Quennevia

Quennevia
Pohon dunia



[Season 2]


Pemimpin dari para Valkyrie itu, Feryja. Kemudian mengarahkan kudanya turun mendekat Yue yang tertidur dibawah sana.


Dan Yue yang menyadari keberadaan nya pun menggerakan telinganya, kemudian ia pun mengangkat kepalanya dan menatap wanita cantik yang ada dihadapan nya saat ini.


['Rubah suci. Maaf karena telah mengganggu tidurmu, namun ada sesuatu yang harus kami pastikan kepadamu.'] Freyja membuka suaranya dan berkata kepada Yue.


Yue yang mendengar itu pun kemudian bicara menyahutinya, " Katakanlah. Apa yang dibutuhkan oleh pemimpin Valkyrie dari rubah sepertiku?"


['Beberapa saat yang lalu, kami mendapatkan laporan.. kalau ada aktifitas portal yang terbuka ditempat ini. Apakah engkau melihat seseorang yang datang kemari?']


" Hm... Apa mungkin yang dimaksud itu, aku?"


Dia menggelengkan kepalanya menampik hal tersebut, ia kemudian menutup kedua matanya serta sedikit merunduk. ['...Tidak. Ini sesuatu yang lain. Mereka adalah... seseorang yang seharusnya tidak ada disini.']


Freyja berkata demikian, dan saat ia membuka kembali kedua matanya, itu berkilat dengan tatapan yang benar-benar tajam dan suara dingin.


Hal itu semakin menegangkan bagi Oscar dan yang lainnya, meskipun mereka disembunyikan dengan cara digulung saat ini, perasaan itu tetap saja tidak bisa mengurangi kegugupan itu. Andai kalanya mereka ketahuan, mereka akan langsung diseret pergi. Dan jika mereka melawan, mereka mungkin akan dimusnahkan.


" Sial, sekarang aku lebih suka dunia bawah..." batin Arkan ditengah situasi ini.


" Hmm..." disisi lain, Yue masih memikirkan hal tersebut, dia mungkin juga gugup dalam hatinya. Namun ia punya ketenangan yang benar-benar baik sekarang, hingga hal itu tidak terlalu terlihat. " Jika yang kau maksud itu manusia... Kulihat dia pergi kearah sana." ucap Yue kemudian, dan itu langsung membuat Oscar dan yang lainnya diam membeku.


Sementara itu Yue menolehkan wajahnya kearah lain, yang juga di ikuti Freyja. " Dia pergi kearah pohon dunia." ucapnya pula.


Alis Freyja berkedut dengan hal itu, ['Pohon dunia..? Apa dia datang kemari untuk mengambil buah dari pohon itu.??'] gumamnya terlihat memikirkan nya.


Ia pun kemudian kembali menoleh kearah Yue dan sedikit menundukan kepalanya kepadanya, ['Terima kasih, rubah suci.'] ucapnya yang kemudian berbalik menatap para Valkyrie yang lain. ['Kita pergi ke pohon dunia.']


Dia kemudian berteriak memberikan komando, dan para Valkyrie itu pun langsung bergerak menjauh dari Yue kearah pohon dunia. Yue sendiri memperhatikan nya, sampai mereka tidak terlihat lagi. Setelah itu ia pun kembali meluruskan ekornya, melepaskan Oscar dan yang lainnya.


Dan sesaat setelah Yue melakukan hal itu, Oscar dan yang lainnya pun langsung melemparinya dengan berbagai kata-kata.


" Yue, kenapa kau mengatakannya kepada mereka??"


" Kau bisa saja bilang kau memakan penyusup itu."


" Dia dalam bahaya."


" Apa yang harus kita lakukan?? Kita tidak bisa melawan para Valkyrie begitu saja!."


" Ah, bagaimana ini..."


Mereka panik sendiri disana, sementara Yue menatap mereka dengan ekspresi datar.


Mungkin itu wajar bagi mereka untuk panik, itu karena arah yang dituju para Valkyrie itu adalah... Tempat kemana Ethan pergi.


Yah, Niu sudah menebak kalau mereka akan seperti ini, tapi dia melakukan nya tanpa perhitungan juga.


" Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja. Akan lebih baik kita bergerak sekarang sebelum mereka kembali." dan akhirnya ia pun menengahi kepanikan mereka itu. Yue juga langsung melemparkan mereka naik ke atas punggungnya.


" Bagaimana kau bisa seyakin itu??" tanya Meliyana yang terlihat benar-benar khawatir dengan hal itu. " Ethan memang kadang menyebalkan, tapi aku tidak ingin dia dalam bahaya." lanjutnya pula.


Yang lainnya juga sependapat dengan itu, tentu saja. Karena mereka adalah teman yang saling menghargai dan menyangi satu sama lain.


" Kau tidak perlu khawatirkan itu, para Valkyrie itu tidak akan bisa melukainya sedikitpun." ucap Yue kembali, dan itu langsung memusatkan mereka kepadanya. "....Itu karena posisinya jauh lebih tinggi dari yang kalian duga." lanjutnya pula.


Dan itu membuat mereka bertanya-tanya maksudnya...


****


- Lokasi pohon dunia..


Pohon putih besar yang menjulang tinggi dihadapannya, bersinar dengan warna terang dan memancarkan energi yang tidak terukur. Salah satu dari pohon suci yang ada didunia.


