
Mereka pun hanya mengangguki itu, dan kembali memperhatikan Quennevia yang bertarung di sana. Quennevia yang sebelumnya terdorong karena kekuatan si iblis, hanya menatapnya dengan santai dan melebarkan senyuman nya.
" Menarik. Sudah lama aku tidak bersenang-senang, aku juga butuh seseorang untuk mencoba kekuatan baruku. " ucap Quennevia, ia pun juga ikut melepas kekuatan nya.
Kekuatan yang ia dapatkan dari jantung iblis milik seseorang dalam dirinya, membuat kekuatan nya sendiri jadi berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelum nya. Transformator fisik juga berlaku. Kekuatan itu membuat kuku-kuku jari Quennevia memanjang, dan matanya perlahan berubah menjadi warna merah darah.
Aura disekitar nya juga berubah jadi sangat dingin dan menekan, lebih dari pada yang dirasakan saat si iblis yang melakukan nya. Membuat Ethan dan yang lainnya jadi terkejut merasakan itu.
" Itu... Kekuatan iblis tinggkat tinggi.. " ucap Ning merasa tidak percaya dengan hal tersebut.
" Kekuatan yang sangat kuat sekali. " ucap Yin pula.
Dia jadi merasa merinding melihat nya. Karena kekuatan itu bukan hanya mengeluarkan tekanan yang besar, namun juga memancarkan perasaan haus darah yang sangat kuat. Meski sebenarnya... perasaan itu sepenuhnya milik Quennevia sendiri.
" Dia jadi semakin menarik. " batin Ethan, ia mengulas sebuah senyum misterius di wajahnya.
Sedangkan saat Quennevia melepas kekuatan itu, si iblis juga sangat terkejut. Tubuhnya jadi gemeter karena kekuatan yang menakan itu, ia bisa merasakan kalau kekuatan itu lebih besar dari pada miliknya dan juga...
<" Gadis kecil, dari mana kau mendapatkan kekuatan itu??."> tanya si iblis itu.
Quennevia tiba-tiba ada dibelakang iblis itu dan menyerangnya dengan cukup kuat, hingga ia terlempar dan menabrak bebatuan tak jauh dari mereka.
Baru setelah itu, " Kurasa itu bukan urusan mu. " Quennevia menyahuti nya dengan santainya.
Iblis itu perlahan bangkit kembali, <" Jawab aku!! Kekuatan itu.. Kekuatan itu..benar-benar sangat mirip dengan nya, dengan pemimpin klan iblis bulan darah! Dari mana kau mendapatkan nya?!!."> teriaknya dengan sangat marah.
Quennevia hanya menatapnya tajam, semakin lama ia jadi semakin kesal karena iblis itu hanya teriak-teriak tidak jelas. Apalagi dari tadi ia mengatakan hal-hal yang sama sekali tidak ia ketahui. Ia memutuskan untuk tidak menanggapinya saja dan terus menyerang si iblis itu.
<" Jawab Aku!!."> teriak si iblis itu lagi, sambil menerjang untuk menyerang Quennevia.
Tapi Quennevia tatap menghindari semua serangan itu dengan mudahnya, apalagi kecepatan nya jadi semakin bertambah lagi setelah menggunakan kekuatan nya.
<" Padahal aku mencarinya mati-matian, tapi malah anak dari wanita itu yang mendapatkan nya!!."> ucap si iblis itu.
" Cih. " Quennevia sangat kesal mendengar semua itu, ia pun menendang si iblis hingga terlempar cukup jauh.
" Dengar dasar iblis dungu. Aku mendapatkan kekuatan ini dari pemiliknya sendiri, dia memberikan jantungnya sendiri untuk mengobati ku yang sedang sekarat. Jadi jangan terus-menerus menggerutu kenapa aku yang mendapat kan kekuatan ini. " ucap Quennevia dingin.
Si iblis itu keluar dari kumpulan asap saat ia terlempar tadi, ia nampak benar-benar menyedihkan. Dengan ambisi yang satupun sama sekali tidak bisa ia capai, dan malah melampiaskan nya kepada orang lain.
