Quennevia

Quennevia
Serangan



Situasi di luar bangunan Akademi masih damai-damai saja, beberapa murid masih berkeliaran di sana sini untuk belajar, berlatih atau apapun itu. Namun tiba-tiba saja hal itu berubah menjadi kepanikan diantara mereka.


Boomm....


" Kyaa... apa itu?!!. "


" Ledakan nya dari ruang kesehatan di lantai 4. "


" Apa yang terjadi di sana?!!. "


Begitulah ucapan-ucapan para siswa yang bertanya-tanya apa yang terjadi, sementara itu dari kepulan asap akibat ledakan tadi. Quennevia muncul dari sana dan terbang menjauh dari ruang kesehatan itu, bahkan tidak peduli lagi jika ada yang melihat bentuk sayap yang ia miliki itu.


Dan dari kepulan asap itu pula, muncul juga beberapa rantai yang mencoba untuk menangkap Quennevia, namun Quennevia juga membalas serangan mereka itu. Semua orang dibuat panik akan hal itu, namun mereka hanya diam saja tanpa melakukan apapun.


Sementara itu di arena Latihan, Ethan dan yang lain ada di sana saat ini. Ketika mendengar suara ledakan itu mereka dan semua murid yang ada di sana sangat terkejut, mereka pun langsung naik ke dinding yang menghalangi mereka dari melihat apa yang terjadi di luar sana.


Dan ketika melihat Quennevia yang diserang itu, mereka langsung pergi ke tempat itu dengan sangat tergesa-gesa. Disisi lain Quennevia....


Cringg.... Cringg... (anggap aja suara rantainya)


Syuttt.... Trangg....


Quennevia menggunakan elemen es untuk membuat es-es runcing, dan melemparkan nya kearah rantai-rantai yang mengejarnya itu. Itu sempat membuat rantai itu berhenti sesaat akibat dari serangan es itu, namun beberapa saat kemudian kembali mengejar Quennevia.


Disaat yang sama, dua orang misterius berjubah hitam itu juga keluar dari ruang perawatan itu, masih dengan memegangi rantai mereka yang mengejar Quennevia. Sementara itu Quennevia hanya bisa menghindari nya.


" Cih. Tidak ada habisnya. " geram Quennevia yang merasa sangat kesal.


Quennevia pun mengangkat kedua tangannya ke atas, mengumpulkan kekuatan dan membentuk sebuah bola api raksasa. Membuat orang-orang di sekitar nya pun juga jadi ikut lari terbirit-birit karena nya.


Para guru yang melihat hal itu juga mengutamakan para murid lain, dan mengungsikan mereka agar tidak terkena imbas pertarungan Quennevia itu. Setelah itu Quennevia pun melemparkan nya kearah dua orang yang berdiri di atas bangunan sekolah itu, tidak peduli jika nantinya bangunan itu hancur, Quennevia bisa membalikkan waktu dan membuat bangunan itu utuh kembali. (*Asalkan itu benda yang bukan bernyawa. *)


Dan.... Duarr....


Ledakan kembali terjadi akibat hal itu, namun dampak dari serangan itu lebih besar dari pada yang dibayangkan oleh para guru. Hingga para tetua pun ikut ambil bagian, dan membuat pelindung di sekitar para murid itu.


Di saat yang sama pula, Ethan dan yang lain yang juga menuju ke tempat Quennevia berusaha mempertahankan diri karena dampak dari serangan Quennevia itu.


" Ukhh... Kuat sekali!. " ucap Arkan.


" Serangan sekuat ini, dampaknya juga pasti sangat besar!. " ucap Yuki.


" Uhh... aku tidak bisa bertahan lagi. " ucap Meliyana yang sudah mulai ambruk.


" Meliyana!!. " panggil Niu pula dengan sangat khawatir.


Namun disaat-saat tegang itu, kepala Akademi pun muncul di depan mereka, dan membantu menghalangi dampak serangan itu.


" Kepala Akademi!!. " ucap mereka dengan terkejut.


" Kalian semua baik-baik saja??. " tanya kepala Akademi kepada mereka, dengan masih menahan dampak serangan itu.


