Quennevia

Quennevia
Hal berharga yang sebelum nya tak disadari



Quennevia masih menatap Hudson dengan bingung, tempat yang hanya bisa didatangi oleh ibunya.. Lalu kenapa ia memberikan petanya kepada Quennevia.


" Lalu kenapa diberikan kepada Quennevia??. " tanya Quennevia memastikan hal itu.


" Hanya kau satu-satunya keturunan dari ibumu, sudah pasti kau bisa datang kesana. Tempat itu berada di jantung hutan York, hutan tempat dimana semua hewan roh berasal. Tentu saja ada banyak hewan roh, mulai dari yang biasanya kita lihat, sampai berusia jutaan tahun. Mereka semua ada di sana, dan melindungi jantung hutan York. " jelas Hudson tentang keadaan tempat itu.


" La.. Lalu, jika tempat itu dilindungi hewan roh jutaan tahun itu.. Bagaimana ibu bisa.. " ucap Quennevia menggantung, dia sangat terkejut mendengar ibunya berasal dari sana.


" Kalau itu... kamu bisa cari tahu sendiri, tapi ibumu memang bisa keluar masuk kesana dengan mudah. Dia benar-benar sangat hebat dan spesial, bahkan kekuatannya sangat luar biasa. Dia juga bisa mengendalikan hewan-hewan roh itu. "


Quennevia semakin penasaran dengan identitas ibunya, dia yang bergitu hebat dan terkenal di mana-mana. Sebenarnya siapa dia??.


" Jika kau ingin masuk ke Akademi bintang utara, datanglah kesana dan berlatih di sana selama 5 tahun. Kekuatan mu pasti akan bertambah sangat pesat. " ucap Hudson kemudian.


" Terima kasih, ayah. " sahut Quennevia, ia pun pamit dari sana setelah mendengar semua itu.


Quennevia keluar dari kediaman utama, dan pergi ke arah kediaman putri. Ia masih memikirkan apa yang dikatakan ayahnya itu, akan sangat bagus jika ia bisa lebih cepat kuat. Tapi untuk pergi ke hutan itu..... Quennevia harus menempatkan seseorang yang bisa mengatur keamanan tampat ini, jika saja ayah nya pergi bertugas.


" Seseorang yang bisa dipercaya, jujur dan juga.... Paling setia. " gumam Quennevia, hanya ada satu orang yang bisa melakukan hal itu dalam pikiran nya.


Perhatikan Quennevia teralihkan kepada seekor elang diatas kepalanya, ia merentangkan satu tangannya dan elang itu langsung hinggap di sana. Sekali lihat pun ia bisa tahu kalau elang milik Oscar, dan ada surat di kaki elang itu.


Quennevia mengambil surat itu kemudian melepaskan kembali elangnya, barulah ia membaca surat yang diantarkan padanya itu.


*/isi surat..


" Nevia, ada misi bagus yg mungkin kau sukai. Datanglah ke guild sebelum diambil orang... "


~Niu~


Quennevia tersenyum tipis melihat itu, inilah yg ia butuhkan untuk menghilang stresnya akhir-akhir ini. Ia pun bergegas untuk pergi ke guild.


*****


Pranggg....


Brakkk.....


Selir pertama sedang mengamuk dan menghancurkan barang-barang di sekitar nya, ia sangat marah karena perlakuan Quennevia padanya. Bahkan putranya pun juga ikut terpengaruh oleh nya.


" Kau sadar dengan apa yang kau katakan?!! Kau bilang ibumu ini pantas mendapatkan ini!!. " bentak Anna kepada putranya Jason.


" Ibu, kau yang berbuat salah. Setidaknya ibu harus bersyukur karena adik kedua tidak memberikan hukuman lain. " jawab Jason dengan santai.


" Semua yang kulakukan itu untuk mu!! Jika ibu tidak melakukan apapun, kau tidak akan bisa mewarisi posisi ayahmu dan bersanding dengan bangsawan lainnya!!. " amarah Anna benar-benar sangat meledak-ledak.


" Ibu, tenang lah. " ucap Adele, dia tidak mau ibu dan kakaknya malah bertengkar karena ini. " Kakak juga, minta maaf lah kepada Ibu. " lanjut nya.


" Aku sama sekali tidak berbuat kesalahan, untuk apa minta maaf. Lagipula sejak awal aku tidak berniat mewarisi posisi itu, aku hanya ingin menjadi kesatria seperti keinginan ku. " sahut Jason dengan acuh, dia cukup bosan karena ibunya selalu seperti itu.


" Jason, kau.... Apa kau tahu posisi ayahmu itu bahkan hampir sebanding dengan kaisar!! Kenapa kau malah tidak ingin jadi seperti ayahmu!!. " bentak Anna.


Dia tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari putranya, padahal ia sudah susah-susah menyingkirkan ibu dari Quennevia. Dan membuat anaknya jadi pengecut selamanya tapi tiba-tiba ia malah berubah seperti orang lain. Dan sekarang Putranya juga malah tidak lagi menuruti keinginan nya.


