Quennevia

Quennevia
Ujian pertama [Cinta dan kebencian]



[Season 2]


Sementara itu ditempat aslinya, Yuki tidak bergerak sedikit pun dari tempat dimana dia memegang buah hati naga itu. Disisi lain, teman-teman nya sedang berusaha keras untuk menjauhkan orang-orang yang sedang berusaha untuk menghentikan nya mendapatkan buah itu.


" Rasakan ini... pisau es!! " teriak Niu yang menembaki orang-orang itu dengan es buatan nya.


" Tombak petir! " ucap Arkan pula yang ikut membantu.


Tapi itu semua tidak cukup untuk menghentikan mereka...


" Cih. Hilang satu, maka yang lainnya juga akan datang. Sementara orang yang sebelum nya sedang menyembuhkan diri. " ucap Oscar yang benar-benar mulai jengkel dengan itu.


" Bagaimana jika kita bunuh saja semuanya sekaligus?? " usul Niu kepada mereka.


" Tidak boleh. Jika kalian membunuh semuanya... kalian akan menimbulkan masalah lain antara kerajaan Aquila dengan kita. " sahut Meliyana yang menjadi pendukung untuk meningkatkan kekuatan mereka dan pengingat.


Apa yang dikatakan olehnya juga ada benar nya, mereka tidak bisa menambah musuh disaat seperti ini. Apalagi Quennevia yang saat ini sedang dalam kondisi terlemahnya, jika mereka tidak segera membangkitkannya... dia akan menghilang, dan mereka harus menunggu pereinkarnasian nya yang selanjutnya untuk menghentikan Seretia.


" Ini benar-benar sangat merepotkan.. " Arkan mulai tidak menyukai pertarungan yang mengekangnya ini.


Krakk...


Saat kemudian semua orang terdiam ditempat mereka, ketika danau lumpur yang dibekukan Niu itu bergetar dan mulai hancur, ular yang mereka kurung itu... akhirnya keluar lagi dan mendesis keras.


" Gawat! " ucap Niu.


" Awas!! " teriak Meliyana melihat itu.


Ular itu mulai menyerang mereka lagi, mendorong dan mengancam mereka agar menjauh dari altar itu. Ia bahkan sampai menyemburkan racun kepada mereka dan orang-orang lainnya yang ada disana.


Racun dari ular itu seperti kabut asap, tapi ketika asap itu menyentuh kulit... maka tubuh orang yang terkena nya akan langsung meleleh.


" Akkk..!!"


" Mundur.. Mundur!!"


Orang-orang yang ada dibawah sana mulai berhamburan mundur ke daratan yang lebih pasti, disaat ular itu mulai menghancurkan semua es yang menjadi pijakan mereka dan menyemburkan racun disaat yang sama.


Banyak dari mereka yang jatuh ke dalam lumpur, ada juga yang terjebak dan berakhir didalam kabut racun.


" Benar-benar bahaya... bagaimana bisa ular itu melakukan hal mengerikan itu?? " ucap Oscar yang merasa ngeri melihat itu.


" Ah! Lebih bahaya lagi karena dia pergi kearah Yuki!! " ucap Niu yang terdengar panik itu membuat mereka tersadar dan langsung menoleh.


Ular tersebut memang pergi kearah altar, itu artinya Yuki berada dalam bahaya...!!


****


Sementara itu, Yuki masih terpaku dengan apa yang ia lihat dihadapannya. Ryohan... orang yang sudah mengkhianati mereka, mengapa kini ada dihadapannya dan dia bersikap seolah tidak ada hal buruk apapun yang terjadi.


" Kau... bagaimana kau bisa ada disini?? " tanya Yuki benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi sekarang.


Sementara Ryohan yang ia lihat, dia memiringkan kepalanya dengan sebelah alis terangkat. " Hm?? Apa maksudmu Yuki?? Kita kan sedang berlibur bersama saat ini. " jawab nya pula dengan senyuman yang selalu ia tunjukan itu.


Yuki masih bingung dengan apa maksudnya, apalagi Ryohan yang bilang kalau mereka sedang berlibur bersama. Dia yakin dia dan teman-temannya sedang berada di reruntugan kuno saat ini, jadi bagaimana bisa sekarang ada ditempat lain. Tapi beberapa saat kemudian dia teralihkan, Yuki sadar kalau dia sedang memeluknya, jadi Yuki pun segera menjauh dari nya dengan wajah yang merona malu.


Ia langsung berjongkok tak jauh dari tempatnya sebelumnya, berusaha menutupi wajahnya yang memerah dan menenangkan perasaan nya yang mulai tak karuan. Dia tahu sesuatu yang salah sedang terjadi saat ini.


