Quennevia

Quennevia
Sakura



[Season 2]


Mereka semua merasakan kehadiran orang lain disana, karena itu mereka sontak melihat kearah yang sama sekaligus, dan ada sesuatu yang terlempar kearah mereka disaat yang sama. Benda itu terlihat seperti sebuah tabung aluminium dengan bentuk oval mirip telur ayam. Orang biasa yang melihat itu tidak akan berpikir macam-macam dan hanya menganggapnya mainan.


Tapi sebenarnya itu lebih dari sekedar mainan, Ethan yang paling tahu apa itu. Karena itu dia sangat terkejut...


" Semuanya, jangan hirup dan jaga mata kalian!." karena itu dia langsung memperingati teman-temannya.


Belum sempat mereka merespon hal itu. Benda yang mirip dengan telur ayam itu pun langsung meledak, dan mengeluarkan kepulan gas yang sangat tebal diruangan itu. Oscar dan teman-teman yang lain sudah berusaha menutup hidung, mulut dan mata mereka setelah mendengar peringatan Ethan dan apa yang terjadi selanjutnya.


Meski begitu, penglihatan mereka masih tetap terbatasi. Bahkan pernafasan, mereka tidak bisa berhenti untuk terbatuk-batuk...


" Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.."


" Uhuk... agh, asap apa ini..? uhuk uhuk.." tanya Niu sembari mengibaskan tangannya berusaha menyingkirkan gas itu.


" Aah! Mataku seperti terbakar.. seseorang tolong berikan aku air!!." pekik Meliyana sembari menggosok kedua matanya yang terasa perih.


Ethan yang ada dihadapan mereka pun kemudian menimpalinya, " Makanya.. Bukankah sudah kubilang jaga mata kalian?." ucapnya dengan ekspresi datar, saat ia mengulurkan tangannya kearah mata Meliyana.


Ia menangkupkan tangannya disana, dan Meliyana yang merasakan matanya perih pun mulai merasa membaik berkat kemampuan Ethan.


" Ini gas air mata. Senjata kimia berupa gas, yang biasanya digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata atau sistem pernapasan. Karena itu kusuruh kalian jangan menghirupnya juga." Ethan menjelaskan hal itu sambil memperhatikan sekitarannya, dan dia yakin. "...Seseorang yang tidak diundang ada disini, berhati-hatilah." lanjutnya.


Karena itu, seperti yang Ethan katakan. Mereka menjadi waspada dengan sekitar mereka, dan menajamkan indra masing-masing untuk mencari dimana orang yang melakukan penyergapan kepada mereka ini berada. Saat... orang misterius itu mulai melancarkan serangannya..


Pttsuu...!


Sebuah senjata dengan peredam baru saja ditembakan sebanyak dua kali berturut-turut dari suatu tempat, Oscar dan Yuki jadi yang pertama menyadari lintasan mana dari senjata itu dan untunglah mereka bisa menghindari nya.


" Wak! Itu nyaris.." Oscar merasa gugup pada kecepatan senjata itu yang benar-benar hampir mengenai kepalanya. " Apa yang dia gunakan..?" tanyanya kemudian kepada Ethan di belakang nya.


" Entahlah... Mungkin berjenis revolver. Itu sama dengan yang dipegang Arkan sebelumnya." jawab Ethan kemudian.


" Maksudmu benda kecil itu??." tanya Niu agak terkejut.


" Gila!!." bahkan Arkan juga terkejut.


" Iya. Peluru dari benda kecil itu bisa menembus kepalamu."


Mereka terus bertahan disituasi itu selama beberapa saat ini serba sulit, melihat sulit, ruangan sempit dan sebagainya. Sementara serangan terus berlangsung dan bertubi-tubi, orang yang mereka lawan sekarang sangat ahli dan mengenal tempat ini, dan dia juga pandai menyembunyikan keberadaannya. Tapi disaat yang sama, gas itu juga mulai menyusut. Saat mereka bisa melihat setidaknya sedikit lebih jelas, mereka semua bisa membalikkan keadaan itu sekaligus.


