Quennevia

Quennevia
Reruntuhan Kuno Di Kerajaan Aquila



[Season 2]


Kini Ethan dan yang lainya kembali melanjutkan perjalanan mereka, semua nya hanya mampir sebentar hanya untuk mencari informasi dan juga membeli persediaan untuk perjalanan mereka. Niu dan Oscar juga sempat berpamitan kepada keluarga Oscar, karena sepertinya perjalanan kali ini akan lebih rumit dari pada sebelum nya.


Mereka saat ini akan mengikuti petunjuk dari benda pertama yang harus mereka dapatkan, yaitu.... Buah hati naga. Dan malam ini, mereka sedang membahas hal yang cukup penting.


" [Melintasi cakrawala menuju ke arah reruntuhan kuno di barat daya, melewati ujian cinta dan kebencian, jiwa yang muni akan membawamu kepada ketenangan. Dan ketika matahari dan bulan bertemu maka keinginan mu akan dikehendaki]. Itulah kata-kata dari cara kita menemukan benda itu, apakah anda yang bisa menafsirkan nya??" tanya Niu.


" Ini seperti teka-teki yang harus kita selesaikan, tapi entah kenapa disaat yang sama hal ini seperti sudah dipersiapkan. " sahut Yuki.


" Benarkan. " Meliyana juga menyetujui hal itu.


Memang benar, Kata-kata yang dituliskan di buku itu seperti sebuah teka-teki. Tapi apakah mereka bisa paham maksud dari kata-kata tersebut, dan pastinya.. teka-teki tersebut tidaklah se-sederhana seperti kelihatan nya.


" Mungkinkah kita harus pergi ke wilayah barat daya, mungkin kita bisa mendapatkan sebuah petunjuk?? " usul Niu.


" Arah barat daya itu.. kerajaan Aquila. Apakah di sana ada reruntuhan kuno?? " tanya Arkan kemudian.


" Reruntuhan kuno?? " membuat yang lainnya mengulangi ucapannya.


" Iya, bukankah kata-kata yang ada di dalam buku itu.. 'menuju kearah reruntuhan kuno di barat daya'.. bukankah itu artinya kita harus mencari reruntuhan kuno?? " jelasnya pula.


Mendengar hal itu membuat mereka tersadar, memang masuk akal juga apa yang dikatakan oleh Arkan. Mereka tidak terlalu memperhatikan kata-kata itu sebelumnya, tapi Arkan memberikan penjelasan yang benar.


" Hahaha... Bagus, Arkan. Tidak kusangka ternyata kalau dibeberapa saat kau bisa berpikir juga. " ucap Ethan sambil menepuk kedua bahunya dengan girang.


" Akhh!! Apa kau baru saja berkata kalau aku tidak bisa berpikir?! " teriak Arkan pula kelihatan nya kesal, namun hanya dibalas dengan tawa dari Ethan yang tidak peduli.


Yang lainnya juga jadi ikuti tertawa melihat nya, mereka nampak nya setuju dengan perkataan Ethan. Tapi juga lucu dengan ekspresi wajah yang dibuat Arkan ketika mendengar perkataan nya. Namun disisi lain Niu yang masih fokus dengan buku yang diberikan oleh Argus, ia tengah mencoba untuk menerjemahkan arti lain dari kata-kata yang ada di buku itu.


Kata-kata yang tertulis disana terlihat seperti bahasa kuno yang sulit dimengerti, namun sebanyak apapun Niu membawa buku(ia pinjam dari akademi sebelum berangkat) Ia sama sekali tidak menemukan jawaban akan arti dari kata-kata itu.


" Ah, ini benar-benar membuatku pusing! " gumam Niu.


" Apakah ada catatan tentang bahasa kuno itu?? " tanya Meliyana yang duduk disebelah nya.


Niu menggelengkan kepalanya menyangkal itu, " Tidak. Bahkan satupun. Mungkinkah ini bahasa kuno yang masih belum dipelajari?? " ucapnya.


" Um.. Sebenarnya-.. " Ethan hendak mau mengatakan sesuatu, namun...


" Sudahlah, kita cari saja apa yang bisa kita cari. Baru pikirkan bagaimana kita harus menerjemahkan artinya. " Oscar lebih cepat memotong ucapan nya.


" Kita bisa tanyakan kepada nyonya Misika jika perlu. " usul Yuki pula.


" Kalian-... "


" Ah! Sudahlah, tidur sana. Mau sampai kapan kalian bicara terus dilarut malam begini?!. " teriak Arkan dengan sangat menjengkelkan.


Buk..!


