
[Season 2]
Niu tidak pernah bisa mencapai Oscar, bahkan meskipun ia mengulurkan tangannya... Rasanya mereka seperti berada diujung benua yang jauh. Niu semakin tertinggal dibelakang nya, dia merasakan hal itu...
Ketika masalah datang, ketika Quennevia diserang, dan ketika teman-teman nya berada dalam bahaya dia selalu tidak berdaya dan hanya diam melihat itu. Mungkin teman-teman nya tidak menganggapnya seperti itu, tapi hal tersebut melukai harga diri Niu yang terlahir sebagai putri dari seorang kesatria yang kuat.
Niu membenci dirinya yang tidak bisa melakukan apapun sementara teman-teman nya berusaha sekuat tenaga melindungi apa yang berharga bagi mereka.
Dia juga memiliki nya... dia punya banyak hal yang harus dilindunginya.
" Jika saja aku punya kekuatan lebih..."
Hatinya mengharapkan hal itu...
[Kamu sudah kuat....]
" Siapa...??"
Suara lembut itu kemudian menyadarikan Niu. Disaat kepalanya hampir tenggelam didalam kolam darah itu, ia mengangkat nya dan melihat sesosok wanita dengan rambut pirang keemasan muncul dari udara kosong.
****
- Ditaman Hades.
Ethan terperanjat kaget ketika merasakan kehadiran yang tidak terduga, dia langsung bangkit berdiri dengan ekspresi tidak percaya dan menatap kolam dengan seksama. Untuk beberapa saat yang singkat ia merasa seolah melihat seseorang yang ia kenal. Keringat dingin tiba-tiba muncul dipunggungnya...
" Apa itu... Energi yang familiar itu.. Tidak mungkin... Dia seharusnya tidak ada di dunia bawah..." Ethan bergumam berusaha menyangkal sesuatu, sementara tubuhnya gemetar dalam rasa tidak percaya.
[Aku juga bingung tentang itu.] Hades pun kemudian buka suara disana.
Ethan yang mendengar itu pun sontak melihat kearahnya dan bertanya, " Kau tahu tentang nya?? Sejak kapan?"
[Itu... Sejak 4 bulan yang lalu. Energinya begitu tipis dan berkedip-kedip seperti lilin yang tertiup angin, jadi aku ragu. Tapi melihat reaksimu sekarang seperti nya itu benar.]
Ethan tidak percaya ini. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan menghela nafas panjang, baru kemudian ia kembali duduk diatas kursi dan berusaha menenangkan dirinya.
" Bagaimana bisa... Dia harusnya belum muncul kedunia.. Anak itu bahkan tidak pernah menampakan dirinya..."
[Dia mungkin datang dari masa lalu... Bisa juga masa depan..]
***
Niu masih terpaku dengan sosok dihadapan nya itu, dia bertanya-tanya siapakah dia dan kenapa dia ada disana. Dia terlihat mirip dengan seseorang yang ia kenal, namun...
Dia bukan Quennevia... Rasanya berbeda..
[... Kamu hanya harus tahu cara menggunakan kekuatan itu.]
Sosok itu kembali berkata kepadanya dan mengulurkan tangan nya kepada Niu dengan senyuman yang penuh dengan kehangatan.
Niu tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia merasa aman dan tiba-tiba menjadi kuat. Ia pun kemudian menarik lengan nya yang ditarik keras kebawah oleh para arwah itu hingga terlepas dan mengulurkan nya berusaha meraih tangan yang terulur itu. Dan ketika ia menggenggam nya...
Sosok yang ia rindukan muncul dari kupu-kupu didekatnya. Dia memotong beberapa tangan yang menariknya masuk ke dalam kolam. Agar Niu tidak merasa berat..
(Gyaaa...!)
(Sakit!.. Penjahat..!)
Suara jeritan melengking dari arwah-arwah itu memenuhi telinga Niu, namun yang ia pedulikan hanyalah sosok yang memotong disampingnya. Dia menatapnya seolah tidak percaya dan juga haru, air mata kembali menetes dari matanya. Namun itu bukan karena takut...
" Ayah..."
