
Mereka semua menunduk wajah mereka memikirkan hal itu, jadi selama ini Quennevia itu selalu hidup dalam lingkungan yang selalu dikelilingi bahaya sejak kecil.
" Jika kalian merasa terbebani dengan kehadiran Quennevia, kami akan membawanya kembali ke jantung hutan York. Yang mana adalah tempat kelahiran nya. " ucap Everon tiba-tiba.
" Apa?!! Kenapa?!!. " tanya Sayles yang pertama menanggapi.
" Karena kalian mungkin terlibat dengan hal ini. " sahut Mice pula.
" Itu bukan hal yang paling penting!. " ucap Meliyana pula menimpali.
Mambuat orang disana langsung mengalihkan perhatian nya kepada Meliyana, yang saat ini menunjukkan wajah tegasnya layaknya seperti yang selalu ditunjukkan oleh Raja Ludwing.
" Quennevia itu teman kami, saudara kami. Kami tidak akan diam saja dan membiarkan nya kesepian, apalagi sampai ia harus menanggung semua masalahnya sendiri!. " ucapnya dengan tegas.
" Itu benar, dia adalah salah satu dari kami. " ucap Yuki pula menimpali ucapan Meliyana.
" Kami setuju, dia sudah seperti adik bagi kami. Tidak mungkin sekarang kami melepaskan nya begitu saja. " ucap Kian yang diangguki para senior yang lain, tantu saja yang paling setuju dengan nya adalah Lilac.
Lilac itu anak yatim piatu, dia merasa sangat senang karena Quennevia bersedia menjadi adiknya waktu ia bertanya. Quennevia adalah keluarga pertamanya selain para guru dan tetua di Akademi.
" Kami juga berpikir begitu, selama ini Quennevia selalu kesepian karena tidak terlalu dipedulian terhadap dirinya sendiri. Namun karena statusnya yang merupakan keponakan Baginda Kaisar, makanya dia dikelilingi orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan nya. " ucap Oscar.
" Kami tidak mau melihat Quennevia murung dan jadi dingin lagi seperti sebelumnya, setelah melihat nya kembali dalam 5 tahun di sudah banyak berubah. Kami benar-benar bersyukur karena dia bisa jadi ceria seperti itu. " ucap Niu pula.
" Aku juga setuju, mau bagaimana pun Quennevia itu adikku. Aku tidak mau dia bersedih. " sahut Lecht pula.
" Aku juga bisa mengetatkan penjagaan oleh klan kuno ku, meraka yang akan mengawasi sekitar Quennevia. " ucap Haika pula.
Mereka mengatakan semua itu dengan penuh percaya diri, tidak ada yang bisa menggoyahkan tekad di mata mereka. Bahkan kenyataan bahwa Quennevia bisa saja dikendalikan lagi oleh Seretia lagi tidak membuat mereka gentar.
Lalu Ethan pun tiba-tiba berdiri di antara mereka semua, " Everon, Tuan Mice. Tolong jangan bawa Quennevia pergi dari kami, saat ini kebahagiaan nya adalah bisa melihat dunia ini dengan orang-orang yang berharga baginya. Tidak peduli apapun yang akan ia temui dan hadapai di masa depan, biar kami yang akan melindungi nya. " ucap Ethan dengan penuh percaya diri.
Mice pun tersenyum dan menatap kearahnya, " Kami tahu hal itu, tetapi jika biasanya.. di situasi saat ini, Quennevia mau atau tidak pun kami harus tetap membawanya pergi. Tetapi jika mempertimbangkan lagi perasaan nya dan kalian yang bersikeras kami tidak akan memaksa lagi. " ucap Mice.
" Apalagi kau lah sumbar kebahagiaan terbesar nya itu. " itulah kata yang diucapkan oleh Mice dalam batinnya pula.
Semantara itu Everon yang sedari tadi santai-santai saja pun juga ikut bicara, " Tentu saja kau harus menjaganya dengan baik, jika sampai terjadi sesuatu kepada nya lagi. Maka bersiap-siap lah kau yang pertama aku habisi!. " ucap Everon sambil menekan Ethan dengan tatapan horor.
" I.. Iya.. " jawab Ethan pula agak gugup.
Everon selalu terlihat mengerikan saat marah di mata Ethan, salah... lebih tempatnya di mata semua orang. Dia jadi lebih pemarah setelah keluar dari tubuh Quennevia, dan sangat protektif padanya, mungkin kah karena dia jadi ayah angkat Quennevia, siapa yang tahu.
***
Sementara itu diluar sana, sebenarnya Quennevia sudah bangun sedari tadi, dan ia sama sekali tidak bisa tidur lagi. Karena itu ia memutuskan untuk mencari yang lain, tetapi saat ia menemukan mereka ia malah mendengar semua pembicaraan mereka itu.
Tetapi ia senang karena teman-teman nya masih mau menerima nya, meski tahu kebenarannya dibalik semua yang ia lakukan selama ini. Quennevia pun langsung menghilang dari sana karena tidak mau ada yang menyadari keberadaan nya.