Baru setelah itu ia pun kembali menghilang, masuk ke dalam gelang ruang yang dipakai Ethan. Bersama dengan Zico dan kelinci Quennevia yang ada di dalam sana saat ini. Di saat yang sama, yang lainnya pun langsung tidur, dan kemudian di susul Arkan sendiri. Sedangkan Ethan yang masih belum tidur, ditinggalkan sendiri tanpa ada siapapun yang mempedulikan nya.


" Astaga.. Haha.. " Ethan hanya bisa tersenyum kikuk karena hal itu.


*****


Beberapa hari setelah nya, mereka pun kemudian sampai di wilayah Kerajaan Aquila. Ketika tidak datang ke ibu kota, hanya di sebuah kota tidak telalu jauh dari wilayah perbatasan saja. Mereka melihat kalau sepertinya benar-benar sangat ramai seolah akan ada pesta besar atau festival saja. Tapi nampaknya mereka tidak sedang merayakan sesuatu.


" Arkan, ikut aku ke suatu tempat. Yang lainnya tolong periksa apa yang sedang terjadi di sini. " ucap Ethan.


" Baik. " jawab semuanya.


Mereka pun berpencar ke berbagai arah, dengan membagi tim beranggotakan dua orang. Dan Ethan bersama dengan Arkan pergi ke sebuah tempat yang kelihatan nya seperti sebuah bar di tengah kota itu, yang kelihatan nya juga ramai sekali dikunjungi oleh para petualang.


Ceklek...


Ketika Ethan dan Arkan masuk ke dalam sana dengan mengenakan jubah mereka untuk menutupi identitas, orang-orang yang ada di dalam tempat itu juga langsung diam dan melihat kearah keduanya. Rasanya itu tidak asing lagi bagi mereka, hal tersebut mengingatkan keduanya ketika datang ke Guild Crown untuk pertama kalinya.


Ethan pun berjalan menuju ke meja pemilik bar yang tengah mengelap gelas-gelas nya di depan sana, tanpa mempedulikan orang-orang yang menatapnya. Namun sepertinya Arkan tidak suka kepada mereka yang menatap dengan mencurigakan kepadanya dan Ethan, jadi ia pun balas menatap mereka dengan tajam.


" Selamat datang di tempat ku, apa yang kalian butuhkan?? " tanya si pemilik tempat ini.


" Ada yang ingin kutanya kan. " ucap Ethan.


Ia memberikan sekantung koin emas kehadapan pemilik tempat itu, hingga membuat si pemilik itu terkejut melihat nya. Tapi kemudian ia pun tersenyum kepada Ethan.


" Baiklah, apa yang ingin kau ketahui? Aku akan menjawab semuanya. " ucap pemilik itu.


Ethan sudah menduga nya, " .. Kulihat banyak sekali orang dari berbagai tempat, hingga yang berasal dari luar Kerajaan. " ucapnya.


" Mereka sedang menunggu hari dimana munculnya reruntuhan kuno yang muncul setiap 50 tahun sekali. Tentu saja mereka antusias sekali, karena reruntuhan kuno itu satu-satunya tempat yang belum dijelajahi oleh pihak Kerajaan, dan pastinya masih banyak benda-benda berharga didalam nya. " jawab pemilik itu.


" Kapan reruntuhan kuno itu terbuka?? " tanya Arkan ikut bicara.


" Satu hari sebelum gerhana matahari total yang akan menutupi Kerajaan Aquila. " jawab pemilik itu pula.


" Itu berati tiga hari lagi dimana pintu reruntuhan kuno itu akan terbuka. " ucap batin Ethan.


Ethan sudah mendengar kabar soal gerhana matahari itu, tidak ia sangka kalau hal tersebut akan berhubungan seperti ini. Atau mungkin ini sesuatu yang sudah direncanakan sebelumnya...


Lamunan Ethan buyar ketika si pemilik itu memberikan sebauh peringatan, " Hei, aku tidak tahu apa tujuanmu. Tapi sebaliknya kau berhati-hati jika ingin ikut masuk ke dalam reruntuhannya kuno itu. Ada dua klan besar yang akan bersaing di dalam reruntuhan itu untuk mendapatkan benda berharga yang ada disana, tapi bukan hanya mereka saja yang akan pergi ke sana. Sepertinya yang kau tahu, banyak petualang yang datang untuk hal yang sama. Mereka mungkin tidak akan segan-segan. " ucapnya kepada Ethan.


Ethan yang mendengar nya pun hanya tersenyum kepada si pemilik itu, " .. Terima kasih peringatan nya. " ucapnya.


Kemudian ia pun berbalik pergi dari saja bersama dengan Arkan, sepertinya misi kali ingin cukup mudah ditemukan. Meskipun belum tentu mudah didapatkan.