
Saat Niu dan juga Oscar datang dan membuka pintu tempat yang ditunjuk Ace dan Ryan, mereka sangat terkejut melihat banyaknya orang yang ada di sana. Apalagi suasana di sana yang sangat tegang, antara Quennevia dengan kakak tirinya Adele.
Mereka berdua saling tatap tidak suka, dengan Adele yang terlihat sangat marah, entah apa yang sudah mereka lewatkan. Tapi mereka merasa tidak seharusnya ada di sana, disisi lain mereka juga khawatir kepada Quennevia yang terlihat murka seperti itu.
" Kalian sudah datang. " Quennevia beralih menatap kearah mereka dengan ekspresi yang langsung berubah biasa saja, yang lainnya pun juga jadi menyadari keberadaan mereka. " Bantu aku sembuhkan mereka. " ucap Quennevia pula.
" Ah, iya.. " jawab Niu spontan, dia sangat terkejut melihat Quennevia yang dingin seperti tadi.
Ia pun langsung menghampiri nya dan membawa Murphy dan Kai agak jauh dari Quennevia, dibantu oleh Oscar juga tentu saja.
" Adik, kau semakin semena-mena ya sekarang. Bukan hanya membantah ku, kau juga membuat sembarang orang masuk kemari tanpa izin. " ucap Adele, yang memang sudah kesal dengan nya sejak tadi.
" Niu, bagaimana keadaan mereka??. " tanya Quennevia, dia tidak mempedulikan Adele yang bicara padanya.
" Ah, itu.. Mereka akan baik-baik saja, jangan khawatir. Aku bisa menyembuhkan mereka. " jawab Niu meski agak grogi dengan situasi nya.
" Quennevia! Kau benar-benar tidak menghargaiku, ya!!. " ucap Adele pula semakin kesal lagi, dia tidak percaya Quennevia bisa tiba-tiba berubah seperti itu hanya dalam beberapa waktu saja.
Sedangkan untuk adik tirinya Quennevia, " Ibu, entah kenapa aku merasa kakak kedua itu seperti orang lain. " ucap Arissa.
" Kau benar, nak. Dia seperti orang yang berbeda. " sahut Ellise mengiyakan ucapan putrinya.
Tapi Quennevia lagi-lagi tidak mempedulikan nya, dia hanya melirik nya sebentar kemudian kembali kearah Niu yang tengah mengobati kedua orang nya.
" Putri kedua! Sebaiknya kau minta maaf sekarang, kau sudah bertindak keterlaluan!!. " bentak Anna kepada Quennevia, dia benar-benar sangat kesal melihat nya se-angkuh itu padanya.
" Keterlaluan?? Siapa yang bertindak keterlaluan di sini??. " tanya Quennevia, kembali menatap mereka dengan tajam. Dan dua orang itu kembali bungkam. " Aku jadi ingin tahu, apa yang orang ku curi dari kalian??. " lanjutnya.
" Ini barangnya, putri. " ucap Linda, ia memberikan inti spirit yang di jadikan tuduhan oleh selir pertama itu.
Meski ia berpura-pura ada di pihak para selir ia juga harus melakukan apa yang disuruh Quennevia. Dia hanya perlu melakukan nya, dan Quennevia akan berdiri di pihaknya untuk mendukung nya.
Setelah mengambil inti spirit itu dari Linda, Quennevia menatapnya sebentar. Tapi kemudian ia menghancurkan nya jadi berkeping-keping, dan itu membuat selir pertama dan putinya terkejut. Iya ini spirit itu memiliki harga yang mahal untuk mereka dapatkan.
" Ini spirit nya!!. " Adele tidak rela melihat benda itu hancur begitu saja.
" Apa yg kau lakukan?!! Apa kau tidak tahu betapa berharganya inti spirit itu?!!. " bentak Anna lagi.
" Sampah. Hanya sebuah inti spirit sampah seperti itu, kau pikir aku tidak bisa memberikan yang lebih baik untuk orang-orang ku. " ucap Quennevia dingin, bahkan sekarang ia juga berekspresi jijik.
" Apa?.. " sahut Anna tidak mengerti.
" Rupanya bukan hanya kelakuan mu yang bodoh itu, tapi orang mu juga bodoh rupanya. Kau dan orang-orang yang selalu merendahkan orang lain, padahal kalian tidak tahu orang itu yang sebenarnya. Apakah layak bicara seperti itu padaku.. "
Quennevia mengatakan semua itu sambil tersenyum angkuh pada mereka, dia juga sengaja memprovokasi orang-orang yang ada disana. Untuk mengeluarkan tikus yang selalu tidak sabaran untuk mencapai ambisi mereka itu.
Yang mana hal itu membuat Quennevia muak. Baik dulu... mau pun sekarang..
Dia sudah banyak melihat orang-orang seperti itu dimana-mana.
" Apa maksud nya?! Pemimpin di tempat ini adalah tuan besar!. Dan jangan berpikir semua yang ada di sini milik anda putri!! " ucap salah seorang yang ada di sana.
" Lantas milik siapa?? Itu juga bukan milik kalian. " sahut Quennevia menimpali yang langsung membuat mereka bungkam seketika.