Tapi mereka rasa, mereka tidak bisa mengulur waktu lebih banyak lagi. Karena itu hanya akan merugikan mereka...


Ethan juga merasa seperti itu, " Niu, tidak perlu menahan diri lagi. Bekukan seluruh tempat ini." jadi dia pun membuat keputusan.


Niu yang mendengarnya pun menganggukkan kepalanya menanggapi, " Baiklah."


Lalu ia pun membungkukkan tubuhnya dan menyentuh lantai dibelakang Ethan dan Yuki yang jadi pelindungnya, Niu pun menggunakan kekuatan nya disana, suhu udara pun semakin turun bersama dengan gas itu. Perlahan, Es muncul dari bawah tangannya, merambat melalui lantai, hingga ke setiap celah ditempat itu. Kurang dari 1 menit, seluruh rumah sekarang ditutupi oleh es.


Hal itu tentu saja membuat orang yang menyerang mereka tercengang melihat nya, " A-apa... bagaimana bisa.."


Semua gas itu telah hilang bersamaan dengan muncul nya es disana, dan sekarang mereka bisa melihat dengan lebih jelas disana. Dan saat itu, Ethan bisa mendengar hentakan kaki yang mulai menjauh...


" Jadi dia memilih kabur..." sebenarnya tidak ada masalah untuk membiarkan nya pergi, tapi... " ...Arkan, tangkap penyusup kecil kita." Ethan penasaran siapa orang yang tahu tempat ini selain dia sekarang.


" Oke.." Arkan tersenyum dan menerima perintah itu dengan senang hati.


Disisi lain, orang yang sedang berlari menjauh itu masih menatap sekitarnya. Tidak ada satu celah pun yang tidak ditutupi es, itu sesuatu yang tidak masuk akal, hingga membuatnya bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada dibelakang nya.


" Apa yang terjadi sebenarnya..?!!" dia berlari untuk mencari jalan keluar terlebih dahulu.


Karena tidak ada acara untuk memastikan dengan jelas siapa orang-orang itu, karena itu dia berpikir untuk mundur. Terlalu beresiko untuk tetap disana...


Tapi kemudian, tangan seseorang muncul dari sisi ruangan yang akan dia lewati. Tidak ada cukup waktu untuk menghindari...


Pada akhirnya dia pun tertangkap.


" Ukh..!"


" Dapat kau." Arkan tiba-tiba muncul dari sana dan mendorong bahu orang yang ditemukannya.


Disaat yang sama, ia menarik salah satu lengannya dan menahannya dilantai. Meski begitu bukan berarti orang yang ditangkapnya mengalah begitu saja, dia terus berusaha untuk melepaskan tangan Arkan darinya.


Sementara itu, Arkan menyadari sesuatu setelah melihatnya...


" Eh..?? Tubuhnya lebih kecil dari yang kuduga. Apa dia benar-benar orang yang menyerang kami? Rambut nya panjang.... dan tonjolan didadanya..." Arkan langsung terdiam saat siapa orang yang ia tangkap, ekspresi nya berubah terkejut mendapati fakta itu. " ...Kau seorang wanita??!."


" Hah..??" sementara orang itu justru bingung dengan reaksinya itu, " ...Kenapa kau terkejut hanya karena aku wanita??" tanyanya menanggapi perkataan Arkan yang agak tidak jelas disana.


" Tidak... itu karena--..."


" Yah, tidak masalah. Aku hanya perlu menyingkirkanmu." perempuan itu lebih dulu memotong ucapannya.


Ia kemudian menarik sebuh pisau panjang yang ia sembunyikan dibalik pakaiannya, menggunakan tangannya yang masih bebas bergerak. Dan ia pun mengarahkan itu ke arah leher Arkan hendak menusuknya, Arkan yang menyadari itu tentu saja langsung menghindari nya.


Karena hal itu, poros keseimbangan Arkan pun berpindah, memberikan sedikit ruang kepada perempuan itu untuk melepaskan diri. Ia mengubah posisinya dan melayangkan sebuah tendangan kembali kepada Arkan.