Pohon waktu, di World borders, patokan manajemen waktu dunia dan penghubung dengan dewa waktu.


Pohon kehidupan, sombol dari kehidupan dan penopang kehidupan para Elf.


Pohon dunia, sumber alam semesta. Penopang alam para dewa/surga & dunia bawah. Awal dan akhir para jiwa. Dan juga.... dunia roh sendiri.


Dunia keempat, dunia roh ada didalam pohon kehidupan. Jiwa-jiwa yang mati akan pergi ke dunia bawah, dan mereka yang telah mendapatkan pengadilan didunia bawah akan pergi ke pohon dunia. Diantara itu, para pahlawan akan mendapatkan tempat khusus, sementara mereka yang berdosa akan dikurung di Tartaros.


Ethan mengulurkan tangannya kearah pohon itu dan menyentuhnya, " ....Ini tetap sama seperti apa yang aku ingat, bukankah begitu??" Ethan kemudian bergumam pelan disana.


Pohon itu terlihat sedikit bergoyang layaknya diterpa angin, Ethan bisa merasakan energinya yang murni dengan begitu jelas.


" Kau tahu aku datang untuk apa. Berikan benda itu padaku." ucapnya kemudian.


Gruuooo...


Sebuah guruh terdengar disana seolah menimpali ucapannya dengan sebuah penolakan yang besar.


" Apa kau juga akan menolak permintaanku seperti itu..??" Ethan berkata dengan ekspresi kecewa di wajahnya, ia pun menundukan wajahnya terlihat murung dan ia kembali berkata... " ...Ini adalah kesempatan terakhir kita. Dia harus bangkit. Dua ramalah telah keluar, itu artinya ramalan ketiga juga akan segera datang. Dan 'bencana' yang sesungguhnya... akan segera turun ke dunia lagi." ucapnya pula.


Hening, hanya ada keheningan ditempat itu untuk beberapa saat yang cukup lama. Sampai kemudian, Ethan melihat tangannya yang menyentuh pohon dunia menembusnya secara perlahan.


Ia pun kemudian tersenyum, melihat nya mengizinkannya untuk masuk itu artinya dia setuju. Jika seperti itu, artinya Euclide juga mengizinkannya.


Ethan kemudian mendorong masuk tangannya lebih dalam lagi, dia tidak masuk sendiri karena dia tidak berniat menyebrang dan meninggalkan teman-teman nya telalu lama. Dan ketika ia merasakan sesuatu ditangannya, Ethan menggenggam itu dengan erat... kemudian menariknya keluar dari dalam pohon.


Itu sebuah tombak... benda yang ia cari. Tombak itu memiliki warna biru cerah layaknya langit. Dan gantungan dengan bunga putih yang berbentuk seperti lonceng yang mekar dimusim semi. Itu bunga bakung, dan meski bunga tersebut memiliki racun... namun itu terlihat sangat indah.


Ethan menatap tombak itu dengan seksama, mirip seperti pedangnya dan pedang Quennevia, tombak itu juga terkunci. Saat kemudian perhatian nya teralihkan kepada cincin yang tersemat dijarinya.


" Hmm... Sepertinya aku tidak membutuhkannya lagi.." ucapnya setelah menatap itu, dan ia pun melepaskannya dari jarinya. " ...Meski begitu ini akan berguna dimasa depan." lanjutnya pula.


Ethan menimpan cincin itu dibalik pakaiannya, disaat yang sama....


Duk...


Sesuatu jatuh menimpa kepalanya. Ethan memegangi kepalanya dan melihat keatas sana, tidak ada sesuatu kecuali pohon. Lalu ia kemudian menunduk, dan perhatian nya langsung tertuju kepada buah berwarna emas didekat kakinya.


" Astaga..."


Ethan hanya tersenyum hambar dengan itu, dan kemudian ia pun merunduk dan mengambil buah itu.


" ..Jika kau ingin memberikan sesuatu, aku akan menunggu cara yang lebih baik." ucapnya kemudian.


Pohon dunia memberinya hadiah lain, dan dia tahu apa yang harus ia lakukan dengan buah itu. Masalahnya dia kurang senang dengan caranya memberikan buah tersebut kepadanya.


Apakah dia benar-benar harus menimpukkan benda itu keatas kepalanya?? Ya sudahlah, Ethan akan menganggap itu sebagai caranya memberi salam dan menyambutnya kembali.


Tak lama dari itu, Ethan mendengar sebuah ringikan. Ia pun menoleh dan melihat para Valkyrie yang datang mendekat. Mereka turun tak jauh dari pohon dunia dan berjalan mendekat dengan senjata mereka, namun ketika mereka tiba dihadapannya... Semuanya langsung mematung kaget.


" A-Anda..." Freyja yang paling depan kemudian berkata meskipun tidak bisa ia selesaikan.


Ethan yang melihat mereka pun tersenyum dan berbalik menatap mereka, " Ah, kalian disini." ucapnya dengan santainya.


Brukk..


Namun karena nya, Freyja langsung menurunkan senjatanya dan berlutut dengan sebelah kakinya menyentuh tanah. Hal tersebut juga diikuti oleh para Valkyrie yang lainnya, mereka memberikan penghormatan mereka dengan sempurna.


Sementara Ethan... Dia tetap diam tak bergerak ditempat nya dan hanya menatap mereka.