Quennevia

Quennevia
Hadiah Dari Yulles



Ketika perasaan Quennevia yang galau itu terus berkelanjutan, dan beberapa hari setelah nya Ethan tidak muncul karena ujian kelulusan yang harus dilakukan oleh nya. Kemudian disuatu hari, Quennevia mendapatkan tamu tak terduga dari para Tetua.


Tok.. Tok.. Tok..


" Quennevia, ini Tetua Kara. Buka pintunya. " ucap Kara dari luar sana.


Pintu menara itu pun terbuka perlahan-lahan, dan Quennevia pun mengintip dari balik pintu itu. Masih tidak ada Ethan di luar sana, hanya ada Tetua Kara dan juga seseorang yang sangat tidak terduga.


" Quennevia, sudah lama tidak bertemu. " ucap orang itu dengan riangnya, dia adalah Yulles.


Quennevia tidak membalas ucapannya itu, namun ia membuka pintu menara itu lebih lebar untuk membiarkan mereka masuk. Yulles sudah dengar tentang Quennevia dan sudah bicara dengan Ethan, dia percaya kalau Ethan itu tulus kepada Quennevia. Hanya saja untuk meyakinkan nya kembali itu benar-benar sangat sulit, mengingat Quennevia itu adalah tipikal orang yang keras kepala.


Mereka hanya perlu waktu untuk kembali menerima satu sama lain.


Setelah pintu itu terbuka lebih lebar, Yulles pun masuk ke dalam sana, sementara itu Tetua Kara malah pamit untuk pergi dari sana. Setelah nya Quennevia pun menutup kembali pintu itu rapat-rapat.


" Ada apa??. " tanya Quennevia datar.


" Astaga, aku sudah dengar tentang ini. Namun kau kelihatan lebih buruk jika dilihat langsung. " ucap Yulles, namun Quennevia hanya membalasnya dengan deheman kecil.


" Ku dengar juga kau hanya makan satu kali sehari, pantas saja kau kurus. " ucap Yulles pula, lagi-lagi Quennevia hanya membalasnya dengan deheman kecil.


" Bersemangat lah, kau benar-benar terlihat sangat suram. " ucap Yulles lagi.


" Tidak bisa. " dan hanya itu yang dikatakan oleh Quennevia dengan lirih.


Yulles hanya menghela nafas pelan melihat nya keras kepala seperti itu, dia yakin kalau Quennevia selalu memperhatikan Ethan meski dari tempat seperti ini. Dan itulah kenapa,... Quennevia selalu memperhatikan Ethan setiap saat, jadi ia juga tahu kalau Beatrice masih kadang-kadang selalu memaksa bertemu dengan Ethan. Meski bukan itu masalah sebenarnya, padahal jika ia melihat nya langsung Ethan itu sama frustasi nya seperti dirinya saat ini.


" Haah.. Sudahlah jangan pikirkan hal itu lagi, ngomong-ngomong aku menemukan hewan legendaris langka yang mungkin adalah satu-satunya yang ada sekarang. Mau kau merawat nya??. " tanya Yulles pula mengalihkan pembicaraan.


" Apa??. " tanya Quennevia pula.


Yulles pun mengeluarkan hewan yang ia maksud itu dari ruang spirit nya, kemudian ia pun melemparkan makhluk yang ia maksud itu kepada Quennevia yang langsung ditangkap olehnya.


Quennevia sendiri yang melihat apa yang saat ini ada di tangannya itu benar-benar sangat terkejut, hewan yang Yulles maksud itu memang benar-benar langka dan sangat berharga. Bahkan mungkin tinggal satu-satunya yang ada di dunia.


" Ini... Naga kehampaan??. " ucap Quennevia bertanya-tanya sekaligus terkejut.


" Benar, Benar. Aku menemukan nya secara tidak sengaja ketika menjelajahi sebuah reruntuhan kuno, tapi dia masih seekor bayi sekarang. " jawab Yulles.


" Apa dia bisa membuka portal dimensi ke dunia lain??. " tanya Quennevia pula, ia kelihatan sedikit antusias menanyakan hal itu.


Membuat Yulles yang sekarang jadi bertanya-tanya apa maksud nya, " Portal dimensi dunia lain?? Kurasa tidak, portal antar dunia itu terlalu kuat untuk nya saat ini. Kurasa jika kau ingin pergi ke dunia lain, kau harus menunggu nya sampai berusia 100.000 tahun dulu. " sahut Yulles.


Namun Quennevia menghela nafas kecewa mendengar nya, " Jika menunggu 100.000 tahun lagi dia sudah keburu mati. " gumam Quennevia.


Meskipun ia juga tidak tahu apakah orang yang ia maksud (yaitu Kirito) itu masih hidup atau tidak saat ini, ia hanya ingin memastikan nya. Mungkin saja itu bisa mengubah sesuatu bagi Quennevia, bisa saja Quennevia menceritakan semua nya kepada Kirito dan membawanya ke dunia nya saat ini. Dengan begitu ia juga bisa melupakan Ethan dengan lebih baik, dan Ethan juga tidak akan mengingat nya lagi karena ada Beatrice, itulah yang Quennevia pikirkan.