**********
Di sisi lain, di sebuah tempat yang cukup jauh dari wilayah 7 pemimpin benua. (Ituloh kerajaan-kerajaan di sekitar Foldes dan Chrysos/Timur laut, Bintang, Aquila, Greetta, dan Lost)
Terdapat sebuah bangunan besar yang ada di pegunungan, itu merupakan wilayah klan Retia yang sesungguhnya. Itu artinya bangunkan yang besar itu adalah kota dimana klan itu berada. Di bangunan tertinggi di tempat itu, ada seorang wanita yang duduk di kursi dalam ruangan yang mirip seperti sebuah ruang takhta.
" Jadi... Maksudmu jiwa leluhur kita memang ada pada gadis itu??. " tanya Wanita itu.
" Benar, Pemimpin klan. Kami melihat nya sendiri. " sahut salah satu bawahan nya.
Wanita itu adalah si Pemimpin klan Retia saat ini, Seriana. Ia baru saja menerima laporan dari anak buah yang ia suruh mengawasi kerajaan Frids, dan ia malah mendapatkan laporan yang lebih bagus dari pada masalah kerajaan itu.
" Terus awasi gadis itu, jika kita punya kesempatan bawa dia ke mari. Untuk membangkitkan leluhur klan ini, kita membutuhkan gadis itu. " ucap Seriana kepada para anak buahnya.
" Baik. " jawab para anak buahnya itu serempak, kemudian langsung pergi dari sana.
Tidak lama setelah para anak buahnya nya itu pergi, Seriana pun menyunggingkan sebuah seringai di wajahnya.
" Hmph... Sudah lama aku menunggu saat ini, saat dimana seluruh benua ini kembali ke tangan klan kita. " ucap Seriana dengan seringai nya.
" Sudah tidak diragukan lagi, Nyonya. Saat semuanya sudah siap, seluruh benua ini akan kembali dikuasai oleh klan ini. " ucap salah satu dari 10 ketua itu, ketua ke 6, Roy.
" Itu pasti akan sangat menyenangkan kan. " ucap yang lainnya pula, dia punya tubuh dan rupa seperti anak kecil padahal aslinya dia sudah tua. Ketua ke 9, Riraya.
" Kurasa itu akan lebih dari menyenangkan. " sahut ketua ke 1, Arma.
" Cih. Merepotkan. " ucap Caius si ketua ke 8, sambil bersandar di dinding.
" Hahaha... jangan seperti itu, Caius. Bagaimana pun itu akan jadi sebuah kemenangan untuk kita. " ucap Reeth si ketua ke 7, dengan wajah yang ceria, yang mana sebenarnya itu adalah kepalsuan.
Sementara itu seseorang di samping mereka hanya membalas ucapan mereka dengan dengkuran kecil, dia orang yang selalu tidur dimana pun ia berada. Dan dia akan jadi sangat berbahaya jika dia bangun nantinya, dia adalah si ketua ke 2, Freon.
" Freon, sampai kanapa dia akan tidur. Tapi aku sangat suka padanya, dia terlihat manis saat tidur seperti ini. " ucap Kina, si ketua ke 4.
" Jangan sampai dia bangun loh, kak. " ucap saudaranya Aina, si ketua ke 5.
" Wahahaha... jika dia bangun aku yang akan membuatnya tidur lagi. " ucap Ben, si ketua ke 3.
" Jika kau memukulnya malah kau yang akan dipukul balik loh. " ucap Sica, si ketua ke 10.
Mereka benar-benar sangat berbeda dengan kepribadian yang seperti itu, tetapi mereka berkumpul di satu tempat yang sama dan cukup akrab. Dan tentu saja mereka itu seorang petarung yang memiliki kekuatan yang besar, dan langka.
" Iya, aku harap kalian juga bisa terus memantau orang-orang seperti para Spirit Guardian itu, begitu pula dengan Klan Kuno Aira. Mereka yang paling menyusahkan diantara semuanya. " ucap Seriana.
" Jangan khawatir, Pemimpin klan. Keinginan anda itu, akan segera terlaksana. " ucap Reeth mewakili semuanya.
Setelah itu mereka pun juga langsung pergi dari sana tanpa terkecuali, bahkan Freon pun juga ikut dibawa oleh Reeth meskipun dia bisa pergi sendiri bahkan jika sedang tidur.
" Iyah, aku lebih berharap kepada rencana Reeth, agar kau bisa membuatnya jatuh ke tangan mu. Dengan begitu kita tidak perlu melakukan cara kasar untuk menjalankan rencana kita, disaat yang sama kita juga bisa langsung menguasai hutan York. Di mana adalah hutan para spirit itu. Bagaimana menurutmu... putraku Lorenzo. " ucap Seriana pula sambil melirik ke belakang sana.
" Akan ku usahakan, mungkin akan sangat sulit untuk melakukan nya. Tetapi dengan pengintaian seperti ini pun seperti nya sudah lebih dari cukup bukan, ibu. " jawab Lorenzo dibelakang sana sambil tersenyum.
Yup, dibalakang sana ada Lorenzo yang sama dengan yang ada di Akademi, dan dia adalah Putra dari pemimpin klan Retia.
(*Bagi yang dah nebak selamat, tebakan Kalian bener. Atau mungkin Author nya yang kurang pinter merahasiakan nya, ya?? 🤔🤔*)