" Ukk!." Tentu saja Arkan menahan itu, meski begitu kekuatan nya cukup besar juga.


Mereka terlibat perkelahian singkat disana, dimana Arkan hanya menghindar dan menahan serangan dari lawannya. Itu sampai... Sebuah tanaman rambat tiba-tiba mencuat dan memanjang melewati es di dinding. Dan tanaman itu langsung mengikat perempuan itu disana.


Sementara dari belakang, Meliyana berjalan dengan Green diatas pundaknya, menghampiri Arkan dan perempuan itu disana.


" Dia assasin terlatih sepertinya." ucapnya kemudian.


" Yah, sepertinya begitu." sahut Arkan menanggapinya.


" Ayo bawa dia ke luar, Ethan sudah menunggu disana. Niu akan mencairkan semua esnya dulu."


Meliyana pun mengajak nya keluar, yang juga diangguki oleh Arkan. Tidak ada hal yang bisa mereka temukan disana, meski begitu... mereka harus mengintrogasi penyusup yang mereka temukan terlebih dahulu. Sementara itu, perempuan itu sendiri, dia hanya diam memperhatikan mereka berdua dengan tatapan waspada.


Apalagi, sejak awal Meliyana muncul disana, dia tidak bisa lagi mengerti dengan apa yang mereka berdua katakan. Ketika Meliyana dan Arkan mulai bicara dengan bahasa kuno.


**


Ketika Arkan dan Meliyana sampai diluar, seperti yang di katakan. Teman-temannya yang lain sudah menunggu dihalaman pondok, kecuali Niu. Dan saat melihat mereka datang, semua perhatian pun langsung tertuju kepada orang yang dibawa oleh Arkan dan Meliyana..


Oscar dan Yuki terlihat bertanya-tanya siapa mereka, sedangkan Arkan hanya mengangkat bahunya tidak tahu, karena dia juga baru bertemu dengannya. Sementara itu Ethan...


" Astaga... Apa aku bermimpi..??" Ethan sangat terkejut melihat siapa yang dibawa oleh Arkan dan Meliyana kehadapannya.


Karena reaksinya itu, membuat mereka semua menoleh kepadanya. " Kau kenal dia..??" dan Yuki pun bertanya mewakili semuanya.


Sementara itu Ethan mengusap wajahnya seolah tidak bisa mempercayai apa yang ia lihat, perempuan dengan rambut hijau segar itu adalah salah satu dari beberapa orang yang ia kira tidak akan bisa ia lihat lagi sampai beberapa dekade yang akan datang. Tapi... "..Kau masih hidup.. Sakura..?" dia ada tepat didepan matanya sekarang.


Disaat yang sama, perempuan yang dipanggil Sakura oleh Ethan itu sedikit tertegun ketika orang yang tidak pernah ia lihat memanggil namanya, dan ia pun mengangkat kepalanya dan menatap Ethan dengan seksama. " Kau... Siapa?" pertanyaan itu keluar dari mulutnya.


Itu hal yang sudah pasti. Meski begitu, entah kenapa Ethan merasa agak kecewa. " Kau benar-benar tidak bisa mengenaliku dalam wujud ini??"


" Aku yakin aku tidak pernah bertemu dengan seseorang yang berpenampilan sangat menarik seperti mu, jika iya aku pasti akan ingat." tapi Sakura juga punya pendapatnya sendiri.


Ethan hanya tersenyum kecut mendengar itu, saat kemudian Oscar yang ada disampingnya menepuk pundaknya. Ia melangkah sedikit lebih dekat dengan Sakura dan mengambil alih percakapan ini.


" Kau tidak mengenalinya, tapi kau mungkin kenal dengan orang bernama 'Kirito', kan?" ucap Oscar pertama kalinya.