Ethan yang ada di paling depan pun menganggukkan kepalanya, " Um... Iyah. Sebenarnya apa yang terjadi, Kepala Akademi??. " tanya nya pula.


" Quennevia mendapatkan serangan tiba-tiba, harusnya kita menjaganya dengan lebih ketat disaat seperti ini. Namun bagaimana orang-orang itu bisa masuk ke dalam Akademi juga masih dipertanyakan, padahal pelindung di Akademi tidak rusak sana sekali. " jawab kepala Akademi.


" Jangan bilang, kalau mereka yang membuat Quennevia jadi seperti sebelumnya??. " ucap Ryohan pula.


" Bisa jadi, kali ini pun mereka mangincar Quennevia yang sedang lemah. " ucap Oscar.


Yang lainnya pun juga mengangguk setuju dengan ucapan Oscar itu, lalu kemudian beberapa saat kemudian serangan dan dampak nya itu juga akhirnya berhenti. Akhirnya mereka menghela nafas lega karena nya, namun ada satu hal yang membuat mereka bingung.


Dengan serangan se-dahsyat itu, bagaimana bisa... bangunan sekolah dan isinya masih baik-baik saja.


" A.. apa yang terjadi??. " ucap Meliyana.


" Jangan lupa, kalau Quennevia bisa memasang dimensi ruang sendiri. Itu artinya dia sudah memasang itu sebelum melakukan serangan besarnya itu, jadi Akademi tidak terkena dampaknya. " ucap Ethan meski sebenarnya ada sesuatu yang lebih ia khawatir kan dari isi Akademi itu.


Disatu sisi Quennevia, mengerahkan kekuatan sebesar itu sekaligus menjaga Akademi adalah yang cukup sulit dikondisi nya saat ini. Untung saja para tetua langsung bergerak untuk melindungi para siswa yang lain dan langsung membawa mereka menjauh dari sana.


Quennevia tersentak ketika melihat kedua orang yang menyerang nya itu, dia yakin kalau keduanya menerima serangan itu langsung. Namun mengapa... keduanya masih baik-baik saja, bahkan tidak nampak luka sedikit pun, seolah.. ada seseorang yang melindungi mereka berdua.


" Bagaimana bisa...??. " gumam Quennevia, saat kemudian perhatian nya terfokus kepada seseorang yang tengah berdiri di atas salah satu menara yang ada di sana.


Diatas sana Lorenzo yang juga tengah menatap kearahnya, dengan sebuah seringai yang tidak pernah hilang diwajahnya saat berhadapan dengan Quennevia.


" Lorenzo, dia kah??. " batin Quennevia yang menatap ke arahnya dengan tajam.


Quennevia yang langsung menoleh kearah orang itu, belum sempat menghindari nya namun....


Trangg....


Ada dua orang lain yang melindungi Quennevia sebelum rantai orang itu mengenai Quennevia, juga Yue yang sudah kembali dari tugasnya ketika ia melihat ledakan besar di dalam Akademi.


" Putri, biarkan kami yang mengurus kedua orang ini. " ucap salah satu satu dua orang itu, yang adalah anggota Klan Aira yang sekarang dipimpin oleh Haika.


" Master, pria itu baru saja memanfaatkan situasi dan membawa mutiara pemisah jiwa dari ruang tetua. Kita harus mendapatkan nya kembali. " ucap Yue pula.


Quennevia pun mengangguk mengerti, " Kalau begitu kuserahkan kepada kalian. " ucap Quennevia kepada dua orang itu.


" Baik. " jawab mereka serempak.


Quennevia dan Yue pun segera pergi dari sana, lebih tepatnya segera berpindah untuk menyerang Lorenzo. Quennevia bergerak lebih dulu dari pada Yue, dan menggunakan kekuatan nya untuk menghantam Lorenzo yang ada di atap menara itu.


Brakk...


Namun seperti yang bisa di duga kalau ia bisa menghindari nya, jadi Quennevia hanya menabrak menara, Yue pun muncul di belakang Lorenzo dan ikut menyerang nya. Tapi ia kembali menghindari nya, dan selama mereka berdua menyerang Lorenzo, tidak sekali pun dibalas olehnya nya. Seolah-olah kalau Lorenzo memang sedang mempermainkan mereka berdua seperti kucing pelihara nya.