" Sudahlah ibu, posisi itu milik Quennevia. Jika ia tidak menginginkan nya pun, dia tidak akan memberikan nya padaku. Dan aku sama sekali tidak terganggu dengan itu, ibu bahkan tidak pernah bertanya apa yang kuinginkan. " ucap Jason sambil berjalan pergi dari sana.


" Jason!! Kembali, Jason!!. " teriak Anna, tapi Jason sama sekali tidak mendengar kan nya.


Hal itu juga jadi membuat Adele khawatir dengan nasib mereka, " Bagaimana ini, ibu?? Kakak bahkan juga ikut berubah seperti itu. " ucap nya.


" Tenanglah, sayang. Ibu pasti akan membuat kakakmu jadi pewaris ayahmu, dengan atau tanpa keinginan nya. " ucap Anna meyakinkan putrinya.


****


Quennevia merasa kalau tempat itu lebih mirip sebuah bar yang sering digunakan orang untuk mabuk, dari pada sebuah tempat untuk mencari pekerjaan. Saat ia mencari dua orang rekannya itu mereka ada di depan papan pekerjaan, sambil Niu yang terus melambaikan tangannya padanya Quennevia.


Quennevia pun langsung menghampiri mereka disana, dia penasaran apa perkerjaan nya sebagus yang ia pikiran atau tidak.


" Pekerjaan apa yang kalian temukan??. " tanya Quennevia saat sampai di depan mereka.


" Hehe... Jeng.. Jeng... Lihatlah, bagaimana dengan ini.. Mencari dan mengambil sisik naga. " ucap Oscar sambil menunjukkan selebaran nya.


" Pfffttt... " Quennevia menahan tawanya mendengar itu, mengambil sisik naga sekarang pun ia bisa langsung menyerahkan nya kepada orang yang meminta pekerjaan ini.


" Apa yang kau tertawakan??. " tanya Oscar yang bingung melihat Quennevia menahan tawanya.


" Tidak.. Hanya saja, kemana kita akan mencari naga?? Jika saja perkerjaan ini benar, seharusnya orang yang meminta pekerjaan ini mengatakan dimana letak naganya." ucap Quennevia.


" Haahh... Sudah ku bilang itu mustahil. " tambah Niu dengan ucapan Quennevia.


" Benar juga, ya. " sahut Oscar.


Mereka harus berkeliling daratan itu untuk mencari keberadaan naga, hanya untuk satu pekerjaan yang entah dari siapa itu. Quennevia sih sebenernya tidak mau menyia-nyakan kesempatan itu, lagipula harganya yang ditawarkan sangat tinggi.


Tapi dia tidak mau Everon yang malang malah ngambek dan berhanti mengajarinya mengendalikan kekuatan nya.


" Sialan, Orang itu. Quennevia jika kau sampai menerima pekerjaan itu, akan ku bakar orang yang mengambil sisik yang kau berikan. " ucap Everon merah.


" Kenapa?? Harganya sangat lumayan. " sahut Quennevia dalam pikiran nya.


" Itu karena sisik yang akan kau berikan itu pasti sisik ku, kan. " Jawab Everon pula.


" Baiklah, baiklah. Aku tidak akan menerima nya." ucap Quennevia, jika ia benar-benar merajuk akan sangat menyusahkan.


Balik lagi ke dunia nyatanya, disana Niu dan Oscar malah sibuk bertengkar karena hal itu. Padahal mereka biasanya selalu satu pikiran.


" Kubilang tidak, ya tidak. Lebih baik ini saja. " ucap Niu, menunjukkan sebuah selebaran pekerjaan lainnya.


" Mencuri permata dari raja singa api??. " ucap Quennevia membaca isi perkerjaan nya.


" Ditolak!!. " ucap Oscar cepat.


" Apa kenapa?!. " tanya Niu.


" Hanya mencuri permata saja, sama sekali tidak menantang. Aku ingin menguji kekuatan ku yang sudah berlatih bersama Nevia. " jawab Oscar.


" Dasar egois!! Kau hanya ingin memamerkan kekuatan mu, kan?!. " ucap Niu pula.


Mereka pun kembali bertangkar dengan persoalan sepele seperti itu, sedangkan Quennevia hanya tertawa melihat tingkah mereka. Sekarang ia sadar kalau saat-saat seperti inilah yang paling berharga baginya, hal itu juga mengingatkan nya kepada masa lalunya.


Quennevia pun memutuskan untuk mencari pekerjaan untuk mereka sendiri, setelah mendapatkan nya ia langsung memberitahu pengurus guild, dan kembali kearah keduanya.


" Ayo pergi. " ucap Quennevia, ia langsung menyeret mereka dengan memegang kerah belakang baju yang mereka kenakan.


" Eh.. Eh.. Tapi pekerjaan nya kan belum di tentukan. " ucap Niu.


" Benar, kau mau membawa kami kemana?. " tanya Oscar.


" Tentu saja mengerjakan perkerjaan. " sahut Quennevia, masih terus menyeret mereka. Sedangkan yang diseret terus mengeluh karenanya.