Reaksi Sakura setelah mendengar nama itu berubah seketika, kewaspadaan nya kembali karena itu adalah nama yang sangat ia kenal. " ...Kau mengenalnya juga? Siapa kau? Teman atau musuh? ...Yah, tidak peduli siapa dirimu. Jika kau datang ke sini untuk menemuinya, maaf kau akan kecewa... Tapi dia sudah mati." ia berkata seperti dengan ekspresi gelap diwajahnya.


Oscar hanya tersenyum mendengar itu, dan ia pun kembali berkata. " Tidak, kami tidak perlu bertemu dengannya. Karena dia ada bersama kami sepanjang waktu." ucapnya.


" Apa..??" tentu saja itu membuat Sakura bingung dengan maksudnya.


Tapi Oscar menunjuk Ethan yang sekarang ada dibelakangnya, " Lihat.... Dia adalah reinkarnasi orang yang kita bicarakan." dan dia mengungkapkan itu secara terang-terangan.


" ...Hah?!"


Dan tentu saja Sakura tercengang mendengar itu, dia memandang Oscar dengan tatapan seolah melihat orang gila. Tidak akan ada yang percaya hal seperti itu. Oscar juga sadar dengan itu, jadi dia membiarkan orang yang bersangkutan untuk membuktikan kalau dia benar-benar 'Kirito' yang diketahui oleh Sakura.


" Sakura Heliansia, kau bergabung ke organisasi divisi satu 12 tahun yang lalu saat kau berusia 11 tahun, setelah kedua ayahmu setuju menyerahkanmu ke organisasi karena ibu tirimu. Karena prestasi yang didapatkan, pada musim panas tahun berikutnya kau bergabung ke anggota tim khusus yang di ketuai oleh Nevia Octavia dan Kirito Kim. Serta beberapa orang lainnya. Sepupumu Kagura juga masuk dalam tim itu. Dan kita selalu menjalankan tugas sulit bersama dengan kegagalan dibawah 37%, kau adalah penembak jitu. " Ethan mengatakan semua informasi yang ia tahu tentang Sakura dari ingatan yang tertinggal milik Kirito dalam dirinya, dan itu cukup membuat Sakura bertanya-tanya dengan gelisah.


Semua yang ia ketahui.... " 5 tahun kemudian, tepat saat 6 tahun yang lalu, Organisasi mengkhianati ketua tim mu Nevia Octavia. Menjadikannya buronan yang dicari diseluruh negara dan mendorongnya untuk bunuh diri sekaligus menghapuskan informasi yang masih terkunci di markas barat. Lalu setengah tahun kemudian, kau dan anggora kepompok lain mengundurkan diri dan memilih bekerja sebagai pengasuh disebuah panti asuhan di kota xxx, panti yang diam-diam dikelola oleh Nevia. Diawal tahun ke 3 setelah meninggalkan organisasi, kagura mati saat mencoba mengejar Guren. Mayat mereka ditemukan bersama dibawah reruntuhan sebuah gedung, penyebab kematian mereka adalah tertimpa beton dan runtuhan lain. Sedangkan penyebeb gedung itu runtuh adalah bom yang dipasang mengelilingi 3 lantai dasar diledakan bersamaan. Menyebabkan keruntuhan yang tak bisa dihindari. Beberapa bulan kemudian, seorang perempuan datang menemui Kirito dan menyerangnya, kau bersama Kyosuke dan Nagisa juga diserang oleh orang-orang berpakaian hitam, terjadi pembantaian dipanti asuhan itu, semua anak dan pangasuh lain dibakar hidup-hidup di dalam panti. Tidak ada yang selamat.. harusnya seperti itu."


Semuanya....


Sakura yang mendengar itu tidak bisa menyembunyikan raut terkejutnya, yang ia tahu beberapa bagian itu disembunyikan dari publik dan tidak pernah dicatat. Tidak akan ada yang tahu, kecuali orang itu juga mengalaminya sama seperti ia. Jika begitu, maka yang dikatakan Oscar tadi...


Sakura masih tidak bisa percaya, dia mencoba meyakinkan dirinya... " La-Lalu apa..?? Orang lain mudah untuk mendapatkan informasi itu.." dengan perkataan seperti itu.