Ayahnya yang telah lama meninggal sekarang muncul dihadapan nya dalam bentuk arwah, dia tersenyum kepada Niu. Saat ia pun mengulurkan tangan nya dan mengusap kepala Niu dengan lambut...
[" Kamu adalah anak yang kuat, Niu. Aku tahu kekuatan itu selalu ada padamu.
Seorang Alcira tidak takut kehilangan nyawa mereka, kami melayani dewi tengah, kekuatan kami berasal darinya dan kami kembali kepadanya, karena itu kami selalu maju ke depan tidak peduli apapun yang terjadi.
Meski begitu.... Aku tidak ingin putriku yang berharga mengikuti jalan seperti itu. Kau harus tahu seberapa berharga nya nyawamu, dan kehadiran mu bagi orang-orang yang menyayangimu. Bagi mereka kau mungkin adalah keluarga, seorang adik, seorang kakak, orang yang dicintai... Dan juga keselamatan."]
Niu terpana dalam kata-kata itu, tak pernah terpikirkan olehnya tentang hal tersebut, tapi apa yang dikatakan oleh ayahnya itu benar. Dia tidak harus selalu kuat untuk bisa berguna bagi teman-temannya.
Karena mereka yang tulus tidak akan menilaimu dari apa yang kau miliki.
Niu memejamkan matanya dengan erat dan fokus, sama seperti ketika ia mendapatkan berkat dari kuil dewi. Ia bisa merasakan kekuatan yang dimaksud oleh ayahnya dan sosok yang digenggamnya itu dengan jelas....
[" Bangkitlah putriku, jangan jadikan ini akhir dari perjalananmu. Kamu harus mengingat dan tanamkan kata-kata itu dalam hati dan pikiran mu, kau tidak sendirian jadi kau tidak perlu berjuang sendirian. Satu hal yang harus kau tahu... Ayahmu ini, selalu bangga padamu."]
Ayahnya mulai kembali tersebar menjadi sekumpulan kupu-kupu yang cantik. Dan ketika Niu membuka matanya kembali, sosok yang mirip dengan Quennevia pun kemudian berkata kepadanya...
[" Sudah siap? Takdir mu..."] Sosok itu menarik lengan nya, mengeluarkan Niu dari dalam kolam dan melemparkan nya ke udara. [".... Telah menunggu ditempat lain."] Baru setelah itu sosok nya pun kembali menghilang dalam udara tipis.
Dan ketika dia diudara, sebagian dari kupu-kupu yang berasal dari jiwa ayahnya datang menghampirinya. Mereka berkerumun dalam cahaya lembut dan perlahan masuk ke dalam tubuhnya, hanya menyisakan beberapa ekor saja yang menemani disekitarnya.
Niu merasakan nya, energi besar yang selama ini tertahan dalam dirinya menyerup keluar. Ayahnya telah memberikan kekuatan nya kepadanya...
" ... Terima kasih, ayah."
Niu menggenggam salah satu kupu-kupu itu, ia pun tersenyum dan memeluknya erat ditangannya.
Saat kemudian ia mengarahkan perhatian nya kembali ke kolam, dimana arwah-arwah itu menatapnya dengan ekspresi seolah ingin kembali menariknya.
Niu kemudian mengeluarkan pedangnya dan menggenggam pedang itu dengan kedua tangan nya didepan wajahnya. Pedang itu bersinar dalam cahaya murni, dan Niu pun menghempaskan dirinya kembali kebawah sana.
Tidak, dia tidak berniat menyerang arwah-arwah itu, melainkan... Bola hitam dibawah kolam.
" Hargghhh..!"
Crack... Prangg..!!
Bola itu tertusuk dan hancur berkeping-keping...
Disaat yang sama, serangan itu juga berefek ke tempat lain.
[" Urrkk... Aarrggghhhh...!!"]
Bayangan Niu yang tertinggal di labirin kegelapan, menderita efek yang besar dari bola yang ditusuk itu dan berteriak kencang mengisyaratkan rasa sakit yang benar-benar luar biasa.
Crack... Crak...
Semua cermin yang ada disana pun perlahan retak, sedikit demi sedikit dan...
Prangg...!!
semuanya akhirnya pecah dan berjatuhan layaknya hujan..