" Aku tidak Terima... Aku tidak Terima!! Semua keturunan wanita itu harus mati!!. ">
Quennevia bersiap kembali jika saja ia akan menyerang, tapi saat ia melesat ia menghindari serangan Quennevia, dan malah berlari kearah Ethan dan yang lainnya.
" Hah... Gawat!. " ucap Quennevia saat menyadari hal itu..
<" Berikan... Berikan aku kekuatan mu!.">
" Tuan!!. " ucap Ning melihat si iblis menuju kearah Ethan.
Iblis itu pun melilitnya dengan benda yang seperti kain, sedangkan Ethan hanya berekspresi biasa-biasa saja.
<" Berikan!. "> ucap si iblis itu lagi.
" Aduh.. " hanya itu satu-satunya yang diucapkan Ethan disituasi itu.
Lalu tiba-tiba sesuatu yang melilitnya itu terbakar oleh api, dan api itu merambat kearah si iblis dan ikut membakar nya juga.
" Arghhhh... " jerit si iblis nyaring disana.
" Kau membuat kesalahan besar dengan menargetkan ku, sekarang.... Musnah lah. " ucap Ethan dingin.
Iblis itu pun langsung jadi abu di tengah api yang membakarnya, Quennevia yang menghampiri nya pun tidak bisa berkata apa-apa. Ia tidak pernah melihat seseorang yang bisa melakukan hal itu dengan mudahnya, ia pun mengunci kembali kekuatan nya, dan penampilan nya pun kembali seperti semula.
Sedangkan Niu dan Oscar yang ada di dekatnya pun masih belum sadar dari keterkejutan mereka melihat hal itu.
" Apa.. Itu...Tadi?!!. " teriak Niu yang sangat terkejut.
" Tuan baru saja membunuh Iblis itu. " sahut Yin.
" Luar biasa. " ucap Oscar terlihat sangat kagum.
" Bagaimana dia bisa melakukan nya??. " Yue juga bertanya-tanya dengan hal itu.
" Tuan kami itu sangat hebat. " ucap Ning sembari menyombongkan Ethan.
Ethan hanya dia dan tersenyum mendengar itu, lalu kemudian ia beralih kepada Quennevia yang menatapnya dengan serius itu. Entah kenapa Quennevia berpikir kalau dia orang yang sangat berbahaya setelah ia melihat nya membunuh iblis itu dengan sangat mudahnya tadi. Tapi disaat yang sama, dia tidak merasakan perasaan bahaya sama sekali, itu membuatnya bingung.
Kekuatan Ethan juga sangat lah misterius, ia tidak pernah melihat aliran kekuatan seperti itu sebelum nya. Itu bukanlah kekuatan iblis, juga bukan sihir biasa, namun Quennevia tidak tahu apa itu. Disisi lain... ketika Ethan menggunakan kekuatan itu, ia merasa sangat hangat dan dekat dengan kekuatan tersebut.
" Kau itu... Sebenarnya siapa??. "
Sampai pertanyaan itu pun keluar dari mulutnya..
Sementara Ethan yang mendengarnya terdiam sesaat, dan lalu ia tersenyum..
" Aku takut kau akan menjauhi ku jika kau tahu siapa aku yang sebenarnya. Tapi meski begitu pun, kau juga akan segera tahu sih. " ucapnya menimpali Quennevia.
Quennevia menatapnya tidak suka karena main rahasia-rahasiaan seperti itu dengannya," Hmph... " Ia pun berbalik dan berjalan pergi dari sana.
" Kalian berdua, ayo pergi. " ucapnya pula.
" Iya. " sahut Niu dan Oscar, sedangkan Yue memang sudah mengikutinya sedari tadi.
Ethan hanya memperhatikan nya yang berjalan menjauh dari sana, tidak sama sekali menghentikan nya atau mengatakan apapun.
" Ada apa dengan nya??. " tanya Yin yang penasaran kenapa Quennevia tiba-tiba bersikap seperti itu.
