan Cishela batal. Aku akan segera menyelidiki semua ini Pa" balas Romi.


"Ya sudah Papa tunggu pergerakan kamu tapi kalau kamu butuh bantuan laporkan segera kepada Papa. Papa akan membantu kami" ujar Pak Hidayat.


"Baik, terimakasih ya Pa" jawab Romi.


Telepon terputus, Romi menutup matanya sambil menarik nafas dalam. Memikirkan langkah apa yang harus dia lakukan untuk saat ini.


Romi segera membuka ponselnya dan mencari nama Klara.


Mengapa aku tidak memikirkannya dari kemarin. Lebih baik aku bertanya pada Klara apakah dia mengetahui berita ini? tanya Romi dalam hati.


Romi segera menghubungi Klara.


"Assalamu'alaikum Klara" ucap Romi langsung begitu telepon di jawab.


"Wa'alikumsalam ya Rom" jawab Klara.


"Kla.. apa kamu tau berita yang sedang viral di dunia bisnis saat ini?" tembak Romi langsung, dia tidak mau berasa - basi lagi.


"Untuk sementara aku akan mencari siapa pengirim berita palsu ini. Mengapa dia bisa mendapatkan foto kita di Surabaya saat mencari rumah suami kamu. Tapi kalau hal buruk terjadi mungkin aku akan meminta bantuan kamu dan suami kamu mengklarifikasi kabar berita itu sekalian dengan barang bukti berupa surat pernikahan kalian" ucap Romi.


"Aku dan suami bersedia Rom. Kami berhutang kepada kamu. Kalau saat itu kamu tidak membantu aku untuk mencari suamiku, aku tidak tau harus kemana lagi aku akan pergi membawa anakku" ungkap Klara.


"Terimakasih atas niat baik kamu yang mau membantu aku saat ini Kla. Aku merasa lebih lega sekarang. Aku akan segera mencari jalan keluarnya. Udah dulu ya Kla, Assalamu'alaikum" pamit Romi.


"Wa'alikumsalam " jawab Klara.


Ponsel Romi tak berhenti bergetar, banyak pesan masuk dari para sahabatnya dan juga Ela.


Romi segera menghubungi Ela.


"Assalamu'alaikum Mas, aku lihat berita pagi ini" ucap Ela memulai pembicaraan mereka.


"Wa'alikumsalam iya Shel, aku sudah hubungi Klara dan dia besert suaminya siap membantu. Mereka mau mengklarifikasi berita ini bila perlu memberikan barang bukti surat nikah merek" jawab Romi.


Ela menarik nafas lega...


"Syukurlah Mas" jawab Ela.


"Bapak Ibu sudah kamu hubungi?" tanya Romi.


"Belum Mas, rencana pagi ini aku mau menghubungi mereka dan menceritakan kisah sebenarnya. Do'ain ya Mas semoga Bapak dan Ibu mengerti" balas Ela.


"Aamiin.. aku pun berharap seperti itu" sambut Romi.


"Kalau begitu aku tutup teleponnya Mas. Aku mau hubungi Bapak dulu" pamit Ela.


Telepon kembali terputus.


Romi segera meraih ponsel dan tas kerjanya kemudian menggenggam kunci mobilnya. Romi berjalan keluar kantor menuju kantor pengacaranya.


Disana sudah menunggu Refan dan Bimo yann juga membaca Pengacara mereka yang kemarin berhasil memenangkan kasus kematian Bima suami pertama Kinan.


Setelah Romi menceritakan bagaimana kejadian saat itu di Surabaya para pengacara bekerja sama untuk membuat laporan dan segera akan mengklarifikasi berita tersebut.


Mereka sudah menyusun semua berkas yang akan dibawa ke kantor polisi dan mereka juga akan memanggil beberapa wartawan untuk meliput sekaligus konfirmasi balasan tentang berita hoax yang sedang beredar.


Romi juga menceritakan kepada Pengacara bahwa dia mencurigai Bapak Rahardian yaitu orang tua Klara sebagai dalang dari semua ini. Karena di dalam berita juga tertera Pengusaha senior berinisial R ikut terseret namanya sampai saat ini pihak mereka belum ada menghubungi Romi.


Kalau memang Bapak Rahardian tidak ikut campur pasti dengan cepat dia pasti akan menghubungi Romi dan bertanya dengan apa yang terjadi.


Alasan Romi tersebut dapat di terima. Dua pengacara yang sudah sepakat dipakai Romi untuk menyelesaikan permasalahan ini segera berjanji untuk menindak lanjuti masalah ini secepatnya dan menyelesaikannya dengan segera.


Saat hendak keluar dari ruangan kantor pengacara tiba - tiba ponsel Romi berdering. Yang tertera adalah nama Klara.


"Halo Roooom .. tolong aku dan suami ku.. saat ini orang tuaku sedang mengejar kami dan ingin memisahkan kami. Aku sudah tau Rom, ternyata dalang dari semua berita yang beredar saat ini adalah orang tuaku" ungkap Klara lewat telepon.


"Apa?"...


.


.


BERSAMBUNG