
Dan akhirnya Shin pun membacakan semua kejahatan yang sudah mereka lakukan. Dimulai dari korupsi orang-orang dibelakang para selir, hingga kejahatan yang sudah mereka lakukan. Para selir dan Adele hanya mampu menunjukkan raut ketakutan mereka, apalagi saat mereka menunjukkan bukti-bukti kalau mereka yang sudah menganiaya Quennevia, dan sudah membunuh Hudson.
Mendengar semua kejahatan itu rakyat pun juga menyoraki mereka dengan sangat marah, sedangkan Quennevia diam-diam tersenyum melihat hal itu.
" Semua itu adalah kejahatan yang sudah mereka lakukan, juga kejahatan yang sudah dilakukan oleh selir pertama, selir kedua dan Nona Adele kepada keluarga kaisar. " ucap Shin yang sudah membacakan semua nya. " Dan keputusan nya, akan diambil oleh baginda kaisar sendiri. " ucapnya pula.
" Beraninya kalian semua melakukan semua kejahatan itu!! Dan lagi kepada keluarga ku!! Kepada adikku yang paling kusayangi dan keluarga nya!! " ucap sang kaisar dengan sangat marah.
" Ya.. Yang mulia, itu semua tidak benar. Pasti ada seseorang yang sudah merencanakan nya.. " dalih selir pertama dengan sangat ketakutan.
" Apa kau pikir kalau semua kebenaran ini hanya sebuah rekayasa?!! Shin adalah orang ku yang paling jujur dan setia, bahkan semua pengakuan itu keluar dari mulut anak-anak kalian sendiri!!. " ucap sang kaisar pula.
Mereka benar sangat panik sekarang, jika mereka tidak bisa meyakinkan kaisar berakhir sudah hidup mereka. Selir kedua juga melirik kearah Arissa yamg duduk bersama dengan Jason, dan hanya membuang wajahnya saat tatapan mereka bertemu. Ia tidak percaya kalau anaknya sendiri bisa memperlakukan nya seperti itu, padahal biasanya dia selalu memihaknya.
" Ya.. Yang mulia, itu sama sekali tidak benar. Kami sama sekali tidak melakukan kejahatan. " dalih selir kedua pula.
" Itu benar yang mulia, kami sudah di jebak. " sahut selir pertama, sedangkan Adele hanya diam ketakutan.
" Cukup!! Semua ini sudah tidak perlu lagi dibicarakan, penjarakan orang-orang itu selama nya dan pengawal pukul selir pertama, kedua dan Adele 100 kali kemudian kurung mereka di penjara. Ini adalah hasil permintaan dari putri Quennevia. " ucap sang kaisar pula.
Mendengar itu nampaknya membuat para rakyat juga terkejut, kenapa Quennevia hanya memberikan mereka hukuman seperti itu.
" Putri, anda terlalu baik!. Mereka harus mendapatkan hukuman yang lebih berat!. "
" Benar, putri anda harus lebih tegas! Jangan hanya karena meraka keluarga Anda, Anda jadi tidak tega!. "
" Putri, hukum mati saja mereka!. " teriakan teriakan dari orang-orang yang ada di sana.
Nampaknya mereka berpikir kalau Quennevia melakukan nya karena kasihan, dan masih menganggap mereka sebagai keluarga. Jika saja mereka tahu jika ia tidak pernah menganggap mereka sebagai keluarga.
" Pangeran, anda tidak mau memberikan pendapat anda??. " tanya Ning kepada Ethan.
" Tidak, karena rencana hukuman nya baru saja dimulai. " sahut Ethan.
Ning hanya menatap nya bingung, ia tidak mengerti apa yang Ethan maksud, bahkan Quennevia pun hanya duduk diam sambil diam-diam tersenyum seperti itu.
Saat pengawal yang disuruh oleh kaisar ingin menyentuh para selir, tiba-tiba saja mereka terpental oleh kekuatan seseorang, yang tiba-tiba saja muncul di dekat para selir.
" Baginda Kaisar, kau tidak bisa melakukan hal seperti ini sembarangan. " ucap orang tua itu, yang seperti nya adalah ayah dari selir pertama, Erdian.
" A... Ayah. " ucap selir pertama dengan sangat senang.
" Tetua, semuanya sudah diputuskan sesuai dengan kejahatan yang sudah meraka lakukan. Bahkan ini adalah hukuman paling ringan untuk mereka. " sahut kaisar dengan tenang, dia pasti sudah menduga akan hal ini. Karena dia yang paling tahu soal orang di Kekaisaran nya.
" Kejahatan?? Putri dan cucuku tidak pernah melakukan kejahatan apapun!. " ucap Erdian.
" Kakek, semuanya sudah terbukti. Saya yakin anda juga tahu apa yang ibu lakukan selama ini, jadi tolong jangan seperti ini. " ucap Jason angkat suara.