" Astaga... ada apa ini?? Kenapa semua nya jadi seperti ini?? " ucap batin Yuki yang masih tidak mengerti.


Ryohan yang harusnya sudah pergi kini ada dihadapannya, semua nya juga masih baik-baik saja. Lalu...


" Hei, Yuki. Kenapa kau terlihat sangat serius seperti ini?? " ucap seseorang yang tiba-tiba menyentuh kedua pundaknya dari belakang.


Itu membuat Yuki terkejut dan langsung menoleh menatap nya, itu suara yang sangat ia kenal. " Qu-Quennevia?!! "


Sementara itu, sosok Quennevia yang ia lihat kini hanya tersenyum dengan hangat pada nya. Bahkan teman-temannya yang lain pun juga ada bersama nya saat ini.


" Hei, Yuki. Kau selalu saja memasang wajah serius seperti itu, ya. Orang-orang bisa takut tahu. " ucap Oscar yang ada disana.


" Yah, karena dia adalah Yuki. " sahut Niu pula.


Yuki tidak tahu kenapa, tapi sekeras apapun dia berpikir kalau ini adalah sesuatu yang salah, dia tidak ingin bilang kalau ini salah. Ini adalah sesuatu yang selalu mereka lakukan dan sangat ia rindukan setelah hilang beberapa waktu lalu.


Woosshhh...!


Saat tiba-tiba saja, ada angin kencang yang menerpa nya ditempat itu, menerbangkan semua bunga yang ada disana dan suasananya pun mulai terasa berbeda. Dan ketika Yuki membuka matanya lagi, hal yang ia lihat adalah hal yang selalu ingin ia sangkal dan anggap tidak pernah terjadi dalam hidupnya. Yaitu... Ryohan yang membunuh teman-temannya.


" Apa.. apa yang.. " Yuki hampir tidak bisa mengendalikan dirinya, ia berdiri menatap mayat teman-temannya yang berlumuran darah dihadapan nya dengan tubuh yang gemetar. " A, apa yang kau lakukan?? " dan ia menanyakan hal itu.


" Yuki. Kau ada disini. Aku baru saja selesai melakukan apa yang harus kulakukan. " sahut Ryohan yang berdiri tepat ditengah-tengah mereka tanpa rasa bersalah sama sekali.


Yuki tersentak melihat itu, kedua alisnya mulai berkerut dan sesuatu menyembul keluar dari sudut terdalam hatinya. " Melakukan apa yang harus kau lakukan?? Maksudmu membunuh teman-teman kita?! " teriak Yuki dengan marah kepada orang yang ada dihadapannya saat ibu.


" Ah, maksudmu ini?? Tidak, kau salah. Aku tidak membunuh mereka tanpa alasan. " sementara Ryohan hanya menanggapi dengan santainya.


" Lalu apa alasannya?! Membantu kakak mu?! Membantu Lorenzo maksudmu!! Kau mengkhianati kami hanya demi kebangkitan Seretia!. "


" Oh, nampaknya mereka benar-benar sudah memanipulasimu dengan sempurna. Apa yang ditunjukan oleh Quennevia dan Ethan bukanlah kenyataan yang baik, tujuan mereka yang sebenarnya... adalah untuk menghancurkan dunia. "


Yuki tertegun mendengar itu, Ryohan yang dengan serius berkata kalau Quennevia dan Ethan bertujuan ingin menghencurkan dunia itu benar-benar berbeda dengan orang yang dia kenal. Dia tahu kalau mereka memiliki kekuatan besar yang bisa digunakan untuk menghancurkan dunia kapanpun mereka ingin, tapi tidak ada satupun yang dilakukan oleh keduanya untuk melakukan hal buruk.


" Kau tidak percaya, ya.... Bagaimana jika melihat nya langsung saja?? " ucap Ryohan pula ketika melihat keraguannya.


Cetak...


Dia kemudian menjentikan jarinya, dan seketika semua tempat pun berubah menjadi asing kembali. Dia bahkan tidak membiarkan Yuki untuk mengatakan apapun sebelum 'Menunjukan' sesuatu yang dimaksud olehnya.


" Nah, lihatlah itu... " ucap nya pula, sembari menunjuk sesuatu dibelakang. Yuki pun akhirnya menoleh, dan apa yang dilihatnya... memang sesuatu yang sangat mengerikan. " Itu adalah... teman yang begitu kau sayangi itu. " lanjutnya.


Yuki tak bisa mengatakan apapun melihat apa yang ada dihadapannya, seolah suaranya terkunci tidak bisa keluar.