" Sepertinya aku membuatnya marah. " ucap Ethan dengan santai.
" Eh, memangnya kenapa tuan??. " tanyanya lagi.
" Entahlah. "
" Ya sudah, kalau begitu ayo kita juga pergi dari sini saja. " ucap Ning menengahi mereka berdua.
Dan Mereka pun pergi dari sana juga, meninggalkan tenpat itu.
****
Saat sampai di kota, Quennevia langsung mengajak Niu dan Oscar ketempat yang sebelumnya ia katakan, sedangkan Yue sudah kembali ke ruang spirit nya.
Ia langsung menunjukkan beruang yang mereka tangkap kepada penjual yang ia tawari, dan penjual itu sangat terkejut melihat ukuran dari beruang itu. Begitu pun dengan orang-orang yang lewat disana.
" I.. Ini.. " ucap si penjual terlihat sangat tidak percaya.
" Bagaimana?? Apakah harga yang ku inginkan sesuai dengan besar beruang nya??. " tanya Quennevia.
" Tentu putri, tolong tunggu sebentar. " ucap si penjual.
Ia pun pergi ke toko nya untuk mengambil uang yang diinginkan Quennevia, lalu kembali lagi dengan sekantung uang di tangannya. Ia pun langsung menyerahkan nya kepada Quennevia.
" Ini uang anda, putri. Terima kasih sudah menjualnya kemari." ucap si penjual.
Setelah mendapatkan uang itu, Quennevia pun kambali mengajak Oscar dan Niu pergi dari sana.
" Wahh.. Tidak kusangka beruangnya laku dengan harga mahal. " ucap Niu.
" Benar... Ini. " ucap Quennevia, ia melemparkan kantung berisi uang itu kearah Oscar, yang otomatis langsung ditangkap olehnya.
" Apa ini??. " tanya Oscar yang bingung pula.
" Ambil semuanya, aku hanya membutuhkan inti spirit nya. Buka uang itu. " sahut Quennevia.
" Benarkah?? Aaa.... Nevia, kau benar-benar sangat baik sekali. " ucap Niu sambil memeluk nya dengan sangat erat.
Sedangkan Quennevia hanya membalasnya dengan deheman kecil, Oscar pun juga berterima kasih padanya. Saat mereka berjalan hendak kembali, tiba-tiba saja ada sebuah kereta kuda berhenti di samping mereka.
Dan saat orang yang ada di dalam kereta itu membuka jendela nya, baru nampak lah siapa itu.
" Apa yang kau lakukan disini, Quennevia??. " tanya orang itu, Lecht.
" Pangeran. " ucap Niu dan Oscar bersamaan, mereka pun langsung memberi hormat kepada nya.
" Tidak perlu terlalu formal seperti itu. " sahut Lecht, Niu dan Oscar pun kembali berdiri tegak. " Jadi... Quennevia... " ucapnya pula.
" Habis berburu. " jawabnya singkat dengan wajah datar.
Untung sebelumnya dia meminta Niu mengobati nya, jika tidak dia bisa diseret paksa untuk di obati oleh Lecht hanya untuk beberapa luka kecil saja. Ya tentu saja, hal seperti itu kan tidak terlihat bagus untuk seorang Nona Bangsawan. Meskipun mereka juga sudah tahu apa pekerjaan Nona Bangsawan seperti Quennevia itu.
" Kalau begitu naiklah, aku akan mengantarkan mu pulang. Sekalian aku juga ada urusan kepada paman Hudson. " ucap Lecht.
" Baiklah. " ucap Quennevia menyetujui nya. " Kalian berdua, aku kembali dulu. " ucap Quennevia kepada mereka bedua.
" Baik, kabari saja jika mau berburu lagi. " sahut Niu dengan semangat, yang diangguki Oscar.
Quennevia pun tersenyum melihat mereka, kemudian naik ke dalam kereta bersama Lecht. Lecht sendiri, itu adalah pertama kalinya ia melihat senyuman Quennevia lagi sejak kematian ibunya, dia jadi sedikit lega entah kenapa.