" Arghh... Dia sangat menjengkelkan!. " ucap Quennevia yang merasa kesal.


Sementara itu tak jauh dari tempat mereka saling serang itu, Ethan dan yang lain berhenti disana dengan wajah yang terheran-heran. Karena melihat Quennevia yang berusaha menyerang Lorenzo di atas sana.


" Ada apa dengan nya?? Kenapa dia malah menyerang senior Lorenzo??. " tanya Arkan yang terbingung-bingung.


" Mungkin kah mereka terlibat perselisihan??. " ucap kepala Akademi.


" Disaat seperti ini??. " ucap Yuki menimpali, dengan wajah yang tak habis pikir.


" Jangan-jangan Quennevia lepas kendali lagi!. " ucap Meliyana yang malah membuat mereka jadi tegang.


Brakk....


Namun mereka langsung dikejutkan dengan Lorenzo yang mendarat di dekat mereka dengan cukup keras, dan Quennevia pun yang kembali menyerang nya di sana.


Syuttt.... Trangg..... Krakk....


Bahkan saking kuatnya serangan itu, tanah di sekitar mereka juga jadi retak karena nya. Namun kedua nya hanya saling menatap dengan tajam satu sama lain, bahkan tidak mempedulikan mereka yang ada di sana. Sampai Quennevia yang mundur dari Lorenzo yang pertama bicara kepada mereka.


" Apa yang kalian lakukan di sini?? Segeralah pergi. " ucap Quennevia.


" Ap.. Bagaimana bisa kami pergi begitu saja?!. " ucap Oscar.


" Ini adalah pertarungan yang tidak bisa kalian menang kan, jadi-... " balum sempat Quennevia menyelesaikan kata-kata nya, Lorenzo sudah ada di belakang nya dan mengayunkan pedang yang ada di tengan nya, lalu....


Trangg....


Tetapi berhasil dihentikan oleh Ethan yang menghalangi Lorenzo dari menyerang Quennevia.


" Rupanya ular besar menunjukkan taringnya, ya. " ucap Ethan tersenyum sinis kearah Lorenzo.


" Hmph... " Sementara Lorenzo hanya tersenyum mendengar itu, saat ia juga menghindari ketika Quennevia menyerang nya lagi dengan tiba-tiba.


" Haha... Kau sangat tidak sabaran, Nevi. " ucap Lorenzo.


" Siapa yang kau sebut Nevi, dasar ular berkepala dua. " ucap Quennevia semakin kesal.


" Dulu kau juga pernah mengatakan itu padaku, apa kau benar-benar tidak mengingatku??. " tanya Lorenzo yang sekarang malah menunjukkan ekspresi sedih.


Sementara itu Quennevia hanya memiringkan kepalanya dengan bingung, disaat yang sama teman-teman nya juga menatap kearahnya meminta penjelasan.


" Kau mengenalnya??. " tanya Ethan yang ada di samping nya.


" Aku tidak pernah bertemu dengan nya seumur hidup ku. " jawab Quennevia yang masih bingung juga memikirkan ucapannya.


" Aku sedih mendengar nya, padahal kau selalu mengingat kakak ku dengan jelas di ingatan dan juga hati mu. Tapi.. jika aku diperbolehkan mengatakan nya lagi, entah itu rambut Violet atau rambut Emas kau masih tetap sangat cantik. " ucap Lorenzo yang mengarahkan tangannya kepada Quennevia dan kembali dengan seringai nya.


Disisi lain Quennevia tersentak mendengar nya, bagaimana bisa ia tahu kalau Quennevia pernah punya rambut berwarna Violet di dunia lain. Dan jika memang dia berasal dari dunia lain, maka hanya dua orang yang selalu memuji rambut nya itu.


Yang pertama adalah Kirito, yang jika memang benar.. dia tidak mungkin melakukan hal ini. Dan yang satunya adalah adik dari Kirito yang jadi pengkhianat Organisasi nya dulu dan jadi jahat, ia adalah....


" Kau.. Kau.. Kau adalah Guren?!!. " ucap Quennevia sambil menunjuk Lorenzo dengan sangat sangat sangaat terkejut.