" Jason, kau bahkan tidak mau membela ibumu sendiri?!. " ucap Erdian sambil mengerutkan alisnya dengan marah.
" Saya hanya ingin membela orang yang benar saja, kakek. " tapi Jason sudah memutusakan nya.
" Tetua klan pembunuh, tuan Erdian. Meski anda adalah seorang tetua, anda tidak bisa semena-mena dengan aturan Kekaisaran. Karena perintah Kaisar adalah hal yang mutlak. " ucap Ethan di tengah-tengah pembicaraan mereka.
Tantu saja itu membuat orang-orang jadi mengalihkan perhatian kepada nya, Ethan sendiri sih masih tenang-tenang saja, atau memang sifat nya seperti itu.
" Siapa kau??. " tanya Erdian pula yang tidak mengenalinya disana.
Ethan yang mendengar itu kemudian menghela nafas ringan, kehadiran nya benar-benar tipis disana. " Astaga, maaf karena ketidaksopan ku, namaku Ethan Sanchez Sheillaveteos, pangeran mahkota Kekaisaran Foldes." ucap Ethan memperkenalkan diri nya.
Orang-orang disana yang baru tahu kalau ternyata Ethan adalah pengeran Kekaisaran Foldes, terkejut karenanya. Tentu saja, memangnya untuk apa pangeran Kekaisaran Foldes ada di sana, dan disaat seperti ini.
Bahkan para selir dan Adele pun juga sama terkejut nya, ternyata orang yang tinggal di kediaman mereka selama ini adalah seorang pangeran mahkota. Sedangkan Quennevia yang mendengar perkenalan itu hanya menunjukkan ekspresi datar dan mendengus, dia selalu saja terlambat memperkenalkan diri.
" Apa yang pangeran Kekaisaran Foldes lakukan disini??. " tanya Erdian pula.
Ethan yang mendengar pertanyaan itu pun meletakan dari telunjuknya diatas dagu dan berpikir sejenak, saat kemudian ia berkata. " Hmm.. Quennevia itu teman ku, tentu saja aku harus datang mengunjungi nya saat ia berduka, dan lagi untuk kasus kematian ayahnya ini juga sudah terbukti semuanya, anda tidak bisa seenaknya ikut campur dan bilang kalau dia tidak bersalah hanya karena anda adalah ayah dan kakeknya. Quennevia juga seperti itu, dia menyelesaikan semuanya sendiri." ucap Ethan pula.
" Apa??. " ucap Erdian tidak terima dengan kata-katanya.
" Sesuai informasi yang diterima, pembunuhan ini tidak didasari oleh perintah seseorang, apalagi yang membunuh itu adalah istri tuan Hudson sendiri. Bahkan meski itu untuk klan pembunuh bayaran pun juga sama salah. Iya, meski dengan perintah atau bukan tetap saja sebuah kejahatan, sih. " jelas Ethan lagi.
" Tuan Erdian, jika misalnya putri kandung mu bersama dengan cucumu, melakukan kesalahan dan cucu dari istri sah menantu mu benar. Apa yang akan kau hukum adalah cucu istri sah menantu mu??. " tanya nya pula sambil menatapnya tajam.
Erdian yang tadinya hanya bermain-main pun berubah jadi terlihat sangat serius saat mendengar Ethan menanyakan pertanyaan itu.
" Hmph... Tentu saja putriku lah yang akan dihukum. " jawab Erdian pula dengan tegas.
Ethan mengukir senyum mendengar itu, " Untuk masalah ini anda sendiri tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, putri Quennevia melakukan hal ini atas ketidakadilan yang sudah diterima tuan Hudson, dan juga nyonya Misika. Lalu anda masih saja ingin bilang kalau putri mu tidak bersalah. " sahut Ethan.
Membuat Erdian terdiam, Ethan benar tapi dia tidak ingin putri nya dihukum seperti itu. Bahkan jika ia harus melawan Kekaisaran pun ia tidak akan menyerahkan putrinya.
" Bagaimana jika... aku tetap ingin bilang kalau putriku tidak bersalah??. " tantang Erdian pula.
Ia melepaskan sebagian aura membunuh nya, membuat orang-orang disana bersiaga. Tapi Erdian berhenti saat ia merasakan nafsu membunuh lain yang lebih besar di belakang nya, bahkan rasanya seperti kematian sendiri yang berdiri di belakang nya itu.
Erdian dibuat merinding karenanya, dan saat ia menyadari situasi nya ada sebuah senjata yang nyaris memotong lehernya. Sebilah sabit hitam besar ada tepat di depan lehernya, dan yang menegang sabit itu adalah.... Quennevia.
" Jika begitu kau dan putri mu akan ku eksekusi saat ini juga saja. " ucap Quennevia dengan seringai yang terlihat jelas di wajah nya.