Namun sekarang itu hanya tinggal angannya saja, dan untuk naga kehampaan itu... Quennevia rasa dia memang harus menjaga nya, jika hewan legendaris seperti dia diambil oleh orang lain takutnya akan digunakan untuk suatu kejahatan.


" Iyah, kau benar-benar tahu hal itu. Aku memang berencana untuk mengajak mu dalam ekspedisi yang akan aku dan orang-orang di Akademi ini jalani, ada laporan jika tiba-tiba muncul sebuah gelombang kekuatan aneh yang ada di dekat kerajaan Aquila. " jawab Yulles.


" Hanya kita saja yang pergi??. " tanya Quennevia lagi.


" Tidaa~k...juga sih, para tetua bilang mereka akan membentuk tim kecil, dengan kau, aku, Haika, teman-temanmu, Ethan dan juga perempuan bernama Beatrice untuk pergi ke sana. " ucap Yulles.


Dan ketika nama itu disebut di depan Quennevia, seketika wajah nya pun berubah menggelap mendengar nama Beatrice, apalagi mendengar kalau ia akan ikut misi seperti ini.


" Kenapa... perempuan yang sudah mati juga ikut??. " ucap Quennevia depan suara yang terdengar dingin.


" Te-tenang dulu, dia mengajukan diri nya sendiri. Dia bilang kalau kekuatan pelindung nya akan sangat berguna jika ada serangan tiba-tiba, jadi dia diizinkan... tentu saja dengan beberapa persyaratan khusus. " ucap Yulles yang mulai merasa gugup melihat nya seperti itu.


" Salah satunya untuk tidak terlalu menempel kepada Ethan dan tidak menggangu mu. " batin Yulles pula.


Dirinya juga ikut serta untuk memastikan hal itu sih, atas permintaan Ethan. Seperti nya Ethan tahu jika Yulles ada bersamanya maka Beatrice tidak akan berani mendekatinya, begitu pula dengan adanya Haika maka dia tidak akan berani mendekati Quennevia. Jadinya ada dua pelindung untuk dua orang yang mungkin diganggu oleh Beatrice. Belum lagi teman-teman mereka pasti juga tidak akan tinggal diam.


Quennevia pun berbalik kearah tempat tidur nya, dan menuruh naga kehampaan yang ada ditangannya itu di atasnya. Naga itu sedang tidur dan Quennevia tidak mau mengganggu nya, jadi ia tidurkan saja di sana.


" Yah, sudahlah. Jika paman dan kakak ikut itu bukan masalah. " jawab Quennevia meski dengan agak terpaksa.


" Baiklah, kita akan berangkat besok. Persiapkan dirimu ya. " ucap Yulles mengelus kepala Quennevia, kemudian ia pun keluar dari sana.


Sementara Quennevia masih termenung dengan pikirkan nya, apakah benar akan baik-baik saja seperti yang ia katakan. Lalu bagaimana dengan hatinya, apakah dia benar-benar sudah siap untuk bertatap muka secara langsung dengan Ethan lagi.


*********


Disisi lain Yulles yang sekarang sudah berada dibawah menara setelah menemui Quennevia, telah ditunggu oleh seseorang di bawah sana. Ethan.. tentu saja dia, Ethan langsung menghampiri nya saat melihat Yulles turun dari menara itu.


" Bagaimana??. " tanya Ethan langsung.


" Jangan khawatir, dia akan ikut katanya. Hanya saja seperti nya kita menang harus menjalankan rencana itu, tapi apa kau yakin akan melakukan nya?? Bukankah kau dan si Beatrice itu teman masa kecil. " ucap Yulles.


" Aku sudah memutuskan nya, Yue juga sudah memberitahu ku semua tentang hubungan Beatrice dan Quennevia, termasuk siapa Beatrice yang sebenarnya. Kurasa itu memang lebih baik, dan kuharap itu akan mengubah hubungan ku dengan Quennevia lagi. " ucap Ethan menimpali.


" Begitu ya, baiklah. " jawab Yulles pula.


Mereka pun berjalan bersama untuk pergi ke tempat pertemuan, karena Quennevia dan Ethan adalah yang pertama tahu. Maka sekarang meraka tinggal memberitahu tentang rencana mereka itu kepada teman-temannya Ethan dan Haika yang sudah menunggu ditempat pertemuan itu.


" Oh, benar juga. Saat aku membiarkan nya hewan peliharaan baru, dia sempat bertanya apakah hewan itu bisa membuka portal antar dimensi ke dunia lain atau tidak. Seperti nya dia memang berencana untuk bertemu dengan cinta pertama nya itu, sama seperti yang kau katakan. " ucap Yulles pula tiba-tiba.


Untuk sesaat tidak ada jawaban dari Ethan, namun kemudian.. " Dia tidak akan bisa menemukan nya di sana, sampai kapanpun. " ucapnya, benar-benar hal yang tidak terduga.


" Hoo~.. Bagaimana kau bisa tahu??. " tanya Yulles.


" Entahlah, hanya perasaan ku saja. " jawab Ethan. Mereka pun meneruskan jalan mereka ke tempat pertemuan itu.