Pemandangan kota yang hancur porak poranda, tak ada satupun yang tersisa, bau amis darah membenjiri kota yang dipenuhi oleh mayat-mayat manusia yang bergelimpangan. Hanya ada tiga orang perempuan yang masih hidup ditempat itu. Dengan tubuh penuh luka, nyaris tidak bisa berdiri dengan benar, mereka dihadapkan dengan pemilik kekuatan mutlak yang sedang membantai umat manusia dimasa itu.


" Sudah cukup! Hentikan semua ini, Aria*! Kau sudah membantai banyak manusia didunia ini!. " ucap salah satu dari tiga perempuan itu.


(*Nama Quennevia dimasa lalu, jauh.. jauh sebelum itu)


Sementara Quennevia yang hidup dimasa itu, dia hanya menatap orang itu dingin. " 'Hentikan' katamu?? Kenapa aku harus mendengarkan makhluk fana seperti dirimu. Manusia itu sama seperti parasit, mau dihancurkan bagaimana pun mereka akan terus berkembang biak. Pada akhirnya dunia ini akan dipenuhi oleh makhluk seperti kalian lagi dalam beberapa abad. Sudah tahu begitu... kenapa aku tidak melenyapkan kalian semua sampai akarnya saja, dan memulai kembali. Kalau begitu ku mulai saja dari kalian, kemudian seluruh dunia, agar tidak ada lagi makhluk serakah seperti kalian?!" ucapnya.


Setelah mengatakan kata-kata kejam seperti itu, dia pun benar-benar melakukan apa yang ia katakan. Dia membunuh ketiga perempuan itu tanpa belas kasihan, dan dia juga menghancurkan seluruh dunia dan semua yang ada didalam nya. Ketika dunia benar-benar sudah hencur tak tersisa, keberadaan nya pun menghilang tanpa jejak, disamping itu... dunia yang hancurpun mulai direkonstruksi ulang seperti sedia kala.


Yuki tidak terlalu mengerti melihat dunia yang hancur dan kembali lagi seperti sebelumnya, tapi dia tahu... kalau Quennevia benar-benar menghancurkan seluruh dunia dikehidupan nya yang lalu. Tapi karena apa... ada bagian yang terlewatkan...


" Nah, sudah lihat kan. Dia itu bukan orang suci, dia adalah iblis penghancur yang akan selalu menghancurkan dunia, tidak peduli diera mana pun dia berada. " ucap Ryohan kepada Yuki.


" .... Apa yang terjadi sebelumnya?? " tanya Yuki.


" Apa?? " tanya balik Ryohan yang bingung.


Yuki pun berbalik dan menatap nya dengan serius, " Quennevia bukan orang yang akan menghancurkan sesuatu tanpa alasan yang jelas, apa yang terjadi sebelum dia berkeinginan menghancurkan dunia?? Kau menyembunyikan itu, kan. " ucap nya dengan pasti.


" Ma-mana mungkin seperti itu. Semua yang kau lihat itu adalah kenyataan, loh. " Ryohan mulai kelihatan gugup dengan penekanannya terhadap apa yang dia katakan.


" Aku tahu ini nyata, sesuatu yang terjadi ribuan tahun lalu. Tapi apa alasannya, kau memintaku berbalik ke belakang untuk memperlihatkan semua itu, maka biar kutebak kejadian sebelumnya ada dibelakang mu, kan?? Karena itu... Minggir dan biarkan aku melihatnya!! " desak Yuki yang langsung mendorong dan berjalan melewati nya.


" Tu-tinggu! Kau tidak boleh melihat nya!. " saat Ryohan mencoba menghentikannya, tapi keputusan Yuki sudah bulat.


Dan ketika dia sampai dibelakang Ryohan, tempat nya berada berubah kembali. Sebuah padang dandelion yang sangat luas dan juga indah. Yuki mendengar suara tawa dari belakang nya, ketika dia ingin menoleh.... Ada seorang anak kecil yang lewat disamping nya.


" Hahaha... "


Anak kecil itu tertawa dengan riang, sambil berlarian dan menyentuh setiap bunga dandelion yang ia lewati, membuat semua bunga itu yang jatuh berterbangan diterpa oleh angin.


" Mama, lihat.. semua bunganya terbang!. " ucap gadis kecil itu.


" Mama?? " disisi lain Yuki penasaran siapa maksudnya.


" Hati-hatilah, sayang. Jangan sampai jatuh. " ucap orang lain pula yang ada disamping nya.


Yuki kembali terkejut melihat siapa itu, orang disamping nya.... adalah Quennevia.


" Quennevia?? "