Ethan menutup matanya mendengar itu, lalu.. " Sakura... Ada sesuatu yang hanya kau dan Kirito ketahui. Hanya kau dan aku ketahui..." ucapnya, membuat Sakura terdiam. "..Itu adalah... soal proyek portal dimensi yang dikembangkan secara ilegal oleh Organisasi." Ethan kembali membuka matanya dan menatap Sakura dengan serius.


Membuat Sakura sekali lagi tertegun..


Sementara itu, teman-teman Ethan yang lain...


" Apa?! Proyek portal dimensi..??!" Niu yang baru saja kembali dan mendengar mereka membicarakan itu benar-benar sangat terkejut. Sama dengan yang lainnya.


Ethan hanya menganggukan kepalanya menanggapi ucapan Niu, kemudian ia pun melanjutkan kata-katanya.


" Hal itu tercantum pada proposal yang diberikan oleh peneliti senior kepada ketua organisasi saat itu, ketua menolaknya. Tapi para peneliti yang terobsesi pada gerbang perpindahan instan yang hanya ada dalam buku dan film berusaha mengembangkannya secara ilegal, meski begitu tidak ada hasil yang sukses dalam usaha itu. Sampai.... mereka menemukan hubungan energi alami dunia dengan jiwa manusia. Beberapa orang lahir dengan kendali kuat atas energi yang diserap manusia dari sekitarnya, mereka mengembangkannya dalam berbagai bakat. Kejeniusan. Mereka yang lahir lebih kuat dari yang lain dan orang yang lebih pintar dari yang lain. Subjek penelitian pertama yang ada didekat mereka adalah... Nevia, yang bahkan dirinya tidak tahu kalau dia dijadikan kelinci percobaan." Ethan mengatakan semua itu tanpa ragu.


Membuat Oscar dan yang lainnya makin terkejut dengan kenyataan yang terjadi didunia ini...


Kenyataan gelap yang coba disembunyikan dari seluruh dunia. Sementara itu Sakura hanya terdiam mendengarkan hal itu diungkapkan...


Ethan melanjutkan nya.. " ...Para peneliti mulai meneliti melalui genetik, perilaku, dan kerja otak secara berkala dan melihat perubahannya. Hingga suatu hari... secara tidak sengaja, mereka menemukan cara untuk mengubah sel genetik yang diambil dari beberapa orang jenius didunia menjadi sebuah sumber energi magis. Mereka berhasil menyebrang ke dunia lain selama kurang dari 2 menit, dan secara tidak sengaja pula menemukan batu kehampaan milik Naga Void dan membawanya kembali untuk diteliti. Aku dan Sakura adalah saksi yang melihat keberhasilan itu, ketua organisasi meminta kami mencari tahu apa yang dikejakan oleh para peneliti itu diam-diam. Dan setelah proyek besar itu diketahui, itu langsung ditutup dan dianggap berbahaya. Bukan hanya karena itu ilegal, tapi juga melanggar batas dunia dan tidak berperikemanusiaan karena membuat nyawa manusia menjadi sumber energi portal. Tapi seperti nya... proyek itu kembali dibuka oleh seseorang yang membuat orang dari dunia kita datang kemari 3 tahun yang lalu. "


" ...Beatrice!!." Arkan menyebutkan nama itu sambil menggeram marah dengan ekspresi kesal. Membuat mereka yang lain juga memiliki ekspresi serupa.


" Lalu-..."


" Sudah... cukup.."


" Hm..??"


Ethan berhenti ketika mendengar Sakura berkata seperti itu, dan ia melihat lebih jelas...


" Hentikan. Jangan katakan apapun lagi.."


Mata nya melebar ketika melihat buliran-buliran bening turun di pipi gadis yang ada dihadapannya ini. Sakura pun perlahan mengangkat kepalanya kembali dan menatap Ethan dengan ekspresi antara kesal, sedih dan juga gembira disaat yang sama.


" ...Jangan bicara lagi.. Kakak.."