" Sekarang ayah sedang tidak ada, dan aku yang merupakan satu-satunya putri resmi nya yang memegang kendali saat dia tidak ada. " lanjut Quennevia pula, membuat orang-orang itu tidak bisa lagi berkata apa-apa. " Atau... Jangan bilang kalian ingin memanfaatkan kesempatan, saat ayah tidak ada dan mengambil semua keuntungan yang didapatkan kediaman mentri?. " ucap Quennevia lagi.
" Atau mungkin kau sendiri yang ingin seperti itu. " sela Anna di tengah-tengah ucapan Quennevia.
Quennevia pun juga jadi mengubah ekspresi nya mendengar itu, dia tidak keberatan disebut seperti itu. Karena sebenarnya dia memang menginginkan nya, dan juga untuk menyingkirkan para tikus kotor yamg suka menjilat. Tapi dia tidak suka melihat Anna yang berekspresi sombong seperti itu.
" Putri kedua, sejak tadi kau terus-terus saja mencari-cari kesalahan orang lain, apa kau berusaha mengambil alih tempat tuan di sini. Lagipula meski kau adalah anak resmi tuan, kau masih terlalu kecil untuk mendapatkan nya. " ucap Anna.
" Putri, apa anda ingin jadi seperti ibu anda. Yang hanya mencari status untuk keuntungan anda. " ucap seseorang pula.
" Apa?!. " Quennevia jadi kesal lagi mendengar itu, dia jadi kembali ingin mengacak-acak tampat itu.
" Huh, ibumu itu hanya seorang wanita rendahan, yang tidak tahu dari mana asal-usul nya. Dan tuan besar juga buta saat itu, sampai bisa menikahi nya. " provokasi Anna tidak berhenti sampai di sana, tapi Quennevia sudah menunjukkan tanda-tanda akan mengamuk. Mereka tidak mengukur kekuatan Quennevia, mereka hanya tahu Quennevia beruntung bisa memiliki Yue.
Niu dan Oscar yang sedari tadi mendengar kan ucapan demi ucapan orang-orang itu juga jadi semakin gelisah dan merinding, sekaligus marah, orang-orang itu sama sekali tidak sadar dengan siapa mereka mencari masalah.
" Hahaha... Ternyata anak dari wanita itu juga sama saja, ya. Sudah tidak tahu malu, sombong dan juga sangat lemah. Seharusnya wanita itu mengajak mu mati saja di hari itu. " ucap Anna pula, dia benar-benar sudah gila rupanya. Bahkan tidak lagi mengontrol ucapan apa yang ia keluarkan.
Para pengikutnya yang lain pun juga malah membenarkan ucapannya, dan ikut-ikutan menyudutkan Quennevia dengan menghina ibunya. Meski Quennevia yang sekarang bukan Quennevia yang dulu, tapi ia juga sangat menghormati ibunya.
Bahkan para pengikut selir pertama itu mencoba menyerang nya, tapi tentu saja Quennevia bisa menahan nya dengan sangat mudah.
Quennevia menggertakkan giginya. Karena tidak tahan lagi dengan ucapan-ucapan dari para semut itu, Quennevia yang semakin murka melepaskan energi sihirnya dan menekan mereka dengan itu.
" Apa... Apa ini, aku merasa sesak. " ucap seseorang.
" Energi yang sangat kuat sekali. " seseorang lagi.
" Ba.. Bagaimana mungkin, dia... " ucap Adele yang tidak percaya.
Quennevia melepaskan satu segel yang menyegel jantung iblisnya, karena amarahnya yang meluap-luap, dan membuat mereka semua tertekan oleh kekuatan nya. Tempat itu juga jadi berguncang seperti gempa karena kekuatan itu dan amarah Quennevia, dan mata Quennevia pun juga berubah menjadi merah karena kekuatan itu. Orang-orang itu mulai berjatuhan satu-persatu dan menatap Quennevia dengan tatapan ketakutan karena amarahnya. Mereka yang tidak bisa bertahan mati seketika.
Seakan tidak bisa menahan guncangan akibat kekuatan itu, tempat itu juga perlahan-lahan runtuh, mungkin akan benar-benar runtuh jika Quennevia tidak dihentikan. Dan itu membuat semua orang yang ada di sana sangat panik, sampai ada yang berhasil membuat Quennevia tenang.
" Master!. " penggil Yue.
" Nona, tolong jangan marah lagi. Jika seperti ini... Anda juga akan terluka. " ucap Murphy, yang baru saja sadar setelah disembuhkan Niu. Ia langsung memeluk nya dari belakang untuk menenangkannya.
" Nona, mohon tenang. Sebaiknya jangan lakukan hal ini. " ucap Kai, yang juga sudah sadar.
" Putri, kami ada di pihak mu. Jadi tolong tenang. " ucap Oscar ikut menenangkan mereka.
"Nevia, jangan gunakan kekuatan itu. Tubuhmu belum menerimanya sepenuhnya. Jika terus seperti ini, kekuatan itu akan hilang kendali dan memusnahkan semuanya." Niu juga ikut memeluk Quennevia untuk menghentikan nya, dia bisa melihat kalau tubuh Quennevia semakin melemah setelah menggunakan kekuatan jantung iblis itu.